![]() |
| HUMI Putar Haluan Bisnis 2026, Emiten Tommy Soeharto Tak Lagi Sekadar Pemilik Kapal. (Gambar ilustrasi) |
JAKARTA - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), perusahaan maritim yang berada di bawah naungan Humpuss Group milik Tommy Soeharto, mulai menata ulang arah bisnisnya untuk menghadapi tahun 2026. Langkah ini ditandai dengan perombakan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB tersebut digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, dan menjadi sinyal kuat bahwa HUMI tengah bersiap memasuki fase baru. Bukan sekadar perubahan nama di kursi manajemen, tapi juga transformasi model bisnis yang lebih luas dan berkelanjutan.
Direktur Utama HUMI yang baru, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, atau yang akrab disapa Ari Askhara, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin lagi dipandang hanya sebagai pemilik kapal. Ke depan, HUMI membidik pertumbuhan pendapatan yang lebih sehat dan stabil.
Menurutnya, fokus HUMI akan diarahkan pada sinergi antar-entitas dalam grup, pengembangan armada, serta diversifikasi usaha yang saling terhubung. Semua itu dibangun dalam kerangka integrated maritime dan energy logistics skala nasional.
Artinya, bisnis HUMI tidak berdiri sendiri. Transportasi energi kini dipandang sebagai satu kesatuan dengan rantai pasok, infrastruktur pendukung, hingga efisiensi operasional. Pendekatan ini diyakini mampu menjawab tantangan industri maritim dan logistik energi yang semakin ketat.
Dari sisi struktur pengurus, RUPSLB menetapkan Mahdan sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen, menggantikan AR Sofyan. Posisi Komisaris diisi oleh Dedi Hudayana yang menggantikan Daryono. Sementara di jajaran direksi, Ari Askhara resmi menggantikan Tirta Hidayat sebagai Direktur Utama, dengan Indra Yurana Sugiarto mengisi posisi Direktur.
Manajemen menjelaskan bahwa penyegaran ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mempercepat pengambilan keputusan strategis di tengah dinamika industri.
Tak hanya soal struktur, HUMI juga menaruh perhatian besar pada efisiensi biaya operasional, strategi pendanaan, serta pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Meski begitu, perusahaan menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja dan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama, khususnya di segmen transportasi energi.
Dari sisi non-keuangan, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu pilar penting. HUMI memposisikan SDM sebagai mitra bisnis internal dalam ekosistem Humpuss Group, bukan sekadar tenaga kerja. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung ekspansi dan diversifikasi usaha ke depan.
HUMI juga menegaskan komitmennya terhadap penerapan Good Corporate Governance serta integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance dalam strategi jangka panjang. Perusahaan telah menyiapkan peta jalan untuk menekan jejak karbon dan dampak lingkungan, sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan global.
Dengan dukungan penuh dari pemegang saham utama dan struktur manajemen baru, HUMI optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang di tengah perubahan lanskap industri maritim sepanjang 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com
