![]() |
| contoh menu MBG dari dapur SPPG Blue Ransel Teluk Batang kabupaten Kayong Utara minggu ini yang dikritik guru dan wali murid diduga sebagai pemicu pengelola tebar teror ke Sekolah. |
Kayong Utara (Borneo Tribun) - Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG Blue Ransel di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara mengancam pihak sekolah.
Ancamannya berupa penghentian suplai menu ke sekolah yang sudah mengkritik menu yang disajikan pada Minggu ini karena tidak sesuai standar harga dan porsi.
Ancaman itu disampaikan melalui pesan berbayar dari nomor ponsel pengelola dapur kepada salah seorang tenaga pengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah tersebut pada Kamis malam (26/02/2026).
"Kami mungkin izin dak bise nyuplai ke SD 05 lagi karena beberapa hal bang. Dari video sampai status di up kan, dampak x dapur kami akan ditutup," demikian isi pesan dari nomor orang yang diduga pengelola dapur MBG tersebut kepada seorang guru di sekolah yang dimaksudkan dia.
Guru yang menerima pesan ancaman itu, Anton Purba, menyampaikan pesan rencana penghentian dari mitra MBG ini disebabkan karena pihaknya bersama sekolah lainnya kompak mengembalikan menu yang disajikan pada minggu ini. Penyebabnya karena tidak sesuai harga dan kualitas gizi.
"Menu yang diantar hari Senin kami tolak, dalam berita acara (BA) untuk 3 hari, tapi tak sesuai dengan porsinya. Akhirnya mereka ambil dan BA dirubah menjadi 2 hari. Ternyata mereka tak terima dikritik, justru ngirim pesan ancaman Kamis malam ke saya isinya sekolah saya mau distop terima MBG dari dapur mereka," ujar Anton, Kamis (26/02/2026) malam.
Padahal menurut dia, sekolah yang mengembalikan menu dari dapur tersebut pada hari yang sama bukan hanya sekolahnya saja, tetapi ada SD lain yakni SDN 11 dan SDN 12 di Teluk Batang.
"Yang ngembalikan menu hari itu ada SD 11 dan 12, tapi SD saya malahan diteror mau stop, mungkin mereka tak terima dikritik," katanya.
Anton menyebutkan kalau jumlah murid di sekolahnya sebanyak 243 orang.
Sejak tahun 2025, sudah menerima suplai menu MBG dari dapur mitra bernama Blue Ransel yang berlokasi di Desa Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara.
Pihaknya berharap agar BGN mengevaluasi dapur MBG dimaksud, karena menu yang disajikan harusnya sesuai dengan porsi, termasuk tidak anti kritik dari para wali murid.
"Kami berharap pemerintah mengevaluasi dapur yang anti kritik macam ini. Sebagai antisipasinya, kami berharap ada solusi pengganti dapur, jangan mereka lagi. Nanti dikritik atau kalau menu yang diberikan nantinya menyebabkan siswa sakit, kan bisa muncul masalah lagi," tandasnya.
Pengelola dapur MBG berupaya dikonfirmasi lewat nomor telepon yang sama tidak menjawab sampai berita terkait pesan ancaman yang dikirimkannya pada guru dimaksud.
Sementara itu, Kepala Regional BGN Kalimantan Barat menjawab singkat akan mengurus dapur mitranya yang enggan dikritik.
"Nanti saya urus ini," ujar Agus Kurniawi, Jumat pagi (27/02/2026).
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN Nanik S Deyang menegaskan anggaran untuk bahan baku makanan hanya berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10 ribu per porsi, sementara sisanya digunakan untuk biaya operasional dan fasilitas program.
Penulis: Muzahidin.
