Pertahankan kebiasaan makan gizi seimbang selama libur tahun baru

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 31 Desember 2025

Pertahankan kebiasaan makan gizi seimbang selama libur tahun baru

Jakarta - Guru Besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS mengatakan mempertahankan kebiasaan makanan bergizi seimbang selama liburan tahun baru dapat memberikan energi serta protein dan zat yang diperlukan tubuh. 

“Kebiasaan makan makanan yang seimbang juga menyebabkan kita terjauh dari problem obesitas atau overweight. Nah kalau itu dipertahankan dengan baik, maka apakah tahun baru atau bukan tahun baru, itu bukan menjadi masalah. Sehingga kita bisa melakukan perayaan tahun baru dengan tubuh yang sehat dan bugar,” kata Ali kepada ANTARA, Rabu.

Makanan seimbang yang terdiri dari nasi, lauk, sayur dan buah jika dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang akan menjadi sumber energi untuk aktivitas dan juga untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Ali mengatakan, sebenarnya saat perayaan tahun baru jumlah masakan yang dimasak di rumah atau porsi makanan ketika makan di restoran tidak terlalu berlebihan seperti saat perayaan hari raya keagamaan contohnya Idul Fitri.

Ia menambahkan meskipun saat tahun baru mengonsumsi makanan terbilang “berlebihan”, bisa diimbangi dengan adaptasi untuk mengurangi asupan makanan sedikit atau kembali pada pola makan di awal pada keesokan harinya.

Namun yang perlu lebih diwaspadai adalah kurangnya istirahat yang mungkin tidak bisa dihindari karena ingin merayakan tahun baru pada waktu dini hari. Namun untuk mengembalikan stamina setelah begadang, Ali mengatakan dapat ditebus dalam waktu satu sampai dua hari ke depan dengan istirahat yang cukup.

“Intinya adalah bahwa dalam situasi apapun istirahat itu cukup ya, kemudian makan secara cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Itu semuanya akan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh,” katanya.

Ali mengatakan, kebutuhan suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh juga perlu disesuaikan kembali dengan kebutuhan individu. Jika sudah merasa cukup dari makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, maka suplemen bukan menjadi sesuatu yang perlu.

Pewarta : Fitra Ashari/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.