Masjid Negara IKN Siap Sambut Ramadan 2026, Kemenag Pastikan Fungsional dan Ramah Umat

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 09 Januari 2026

Masjid Negara IKN Siap Sambut Ramadan 2026, Kemenag Pastikan Fungsional dan Ramah Umat

Masjid Negara IKN Siap Sambut Ramadan 2026, Kemenag Pastikan Fungsional dan Ramah Umat
Masjid Negara IKN Siap Sambut Ramadan 2026, Kemenag Pastikan Fungsional dan Ramah Umat.

JAKARTA - Kalimantan Timur, Kementerian Agama memastikan Masjid Negara di kawasan Ibu Kota Nusantara sudah siap dimanfaatkan menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026. Kepastian ini disampaikan setelah jajaran Kemenag melakukan peninjauan langsung ke lokasi masjid di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi riil bangunan masjid usai proses pembangunan dinyatakan rampung oleh penyedia jasa. Mulai dari ruang utama ibadah, selasar, ruang pertemuan, tempat wudu, toilet, hingga area imam dan podium khotbah tak luput dari pengecekan.

Menurutnya, peninjauan ini bukan sekadar melihat bangunan berdiri megah, tetapi memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan. Kemenag juga mencatat sejumlah perlengkapan yang masih perlu disempurnakan agar masjid bisa berfungsi maksimal, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan selama bulan suci Ramadan.

Abu Rokhmad menegaskan, Masjid Negara IKN diharapkan menjadi representasi Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan inklusif. Karena itu, pengelolaannya ke depan harus didukung oleh sistem manajemen masjid yang profesional, berintegritas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan konsep ekoteologi. Menurutnya, masjid tidak hanya berperan sebagai pusat ibadah, tetapi juga simbol keharmonisan antara nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang berkelanjutan.

“Kami ingin Masjid Negara IKN bukan hanya indah secara arsitektur, tetapi juga unggul dalam tata kelola, layanan keagamaan, dan kontribusinya bagi peradaban,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengungkapkan pihaknya juga menyiapkan sejumlah usulan nama untuk Masjid Negara IKN. Nama tersebut nantinya akan diajukan kepada Menteri Agama dan diharapkan mencerminkan nilai kebangsaan, keislaman, serta visi IKN sebagai kota masa depan.

Arsad menambahkan, kesiapan masjid tidak hanya diukur dari bangunan fisik, tetapi juga detail penting seperti ornamen, kaligrafi, hingga ketepatan arah kiblat. Semua aspek tersebut diperhatikan agar pelaksanaan ibadah berjalan khusyuk dan sesuai dengan kaidah syariah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Otorita IKN, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi keagamaan. Sinergi ini dinilai penting agar Masjid Negara IKN dapat berfungsi optimal sebagai pusat ibadah, edukasi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

Dari sisi teknis, Kasubdit Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam, menyampaikan bahwa pihaknya turut melakukan pengecekan detail terhadap sarana dan prasarana masjid. Mulai dari area wudu, toilet, alur pergerakan jamaah, hingga aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi perhatian utama.

Selain itu, Kemenag juga tengah merancang konsep perpustakaan masjid yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang terbuka dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Seluruh persiapan tersebut dilakukan agar Masjid Negara IKN dapat mulai dioperasikan secara bertahap, khususnya untuk menyambut Ramadan 2026. Masjid ini diharapkan tidak hanya siap digunakan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.