Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaknai perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan sekaligus mendorong harapan ekonomi kreatif memperkuat IP (Intellectual Property) lokal.
"Natal dan Tahun Baru bukan hanya perayaan iman, tetapi juga momentum untuk meneguhkan semangat kebersamaan, saling menguatkan, dan membuka ruang bagi ekonomi kreatif agar tumbuh lebih berdaya yang dimulai dari daerah,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima dan dikonfirmasi pada Selasa.
Dalam rangkaian Nataru, Kementerian Ekraf juga melakukan peninjauan langsung terhadap aktivitas pegiat ekonomi kreatif di lima daerah yakni Jakarta, Banten, Bandung, Yogyakarta, dan Surakarta.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kehadiran negara dalam mendukung pegiat ekraf yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama libur panjang.
Menekraf hadir di acara Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 pada Senin (5/1) yang menjadi penutup rangkaian Safari Natal yang berlangsung sejak November 2025.
Rangkaian Natal Nasional 2025 diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari seminar kebangsaan, ibadah bersama, aksi sosial, refleksi Natal, peluncuran buku Ekoteologi, peluncuran Kurikulum Cinta untuk Sekolah Teologi Kristen, hingga agenda lintas iman yang mengangkat isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam acara ini Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Natal merupakan momentum memperkuat persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah keberagaman bangsa.
"Perayaan ini membuktikan bangsa Indonesia bangsa yang rukun, bangsa yang harmonis, kita saling hormat menghormati saudara-saudara. Inilah Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu tujuan. Marilah kita jaga persatuan kita,” ujar Presiden Prabowo.
Puncak acara turut dimeriahkan musik paduan suara gereja, seni pertunjukan teater natal serta refleksi Natal.
Pewarta : Fitra Ashari/ANTARA