Pesan Tegas Bupati Ketapang Saat Lantik ASN, Jabatan Tak Bisa Dipesan

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 23 Januari 2026

Pesan Tegas Bupati Ketapang Saat Lantik ASN, Jabatan Tak Bisa Dipesan

Bupati Ketapang menyampaikan pesan tegas saat melantik 163 ASN. Ia menegaskan jabatan bukan hak yang bisa dipesan, tetapi amanah yang harus diraih dengan kompetensi dan kinerja.
Bupati Ketapang menyampaikan pesan tegas saat melantik 163 ASN. Ia menegaskan jabatan bukan hak yang bisa dipesan, tetapi amanah yang harus diraih dengan kompetensi dan kinerja.

KETAPANG -- Bupati Ketapang menegaskan bahwa jabatan ASN bukanlah sesuatu yang bisa diminta atau diperjualbelikan saat melantik ratusan pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Penegasan tersebut disampaikan agar seluruh aparatur memahami bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan integritas tinggi. (Jumat, 23/1/2026)

Dalam kegiatan pelantikan yang digelar di Pendopo Bupati, sebanyak 163 pejabat Aparatur Sipil Negara resmi diambil sumpah jabatannya. Para pejabat tersebut terdiri dari pejabat administrator dan pejabat pengawas yang akan memperkuat struktur birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan bahwa jabatan bukanlah hak yang bisa diminta atau dipesan. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus diperoleh melalui kompetensi, kemampuan, dan kinerja nyata.

Ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar benar-benar menyadari tugas utama sebagai aparatur negara, yakni melayani masyarakat dan mengabdi kepada bangsa serta negara. Karena itu, setiap jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Bupati juga menekankan bahwa proses pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah dilakukan berdasarkan pertimbangan profesional dan sesuai aturan yang berlaku. Penempatan pejabat dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan, termasuk mempertimbangkan kemampuan serta rekam jejak kinerja masing-masing aparatur.

Menurutnya, birokrasi harus terus berbenah agar mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin cepat. Aparatur yang lamban harus memperbaiki kinerja, sementara sistem yang tidak lagi relevan perlu diperbaiki agar pelayanan publik menjadi lebih efektif.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pejabat memiliki tanggung jawab besar tidak hanya kepada pemerintah dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, setiap keputusan dan tindakan dalam menjalankan tugas harus dilakukan dengan penuh integritas.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mendorong para pejabat terutama yang bertugas di wilayah kecamatan dan kelurahan agar lebih dekat dengan masyarakat. Pejabat diminta peka terhadap keluhan warga dan mampu memberikan solusi secara cepat.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjaga soliditas dan memperkuat kerja sama dalam membangun daerah. Menurutnya, birokrasi yang profesional dan berintegritas akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan lebih efektif serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.