Berita BorneoTribun: Karolin Margret Natasa hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Karolin Margret Natasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karolin Margret Natasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Konferensi WKRI Ngabang, Karolin Ingatkan Peran Strategis Perempuan Di Era Modern

Bupati Karolin Margret Natasa menegaskan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat saat Konferensi WKRI Ngabang, termasuk isu UMKM, KDRT, dan lingkungan.
Bupati Karolin Margret Natasa menegaskan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat saat Konferensi WKRI Ngabang, termasuk isu UMKM, KDRT, dan lingkungan.

LANDAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa peran perempuan dalam keluarga memiliki posisi yang sangat penting dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konferensi Cabang X Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang Salib Suci Ngabang, Sabtu (11/4/2026), di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang.

Dalam sambutannya, Karolin menyampaikan bahwa menjadi perempuan bukanlah hal yang mudah karena memiliki tanggung jawab yang besar dalam kehidupan keluarga.

“Menjadi perempuan itu berat. Secara ilmiah otak perempuan itu memang diciptakan lebih kompleks dari bentuk otak laki-laki,” ujar Karolin di hadapan peserta konferensi.

Konferensi WKRI Bahas Program Dan Kepengurusan Baru

Konferensi Cabang X WKRI tersebut mengusung tema peningkatan peran perempuan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan perempuan yang mandiri, kreatif, dan bermartabat di Kabupaten Landak.

Ketua Panitia Pelaksana, Aeni, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan surat keputusan Dewan Pimpinan Cabang WKRI Salib Suci Ngabang tentang pembentukan panitia penyelenggara.

Menurutnya, konferensi cabang bertujuan untuk membahas rencana kerja organisasi sekaligus memilih dan mengesahkan kepengurusan baru masa bakti 2026–2029.

“Kegiatan Konferensi Cabang ke-10 ini dilaksanakan selama satu hari pada Sabtu, 11 April 2026 di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang,” kata Aeni.

Ia menyebutkan jumlah peserta yang hadir terdiri dari 48 pengurus cabang, 12 panitia pelaksana, serta 65 pengurus ranting dari 13 ranting. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52 orang merupakan utusan dan 13 lainnya sebagai peninjau.

Biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari kas organisasi serta dukungan para donatur.

WKRI Diharapkan Terus Jadi Mitra Pemerintah Dan Masyarakat

Ketua Presidium DPD WKRI Kalimantan Barat, Agnes Wahyurini W, menyampaikan bahwa konferensi cabang merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang.

Melalui forum tersebut, anggota dapat mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, menetapkan rencana kerja, hingga memilih pimpinan baru untuk masa bakti selanjutnya.

“WKRI adalah sebuah organisasi yang berusia 102 tahun,” ujar Agnes.

Menurutnya, usia organisasi yang panjang menunjukkan konsistensi WKRI dalam mengambil peran aktif di tengah masyarakat. Ia berharap WKRI terus menjadi mitra pemerintah, masyarakat, dan gereja dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.

Agnes juga menyoroti empat isu strategis hasil Kongres WKRI 2023, yaitu:

  • Korupsi dan penerobosan ideologi bangsa

  • Perempuan dan anak dalam konteks kemiskinan

  • Lingkungan hidup dan perubahan iklim

  • Perempuan dalam perkembangan teknologi informasi

Salah satu program nyata yang dijalankan adalah Rumah Belajar, yaitu pendidikan gratis bagi anak usia pra-TK hingga kelas 6 SD yang dilayani oleh anggota WKRI.

Selain itu, anggota WKRI juga didorong terlibat dalam penguatan ketahanan pangan keluarga melalui apotek hidup serta kelompok tani hidroponik.

Karolin Soroti KDRT, UMKM Hingga Masalah Sampah

Dalam arahannya, Karolin tidak hanya membahas peran perempuan dalam keluarga, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, ekonomi keluarga, pelaku UMKM, hingga pengelolaan sampah rumah tangga.

“Peran wanita dalam keluarga memang menjadi tugas tanggung jawab utama kita adalah bagaimana kita membesarkan dan mendidik anak-anak dalam keluarga,” jelas Karolin.

Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam menentukan pola makan keluarga, menjaga kesehatan anak, serta menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.

Dalam suasana yang santai, Karolin juga menyampaikan pesan yang disambut tawa para peserta. “Jangan ajarkan emak-emak untuk menghemat. Emak-emak paling tahu bagaimana mengatur gaji suami cukup sampai satu bulan,” katanya.

Namun di balik candaan tersebut, ia menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius.

Karolin menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas safe house sebagai tempat perlindungan korban kekerasan perempuan dan anak.

Dorong UMKM Lokal Dan Perubahan Kebiasaan Rumah Tangga

Karolin juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM lokal, khususnya terkait biaya distribusi produk ke luar daerah yang sering kali tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Selain itu, persoalan sampah di wilayah Ngabang juga menjadi perhatian karena volumenya terus meningkat.

Ia mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, untuk mulai memilah sampah dari rumah. “Ayo kita mulai memilah sampah kita untuk lingkungan kita, karena plastik itu tidak akan terurai,” kata Karolin.

Sebagai langkah sederhana yang bisa langsung dilakukan, Karolin juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kalau belanja tolong bawa kantong plastik sendiri, bawa sendiri keranjangnya,” tutup Karolin.

FAQ

1. Apa tujuan Konferensi Cabang X WKRI Ngabang?
Tujuannya adalah membahas rencana kerja organisasi, mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, serta memilih pengurus baru masa bakti 2026–2029.

2. Apa pesan utama Bupati Karolin dalam konferensi tersebut?
Karolin menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, ekonomi rumah tangga, serta menjaga lingkungan.

3. Apa saja isu yang disoroti dalam konferensi WKRI?
Beberapa isu utama meliputi kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan keluarga, dan pengelolaan sampah.

4. Apa program nyata WKRI yang disebutkan dalam acara tersebut?
Salah satunya adalah Rumah Belajar yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak usia pra-TK hingga kelas 6 SD.

5. Apa ajakan Karolin kepada masyarakat terkait lingkungan?
Karolin mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah serta membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi plastik.

Penulis: Tino

Selasa, 14 April 2026

Konflik Lahan Landak, Karolin Ajak Warga Ikuti Proses Pendataan Resmi

Bupati Karolin mengimbau warga eks PT Aria mengikuti pendataan lahan bersama ATR/BPN guna memastikan hak petani dan mencegah konflik pertanahan di Landak.
Bupati Karolin mengimbau warga eks PT Aria mengikuti pendataan lahan bersama ATR/BPN guna memastikan hak petani dan mencegah konflik pertanahan di Landak.

LANDAK — Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengimbau masyarakat di kawasan eks PT Aria untuk mengikuti proses pendataan dan identifikasi lahan yang sedang dilakukan pemerintah daerah bersama ATR/BPN. Tahapan tersebut dinilai penting sebagai dasar pemenuhan hak masyarakat atas lahan yang selama ini mereka garap.

Imbauan itu disampaikan Karolin usai kegiatan sosialisasi penyelesaian lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Aria yang digelar Pemerintah Kabupaten Landak di Aula Bappeda Landak, Senin (13/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Karolin menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mengawal proses penyelesaian lahan agar masyarakat memiliki dasar administrasi yang kuat dan jelas.

Dalam wawancara lanjutan dengan wartawan, Karolin mengungkapkan konflik pertanahan di wilayah Landak cukup sering terjadi. Karena itu, pemerintah daerah berupaya melakukan mitigasi sejak dini.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengidentifikasi perusahaan yang tidak memperpanjang HGU, lalu menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dalam rangka memitigasi adanya konflik pertanahan di masa depan, kami mengidentifikasi beberapa perusahaan yang tidak memperpanjang HGU. Kemudian izin usaha perkebunannya kita cabut sesuai ketentuan,” kata Karolin.

Menurut Karolin, langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat penggarap untuk memperoleh hak atas lahan yang telah lama mereka usahakan.

Karolin menjelaskan, masyarakat penggarap di kawasan eks PT Aria umumnya merupakan petani mitra dari perkebunan sebelumnya. Sebagian di antaranya juga warga setempat yang pernah menyerahkan lahan kepada perusahaan.

Karena itu, pemerintah daerah bersama ATR/BPN dan pihak terkait, termasuk Bank Tanah, terus berupaya mendampingi masyarakat melalui tahapan resmi yang berlaku.

Proses tersebut meliputi:

  • Pengukuran lahan

  • Identifikasi penggarap

  • Pendataan administrasi

  • Pengusulan kepada Bank Tanah

Tahapan ini diperlukan sebelum lahan dapat diusulkan untuk redistribusi kepada masyarakat.

Karolin mengakui sebagian warga mungkin merasa proses pendataan cukup rumit. Namun menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan lahan benar-benar diberikan kepada petani yang sah.

“Memang terlihat ribet, tapi ini untuk memastikan penggarap yang benar-benar ada di lokasi. Bukan data fiktif atau pihak lain yang tidak berhak,” ujarnya.

Ia juga meluruskan adanya kesalahpahaman di masyarakat terkait kegiatan pengukuran dan identifikasi lahan.

Menurut Karolin, tanpa data yang lengkap, pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk mengusulkan redistribusi lahan.

Karolin menegaskan bahwa kewenangan pemerintah daerah berbeda dengan Bank Tanah dalam penyelesaian lahan eks perusahaan.

Pemerintah daerah bersama ATR/BPN bertugas:

  • Mengidentifikasi lahan

  • Mendata penggarap

  • Memetakan wilayah

Sementara proses redistribusi tanah nantinya menjadi bagian dari mekanisme yang ditangani oleh Bank Tanah.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap hak masyarakat dapat diberikan secara adil dan tepat sasaran.

Karolin mengajak masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah dan tidak ragu bertanya jika ada hal yang belum dipahami.

Ia juga mempersilakan warga untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah di Ngabang apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

“Jika masih ada hal yang belum jelas, silakan hubungi pemerintah daerah di Ngabang agar bisa berdiskusi dan mendapatkan informasi lengkap,” kata Karolin.

Menurutnya, seluruh proses penyelesaian lahan eks perusahaan di Kabupaten Landak pada prinsipnya menggunakan mekanisme yang sama.

FAQ

Apa tujuan pendataan lahan eks PT Aria?

Pendataan bertujuan memastikan siapa saja penggarap yang sah serta menjadi dasar administrasi untuk pengusulan hak atas tanah kepada pemerintah pusat melalui mekanisme resmi.

Apakah lahan langsung diberikan kepada warga?

Tidak. Lahan tidak langsung diberikan. Ada tahapan seperti pengukuran, identifikasi, dan pengusulan sebelum proses redistribusi dilakukan.

Mengapa proses pendataan dianggap penting?

Karena tanpa data resmi, pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk mengusulkan hak kepemilikan lahan bagi masyarakat.

Siapa saja yang terlibat dalam proses ini?

Proses melibatkan Pemerintah Kabupaten Landak, ATR/BPN, serta pihak terkait termasuk Bank Tanah.

Apa yang harus dilakukan warga?

Warga diminta mengikuti pendataan, memberikan informasi yang benar, serta berkoordinasi dengan pemerintah jika ada hal yang belum dipahami.

Minggu, 05 April 2026

Bupati Karolin Tinjau Intake Air, Krisis Air Bersih Ancam Ngabang

Bupati Karolin meninjau intake air di Ngabang saat debit Sungai Landak turun drastis. Krisis air bersih mengancam ribuan warga, langkah darurat segera disiapkan.
Bupati Karolin meninjau intake air di Ngabang saat debit Sungai Landak turun drastis. Krisis air bersih mengancam ribuan warga, langkah darurat segera disiapkan.

Landak – Ancaman krisis air bersih mulai membayangi Kota Ngabang, Kabupaten Landak, seiring menurunnya debit Sungai Landak pada musim kemarau.

Situasi ini mendorong Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, turun langsung meninjau fasilitas intake air baku milik Perumdam Tirta Landak di Kecamatan Ngabang.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan air bersih kepada warga tetap berjalan di tengah kondisi debit sungai yang terus menurun.

Dalam peninjauan di lokasi, Karolin mengungkapkan kondisi intake air bersih yang menyuplai sekitar 4.000 sambungan rumah tangga kini menghadapi tekanan serius akibat pendangkalan sungai.

Menurutnya, sedimentasi pasir yang cukup tinggi membuat kedalaman air menurun drastis. “Hari ini kita lihat kondisi intake air bersih untuk wilayah Kota Ngabang dan sekitarnya. Bangunan ini menyuplai kurang lebih 4.000 sambungan rumah tangga. Karena masuk musim kemarau, debit air berkurang, dan ternyata ada proses pendangkalan akibat sedimentasi pasir yang luar biasa,” kata Karolin.

Hasil pemantauan menunjukkan kedalaman air yang sebelumnya mencapai sekitar 8 meter, kini tersisa sekitar 1 meter 4 sentimeter. Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan karena ujung pipa intake hampir menyentuh dasar sungai.

Karolin juga mengingatkan bahwa jika hujan tidak turun dalam beberapa hari ke depan, pelayanan air bersih berpotensi terganggu lebih luas. 

“Kalau beberapa hari ke depan tidak hujan, ini bisa menjadi persoalan serius karena ujung pipa intake sudah menyentuh dasar pasir sungai,” ujarnya.

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Landak menyiapkan langkah darurat agar distribusi air bersih tidak lumpuh.

Salah satu opsi yang segera dilakukan adalah penambahan pompa air untuk menjaga suplai tetap berjalan.

“Kita sepertinya harus tambah pompa untuk bisa tetap menjaga pelayanan kita kepada masyarakat. Jadi kita beli pompa ya Pak, segera disiapkan,” tegas Karolin.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hulu sungai agar tidak terjadi aktivitas yang merusak lingkungan.

Menurutnya, kerusakan di wilayah hulu akan memperparah kondisi sumber air baku di masa depan. “Tolonglah semua pihak juga mengawasi sehingga tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengganggu lingkungan di hulu sungai. Kalau air sungai ini enggak ada, kita enggak ada sumber air lagi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Herkulanus mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya berasal dari debit sungai yang menurun.

Masalah lama pada jaringan distribusi juga menjadi penyebab utama gangguan layanan air bersih.

Saat ini, Perumdam Tirta Landak melayani 9.186 pelanggan yang tersebar di enam kecamatan. Dari jumlah tersebut, pelanggan terbesar berada di Kecamatan Ngabang dengan total 7.344 sambungan rumah.

Namun, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) masih sangat tinggi, mencapai 38,30 persen. Angka ini jauh melampaui batas nasional yang direkomendasikan, yakni maksimal 25 persen.

“Kebocoran pada jaringan distribusi infrastruktur perpipaan yang sudah tua, rapuh, dan kurang perawatan menjadi penyebab utama kehilangan air secara fisik,” ujar Herkulanus.

Ia juga menambahkan bahwa tunggakan pelanggan turut memengaruhi kondisi keuangan perusahaan. “Banyaknya piutang akibat tunggakan pelanggan menyebabkan kas yang seharusnya masuk menjadi tertunda,” katanya.

Manajemen Perumdam Tirta Landak saat ini terus melakukan pembenahan secara bertahap, mulai dari pengendalian biaya operasional hingga penguatan sistem penagihan.

Selain itu, upaya peningkatan kualitas layanan transmisi jaringan dan pompa juga terus dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan distribusi air.

Di tengah keterbatasan yang ada, langkah cepat pemerintah daerah dinilai menjadi kunci untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Karolin menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak boleh terganggu.

“Kita harus jaga betul pelayanan dasar ini. Air bersih menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari, jadi langkah cepat harus dilakukan,” tutupnya.

FAQ

1. Mengapa Kota Ngabang terancam krisis air bersih?
Karena debit Sungai Landak menurun drastis akibat musim kemarau dan pendangkalan sungai akibat sedimentasi pasir.

2. Berapa jumlah pelanggan Perumdam Tirta Landak saat ini?
Tercatat sekitar 9.186 pelanggan di enam kecamatan, dengan mayoritas berada di Kecamatan Ngabang.

3. Apa langkah darurat yang disiapkan pemerintah?
Pemerintah Kabupaten Landak berencana menambah pompa air untuk menjaga distribusi air tetap berjalan.

4. Apa penyebab utama kehilangan air di jaringan?
Kebocoran pada pipa tua dan kurangnya perawatan jaringan distribusi.

5. Apa dampak jika tidak segera ditangani?
Pelayanan air bersih bagi ribuan warga berpotensi terganggu, terutama saat musim kemarau berlangsung lebih lama.

Sabtu, 04 April 2026

Audit BPK Jadi Cermin, Bupati Landak Soroti Transparansi Keuangan

Bupati Landak Karolin Margret Natasa tekankan transparansi dan disiplin anggaran saat serahkan LKPD 2025 ke BPK Kalbar di Pontianak.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa tekankan transparansi dan disiplin anggaran saat serahkan LKPD 2025 ke BPK Kalbar di Pontianak.

PONTIANAK — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan pentingnya disiplin dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah saat menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penyerahan tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat, Pontianak, dalam agenda bersama seluruh pemerintah daerah se-Kalimantan Barat, Selasa (31/3/2026). Momentum ini menjadi titik awal proses pemeriksaan keuangan daerah tahun berjalan.

Karolin menyebut, keberadaan BPK memiliki peran penting dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah. Melalui proses audit, penggunaan anggaran dapat dibandingkan langsung dengan regulasi yang berlaku.

“Akuntabilitas pemerintah daerah itu dengan adanya pemeriksaan BPK ini pasti akan meningkat. Karena kita bisa melihat bagaimana anggaran yang sudah berjalan itu disandingkan dengan regulasi,” ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan BPK bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, audit menjadi “cermin” bagi kinerja birokrasi dalam menjalankan tata kelola keuangan yang sesuai aturan.

Ia menekankan bahwa setiap tahapan pengelolaan anggaran—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi—harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Ini jadi bahan evaluasi bagi kita semua, terutama dalam administrasi keuangan, tata kelola, dan disiplin penggunaan anggaran di pemerintahan,” tambahnya.

Dalam agenda yang sama, juga dilakukan penyerahan laporan hasil pemeriksaan atas penggunaan dana bantuan keuangan partai politik Tahun Anggaran 2025.

Karolin menilai, dua agenda tersebut sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan publik serta penerapan prinsip good governance.

“Dengan adanya pemeriksaan BPK, kita bisa tahu sejauh mana aparatur kita sudah menerapkan prinsip good governance dalam keuangan daerah,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPK yang dinilai konsisten memberikan pendampingan serta rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah.

“Terima kasih atas saran dan masukan yang diberikan. Ini sangat membantu kami untuk terus memperbaiki perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran ke depan,” ucap Karolin.

Karolin berharap, hasil pemeriksaan nantinya tidak hanya menjadi penilaian administratif, tetapi benar-benar menjadi dasar perbaikan tata kelola pemerintahan secara berkelanjutan.

“Kalau ada yang perlu ditindaklanjuti, tentu itu menjadi bagian dari upaya kita bersama agar pengelolaan keuangan daerah semakin baik dan transparan,” tutupnya.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu LKPD unaudited?
LKPD unaudited adalah laporan keuangan pemerintah daerah yang belum diaudit oleh BPK dan menjadi dasar pemeriksaan awal.

2. Apa peran BPK dalam pengelolaan keuangan daerah?
BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara agar transparan dan sesuai regulasi.

3. Kenapa audit BPK penting bagi pemerintah daerah?
Audit membantu meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta mendorong perbaikan tata kelola anggaran.

4. Apa yang dimaksud good governance?
Good governance adalah tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai aturan hukum.

Senin, 30 Maret 2026

RSUD Landak Siap Layani Cuci Darah, Karolin Harap BPJS Segera Beri Persetujuan

RSUD Landak Siap Layani Cuci Darah, Karolin Harap BPJS Segera Beri Persetujuan
RSUD Landak Siap Layani Cuci Darah, Karolin Harap BPJS Segera Beri Persetujuan. 

LANDAK — Pemerintah Kabupaten Landak memastikan layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD Landak telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Kesehatan RI. Fasilitas tersebut bahkan dinyatakan siap untuk segera digunakan melayani masyarakat.

Namun, hingga kini layanan tersebut belum dapat diakses oleh pasien peserta BPJS Kesehatan karena kerja sama dengan pihak BPJS belum terealisasi.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa seluruh tahapan perizinan dan persiapan teknis telah dilalui dengan baik, termasuk hasil visitasi dari Kementerian Kesehatan.

“Jadi hari ini kami baru saja selesai dilakukan visitasi oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka perizinan pelayanan unit dialisis atau hemodialisa kita. Dari Kementerian Kesehatan merespon dengan sangat baik, dan kami juga sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan,” ujar Karolin kepada wartawan, Senin 30 Maret 2026.

Ia menegaskan, secara fasilitas dan kesiapan operasional, layanan hemodialisa di RSUD Landak sudah memenuhi standar dan siap digunakan. Untuk sementara, layanan tersebut ditargetkan dapat segera melayani pasien umum sambil menunggu proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Jadi sebenarnya sudah siap untuk beroperasi. Namun sampai hari ini kami belum bisa menjalin kerja sama dengan BPJS. Untuk pasien umum, kami harap dalam waktu dekat sudah bisa kita terima,” kata dia.

Karolin mengungkapkan, sebagian besar pasien yang membutuhkan layanan cuci darah merupakan peserta BPJS. Karena itu, pihaknya berharap kerja sama dapat segera disetujui agar akses layanan menjadi lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat.

Menurut dia, salah satu alasan yang disampaikan terkait belum disetujuinya kerja sama tersebut adalah ketiadaan dokter subspesialis tetap di RSUD Landak. 

Namun, Pemkab Landak telah mengantisipasi hal tersebut dengan menghadirkan dokter penanggung jawab melalui skema dokter tamu.

“Dokter penanggung jawab sudah ada, kita menggunakan sistem dokter tamu, sama seperti rumah sakit lainnya yang belum memiliki dokter subspesialis ginjal hipertensi. Dan itu diperkenankan,” ucap Karolin.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga telah mengambil langkah jangka panjang dengan mengirim dokter spesialis penyakit dalam untuk menempuh pendidikan subspesialis, guna memenuhi kebutuhan layanan secara berkelanjutan.

Karolin menilai, seluruh persyaratan sebenarnya telah dipenuhi, terbukti dengan terbitnya izin operasional dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, ia mempertanyakan alasan belum disetujuinya kerja sama dengan BPJS.

“Kalau memang tidak memenuhi syarat, tentu kita tidak akan mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan. Tapi faktanya izin sudah keluar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya perbedaan perlakuan dibandingkan daerah lain yang dinilai memiliki kondisi serupa, namun telah mendapatkan persetujuan kerja sama.

“Sementara di daerah lain bisa, kenapa di tempat kami tidak bisa? Ini yang menjadi pertanyaan bagi kami. Kami berharap ada kejelasan regulasi dan komunikasi yang lebih baik ke depan,” kata Karolin.

Sebagai penutup, Karolin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.

“Kami ingin pelayanan ini segera bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama pasien BPJS. Harapannya komunikasi bisa terus dilakukan agar pelayanan ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Landak,” tutupnya.

Oleh: Tino

Sabtu, 28 Maret 2026

Tradisi Naik Dango Tetap Dijaga, Karolin Ingatkan Hemat Pangan, Petani Dapat Alsintan dan Edukasi Modern

Bupati Karolin ingatkan petani Landak hadapi kemarau panjang 2026, salurkan alsintan dan dorong efisiensi serta ketahanan pangan.
Bupati Karolin ingatkan petani Landak hadapi kemarau panjang 2026, salurkan alsintan dan dorong efisiensi serta ketahanan pangan.

NGABANG - Pemerintah Kabupaten Landak mulai bergerak cepat mengantisipasi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026. Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah memastikan petani tidak terlambat memasuki masa tanam guna menghindari risiko kekeringan dan gagal panen.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan langsung imbauan tersebut saat mengunjungi Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Jumat (27/3/2026). Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian yang menopang kebutuhan pangan daerah.

“Hari ini kita hadir di Desa Amboyo Selatan yang merupakan salah satu daerah pertanian di Kabupaten Landak. Saya berpesan kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan sebaik mungkin dan mengikuti petunjuk dari pemerintah, termasuk penyuluh pertanian lapangan,” ujar Karolin.

Bantuan Alsintan Dorong Produktivitas Petani

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Landak juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Sebanyak lima unit alsintan diserahkan kepada lima kelompok tani untuk meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Camat Ngabang serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen bersama dalam memperkuat sektor pertanian, mulai dari hulu hingga hilir.

Dorongan Menuju Pertanian Modern

Karolin menegaskan bahwa peningkatan hasil pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga kemampuan petani dalam mengelola pertanian secara tepat.

Ia mendorong petani untuk terus belajar mengenai penggunaan pupuk, pemilihan bibit unggul, hingga teknik pengolahan lahan yang efektif.

“Petani juga harus belajar mengenai jenis-jenis pupuk, pengolahan lahan, serta bibit yang digunakan. Harapan kita, pertanian kita bisa menuju pertanian modern, hasilnya meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” katanya.

Waspada Kemarau Panjang, Jangan Tunda Masa Tanam

Di tengah prediksi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya, ketepatan waktu tanam menjadi faktor krusial.

Karolin mengingatkan agar petani tidak menunda masa tanam, karena keterlambatan bisa berujung pada kekeringan yang berdampak pada gagal panen.

“Kita mengingatkan agar masyarakat mewaspadai musim kemarau yang diperkirakan cukup panjang. Jangan sampai terlambat menanam, karena bisa mengalami kekeringan dan terancam gagal panen,” tegasnya.

Tradisi Naik Dango Tetap Dijaga, Namun Harus Bijak

Di sela kegiatan, Karolin juga menyinggung tradisi Naik Dango atau Roah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak di Landak.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk syukur atas hasil panen, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga.

“Ini adalah tradisi masyarakat Dayak sebagai bentuk syukur setelah panen, sekaligus memohon kepada Tuhan Yang Mahakuasa, Jubata, agar hasil pertanian ke depan tetap baik dan terhindar dari marabahaya,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar perayaan adat dilakukan secara bijak, terutama dalam situasi yang menuntut kewaspadaan terhadap ketahanan pangan.

“Saya berpesan, dalam melaksanakan Naik Dango atau Roah tidak euforia berlebihan. Secukupnya saja, dan tetap menghemat pangan. Beras jangan dijual semua, harus ada yang disimpan untuk cadangan pangan keluarga,” tutup Karolin.

FAQ

1. Mengapa petani diminta tidak terlambat tanam?

Karena keterlambatan tanam bisa membuat tanaman masuk fase pertumbuhan saat musim kemarau, sehingga berisiko kekeringan dan gagal panen.

2. Apa itu alsintan yang diberikan Pemkab Landak?

Alsintan adalah alat dan mesin pertanian yang membantu mempercepat dan mempermudah proses kerja petani di lapangan.

3. Apa tujuan bantuan alsintan bagi petani?

Untuk meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, serta mendorong pertanian yang lebih modern.

4. Apa itu tradisi Naik Dango?

Naik Dango adalah tradisi masyarakat Dayak sebagai bentuk syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk hasil pertanian yang lebih baik.

5. Apa pesan utama Bupati Karolin kepada petani?

Petani diminta memanfaatkan lahan dengan optimal, mengikuti arahan penyuluh, tidak terlambat tanam, serta menjaga cadangan pangan keluarga.

Bupati Landak Dorong Petani Jadi Modern, Karolin Ingatkan Ancaman El Nino

Bupati Landak Karolin Margret Natasa dorong petani modern dan ingatkan ancaman El Nino serta pentingnya edukasi dan jadwal tanam.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa dorong petani modern dan ingatkan ancaman El Nino serta pentingnya edukasi dan jadwal tanam.

NGABANG -- Karolin Margret Natasa kembali menegaskan pentingnya transformasi sektor pertanian di Kabupaten Landak. Karolin mengajak para petani untuk beralih menjadi petani modern dan cerdas agar mampu menghadapi tantangan zaman, termasuk perubahan iklim.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara syukuran panen raya (roah) sekaligus pembukaan turnamen sepak bola antardusun di Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Jumat (27/3/2026).

Dalam sambutannya, Karolin menekankan bahwa pertanian tidak bisa lagi dilakukan secara tradisional tanpa pengetahuan yang cukup. Edukasi, menurutnya, menjadi kunci utama agar petani bisa berkembang.

“Pertanian itu tidak bisa terpisahkan dari yang namanya sekolah. Supaya petani jadi modern, harus paham pupuk, cara mengolah tanaman, sampai memilih bibit yang tepat,” ujarnya.

Pentingnya Edukasi dan Ketelitian Petani

Karolin juga menyoroti kesalahan umum yang masih sering terjadi di lapangan, terutama dalam penggunaan pupuk. Ia menyebut, kurangnya pemahaman dalam membaca label pupuk bisa berdampak pada hasil panen.

“Mupuk saja katanya, tapi ternyata bukan pupuk untuk buah. Daunnya hijau, tapi buahnya tidak ada,” katanya sambil bercanda, yang langsung disambut tawa warga.

Menurutnya, hal-hal sederhana seperti ini bisa berdampak besar terhadap produktivitas pertanian jika tidak diperhatikan dengan serius.

Waspada El Nino, Petani Diminta Disiplin Jadwal Tanam

Selain soal edukasi, Karolin juga mengingatkan adanya ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi menyebabkan kemarau panjang hingga September mendatang.

Untuk itu, ia meminta para petani agar disiplin mengikuti jadwal tanam yang telah ditetapkan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Jangan sampai terlambat menanam. Kalau sudah kemarau, tanaman bisa gagal tumbuh dan panen bisa gagal,” tegasnya.

Kompak Tanam Serentak, Hindari Serangan Hama

Karolin juga mengingatkan pentingnya kekompakan antarpetani, terutama dalam satu hamparan lahan. Penanaman yang tidak serentak dinilai bisa memicu serangan hama seperti tikus.

“Kalau satu hampar, tanam harus sama-sama. Kalau tidak, yang panen duluan pasti habis dimakan hama,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar petani tidak keras kepala dan mau mengikuti arahan demi hasil yang lebih optimal.

Bantuan Alat Pertanian untuk Kelompok Tani

Sebagai bentuk dukungan nyata, Karolin menyerahkan bantuan berupa lima unit hand sprayer kepada kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan bisa membantu meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.

Buka Turnamen Sepak Bola, Pesan Sportivitas untuk Pemuda

Tak hanya soal pertanian, Karolin juga membuka turnamen sepak bola antardusun dalam acara tersebut. Dengan gaya santai dan bahasa daerah, ia mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas.

“Kade’ na’ rebot, na’ usah agi’ main bola,” ucapnya, yang berarti jika ingin ribut, tidak perlu bermain bola.

Candaan tersebut langsung disambut antusias warga yang hadir.

Akhiri Kegiatan, Karolin Sampaikan Harapan Panen Lebih Baik

Di akhir kegiatan, Karolin menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai karena jadwal yang padat.

Ia tetap menyampaikan doa dan harapan agar hasil panen ke depan bisa semakin meningkat.

“Saya doakan pertandingannya lancar, dan semoga panen berikutnya bisa lebih banyak lagi,” tutupnya.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa tujuan Karolin mengajak petani menjadi modern?
Agar petani lebih produktif, efisien, dan mampu menghadapi tantangan seperti perubahan iklim.

2. Apa dampak kesalahan penggunaan pupuk?
Tanaman bisa tumbuh tidak optimal, seperti hanya menghasilkan daun tanpa buah.

3. Apa itu El Nino dan dampaknya bagi petani?
El Nino adalah fenomena iklim yang menyebabkan kemarau panjang dan berpotensi memicu gagal panen.

4. Mengapa tanam serentak penting?
Untuk mencegah serangan hama dan memastikan hasil panen lebih merata.

5. Bantuan apa yang diberikan pemerintah?
Lima unit hand sprayer untuk mendukung aktivitas kelompok tani.

Penulis: Tino

Sabtu, 21 Maret 2026

Bupati Landak Karolin Pantau Langsung Salat Idul Fitri di Kota Ngabang

Bupati Landak Karolin Margret Natasa pantau Salat Idul Fitri di Kota Ngabang. Pastikan ibadah aman, tertib, dan warga kondusif.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa pantau Salat Idul Fitri di Kota Ngabang. Pastikan ibadah aman, tertib, dan warga kondusif.

Karolin Margret Natasa Pastikan Salat Id di Ngabang Aman dan Lancar

Ngabang, Kalbar – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, turun langsung memantau pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kota Ngabang pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sejak pagi, Karolin berkeliling ke sejumlah masjid besar untuk memastikan ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar.

Beberapa masjid yang dikunjungi antara lain:

  • Masjid Jami Keraton Ismahayana Landak

  • Masjid At-Taqwa

  • Masjid Agung Babul Ulum

  • Masjid Besar Syuhada

Karolin juga memantau pengaturan lalu lintas dan kesiapan pengamanan yang melibatkan aparat kepolisian serta unsur terkait lainnya.

“Selamat pagi, selamat Hari Raya Idul Fitri. Hari ini kita monitor kondisi pelaksanaan Salat Id di beberapa masjid di Kota Ngabang,” ujar Karolin saat peninjauan.

Suasana Salat Id yang Khusyuk dan Tertib

Bupati Landak Karolin Pantau Langsung Salat Idul Fitri di Kota Ngabang
Bupati Landak Karolin Margret Natasa pantau Salat Idul Fitri di Kota Ngabang. Pastikan ibadah aman, tertib, dan warga kondusif.

Dari pelataran masjid, Bupati memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan khusyuk tanpa gangguan. “Sudah dimulai, tidak lama lagi selesai. Kita pastikan semua berjalan tertib di setiap titik lokasi,” tambahnya.

Usai salat, Karolin tampak membaur dengan warga, menyalami jamaah satu per satu, termasuk tokoh agama, orang tua, hingga anak-anak. Suasana terasa hangat dan kekeluargaan.

“Selamat Hari Raya, Pak. Mohon maaf lahir dan batin,” ucap warga yang disambut hangat Bupati.

Arus Lalu Lintas dan Pengamanan Berjalan Lancar

Kondisi di lapangan terpantau kondusif. Arus lalu lintas di sekitar masjid lancar, sementara pengamanan tertib berkat sinergi aparat dan masyarakat. Karolin pun menyampaikan rasa syukur atas kelancaran perayaan Idul Fitri di wilayahnya.

“Tadi Salat Id sudah selesai, semuanya aman dan lancar. Puji Tuhan,” ujar Bupati.

Menurut Karolin, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat hari raya penting untuk menjaga rasa aman sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Landak.

Karolin Sambut Masyarakat dengan Kehangatan

Bupati Landak Karolin Margret Natasa pantau Salat Idul Fitri di Kota Ngabang. Pastikan ibadah aman, tertib, dan warga kondusif.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa pantau Salat Idul Fitri di Kota Ngabang. Pastikan ibadah aman, tertib, dan warga kondusif.

Menutup peninjauannya, Bupati mengucapkan selamat kepada seluruh umat Muslim:

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Landak, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Karolin.

Momen ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan, dan memperkuat kebersamaan antarwarga.

FAQ – Pertanyaan Seputar Salat Id di Kota Ngabang

Q1: Siapa saja yang memantau Salat Id di Ngabang?
A1: Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, turun langsung memantau pelaksanaan Salat Id di beberapa masjid besar Kota Ngabang.

Q2: Masjid mana saja yang dikunjungi?
A2: Beberapa masjid yang dikunjungi antara lain Masjid Jami Keraton Ismahayana, Masjid At-Taqwa, Masjid Agung Babul Ulum, dan Masjid Besar Syuhada.

Q3: Bagaimana kondisi lalu lintas saat Salat Id?
A3: Arus lalu lintas lancar dan pengamanan berjalan tertib berkat sinergi aparat kepolisian dan masyarakat.

Q4: Apa pesan Bupati Landak kepada masyarakat?
A4: Karolin menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan mohon maaf lahir batin kepada seluruh umat Muslim.

Q5: Mengapa kehadiran pemerintah penting saat hari raya?
A5: Untuk menjaga rasa aman, memperkuat kerukunan antarumat beragama, dan memastikan kegiatan ibadah berjalan tertib.

Oleh: Tino

⁠Karolin Pastikan Warga Tak Dibiarkan Mengantre Lama, Distribusi BBM Dikebut

⁠Karolin Pastikan Warga Tak Dibiarkan Mengantre Lama, Distribusi BBM Dikebut
⁠Karolin Pastikan Warga Tak Dibiarkan Mengantre Lama, Distribusi BBM Dikebut.

LANDAK — Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengambil langkah cepat menyikapi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di wilayahnya. Ia tidak hanya berkoordinasi di tingkat provinsi, tetapi juga langsung meminta percepatan distribusi dan pemantauan di lapangan agar antrean tidak berlarut.

Sejak munculnya antrean di beberapa titik seperti Ngabang dan sekitarnya, Karolin menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pengelola SPBU guna memastikan pelayanan tetap berjalan tertib dan merata.

“Kami tidak tinggal diam. Sejak awal kami langsung berkoordinasi dan meminta distribusi dipercepat ke wilayah Landak, terutama di SPBU yang antreannya panjang,” ujar Karolin saat mengikuti Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Kalimantan Barat dan Pertamina, Jumat (20/3/2026) malam.

Selain itu, Karolin juga meminta pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan BBM benar-benar sampai ke masyarakat dan tidak terjadi penumpukan di titik tertentu.

Langkah cepat ini diambil untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal, terutama menjelang Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan.

Di sisi lain, Pertamina memastikan bahwa stok BBM untuk Kalimantan Barat dalam kondisi aman. Pasokan disimpan di Terminal BBM Pontianak dan terus diperkuat dengan pengiriman rutin dari luar daerah.

“BBM di Kalimantan Barat kita tampung di Terminal Pontianak. Saat ini stok yang tersedia sangat aman,” ujar perwakilan Pertamina dalam rapat tersebut.

Pertamina juga telah menjadwalkan kedatangan kapal setiap dua hari untuk menjaga ketersediaan, baik untuk gasoline maupun gasoil. Pasokan tersebut berasal dari kilang di Jawa dan penampungan di Merak.

Menurut Pertamina, antrean yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan masyarakat dalam waktu bersamaan atau panic buying, bukan karena kekurangan stok.

Menanggapi hal itu, Karolin tidak hanya mengandalkan pasokan, tetapi juga mengambil langkah pengendalian di tingkat masyarakat. Ia mengimbau warga untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean bisa lebih cepat terurai.

“Kalau pembelian dilakukan seperti biasa, tidak berlebihan, maka distribusi akan lebih cepat normal. Kita perlu sama-sama menjaga situasi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Karolin juga mendorong langkah tambahan berupa percepatan pengiriman ke daerah yang jaraknya lebih jauh dari pusat distribusi, seperti Kabupaten Landak, agar tidak tertinggal dalam penyaluran.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal distribusi hingga kondisi benar-benar stabil, termasuk memperkuat pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau penimbunan.

“Kita pastikan pasokan ini sampai ke masyarakat. Kita kawal bersama supaya tidak ada yang dirugikan,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama aparat juga terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan antrean tetap terkendali dan pelayanan berjalan maksimal.

Dengan langkah cepat dan koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah optimistis antrean BBM dapat segera teratasi.

Karolin menegaskan, kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini menjadi penting agar masyarakat merasa tenang dan tetap mendapatkan pelayanan.

“Kami pastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi ini sendiri. Pemerintah hadir dan terus bekerja sampai kondisi kembali normal,” kata Karolin.

Oleh: Tino

Rabu, 18 Maret 2026

Karolin Pimpin Mediasi Tiga Perusahaan di Landak, Tegaskan Penyelesaian Konflik Harus Bijak

Bupati Karolin Pimpin Mediasi Tiga Perusahaan di Landak, Pastikan Penyelesaian Konflik Lahan Adil Dan Bijaksana Bagi Semua Pihak
Bupati Karolin Pimpin Mediasi Tiga Perusahaan di Landak, Pastikan Penyelesaian Konflik Lahan Adil Dan Bijaksana Bagi Semua Pihak.

LANDAK -- Pemerintah Kabupaten Landak menempuh jalur mediasi untuk menyelesaikan konflik penggunaan lahan yang melibatkan sejumlah perusahaan perkebunan di wilayahnya. Langkah ini bertujuan memastikan hak-hak masyarakat terlindungi sekaligus menjaga iklim investasi di daerah.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, memimpin langsung rapat mediasi Perjanjian Penggunaan Lahan Bersama antara PT Fortune Borneo Resources (FBR), PT Mustika Abadi Khatulistiwa (MAK), dan PT Satria Multi Sukses (SMS). Pertemuan berlangsung di Aula Dinas Perkebunan Landak, Selasa (17/3/2026).

Karolin menegaskan, setiap konflik dalam dunia investasi harus diupayakan penyelesaiannya melalui jalur mediasi yang adil bagi semua pihak.

“Semua konflik kita mediasi. Komitmen kita adalah memastikan solusi yang adil. Di sisi lain, kita juga perlu menjaga agar investasi tetap masuk karena berdampak pada lapangan kerja dan perputaran ekonomi daerah,” ujar Karolin.

Meski demikian, Bupati mengingatkan perusahaan agar memperhatikan aspirasi dan keberatan masyarakat yang terdampak.

“Kalau masyarakat keberatan, harus ditanyakan apa yang menjadi persoalannya. Diselesaikan secara bijaksana, tanpa merusak situasi yang sudah ada,” tambahnya.

Karolin mengibaratkan penanganan konflik harus dilakukan secara tepat dan terukur, tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Kalau ada tikus, jangan rumahnya yang dibakar. Itu harapan saya,” tegasnya.

Rapat mediasi ini turut dihadiri perwakilan Bappeda Landak, Dinas PUPRPERA, serta kuasa hukum dari masing-masing perusahaan. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan penggunaan lahan bersama yang saling menguntungkan dan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

Artikel ini memberikan gambaran konkret bagaimana pemerintah daerah mengutamakan mediasi dan penyelesaian konflik yang adil, sambil tetap menjaga iklim investasi yang kondusif.

Penulis: Tino

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak Gelar Pasar Murah dan Salurkan LPG 3 Kg di Ngabang

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Landak, Kalbar -- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Landak bergerak cepat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Lewat program pasar murah dan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram, langkah ini jadi solusi konkret di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Agung Babul Ulum, Ngabang, pada Selasa (17/3/2026). Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa menjelang Lebaran, tren kenaikan kebutuhan masyarakat memang tak bisa dihindari. Hal ini berpotensi memicu lonjakan harga di pasaran.

“Secara hukum ekonomi, ketika permintaan tinggi, harga biasanya ikut naik. Karena itu, pemerintah hadir lewat pasar murah untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Landak menyediakan sekitar 700 paket sembako. Selain itu, berbagai komoditas lain juga dijual dengan harga terjangkau, mulai dari telur ayam, bawang merah, bawang putih, mentega, tepung terigu, hingga susu kental manis.

Tak hanya sembako, pemerintah juga menyalurkan LPG 3 kilogram bersubsidi. Program ini dijalankan bekerja sama dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan gas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Ngabang dan sekitarnya.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran akibat efisiensi fiskal dan pengurangan transfer pusat, Karolin menegaskan bahwa pengendalian harga tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Dengan kondisi yang ada, kami tetap berupaya maksimal menjaga stabilitas harga. Kami juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang warga yang ingin mendapatkan LPG subsidi. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat diwajibkan menunjukkan KTP saat pembelian.

Sementara itu, paket sembako dijual bebas selama stok masih tersedia. Namun, untuk beberapa komoditas seperti telur ayam, pembelian dibatasi maksimal satu pak berisi 10 butir per orang.

Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.
Jelang Idul Fitri, Pemkab Landak gelar pasar murah dan salurkan LPG 3 Kg di Ngabang untuk tekan inflasi dan bantu warga dapatkan sembako murah.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag), Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran OPD di lingkungan Pemkab Landak.

Momentum Idul Fitri, menurut Karolin, bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga tentang memperkuat nilai kebersamaan dan ibadah. Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat bisa menjalani Lebaran dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Operasi Pasar Murah di Landak Jelang Idul Fitri Tekan Inflasi Daerah

Pemkab Landak menggelar operasi pasar murah dan penyaluran LPG subsidi untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemkab Landak menggelar operasi pasar murah dan penyaluran LPG subsidi untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Landak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak menggelar operasi pasar murah sekaligus penyaluran LPG bersubsidi 3 kilogram di halaman Masjid Agung Babul Ulum Ngabang, Selasa (17/3/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung meningkat seiring naiknya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan bahwa tren peningkatan kebutuhan masyarakat setiap menjelang Idul Fitri berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar.

“Menjelang Idul Fitri, keperluan dan pengeluaran masyarakat meningkat. Secara hukum ekonomi, permintaan tinggi sering diikuti kenaikan harga. Kehadiran pasar murah ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Landak menyediakan sekitar 700 paket sembako. Selain itu, sejumlah komoditas lain turut dijual, seperti telur ayam, bawang putih, bawang merah, mentega, tepung terigu, hingga susu kental manis.

Khusus untuk LPG 3 kilogram, pemerintah daerah bekerja sama dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan stok, terutama bagi masyarakat di wilayah Ngabang.

Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran dan pengurangan transfer dari pemerintah pusat, Karolin menegaskan bahwa pengendalian harga tetap menjadi prioritas utama.

“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berupaya maksimal menjaga stabilitas harga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” katanya.

Ia menambahkan, momentum Idul Fitri tidak hanya dimaknai dari sisi konsumsi, tetapi juga sebagai waktu untuk memperkuat nilai ibadah dan kebersamaan keluarga.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Ratusan warga tampak mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kilogram dengan menunjukkan KTP sebagai syarat pembelian agar penyaluran tepat sasaran.

Sementara itu, paket sembako dijual secara bebas selama persediaan masih tersedia. Untuk komoditas tertentu seperti telur ayam, pembelian dibatasi maksimal satu pak berisi 10 butir per orang guna menyesuaikan stok dari produsen.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag), Kepala Dinas Pertanian, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Landak.

Oleh: Tino

Kamis, 05 Maret 2026

Pemkab Landak Perketat Pengawasan CSR: “Harus Tepat Prioritas”

Pemkab Landak Perketat Pengawasan CSR: “Harus Tepat Prioritas”
Bupati Landak Karolin Margret Natasa.

Landak, Kalbar  — Pemerintah Kabupaten Landak sedang mengunci satu prioritas untuk dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada 2026, yakni infrastruktur. Jalan dan jembatan jadi titik tekan. Alasannya sederhana, kalau akses putus, logistik semakin sulit, harga ikut bergejolak, dan warga yang pertama merasakan dampaknya.

Sikap itu disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa setelah menghadiri Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP/CSR) di Hotel Grand Landak, Kamis (5/3/2026). Sejumlah pelaku usaha hadir. Ada yang skala besar, ada yang menengah. Semua beroperasi di Landak.

Karolin bilang, pemerintah daerah tak ingin CSR sekadar “kegiatan baik” yang putus-putus, tanpa arah, atau hanya berhenti di bantuan yang cepat habis. Ia meminta perusahaan menaruh perhatian pada kebutuhan yang paling terasa di lapangan.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa.

“Berdasarkan evaluasi, kami mengambil prioritas tahun 2026 ini pada penanganan infrastruktur. Mengingat banyak fasilitas kita yang memerlukan penanganan mendesak,” ujar Karolin.

Menurut dia, pilihan itu juga tak bisa dilepaskan dari kondisi anggaran daerah. Ruang fiskal terbatas, sementara kebutuhan perbaikan infrastruktur terus datang dari banyak titik. Ada ruas jalan yang mulai rusak, ada jembatan yang perlu penanganan, dan ada akses yang jika dibiarkan akan menyulitkan aktivitas ekonomi harian.

Di situlah ia berharap program CSR bisa menjadi penopang. Bukan menggantikan kewajiban pemerintah, tapi membantu menutup celah yang belum tertangani.

“Kami berharap bisa bersinergi dengan CSR agar mereka memperhatikan fasilitas seperti infrastruktur, sehingga distribusi logistik dan produk-produk kita tidak terganggu,” kata Karolin.

Ia menekankan, kelancaran distribusi bukan urusan pedagang saja. Jalur logistik yang aman dan lancar memengaruhi banyak hal: pasokan kebutuhan pokok, biaya angkut, hingga harga di pasar. “Kalau akses lancar, orang bergerak, barang bergerak, ekonomi ikut bergerak,” ujarnya.

Karolin juga menyinggung soal tata kelola. Ia meminta perusahaan menyusun rencana CSR lebih rapi, mulai dari apa programnya, lokasinya di mana, targetnya apa, dan bagaimana dampaknya diukur.

Pemerintah daerah, katanya, siap mendampingi agar program tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak bertabrakan dengan agenda pembangunan daerah.

Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP/CSR) di Hotel Grand Landak, Kamis (5/3/2026).
Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP/CSR) di Hotel Grand Landak, Kamis (5/3/2026).

“Pengawasannya akan kita perketat lagi agar sungguh-sungguh sesuai dengan rencana dan prioritas daerah,” ujar Karolin.

Lewat forum ini, Pemkab Landak ingin CSR bergerak lebih terarah. Pemerintah berharap tidak ada lagi program yang tumpang tindih, antara perusahaan, maupun antara CSR dan program pemerintah. 

“Ujungnya, manfaatnya terasa, bukan hanya di laporan, tetapi di jalan-jalan yang kembali bisa dilalui dengan aman oleh masyarakat Landak,” tutup Karolin. (*)

Kamis, 12 Februari 2026

Landak Jadi Juara Regulasi! Karolin Tegaskan Regulasi Harus Bermanfaat Buat Warga

Landak Jadi Juara Regulasi! Karolin Tegaskan Regulasi Harus Bermanfaat Buat Warga
Landak Jadi Juara Regulasi! Karolin Tegaskan Regulasi Harus Bermanfaat Buat Warga.

NGABANG -- Kabupaten Landak kini jadi sorotan! Bupati Karolin Margret Natasa bikin gebrakan dengan memperkuat tata kelola regulasi daerah. Hasilnya? Landak jadi juara di Kalimantan Barat soal pengharmonisasian Raperda dan Raperkada 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung dalam Rapat Koordinasi Harmonisasi Perancangan Peraturan Daerah Tahun 2026.

Sepanjang 2025, Landak menetapkan 92 produk hukum daerah. Jumlah ini jadi yang terbanyak dibanding kabupaten/kota lain di Kalbar. Produk hukum ini nggak cuma soal aturan biasa, tapi mencakup APBD, pajak dan retribusi, pengelolaan keuangan, sampai penataan organisasi perangkat daerah. Bahkan regulasi teknis soal program pemerintahan, pelayanan kesehatan, dan perencanaan pembangunan juga masuk.

Menurut Karolin, capaian ini bukan sekadar angka. “Harmonisasi itu penting supaya setiap regulasi nggak bertabrakan dengan aturan yang lebih tinggi dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap Perda dan Perbup harus matang konsepsi, jadi solusi nyata, bukan bikin masalah baru.

Kegiatan ini juga melibatkan DPRD, perancang peraturan, dan unsur pemerintahan lainnya. Semua sepakat pentingnya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Hukum supaya setiap produk hukum jelas, tertib, dan berkualitas.

Karolin menambahkan, pembenahan tata kelola regulasi adalah bagian dari reformasi birokrasi. “Pembangunan nggak bisa lepas dari fondasi hukum yang kuat. Kalau regulasinya jelas dan terharmonisasi, program pembangunan juga berjalan lebih tertib dan terukur,” jelasnya.

Penghargaan ini bukan akhir perjalanan. Bagi Karolin, yang terpenting adalah kualitas tata kelola. Regulasi yang baik harus benar-benar memberi manfaat buat warga Landak. Jadi, masyarakat bisa menikmati layanan pemerintahan yang lebih jelas, adil, dan terukur.

Dengan strategi ini, Landak nggak cuma bikin aturan, tapi juga memastikan aturan itu bekerja untuk masyarakat. Sebuah langkah yang bikin daerah ini pantas jadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Kalbar.

Kamis, 06 November 2025

Cornelis Serahkan Bantuan IPAL ke Desa Hilir Kantor

Cornelis Serahkan Bantuan IPAL ke Desa Hilir Kantor
Cornelis Serahkan Bantuan IPAL ke Desa Hilir Kantor.
Landak (Borneotribun.com) - Anggota Komisi XII DPR RI, Cornelis, memberikan materi sosialisasi pembangunan infrastruktur hijau tahun 2025, sekaligus menyerahkan bantuan pembangungan program IPAL domestik tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI kepada Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang di Aula Hotel Hanura. Rabu, 5 November 2025, siang. 

Dalam sosialisasi yang dibuka langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, tersebut materi diberikan oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Cornelis, Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak. 

Kegiatan juga turut dihadiri berbagai pihak terkait, diantaranya Kepala Diskumindag Kabupaten Landak, Camat Ngabang, Kepala Desa Hilir Kantor dan perwakilan forkopimda. 

Dalam materinya, Anggota Komisi XII DPR RI, Cornelis, menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan hidup dari pencemaran yang tidak hanya menyangkut adanya fasilitas MCK atau toilet di rumah tangga, namun juga kelayakan tempat tinggal. 

"Tolong ini disampaikan kepada saudara-saudara kita. Misalnya mau bikin rumah baru WC-nya itu bagaimana. Saya mengurus WC ini, lingkungan hidup sejak tahun 1979. Ternyata sampai hari ini masih ada yang punya WC," ucapnya. 

Cornelis berharap adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dari potensi pencemaran terutama untuk menjaga sumber air bersih dari pencemaran. Termasuk potensi pencemaran karena masih ada masyarakat yang rumahnya belum memiliki toilet atau membuang air besar sembarangan. 

Cornelis juga Kementerian Lingkungan Hidup RI, yang memberi bantuan pembangunan infrastruktur IPAL di Kawasan Pasar Ngabang

"Kita dibuat di Landak ini di pasar itu sangat mewah. Terimakasih Bapak Menteri, bahwa kita bagaimana mengajar masyarakat kita memperhatikan lingkungan," imbuhnya. 

Lebih lanjut disampaikannya bahwa permasalahan pencemaran lingkungan sangat rumit dan isunya selalu menjadi sorotan, baik tingkat nasional maupun internasional. 

Untuk itu, Cornelis menyebut menjaga lingkungan tidak hanya cukup bisa dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah. Namun perlunya kesadaran dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. 

Termasuk melibatkan dinas terkait seperti Diskumindag Landak, agar mengigatkan pelaku usaha untuk memperhatikan sampah terutama dalam mengurus izin usaha. 

"Oleh karena itu sampah jangan dibuang sembarangan, karena limbah ini sangat berbahaya. Berbahaya untuk kesehatan, berbahaya untuk pemandangan mata kita, berbahaya menyebabkan bau," katanya lagi. 

Selain menyampaikan berbagai materi lebih lanjut, juga dilakukan tanya jawab dengan para peserta terkait permasalahan-permasalahan lingkungan.

Senin, 03 November 2025

Kabupaten Landak Jadi Juara Tanam Padi di Kalimantan Barat, Bupati Karolin: Ini Bukti Kerja Keras Petani Kita!

Kabupaten Landak Jadi Juara Tanam Padi di Kalimantan Barat, Bupati Karolin: Ini Bukti Kerja Keras Petani Kita!
Kabupaten Landak Jadi Juara Tanam Padi di Kalimantan Barat, Bupati Karolin: Ini Bukti Kerja Keras Petani Kita!

NGABANG - Kabupaten Landak kembali mencetak prestasi membanggakan! Di bulan Oktober 2025, Landak berhasil mencatat luas tanam padi tertinggi di Kalimantan Barat, bahkan melampaui target nasional.

Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Landak mencapai 14.946 hektare. Angka ini membuat Landak duduk di posisi pertama di seluruh Kalbar, jauh di atas target pusat yang hanya 9.652 hektare. Artinya, capaian Landak sudah tembus 154,85 persen dari target nasional — luar biasa!

Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas capaian ini.

“Ini hasil kerja keras para petani, penyuluh lapangan, dan seluruh pihak yang terus mendukung sektor pertanian di Landak,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Dari total luas tanam tersebut, lahan sawah reguler menyumbang 6.314,5 hektare, sementara dari optimalisasi lahan (Opla) tercatat 426 hektare. Setiap harinya, aktivitas tanam mencapai rata-rata 741,8 hektare — sebuah bukti nyata semangat petani yang luar biasa.

Menurut Bupati Karolin, keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Kabupaten Landak dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami terus mendorong para petani agar tetap semangat menanam, meskipun cuaca sering tidak menentu. Ketahanan pangan saat ini menjadi perhatian utama pemerintah,” tambahnya.

Tak hanya di sektor padi, Kabupaten Landak juga menorehkan hasil positif di tanaman jagung. Total luas tanam jagung pada bulan Oktober 2025 mencapai 367,9 hektare, melampaui target 325 hektare, atau setara 113,2 persen dari target.

Secara keseluruhan, data provinsi menunjukkan total LTT padi di seluruh Kalbar bulan Oktober mencapai 77.440 hektare, dan Landak menjadi penyumbang terbesar — sekitar 20 persen dari total capaian provinsi.

Dengan capaian luar biasa di dua komoditas unggulan ini, Landak semakin kokoh sebagai daerah sentra pangan utama di Kalimantan Barat. Prestasi ini juga menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan.

“Kita bangga karena kerja sama ini bukan hanya meningkatkan produksi, tapi juga memperkuat kesejahteraan petani di Landak,” tutup Bupati Karolin dengan penuh semangat.

Jumat, 09 Mei 2025

Danrem 121/ABW Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi dengan Pemkab Landak: Bersatu Wujudkan Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

Danrem 121/ABW Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi dengan Pemkab Landak: Bersatu Wujudkan Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

LANDAK - Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Landak pada Kamis malam (8 Mei 2025), Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai (ABW) Brigjen TNI Purnomosidi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara jajaran TNI dan Pemerintah Kabupaten Landak.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban, di mana Danrem bersama Bupati Landak, Forkopimda, SKPD, tokoh masyarakat, dan para pimpinan organisasi daerah saling berbagi pandangan dan komitmen untuk membangun Landak yang lebih maju dan aman.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Brigjen Purnomosidi dan rombongan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah dan TNI dalam menghadapi tantangan pembangunan, terutama di bidang ketahanan pangan serta menjaga keamanan menjelang masa pemilu.

“Kami di Landak siap mendukung penuh program strategis yang dijalankan pemerintah pusat dan TNI, terutama di sektor ketahanan pangan. Ini bukan tugas ringan, tapi kalau kita bergerak bersama, hasilnya pasti nyata,” ujar Karolin dengan optimistis.

Karolin juga mengungkapkan bahwa Pemkab Landak telah menyiapkan sejumlah lahan dan program pertanian yang sejalan dengan pendampingan TNI, seperti penanaman padi dan jagung. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

TNI Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Keamanan Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Brigjen TNI Purnomosidi memperkenalkan diri sebagai Danrem baru dan menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung penuh langkah-langkah strategis Pemkab Landak.
Menurutnya, tugas TNI saat ini tidak hanya berfokus pada pertahanan negara, tetapi juga aktif membantu masyarakat melalui program-program pembangunan daerah.

“Kami mendapat amanah langsung dari komando pusat untuk mendampingi program ketahanan pangan, terutama pengembangan tanaman padi, jagung, dan kedelai. Keberhasilan program ini tentu membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat,” jelas Brigjen Purnomosidi.

Selain fokus pada ketahanan pangan, Danrem juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang kerap melanda wilayah Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.

TNI dan Pemkab Landak Siap Kolaborasi untuk Pembangunan Desa

Brigjen Purnomosidi juga membuka peluang bagi pelaksanaan karya bakti TNI di Kabupaten Landak, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan warga di lapangan.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan. Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemkab Landak adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas dan mempercepat kemajuan daerah,” tegasnya.

Harapan untuk Landak yang Lebih Maju dan Aman

Acara ramah tamah yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan semangat kebersamaan. Baik pihak Korem 121/ABW maupun Pemerintah Kabupaten Landak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama demi kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan, sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah ini menjadi fondasi kuat dalam menciptakan Landak yang tangguh dalam ketahanan pangan, aman secara sosial, dan maju dalam pembangunan.

Kamis, 24 April 2025

Menuju Landak Mandiri dan Sejahtera: Pemkab Landak Siapkan Arah Pembangunan 2025–2029 Lewat Musrenbang Daerah

Menuju Landak Mandiri dan Sejahtera: Pemkab Landak Siapkan Arah Pembangunan 2025–2029 Lewat Musrenbang Daerah

LANDAK - Pemerintah Kabupaten Landak melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) untuk menyusun dua dokumen penting: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.

Acara ini menjadi langkah awal dalam menentukan arah pembangunan Landak lima tahun ke depan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, seperti Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus, Bupati Landak, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua DPRD Landak, legislator Provinsi dari Dapil Landak, pimpinan organisasi masyarakat, perwakilan BUMD, kalangan akademisi, serta media massa baik cetak, elektronik, maupun online.

Visi Landak 2025–2029: Mandiri, Maju, dan Sejahtera

Dalam sambutannya, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjelaskan bahwa RPJMD 2025–2029 merupakan panduan strategis untuk mewujudkan visi dan misi kepemimpinan Landak di periode mendatang, yakni:
“Terwujudnya Kabupaten Landak yang Mandiri, Maju, dan Sejahtera.”

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah daerah menetapkan lima misi utama yang menjadi arah pelaksanaan program dan kebijakan:

  1. Meningkatkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan terukur.

  2. Membangun infrastruktur merata untuk memperluas akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih maju dan berdaya saing.

  4. Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam guna mendukung kemandirian ekonomi daerah.

  5. Memperkuat peran desa sebagai pusat pembangunan berbasis kearifan lokal dan modal sosial masyarakat.

Fokus pada Sinkronisasi dan Potensi Daerah

Lebih lanjut, Bupati Karolin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Landak agar program pembangunan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD Landak dengan RPJM Provinsi Kalimantan Barat, agar arah pembangunan daerah tetap sejalan dengan kebijakan provinsi.

Namun, karena masa pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat bertepatan dengan Bupati dan Wakil Bupati Landak, maka RPJMD provinsi belum sepenuhnya tersedia sebagai acuan. Meski demikian, Karolin memastikan bahwa perencanaan pembangunan Landak tetap mengacu pada visi-misi daerah yang telah ditetapkan dan nantinya akan diselaraskan dengan arah pembangunan provinsi.

“Kami berharap RPJMD ini bisa menjadi panduan yang realistis dan tepat sasaran untuk mewujudkan Landak yang mandiri, maju, dan sejahtera,” ujar Bupati Karolin.

Makna Strategis Musrenbang RPJMD

Musrenbang kali ini tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi juga ruang terbuka bagi kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini, berbagai usulan dan masukan dari masyarakat, akademisi, hingga pelaku usaha dapat disatukan untuk menciptakan arah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan partisipatif ini, Pemerintah Kabupaten Landak berharap setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa hingga kota, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkeadilan.

Penyusunan RPJMD dan RKPD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan masa depan Landak. Di bawah kepemimpinan Bupati Karolin, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat pelayanan publik, membangun infrastruktur merata, meningkatkan SDM, serta menjadikan desa sebagai motor penggerak pembangunan.

Dengan sinergi dan partisipasi semua pihak, harapannya Kabupaten Landak akan benar-benar tumbuh menjadi daerah yang mandiri, maju, dan sejahtera bagi seluruh warganya.