🌍 Dunia Bergejolak! Trump Picu Ketegangan Global, Eropa dan India Justru Makin Mesra

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan

Rabu, 28 Januari 2026

🌍 Dunia Bergejolak! Trump Picu Ketegangan Global, Eropa dan India Justru Makin Mesra

Dunia Bergejolak! Trump Picu Ketegangan Global, Eropa dan India Justru Makin Mesra
Dunia Bergejolak! Trump Picu Ketegangan Global, Eropa dan India Justru Makin Mesra.

Saat hubungan Amerika Serikat dengan sekutu lamanya mulai retak, peta kekuatan global pelan-pelan bergeser. Dari ancaman tarif Donald Trump hingga manuver baru Eropa dan India, dunia sedang memasuki babak baru yang bikin pasar keuangan ikut deg-degan.

Hubungan internasional kembali memanas. Kali ini, sumbernya datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang melontarkan ancaman tarif impor super tinggi. Kanada disebut-sebut bisa kena tarif hingga 100% jika nekat menjalin kesepakatan dagang dengan China. Pernyataan ini langsung menyedot perhatian dunia.

Namun Ottawa buru-buru meredam isu. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan negaranya “tidak punya niat” membuat perjanjian perdagangan bebas dengan China. Kanada, kata Carney, tetap berkomitmen pada perjanjian dagang Kanada–AS–Meksiko.

Meski begitu, hubungan Washington dan Ottawa tetap terasa dingin. Apalagi Trump sebelumnya menarik undangan bagi Carney untuk bergabung dalam “Board of Peace”, sebuah dewan yang awalnya dibentuk untuk mengawasi rekonstruksi Gaza. Banyak pihak menilai, langkah-langkah ini makin memperlebar jarak antara dua negara tetangga yang selama ini dikenal akrab.

Hubungan AS–Eropa Ikut Retak

Ketegangan tak hanya terjadi di Amerika Utara. Relasi Amerika Serikat dengan Uni Eropa juga disebut sedang berada di titik terendah. Mantan Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso, menyebut hubungan transatlantik kini masuk fase “retak”, di mana kepentingan nasional lebih dominan ketimbang nilai demokrasi bersama.

Eropa dan India Malah Makin Dekat

Di tengah renggangnya hubungan dengan AS, Eropa justru menemukan mitra baru yang menjanjikan: India. Pemerintah India berencana memangkas tarif impor mobil dari Uni Eropa secara signifikan.

Mobil Eropa dengan harga impor di atas 15.000 euro—atau sekitar Rp270 jutaan—nantinya hanya akan dikenai tarif 40%, turun drastis dari sebelumnya yang bisa mencapai 110%. Bahkan, dalam jangka panjang, tarif ini direncanakan turun lagi hingga 10%. Langkah ini jelas jadi angin segar bagi industri otomotif Eropa.

Politik AS Panas, Risiko Shutdown Mengintai

Sementara itu, kondisi politik dalam negeri Amerika Serikat juga tak kalah panas. Senator Partai Demokrat mengancam menolak rancangan pendanaan pemerintah jika tetap memasukkan anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri. Protes ini dipicu kemarahan publik atas tewasnya warga negara AS, Alex Pretti, dalam insiden yang melibatkan agen imigrasi federal.

Situasi ini membuka peluang terjadinya government shutdown, yang bisa berdampak besar pada pasar keuangan, mulai dari imbal hasil obligasi AS, nilai dolar, hingga lonjakan aset aman.

Pasar Global Mulai Gelisah

Tanda-tanda kegelisahan pasar sudah terlihat. Harga emas sempat menembus level USD 5.000 per ons, atau sekitar Rp80 juta, sementara bursa saham AS dan Asia bergerak melemah. Investor terlihat mulai mencari perlindungan di tengah tumpukan risiko global.

Minggu ini juga jadi periode krusial bagi pasar. Raksasa teknologi seperti Apple, Meta, dan Microsoft dijadwalkan merilis laporan keuangan. Di saat bersamaan, Federal Reserve akan mengumumkan kebijakan suku bunganya. Hasil dari dua agenda ini diyakini bakal sangat menentukan arah pasar dalam jangka pendek.

Waspada Koreksi Besar?

Meski pasar saham global memulai tahun 2026 dengan cukup solid—indeks saham dunia naik lebih dari 2%—sejumlah analis mengingatkan bahaya di balik reli panjang. Minimnya koreksi besar selama berbulan-bulan terakhir membuat pasar rentan terhadap perubahan sentimen mendadak.

Seperti kata para ahli, “jam sejarah sedang berdetak”. Dunia boleh saja terlihat bergerak maju, tapi satu keputusan politik bisa mengubah segalanya dalam sekejap.

👉 Intinya: saat AS sibuk memicu ketegangan, negara lain justru mencari jalur baru. Dan bagi investor maupun masyarakat umum, memahami dinamika ini penting agar tak kaget saat gejolak besar benar-benar datang.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.