Dampak Screen Time pada Otak Anak di Usia Dini

Rabu, 25 Februari 2026

Dampak Screen Time pada Otak Anak di Usia Dini

Dampak Screen Time pada Otak Anak di Usia Dini
Dokter IDAI mengingatkan bahaya screen time berlebih pada bayi dan balita. Simak batas aman penggunaan gadget, dampaknya pada tumbuh kembang anak, serta tips pendampingan orang tua.

JAKARTA -- Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS (K), mengingatkan para orang tua agar lebih selektif memperkenalkan tontonan kepada anak. Dalam seminar media yang digelar daring dari Jakarta pada Selasa, Farid menegaskan paparan layar atau screen time yang tidak terkontrol berisiko mengganggu tumbuh kembang anak, terutama pada usia balita.

Menurut Farid, tayangan dengan pergantian gambar yang sangat cepat dapat memengaruhi perilaku anak menjadi serba instan dan cenderung hiperaktif. Rangsangan visual yang terlalu intens membuat otak anak terbiasa menerima stimulasi cepat, sehingga saat kembali ke aktivitas normal, anak bisa merasa mudah bosan atau gelisah.

Rekomendasi Screen Time Anak Menurut IDAI

Mengacu pada anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak berusia kurang dari satu tahun tidak direkomendasikan mendapat paparan layar dalam bentuk apa pun. Sementara itu, anak di bawah dua tahun hanya diperbolehkan melakukan video call dengan keluarga dekat, itupun dengan pendampingan orang tua.

Untuk anak usia 2 hingga 6 tahun, durasi screen time disarankan tidak lebih dari satu jam per hari. Konten yang ditonton harus berkualitas, edukatif, dan tetap melibatkan interaksi aktif bersama orang tua. Pendampingan ini penting agar anak tidak sekadar menjadi penonton pasif.

Periode Emas Perkembangan Otak Anak

Balita, khususnya di bawah dua tahun, berada pada fase golden period atau periode emas pertumbuhan otak. Pada masa ini, perkembangan sel otak berlangsung sangat cepat dan membutuhkan stimulasi langsung dari lingkungan sekitar.

Jika screen time berlebihan menggantikan interaksi nyata, maka kualitas dan kuantitas stimulasi bisa menurun. Dampaknya, keterampilan bahasa, sosial, motorik, hingga emosional anak berisiko tidak berkembang optimal. Karena itu, orang tua perlu menyadari bahwa gawai bukanlah pengganti interaksi tatap muka.

Tidak Perlu Khawatir Anak Tertinggal Teknologi

Berdasarkan rekomendasi American Academy of Pediatrics, orang tua tidak perlu cemas jika anak tidak dikenalkan teknologi sejak dini. Anak usia 3 atau 4 tahun umumnya mampu mempelajari teknologi dengan cepat.

Artinya, membatasi screen time di usia dini bukan berarti membuat anak tertinggal zaman. Justru, pendekatan ini memberi ruang bagi perkembangan dasar yang lebih kuat sebelum anak memasuki dunia digital.

Peran Aktif Orang Tua dalam Pendampingan Digital

Pendampingan bukan sekadar duduk di samping anak saat menonton. Orang tua perlu membantu anak memahami apa yang dilihat di layar, lalu mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Dengan cara ini, media digital bisa menjadi alat belajar, bukan sekadar hiburan.

Farid juga mengingatkan agar orang tua:

  • Memantau aplikasi dan konten yang diakses anak

  • Tidak menjadikan gawai sebagai satu-satunya cara menenangkan anak

  • Menghindari screen time satu jam sebelum waktu tidur

  • Menyediakan aktivitas alternatif seperti membaca buku, bermain peran, atau aktivitas fisik

  • Menjadi teladan dengan membatasi penggunaan gawai di depan anak

Keteladanan orang tua menjadi kunci. Anak cenderung meniru perilaku orang terdekatnya. Jika orang tua konsisten membatasi diri, anak pun akan lebih mudah diarahkan.

Momen bermain bersama tanpa gangguan layar bukan hanya memperkuat ikatan emosional, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Inilah investasi jangka panjang bagi masa depan mereka.

FAQ Seputar Screen Time Anak

1. Apakah bayi boleh menonton televisi?
Tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah satu tahun karena dapat mengganggu stimulasi perkembangan alami.

2. Berapa lama screen time yang aman untuk balita?
Untuk usia 2–6 tahun, maksimal satu jam per hari dengan pendampingan orang tua.

3. Apakah anak akan tertinggal jika tidak dikenalkan gadget sejak dini?
Tidak. Anak usia 3–4 tahun bisa belajar teknologi dengan cepat tanpa harus terpapar sejak bayi.

4. Mengapa screen time sebelum tidur tidak dianjurkan?
Paparan layar dapat mengganggu kualitas tidur dan ritme biologis anak.

5. Apa alternatif selain memberikan gadget?
Membaca buku, bermain di luar rumah, menggambar, bermain peran, dan aktivitas kreatif lainnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar