Pemkot Singkawang perkuat pencegahan perdagangan orang

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Kamis, 22 Januari 2026

Pemkot Singkawang perkuat pencegahan perdagangan orang

Singkawang - Pemerintah Kota Singkawang, Kalbar memperkuat upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan penyusunan langkah strategis bersama dalam focus group discussion (FGD) identifikasi ragam masalah perdagangan orang di Kalimantan Barat, Kamis.

Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti mengatakan, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Migrant CARE sebagai ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman bersama serta merumuskan arah pencegahan dan penanganan TPPO, khususnya di Kalimantan Barat.

Dwi Yanti menyampaikan apresiasi kepada Migrant CARE atas terselenggaranya forum tersebut, yang dinilai strategis untuk menyatukan perspektif dan memperkuat kerja kolaboratif dalam perlindungan masyarakat, terutama kelompok rentan.

“FGD ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, berbagi perspektif, serta merumuskan langkah-langkah bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat khususnya kelompok rentan,” kata Dwi.

Ia menekankan upaya pencegahan perdagangan orang membutuhkan sinergi kuat antarinstansi dan pemangku kepentingan, karena bentuk dan modus praktik TPPO terus berkembang.

Melalui forum tersebut, Dwi berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan serta meningkatkan efektivitas pencegahan di daerah.

“Melalui diskusi ini, kami berharap dapat terbangun sinergi yang kuat antar instansi dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan mampu menjadi dasar penguatan kebijakan serta kerja kolaboratif ke depan,” ujarnya.

Dwi juga berharap pelaksanaan FGD dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata untuk memperkuat komitmen perlindungan terhadap masyarakat dari praktik perdagangan orang, sekaligus meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mencegah serta menangani kasus-kasus TPPO.

"Melalui forum juga dibahas terkait identifikasi ragam masalah perdagangan orang di Kalimantan Barat, termasuk pemetaan tantangan dan kebutuhan penguatan sistem pencegahan, baik dari aspek kebijakan, layanan pendampingan, maupun edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Oleh : Narwati/ANTARA
  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.