Berita BorneoTribun: Cuaca Ekstrem hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Cuaca Ekstrem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuaca Ekstrem. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 April 2026

Nasib Tragis Petani Di Mentebah, Tewas Disambar Petir Saat Ke Kebun

Petani Hamdan di Mentebah tewas diduga tersambar petir saat hujan, tiga sapi miliknya juga ditemukan mati di kebun Desa Menaren.
Petani Hamdan di Mentebah tewas diduga tersambar petir saat hujan, tiga sapi miliknya juga ditemukan mati di kebun Desa Menaren.

Mentebah, Kalbar — Peristiwa tragis menimpa seorang petani di Kecamatan Mentebah setelah diduga tersambar petir saat berada di kebunnya. Korban bernama Hamdan (47) ditemukan meninggal dunia bersama tiga ekor sapi miliknya di Desa Menaren, Minggu (12/4/2026) siang.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat dan petugas, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban diketahui berangkat ke kebun menggunakan sepeda motor untuk memberi makan sapi peliharaannya, seperti rutinitas sehari-hari.

Namun hingga menjelang waktu magrib, korban tak kunjung kembali ke rumah. Kondisi itu membuat pihak keluarga mulai merasa khawatir.

Ditemukan Tak Sadarkan Diri Di Kebun

Sekitar pukul 17.50 WIB, istri korban bersama anaknya memutuskan menyusul ke kebun untuk memastikan kondisi korban. Setibanya di lokasi, mereka mendapati korban sudah tergeletak di atas tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tak jauh dari posisi korban, tiga ekor sapi milik korban juga ditemukan dalam keadaan mati.

Melihat kondisi tersebut, keluarga segera membawa korban menuju Puskesmas Mentebah untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayangnya, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Diduga Tersambar Petir Saat Hujan

Berdasarkan keterangan awal dari pihak terkait, korban diduga meninggal akibat sambaran petir. Dugaan ini diperkuat dengan kondisi cuaca saat kejadian yang dilaporkan sedang hujan disertai petir di wilayah tersebut.

Petugas yang menerima laporan kemudian mendatangi rumah duka untuk melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan identitas korban dan kronologi kejadian.

Jenazah korban selanjutnya dibawa kembali ke rumah duka di Desa Menaren untuk disemayamkan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Senin pagi oleh pihak keluarga.

Keluarga Terima Sebagai Musibah

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak berencana menuntut pihak manapun. Mereka memahami bahwa kejadian ini murni akibat faktor alam.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya petani dan pekerja lapangan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area terbuka ketika cuaca buruk terjadi.

FAQ

1. Siapa korban dalam peristiwa ini?
Korban adalah seorang petani bernama Hamdan (47), warga Desa Menaren, Kecamatan Mentebah.

2. Kapan kejadian terjadi?
Peristiwa diduga terjadi pada Minggu, 12 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

3. Di mana lokasi kejadian?
Kejadian berlangsung di kebun milik korban di Desa Menaren, Kecamatan Mentebah.

4. Apa penyebab kematian korban?
Korban diduga meninggal akibat tersambar petir saat hujan turun di lokasi kejadian.

5. Apakah ada korban lain dalam kejadian ini?
Selain korban, tiga ekor sapi milik korban juga ditemukan mati di lokasi.

Minggu, 29 Maret 2026

Cuaca Panas Ekstrem Di Kotim Dipicu Siklon Tropis Narelle, Ini Penjelasan BMKG

Cuaca panas di Kotim dipicu siklon tropis Narelle. BMKG ungkap penyebabnya dan BPBD ingatkan risiko karhutla akibat berkurangnya hujan.
Cuaca panas di Kotim dipicu siklon tropis Narelle. BMKG ungkap penyebabnya dan BPBD ingatkan risiko karhutla akibat berkurangnya hujan.

Sampit – Cuaca panas yang terasa cukup ekstrem di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah dalam sepekan terakhir akhirnya terjawab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mengungkap penyebab utamanya adalah pengaruh siklon tropis Narelle.

Prakirawan BMKG Kotim, Mitra Hutauruk, menjelaskan bahwa meskipun saat ini wilayah Kotim masih berada dalam musim hujan, fenomena siklon tropis tersebut membuat pembentukan awan hujan menjadi terganggu.

“Beberapa hari terakhir terjadi siklon tropis Narelle yang menyebabkan konsentrasi massa udara tertarik ke wilayah selatan, sehingga pembentukan awan hujan jadi sulit,” jelasnya di Sampit, Sabtu.

Pengaruh Siklon Tropis Narelle

Menurut BMKG, sejak pertengahan Maret 2026, siklon tropis Narelle terpantau aktif di wilayah selatan Indonesia, tepatnya di sekitar Samudra Hindia. Meski tidak melintas langsung ke daratan Kalimantan Tengah, dampaknya tetap terasa secara tidak langsung.

Siklon ini terbentuk dari bibit siklon 96P dan memiliki kekuatan besar yang mampu menarik massa udara menjauh dari wilayah Kalimantan, khususnya Kotawaringin Timur.

Akibatnya, curah hujan di wilayah tersebut mengalami penurunan signifikan. Hal inilah yang membuat suhu udara meningkat dan terasa lebih panas dari biasanya.

“Kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan akan berakhir dalam beberapa hari ke depan seiring melemahnya siklon tersebut,” tambah Mitra.

Dampak Nyata: Hotspot Dan Risiko Karhutla

Dampak dari fenomena ini tidak hanya terasa pada suhu udara yang meningkat, tetapi juga memicu munculnya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan terakhir. Lokasi kejadian antara lain di Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Baamang, serta Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi saat ini sangat rawan.

“Curah hujan berkurang, sehingga lahan menjadi lebih kering dan mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Karakter Gambut Perparah Risiko Kebakaran

Multazam juga menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Kotim memiliki jenis tanah gambut. Kondisi ini membuat risiko kebakaran menjadi lebih tinggi, terutama saat cuaca kering.

Tanah gambut dikenal mudah terbakar dan sulit dipadamkan karena api bisa merambat hingga ke dalam lapisan tanah.

“Meski di permukaan terlihat padam, api di bawah tanah bisa terus menyala. Ini yang membuat penanganannya cukup sulit,” jelasnya.

Upaya Pencegahan Terus Digencarkan

Pemerintah daerah bersama BPBD terus mengintensifkan upaya pencegahan karhutla, termasuk sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi kebakaran serta mencegah terjadinya kabut asap yang dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.

FAQ

1. Kenapa cuaca di Kotim terasa panas padahal masih musim hujan?
Karena adanya siklon tropis Narelle yang menarik massa udara ke selatan sehingga pembentukan awan hujan berkurang.

2. Apa itu siklon tropis Narelle?
Siklon tropis Narelle adalah sistem badai kuat yang terbentuk di Samudra Hindia dari bibit siklon 96P.

3. Apakah kondisi ini akan berlangsung lama?
Tidak. BMKG memprediksi kondisi ini hanya sementara dan akan berakhir dalam beberapa hari ke depan.

4. Kenapa risiko karhutla meningkat saat ini?
Karena curah hujan menurun, tanah menjadi kering, dan mudah terbakar, terutama di lahan gambut.

5. Apa imbauan pemerintah kepada masyarakat?
Masyarakat diminta untuk tidak membakar lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Kamis, 19 Maret 2026

Posko Siaga BPBD Kalbar Aktif Jelang Idul Fitri, Ini Fungsinya

BPBD Kalbar operasikan posko siaga bencana selama Idul Fitri untuk percepat respons darurat, koordinasi lintas instansi, dan antisipasi risiko hidrometeorologi.
BPBD Kalbar operasikan posko siaga bencana selama Idul Fitri untuk percepat respons darurat, koordinasi lintas instansi, dan antisipasi risiko hidrometeorologi.

Pontianak – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mulai mengoperasikan posko kesiapsiagaan sebagai pusat koordinasi penanganan darurat selama periode Idul Fitri.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi bencana yang meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran.

Ketua Satuan Tugas Data dan Informasi Bencana sekaligus Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan bahwa posko tersebut memiliki peran penting dalam sistem penanganan darurat.

“Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, pemantauan, serta evaluasi penanganan situasi darurat di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” ujar Daniel di Pontianak, Rabu.

Menurutnya, pembentukan posko ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan darurat.

Selain itu, posko juga berfungsi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan secara real time serta menyediakan informasi dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Dalam operasionalnya, posko menerapkan sistem kerja terpadu. Sistem ini mencakup pengumpulan data potensi bencana secara berkala, koordinasi dengan berbagai pihak termasuk instansi terkait dan masyarakat, hingga evaluasi penanganan sebagai dasar peningkatan kesiapsiagaan ke depan.

Daniel menambahkan, keberadaan posko diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana melalui respons yang cepat, akurat, dan terkoordinasi.

Hal ini menjadi sangat penting, terutama saat periode Idul Fitri di mana aktivitas masyarakat meningkat tajam, baik untuk mudik maupun aktivitas lainnya.

BPBD Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Dengan adanya posko kesiapsiagaan ini, diharapkan upaya mitigasi dan penanganan bencana di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal selama momen Lebaran.

Rabu, 11 Februari 2026

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)
Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)

Jakarta -- Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026, kabar manis datang dari sektor hortikultura Bali

Pengiriman buah manggis asal Pulau Dewata ke Tiongkok tercatat melonjak signifikan dan menarik perhatian pelaku usaha ekspor.

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bali mencatat, sepanjang 1 Januari hingga 9 Februari 2026, pihaknya telah menyertifikasi pengiriman manggis dengan total volume mencapai 79,5 ton. 

Angka ini melonjak drastis hingga 700 persen jika dibandingkan periode Desember 2025.

Kepala BKHIT Bali, Heri Yuwono, menjelaskan bahwa lonjakan tersebut tercermin dari frekuensi sertifikasi yang dilakukan. 

Dalam kurun waktu awal 2026 saja, tercatat 42 kali sertifikasi manggis untuk kebutuhan ekspor. 

Sebagai perbandingan, pada Desember 2025 lalu, sertifikasi hanya dilakukan satu kali dengan volume 9,7 ton.

Menurut Heri, meningkatnya permintaan manggis menjelang Imlek bukan tanpa alasan. Di Tiongkok, manggis dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kesehatan, sehingga buah ini kerap diburu masyarakat untuk merayakan tahun baru lunar. 

Momentum inilah yang dimanfaatkan eksportir untuk mendorong pengiriman ke pasar China.

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)
Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)

Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, performa ekspor manggis Bali masih mengalami penurunan. 

Pada Januari hingga awal Februari 2025, BKHIT Bali mencatat 131 kali sertifikasi dengan total volume mencapai 356,5 ton. 

Artinya, meski terjadi lonjakan dibanding akhir 2025, volume ekspor tahun ini belum mampu menyamai capaian tahun lalu.

Penurunan tersebut, lanjut Heri, tak lepas dari faktor cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada produksi manggis di tingkat petani. 

Kondisi ini membuat pasokan tidak seoptimal tahun sebelumnya, meski permintaan pasar sedang tinggi.

Meski begitu, BKHIT Bali menegaskan bahwa setiap pengiriman manggis ke Tiongkok tetap melalui proses ketat sesuai prosedur ekspor yang berlaku. 

Pihaknya memastikan buah yang dikirim memenuhi seluruh persyaratan dalam protokol ekspor, mulai dari bebas kutu putih, lalat buah, kutu tempurung, hingga siput.

Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)
Permintaan Meledak Jelang Imlek 2026, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Naik Tajam. (Gambar ilustrasi)

Dengan pengawasan ketat dan permintaan pasar yang terus tumbuh, peluang manggis Bali di pasar internasional masih terbuka lebar. 

Ke depan, peningkatan kualitas produksi dan adaptasi terhadap tantangan cuaca diharapkan mampu mengerek kembali volume ekspor, sehingga manggis Bali bisa terus menjadi primadona di meja perayaan Imlek masyarakat Tiongkok.

Senin, 02 Februari 2026

Bayi Sapi Menggemaskan Ini Diselamatkan dari Dingin, Tidur Nyenyak di Sofa Bersama Anak-anak

Bayi Sapi Menggemaskan Ini Diselamatkan dari Dingin, Tidur Nyenyak di Sofa Bersama Anak-anak
Bayi Sapi Menggemaskan Ini Diselamatkan dari Dingin, Tidur Nyenyak di Sofa Bersama Anak-anak.

JAKARTA --- Di tengah musim dingin yang menusuk, sebuah kisah hangat datang dari Kentucky, Amerika Serikat. Bayi sapi yang baru lahir nyaris menghadapi bahaya karena cuaca ekstrem. Untungnya, keluarga peternak setempat segera bertindak cepat untuk menyelamatkannya.

Bayi sapi ini lahir pada hari Sabtu di peternakan keluarga Sorrell di kota Mount Sterling. Menurut sang pemilik, Macey Sorrell, bayi sapi itu mulai kedinginan tak lama setelah lahir. “Kami melihat dia menggigil, jadi segera kami bawa ke dalam rumah,” ungkap Macey. Tindakan cepat ini sangat krusial, karena keluarga tersebut pernah kehilangan anak sapi sebelumnya akibat hipotermia.

Setelah masuk rumah, bayi sapi diberi makanan, dibersihkan, dan dipanaskan. Tak butuh waktu lama, dia pun beristirahat dengan nyaman di sofa, tepat di samping dua anak keluarga Sorrell. Lucunya, sang anak berusia tiga tahun memberi nama bayi sapi itu “Sally”, terinspirasi dari karakter favoritnya dari film animasi.

Kisah hangat ini bukan hanya menyentuh hati keluarga, tapi juga membuat banyak orang di internet ikut tersenyum. Aksi sederhana untuk melindungi makhluk kecil dari dingin ekstrim ini menjadi contoh kepedulian dan empati yang bisa dilakukan siapa pun. Selain itu, pengalaman keluarga Sorrell juga memberikan pelajaran penting bagi peternak lainnya: jangan menunggu sampai terlambat saat kondisi hewan muda terancam cuaca ekstrem.

Praktik seperti ini sederhana tapi efektif. Pertama, pastikan bayi sapi atau hewan muda selalu berada di tempat hangat saat cuaca dingin. Kedua, setelah lahir, hewan sebaiknya segera diberi makan dan dibersihkan agar tetap sehat. Ketiga, interaksi dengan manusia dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman, seperti yang terlihat saat Sally tidur nyenyak di sofa.

Keesokan harinya, Sally dikembalikan ke induknya, dan kondisi kesehatan bayi sapi itu baik-baik saja. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa tindakan cepat dan penuh perhatian bisa menyelamatkan nyawa. Bagi para peternak maupun pecinta hewan, ini adalah pengingat bahwa kadang tindakan sederhana seperti menghangatkan bayi sapi di rumah dapat membuat perbedaan besar.

Jadi, meski musim dingin terasa menantang, perhatian ekstra dan sedikit kreativitas dalam merawat hewan muda bisa menciptakan momen hangat yang tak terlupakan — baik untuk hewan maupun manusia.

Minggu, 07 Desember 2025

Peringatan Cuaca Kalbar: Hujan Lebat dan Ancaman Karhutla, Warga Diminta Tetap Waspada!

Peringatan Cuaca Kalbar: Hujan Lebat dan Ancaman Karhutla, Warga Diminta Tetap Waspada!

Informasi! Cuaca di Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan diprediksi akan cukup dinamis. Badan Meteorologi merilis update terbaru yang menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrem serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. 

Informasi ini dirilis pada 7 Desember 2025 pukul 07.00 WIB dan menjadi acuan penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat 7–13 Desember 2025

Warga Kalimantan Barat diimbau memperhatikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi pada periode 7 sampai 13 Desember 2025. 

Hujan deras ini bisa memicu gangguan aktivitas, jalan licin, hingga risiko banjir dan tanah longsor di beberapa titik.

Jika Anda tinggal di daerah rawan banjir atau dekat tebing, ada baiknya mulai bersiap lebih awal. 

Pastikan sistem drainase di sekitar rumah lancar dan hindari aktivitas di area perbukitan saat cuaca memburuk.

Ancaman Karhutla 10–11 Desember 2025

Meski hujan diprediksi meningkat, beberapa wilayah Kalimantan Barat justru tetap berpotensi mengalami kemudahan terjadinya karhutla pada 10 dan 11 Desember 2025. 

Kondisi udara yang masih kering di beberapa lokasi membuat percikan kecil saja dapat memicu kebakaran.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menghindari aktivitas yang dapat menghasilkan api di area hutan atau lahan kering.

Analisis dan Prospek Cuaca Kalimantan Barat

Peringatan Cuaca Kalbar: Hujan Lebat dan Ancaman Karhutla, Warga Diminta Tetap Waspada!

Berdasarkan analisis terakhir, pola angin dan kelembapan udara di wilayah Kalbar menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. 

Kombinasi antara potensi hujan lebat dan kerentanan karhutla membuat masyarakat perlu lebih waspada dalam beberapa hari mendatang.

Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan terus meningkatkan pemantauan lapangan guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menyebar dengan cepat.

Illustration image

Minggu, 16 Maret 2025

Cuaca Ekstrem Mengancam Amerika Serikat, Tornado dan Badai Petir Melanda Beberapa Negara Bagian, Ribuan Warga Kehilangan Listrik

Cuaca Ekstrem Mengancam Amerika Serikat, Tornado dan Badai Petir Melanda Beberapa Negara Bagian, Ribuan Warga Kehilangan Listrik
Cuaca Ekstrem Mengancam Amerika Serikat, Tornado dan Badai Petir Melanda Beberapa Negara Bagian, Ribuan Warga Kehilangan Listrik.

AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat lagi-lagi dihantam cuaca ekstrem! Badan Meteorologi Amerika Serikat memperingatkan ancaman tornado di beberapa negara bagian akhir pekan ini. 

Peringatan ini muncul setelah sedikitnya lima tornado menerjang Missouri pada Jumat (14/3). 

Akibatnya, sekitar 100.000 bangunan harus rela kehilangan pasokan listrik, sementara cuaca buruk masih terus berlanjut hingga malam hari.

Tornado Bakal Lanjut Sampai Akhir Pekan

Para ahli cuaca memperkirakan badai ini belum akan berhenti dalam waktu dekat. Tornado diprediksi akan terus terjadi hingga akhir pekan di beberapa negara bagian seperti Mississippi, Louisiana, dan Alabama. 

Bahkan, menurut Accuweather, puncak badai bakal terjadi pada Sabtu sore hingga malam. Jadi, warga di daerah yang terdampak harus ekstra waspada!

Badai Petir dan Ancaman Banjir Bandang

Nggak cuma tornado, Badan Cuaca Nasional juga mengeluarkan peringatan tentang badai petir dahsyat yang siap melintasi Midwest hingga Lembah Mississippi. 

Badai ini diprediksi membawa berbagai ancaman seperti banjir bandang, pemadaman listrik, pohon tumbang, dan gangguan perjalanan. Bisa dibilang, situasinya benar-benar bikin deg-degan!

Alabama dan Missouri Umumkan Keadaan Darurat

Melihat kondisi yang makin parah, Gubernur Alabama, Kay Ivey, langsung mengumumkan keadaan darurat pada Jumat. Keadaan darurat ini bahkan diperpanjang hingga Minggu. 

Dalam keterangannya, Kay Ivey menegaskan bahwa cuaca buruk ini bisa menyebabkan kerusakan besar pada properti, mengancam keselamatan warga, dan berpotensi mengganggu utilitas penting seperti listrik dan air. 

Nggak mau ketinggalan, Missouri juga mengambil langkah yang sama dengan menetapkan status darurat.

Dampak Hingga ke Pantai Timur

Badai petir diperkirakan akan terus melanda wilayah Selatan sebelum akhirnya bergerak menuju Pantai Timur pada Sabtu malam hingga Minggu. 

Walaupun ancaman tornado mulai berkurang, bukan berarti situasi sudah aman. 

Pantai Timur masih harus bersiap menghadapi hujan es dan angin kencang yang bisa merusak infrastruktur dan menyebabkan gangguan besar.

Kapan Badai Akan Berakhir?

Para pakar memperkirakan badai ini akan terus bergerak hingga akhirnya mencapai Samudra Atlantik pada Minggu malam atau Senin pagi. 

Artinya, masih ada beberapa hari penuh kewaspadaan bagi warga yang tinggal di jalur badai ini.

Tetap waspada ya, guys! Kalau punya keluarga atau teman di daerah yang terdampak, jangan lupa untuk cek kabar mereka dan pastikan mereka dalam kondisi aman. 

Cuaca ekstrem kayak gini memang nggak bisa dianggap remeh!