Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Rabu, 11 Februari 2026

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)
Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)

Jakarta -- Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026, kabar manis datang dari sektor hortikultura Bali

Pengiriman buah manggis asal Pulau Dewata ke Tiongkok tercatat melonjak signifikan dan menarik perhatian pelaku usaha ekspor.

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bali mencatat, sepanjang 1 Januari hingga 9 Februari 2026, pihaknya telah menyertifikasi pengiriman manggis dengan total volume mencapai 79,5 ton. 

Angka ini melonjak drastis hingga 700 persen jika dibandingkan periode Desember 2025.

Kepala BKHIT Bali, Heri Yuwono, menjelaskan bahwa lonjakan tersebut tercermin dari frekuensi sertifikasi yang dilakukan. 

Dalam kurun waktu awal 2026 saja, tercatat 42 kali sertifikasi manggis untuk kebutuhan ekspor. 

Sebagai perbandingan, pada Desember 2025 lalu, sertifikasi hanya dilakukan satu kali dengan volume 9,7 ton.

Menurut Heri, meningkatnya permintaan manggis menjelang Imlek bukan tanpa alasan. Di Tiongkok, manggis dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan, sehingga buah ini kerap diburu masyarakat untuk merayakan tahun baru lunar. 

Momentum inilah yang dimanfaatkan eksportir untuk mendorong pengiriman ke pasar China.

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)
Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)

Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, performa ekspor manggis Bali masih mengalami penurunan. 

Pada Januari hingga awal Februari 2025, BKHIT Bali mencatat 131 kali sertifikasi dengan total volume mencapai 356,5 ton. 

Artinya, meski terjadi lonjakan dibanding akhir 2025, volume ekspor tahun ini belum mampu menyamai capaian tahun lalu.

Penurunan tersebut, lanjut Heri, tak lepas dari faktor cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada produksi manggis di tingkat petani. 

Kondisi ini membuat pasokan tidak seoptimal tahun sebelumnya, meski permintaan pasar sedang tinggi.

Meski begitu, BKHIT Bali menegaskan bahwa setiap pengiriman manggis ke Tiongkok tetap melalui proses ketat sesuai prosedur ekspor yang berlaku. 

Pihaknya memastikan buah yang dikirim memenuhi seluruh persyaratan dalam protokol ekspor, mulai dari bebas kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, hingga siput.

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)
Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)

Dengan pengawasan ketat dan permintaan pasar yang terus tumbuh, peluang manggis Bali di pasar internasional masih terbuka lebar. 

Ke depan, peningkatan kualitas produksi dan adaptasi terhadap tantangan cuaca diharapkan mampu mengerek kembali volume ekspor, sehingga manggis Bali bisa terus menjadi primadona di meja perayaan Imlek masyarakat Tiongkok.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.