![]() |
| Sebanyak 4.392 siswa SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 berbasis komputer. Disdik memastikan kesiapan sistem ujian melalui geladi bersih di seluruh sekolah. (Gambar Ilustrasi AI) |
Ribuan Siswa SMP Di Bengkayang Siap Hadapi TKA 2026, Disdik Pastikan Sistem Ujian Berjalan Lancar
BENGKAYANG -- Sebanyak 4.392 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tercatat mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 yang dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer di sejumlah sekolah.
Pelaksanaan ujian ini menjadi salah satu langkah penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mengevaluasi kualitas pembelajaran di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan sebelum ujian utama digelar, pihaknya lebih dulu melaksanakan geladi bersih di seluruh sekolah penyelenggara guna memastikan kesiapan teknis berjalan optimal.
“Geladi bersih ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik sehingga saat pelaksanaan TKA nanti para siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang tanpa gangguan teknis,” ujarnya saat memantau kegiatan tersebut di SD Negeri 01 Monterado, Bengkayang, Jumat.
Dalam peninjauan tersebut, Heru memeriksa berbagai aspek teknis pelaksanaan ujian. Mulai dari kesiapan ruang ujian, perangkat komputer yang digunakan siswa, kestabilan jaringan internet, hingga kesiapan aplikasi yang digunakan dalam sistem ujian berbasis komputer.
Selain itu, ia juga berdialog langsung dengan panitia sekolah, proktor, serta teknisi untuk memastikan seluruh prosedur pelaksanaan ujian telah dipahami dan dijalankan sesuai ketentuan.
Puluhan SMP Ikut TKA Berbasis Online
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, pelaksanaan TKA 2026 diikuti ratusan satuan pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga SMP.
Untuk jenjang SMP, terdapat 86 sekolah yang terdaftar mengikuti TKA tahun ini.
Dari jumlah tersebut:
84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri
1 sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas memadai
Dari sisi metode pelaksanaan, sebagian besar sekolah telah menerapkan sistem ujian berbasis daring.
Rinciannya:
75 SMP menggunakan sistem online penuh
10 sekolah menggunakan sistem semi-online
Metode semi-online diterapkan menyesuaikan kondisi infrastruktur dan jaringan internet di beberapa wilayah.
Ribuan Siswa SD Juga Ikut TKA
Tidak hanya siswa SMP, pelaksanaan TKA tahun ini juga melibatkan jenjang sekolah dasar.
Tercatat 264 SD di Kabupaten Bengkayang turut berpartisipasi dengan total 5.004 siswa yang mengikuti tes.
Pelaksanaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik siswa.
Data Penting Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan
Heru menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur capaian hasil belajar siswa di sekolah.
Melalui TKA, pemerintah daerah dapat melihat sejauh mana kemampuan peserta didik, terutama dalam aspek literasi dan numerasi.
“Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan TKA 2026 yang telah dipersiapkan secara matang dapat berjalan lancar serta menghasilkan data akademik yang akurat.
Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam merancang berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com
