Bom Molotov Mengguncang SMP Sungai Raya Anak Terlibat Kini Mendapat Pendampingan

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 04 Februari 2026

Bom Molotov Mengguncang SMP Sungai Raya Anak Terlibat Kini Mendapat Pendampingan

Pihak Polres Kubu Raya meminta keterangan dari pihak sekolah pasca aksi pelemparan bom molotov di ruang kelas SMP Negeri 3 Sungai Raya ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
Pihak Polres Kubu Raya meminta keterangan dari pihak sekolah pasca aksi pelemparan bom molotov di ruang kelas SMP Negeri 3 Sungai Raya ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang

Pelemparan Bom Molotov di SMP Sungai Raya Mengguncang Kubu Raya Pemerintah Bergerak Cepat Lindungi Pelajar

PONTIANAK -- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meningkatkan pengawasan dan pembinaan bagi pelajar, sekaligus menekankan peran penting keluarga, menyusul insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya yang mengejutkan warga sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, menjelaskan, “Kami sudah menelusuri akar masalah anak yang terlibat. Saat ini, yang bersangkutan masih dalam pemantauan. Aktivitas sehari-harinya sebenarnya sudah kembali normal, tapi pendampingan tetap diperlukan.”

Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap anak remaja, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Hasil pendalaman sementara menunjukkan adanya tekanan psikologis akibat kondisi keluarga. Orang tua dan kakek anak tersebut sedang mengalami sakit, sehingga beban keluarga diduga memengaruhi kondisi mental sang anak.

“Peran orang tua sangat vital. Lingkungan keluarga harus menjadi perhatian utama. Anak seusia ini seharusnya tidak menanggung beban masalah keluarga yang berat,” tambah Syarif.

Untuk mencegah insiden serupa, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan pihak sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan kepolisian, menyiapkan program pembinaan khusus serta pendampingan psikologis bagi pelajar.

Selain itu, pengawasan di sekolah akan diperketat, kegiatan ekstrakurikuler positif akan didorong, dan praktik perundungan di lingkungan pendidikan akan diminimalkan.

Orang tua juga diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, termasuk penggunaan telepon genggam dan permainan daring. “Kami mengimbau orang tua untuk mengarahkan anak pada kegiatan positif sesuai minat dan cita-cita mereka,” kata Syarif.

Kepolisian, melalui Bhabinkamtibmas, dijadwalkan rutin hadir di sekolah untuk memberikan edukasi dan pencegahan kenakalan remaja.

Dalam penanganan hukum, Syarif menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan lebih mengutamakan pembinaan. “Prinsipnya ultimum remedium. Kami fokus menyelesaikan akar masalah dulu karena anak ini masih di bawah umur,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyayangkan aksi pelemparan bom molotov meski tidak menimbulkan kerusakan fisik. “Saya sudah memantau dan sangat menyesalkan tindakan ini. Walaupun bangunan sekolah aman, tindakan tersebut tetap tidak bisa ditoleransi karena menimbulkan ketidaknyamanan,” ujarnya.

Pemerintah daerah memastikan akan mengambil langkah tegas setelah proses penyelidikan kepolisian selesai, termasuk mengusut motif pelaku.

Insiden ini menimbulkan satu korban, yang kini telah menerima perawatan medis dan dipulangkan ke rumah.

“Pemkab berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan bisa memperkuat pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan sehingga tercipta suasana belajar yang aman dan kondusif,” pungkas Sujiwo.

Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.