Suara Petani Mempawah Bangkit: Pelatihan Advokasi Perkuat Daya Tawar dan Hak Petani Lokal

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Kamis, 20 November 2025

Suara Petani Mempawah Bangkit: Pelatihan Advokasi Perkuat Daya Tawar dan Hak Petani Lokal

Suara Petani Mempawah Bangkit: Pelatihan Advokasi Perkuat Daya Tawar dan Hak Petani Lokal

Mempawah – Gerakan pemberdayaan petani kembali bergema di Kabupaten Mempawah. Gemawan bersama para petani lokal menggelar pelatihan advokasi sebagai langkah memperkuat pola pikir, kapasitas, dan posisi tawar petani dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 19 November 2025 di Kantor Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kepala Desa Galang, Rasidi, menyampaikan rasa bangganya menjadi tuan rumah kegiatan yang menurutnya sangat penting bagi masa depan petani di wilayahnya.

“Saya sangat senang dan bangga. Pelatihan seperti ini memberi kami pemahaman tentang apa saja yang harus dilakukan ketika menghadapi persoalan di lapangan,” ujar Rasidi dengan antusias.

Petani dari 15 Desa Duduk Satu Meja Bahas Masalah Nyata di Lapangan

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan gabungan kelompok tani dari 15 desa di Mempawah, mencakup berbagai komoditas pertanian. Para peserta didorong untuk memetakan persoalan mendasar yang selama ini mereka hadapi, mulai dari ketersediaan pupuk, harga komoditas, akses pasar, hingga dukungan kebijakan.

Fasilitator pelatihan, Lani Ardiansyah, mengarahkan peserta untuk memetakan masalah sesuai kategori. Ia memberi contoh sederhana.

“Misalnya, kalau masalahnya adalah sulit mendapatkan pupuk organik yang terjangkau dan berkualitas, maka itu termasuk kategori input dan saprodi. Setiap kelompok silakan jelaskan sesuai kondisi masing-masing,” jelas Lani.

Tidak hanya memetakan masalah, peserta juga menentukan skor potensi keberhasilan advokasi dengan rentang nilai 1 sampai 10. Skor ini menjadi dasar untuk menyusun langkah advokasi paling realistis dan efektif.

Simulasi Peran: Petani Belajar Memahami Dinamika Politik

Sesi berikutnya diisi dengan simulasi menarik. Peserta memainkan berbagai peran penting seperti wartawan, kepala dinas, pengusaha, anggota dewan, hingga petani sendiri. Melalui latihan ini, mereka belajar memahami dinamika politik yang kerap terjadi dalam proses pengambilan keputusan.

Simulasi ini menggambarkan bagaimana kepentingan elit, modal, dan birokrasi sering bersinggungan dengan kebutuhan petani akar rumput.

Menuju Audiensi: Petani Siap Sampaikan Tuntutan Kebijakan yang Lebih Berpihak

Sebagai tindak lanjut, tim Gemawan merangkum hasil diskusi untuk mempersiapkan audiensi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Mempawah. Dalam audiensi itu nantinya, perwakilan petani akan membawa hasil pemetaan masalah sekaligus mendorong agar kebijakan daerah benar-benar berpihak pada petani, bukan pada kepentingan ekonomi sempit.

Pelatihan Ini Lebih dari Sekadar Belajar: Ini Gerakan Kesadaran Politik Petani

Kegiatan ini bukan hanya forum belajar, tetapi juga gerakan membangun kesadaran bahwa petani adalah bagian penting dari warga negara yang punya hak untuk mengawal kebijakan publik.

Petani bukan sekadar penghasil pangan, tetapi pilar kehidupan yang berhak memperjuangkan ruang hidup dan masa depannya.

Dengan pelatihan seperti ini, harapannya suara petani Mempawah semakin kuat, terorganisir, dan mampu menjadi bagian dari perubahan kebijakan yang lebih adil bagi sektor pertanian.

Diterbitkan oleh: Ria Sartika

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.