Ribuan ASN Jakarta Siap Ditempa Jadi Komcad 2026, Kemenhan Tegaskan Ini Bukan Wajib Militer

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Selasa, 03 Februari 2026

Ribuan ASN Jakarta Siap Ditempa Jadi Komcad 2026, Kemenhan Tegaskan Ini Bukan Wajib Militer

Ribuan ASN Jakarta Siap Ditempa Jadi Komcad 2026, Kemenhan Tegaskan Ini Bukan Wajib Militer
Ribuan ASN Jakarta Siap Ditempa Jadi Komcad 2026, Kemenhan Tegaskan Ini Bukan Wajib Militer.

JAKARTA -- Pemerintah kembali menggulirkan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan nasional. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di berbagai kementerian dan lembaga di Jakarta akan mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) pada semester pertama tahun 2026.

Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Tujuannya jauh lebih besar, yakni menanamkan jiwa nasionalisme, rasa cinta tanah air, sekaligus membentuk etos kerja, disiplin, dan tanggung jawab ASN dalam mendukung pembangunan nasional. Dengan kata lain, ASN tidak hanya dituntut profesional di balik meja, tetapi juga siap secara mental dan karakter untuk menghadapi tantangan bangsa.

Sjafrie menegaskan, Komcad bukanlah wajib militer. Program ini bersifat sukarela, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Dalam sistem ini, Komcad diposisikan sebagai cadangan strategis yang dapat memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) ketika negara menghadapi ancaman militer maupun situasi darurat seperti bencana besar.

ASN yang berusia 18 hingga 35 tahun akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran secara bertahap setiap triwulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan kembali menjalankan tugas sebagai pegawai sipil seperti biasa. Namun, di saat negara membutuhkan, para anggota Komcad ini siap dimobilisasi oleh Presiden dengan persetujuan DPR.

Menariknya, kendali operasional Komcad sepenuhnya berada di bawah Panglima TNI, sehingga sistem ini tetap berada dalam kerangka pertahanan negara yang terukur dan profesional. Pemerintah menilai, skema ini adalah bentuk nyata dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, di mana seluruh elemen bangsa ikut berperan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lewat program Komcad bagi ASN ini, negara berharap lahir aparatur yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki kesadaran bela negara yang kuat. 

Sebuah langkah persuasif sekaligus strategis, agar ASN benar-benar menjadi garda pendukung bangsa, baik di masa damai maupun saat Indonesia menghadapi ujian besar.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.