![]() |
| Landak Jadi Juara Regulasi! Karolin Tegaskan Regulasi Harus Bermanfaat Buat Warga. |
NGABANG -- Kabupaten Landak kini jadi sorotan! Bupati Karolin Margret Natasa bikin gebrakan dengan memperkuat tata kelola regulasi daerah. Hasilnya? Landak jadi juara di Kalimantan Barat soal pengharmonisasian Raperda dan Raperkada 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung dalam Rapat Koordinasi Harmonisasi Perancangan Peraturan Daerah Tahun 2026.
Sepanjang 2025, Landak menetapkan 92 produk hukum daerah. Jumlah ini jadi yang terbanyak dibanding kabupaten/kota lain di Kalbar. Produk hukum ini nggak cuma soal aturan biasa, tapi mencakup APBD, pajak dan retribusi, pengelolaan keuangan, sampai penataan organisasi perangkat daerah. Bahkan regulasi teknis soal program pemerintahan, pelayanan kesehatan, dan perencanaan pembangunan juga masuk.
Menurut Karolin, capaian ini bukan sekadar angka. “Harmonisasi itu penting supaya setiap regulasi nggak bertabrakan dengan aturan yang lebih tinggi dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap Perda dan Perbup harus matang konsepsi, jadi solusi nyata, bukan bikin masalah baru.
Kegiatan ini juga melibatkan DPRD, perancang peraturan, dan unsur pemerintahan lainnya. Semua sepakat pentingnya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Hukum supaya setiap produk hukum jelas, tertib, dan berkualitas.
Karolin menambahkan, pembenahan tata kelola regulasi adalah bagian dari reformasi birokrasi. “Pembangunan nggak bisa lepas dari fondasi hukum yang kuat. Kalau regulasinya jelas dan terharmonisasi, program pembangunan juga berjalan lebih tertib dan terukur,” jelasnya.
Penghargaan ini bukan akhir perjalanan. Bagi Karolin, yang terpenting adalah kualitas tata kelola. Regulasi yang baik harus benar-benar memberi manfaat buat warga Landak. Jadi, masyarakat bisa menikmati layanan pemerintahan yang lebih jelas, adil, dan terukur.
Dengan strategi ini, Landak nggak cuma bikin aturan, tapi juga memastikan aturan itu bekerja untuk masyarakat. Sebuah langkah yang bikin daerah ini pantas jadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Kalbar.
