Berita BorneoTribun: Bengkayang hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan
iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Bengkayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bengkayang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2026

86 SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Libatkan 4.392 Siswa Secara Bertahap

Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)
Sebanyak 86 SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 dengan 4.392 siswa. Mayoritas ujian dilakukan secara online sebagai bagian transformasi digital pendidikan daerah. (Ilustrasi)

BENGKAYANG - Sebanyak 86 sekolah menengah pertama (SMP/MTs) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengikuti pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 yang digelar secara bertahap mulai 6 hingga 16 April 2026.

Pelaksanaan TKA tahun ini melibatkan 4.392 siswa kelas akhir dari berbagai satuan pendidikan di wilayah tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mendorong digitalisasi pendidikan di daerah.

Mayoritas Sekolah Siap Gunakan Sistem Berbasis Teknologi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan bahwa sebagian besar sekolah sudah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi.

“Sebanyak 86 sekolah jenjang SMP berpartisipasi, dengan mayoritas telah siap melaksanakan ujian berbasis teknologi. Ini menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan,” ujar Heru di Bengkayang, Selasa.

Ia menjelaskan, dari total sekolah peserta, 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.

Dari sisi moda pelaksanaan, 75 sekolah telah menggunakan sistem daring (online) penuh, sedangkan 10 sekolah lainnya menggunakan semi-online, menyesuaikan kondisi jaringan dan infrastruktur di wilayah masing-masing.

TKA Digelar Dalam Empat Gelombang

Untuk memastikan kelancaran teknis pelaksanaan ujian, TKA tahun ini dibagi dalam empat gelombang pelaksanaan, yaitu:

  • Gelombang 1: 6–7 April 2026

  • Gelombang 2: 8–9 April 2026

  • Gelombang 3: 13–14 April 2026

  • Gelombang 4: 15–16 April 2026

Pembagian jadwal ini bertujuan menjaga stabilitas sistem serta mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul selama pelaksanaan ujian berlangsung.

112 Guru Dilibatkan Dalam Pengawasan Silang

Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, pengawasan dilakukan secara silang antar sekolah.

Sebanyak 112 guru pengawas disebar di berbagai lokasi ujian guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan secara objektif dan transparan.

“Pengawasan silang ini penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” jelas Heru.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem evaluasi pendidikan yang diterapkan pemerintah daerah.

TKA SD Dijadwalkan Setelah SMP

Setelah pelaksanaan TKA jenjang SMP selesai, kegiatan serupa akan dilanjutkan pada jenjang sekolah dasar.

Pelaksanaan TKA SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan 264 sekolah dan 5.004 peserta.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tahun 2026 di Kabupaten Bengkayang melibatkan:

  • 9.396 siswa dari jenjang SD dan SMP

  • 456 pengawas yang bertugas di berbagai lokasi ujian

TKA Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan Pendidikan

Menurut Heru, pelaksanaan TKA bukan sekadar evaluasi rutin, tetapi memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Hasil TKA akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bengkayang, sehingga program yang dirancang benar-benar berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama seluruh satuan pendidikan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan demi mencetak generasi Bengkayang yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan dukungan teknologi serta pengawasan yang ketat, pelaksanaan TKA diharapkan mampu memberikan gambaran akurat mengenai capaian akademik siswa di daerah tersebut.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa Itu Tes Kompetensi Akademik (TKA)?

Tes Kompetensi Akademik (TKA) adalah ujian yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara komprehensif sebagai dasar evaluasi mutu pendidikan.

Berapa Jumlah Sekolah SMP Yang Mengikuti TKA 2026 Di Bengkayang?

Sebanyak 86 SMP/MTs di Kabupaten Bengkayang mengikuti pelaksanaan TKA Tahun 2026.

Berapa Jumlah Siswa Yang Mengikuti TKA SMP 2026?

Total 4.392 siswa kelas akhir SMP/MTs mengikuti pelaksanaan TKA tahun ini.

Apakah Semua Sekolah Menggunakan Sistem Online?

Tidak semuanya. Sebanyak 75 sekolah menggunakan sistem online penuh, sementara 10 sekolah menggunakan sistem semi-online.

Kapan TKA Untuk Jenjang SD Dilaksanakan?

TKA untuk jenjang SD/MI dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.

Sabtu, 04 April 2026

TPS Dekat SD Amkur Bengkayang Dipindah, Ini Alasan Bupati

Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.
Relokasi TPS di Bengkayang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, Bupati pastikan lokasi baru lebih aman dan representatif.

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mulai mengambil langkah konkret dalam penataan pengelolaan sampah dengan merencanakan relokasi tempat pembuangan sampah (TPS) dari kawasan depan SD Amkur Bengkayang ke lokasi yang lebih representatif.

Langkah ini dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, yang turun ke lapangan untuk meninjau calon lokasi baru TPS. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan lokasi yang dipilih tidak lagi berdampak pada aktivitas pendidikan maupun kesehatan lingkungan sekitar.

“Relokasi ini penting agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat,” ujar Sebastianus Darwis saat kunjungan di Bengkayang, Jumat.

Keluhan Warga Jadi Pertimbangan Utama

Dalam kunjungannya, Bupati juga menyempatkan berdialog langsung dengan warga sekitar. Sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait keberadaan TPS yang selama ini berada terlalu dekat dengan fasilitas pendidikan.

Warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang kerap muncul, serta khawatir terhadap potensi dampak kesehatan, khususnya bagi siswa sekolah dasar.

Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

Fokus Pada Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu

Tak hanya relokasi, Pemkab Bengkayang juga berencana memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari proses pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah akan dibenahi agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini bagian dari upaya kami menciptakan tata kelola persampahan yang berkelanjutan dan mendukung lingkungan yang bersih, sehat, serta layak, khususnya di kawasan pendidikan,” tambahnya.

Target Lokasi Baru Segera Ditentukan

Pemerintah daerah menargetkan penentuan lokasi baru TPS dapat segera rampung setelah melalui kajian teknis yang matang serta mempertimbangkan masukan masyarakat.

Dengan langkah ini, diharapkan keberadaan TPS tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan bertanggung jawab.

FAQ

1. Kenapa TPS di dekat SD Amkur Bengkayang dipindahkan?
Karena lokasinya dinilai mengganggu aktivitas belajar serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat bau dan limbah.

2. Siapa yang menggagas relokasi TPS ini?
Relokasi ini digagas oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, sebagai bagian dari penataan lingkungan.

3. Apakah hanya relokasi TPS saja yang dilakukan?
Tidak. Pemerintah juga memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.

4. Kapan relokasi TPS akan dilakukan?
Masih dalam tahap kajian teknis dan penentuan lokasi baru dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

5. Apa manfaat relokasi TPS bagi masyarakat?
Lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan tidak mengganggu aktivitas pendidikan.

(Fran Asok)

Selasa, 31 Maret 2026

Cegah Learning Loss, Bengkayang Terapkan Sekolah Tatap Muka

Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi.
Dinas Pendidikan Bengkayang mewajibkan sekolah tatap muka penuh untuk mencegah learning loss dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pascapandemi. (Gambar ilustrasi)

Bengkayang, Kalbar — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menegaskan seluruh sekolah wajib melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa pascapandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Heru Pujiono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kualitas pendidikan agar tetap optimal.

“Untuk memastikan kualitas pembelajaran, kita tegaskan tidak ada pembelajaran daring. Semua sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Heru usai menjadi pembina upacara di SMP Negeri 4 Bengkayang, Senin.

Fokus Pemulihan Dampak Pandemi

Menurut Heru, dampak pandemi COVID-19 masih dirasakan hingga saat ini, terutama dalam capaian akademik siswa. Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka dinilai sebagai solusi paling efektif.

“Dampak pandemi masih kita rasakan. Untuk menghindari semakin besarnya learning loss, maka pembelajaran tatap muka menjadi pilihan utama,” jelasnya.

Kebijakan ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pendidikan nasional.

Upacara Bendera Wajib Setiap Senin

Pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah, seluruh satuan pendidikan di Bengkayang melaksanakan upacara bendera.

Kegiatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2026, yang menginstruksikan:

  • Pelaksanaan upacara setiap hari Senin

  • Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia

  • Menyanyikan lagu nasional

  • Penguatan karakter siswa

Lingkungan Sekolah Harus Aman dan Nyaman

Heru juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan asri.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tegasnya.

Hal ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan berbasis karakter yang kini semakin diperkuat di tingkat daerah.

Optimalisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Selain pembelajaran tatap muka, sekolah juga didorong untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur capaian belajar siswa sekaligus bahan evaluasi peningkatan mutu pendidikan.

Komitmen Pemda Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap:

  • Kualitas pembelajaran meningkat

  • Ketertinggalan siswa dapat dipulihkan

  • Sistem pendidikan lebih stabil pascapandemi

“Kita berharap kebijakan ini dapat mempercepat pemulihan capaian belajar siswa,” tutup Heru.

FAQ

1. Apa itu learning loss?
Learning loss adalah penurunan kemampuan belajar siswa akibat terganggunya proses pendidikan, seperti saat pandemi COVID-19.

2. Apakah masih ada pembelajaran daring di Bengkayang?
Tidak. Dinas Pendidikan menegaskan semua sekolah wajib tatap muka penuh.

3. Mengapa tatap muka dianggap penting?
Karena interaksi langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa.

4. Apa itu TKA?
Tes Kemampuan Akademik adalah evaluasi untuk mengukur capaian belajar siswa.

5. Apa tujuan upacara setiap Senin?
Untuk membangun disiplin, nasionalisme, dan karakter siswa.

Oleh: Fran Asok

Sabtu, 21 Maret 2026

Momen Idul Fitri 1447 H, Ribuan Warga Bengkayang Penuhi Lapangan

Ribuan umat Muslim Bengkayang melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H dengan khidmat, dihadiri pejabat daerah dan berlangsung lancar serta penuh kebersamaan. (gambar ilustrasi)
Ribuan umat Muslim Bengkayang melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H dengan khidmat, dihadiri pejabat daerah dan berlangsung lancar serta penuh kebersamaan. (gambar ilustrasi)

Bengkayang -- Ribuan umat Muslim di Kabupaten Bengkayang melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di Lapangan Kompi Senapan C, Kelurahan Bumi Emas, Sabtu pagi.

Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah mulai memadati area yang berada di lingkungan Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha tersebut. Antusiasme warga terlihat tinggi, dengan saf-saf shalat terisi rapat hingga ke tepi lapangan.

Suasana Khusyuk Diiringi Gema Takbir

Gema takbir berkumandang di seluruh kawasan, menciptakan suasana religius yang begitu terasa. Momen ini menjadi simbol kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Pelaksanaan shalat Id juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Riza dan Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Pesan Khutbah: Jaga Silaturahmi Dan Hapus Ego Sektoral

Dalam khutbahnya, khatib Syamsul Bahri menekankan pentingnya menjaga hubungan baik, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas.

Ia juga mengajak jamaah untuk menghapus ego sektoral demi memperkuat kerukunan, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Bengkayang.

“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali ke fitrah, memperbaiki hubungan sosial, dan memperkuat persaudaraan,” pesannya.

Panitia Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

Pengurus PHBI Kabupaten Bengkayang, Aris, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal, termasuk fasilitas pendukung bagi jamaah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan shalat Idul Fitri berjalan lancar. Kapasitas jemaah di lokasi ini mencapai sekitar 2.000 orang,” ujarnya.

Ia berharap momentum Idul Fitri bisa dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarwarga setelah menjalani Ramadhan.

Ajakan Perkuat Toleransi Sosial

Sementara itu, pengurus Masjid Agung Syuhada Bengkayang, Suandi, mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai ajang saling memaafkan dan memperkuat toleransi sosial.

Menurutnya, nilai kebersamaan dan saling menghormati perlu terus dijaga demi menciptakan masyarakat yang harmonis dan maju.

Pengamanan Ketat, Pelaksanaan Tertib

Pelaksanaan shalat Id berlangsung aman dan tertib dengan dukungan pengamanan dari personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.

Usai shalat, suasana haru dan bahagia terlihat saat para jamaah saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan sebelum meninggalkan lokasi dengan tertib.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Di mana lokasi shalat Idul Fitri di Bengkayang?
Dilaksanakan di Lapangan Kompi Senapan C, Kelurahan Bumi Emas.

2. Berapa jumlah jamaah yang hadir?
Diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.

3. Siapa saja yang hadir dalam kegiatan tersebut?
Wakil Bupati Bengkayang, Kapolres, tokoh agama, dan masyarakat.

4. Apa pesan utama dalam khutbah Idul Fitri?
Menjaga silaturahmi, menghapus ego sektoral, dan memperkuat kerukunan.

5. Bagaimana pelaksanaan kegiatan?
Berjalan lancar, aman, dan tertib dengan pengamanan gabungan.

Selasa, 17 Maret 2026

Kapolres Bengkayang Turun Ke SPBU, Pastikan Stok BBM Tetap Aman

Kapolres Bengkayang memastikan stok BBM di SPBU masih aman. Warga diminta tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Kapolres Bengkayang memastikan stok BBM di SPBU masih aman. Warga diminta tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar. (Gambar ilustrasi AI)

Bengkayang – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) sempat membuat antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bengkayang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Bengkayang Syahirul Awab langsung turun ke lapangan untuk memastikan situasi sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena stok BBM di wilayah Bengkayang masih dalam kondisi aman dan distribusi dari pemasok tetap berjalan normal.

Kapolres Bengkayang bahkan mendatangi langsung SPBU Jessy AK Lakeng yang berada di Jalan Raya Sanggau Ledo, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, untuk melihat kondisi di lapangan.

“Berdasarkan hasil pengecekan yang kami lakukan, stok BBM di SPBU masih tersedia dan distribusinya juga berjalan secara rutin,” kata Syahirul Awab saat meninjau lokasi, Senin.

Menurutnya, antrean kendaraan yang terlihat di beberapa SPBU lebih disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya informasi mengenai kemungkinan kelangkaan BBM.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

“Jangan langsung percaya informasi yang belum tentu benar. Yang jelas, stok BBM kita aman,” ujarnya.

Syahirul juga meminta masyarakat untuk tetap membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Ia menilai pembelian secara berlebihan justru dapat memicu antrean panjang di SPBU.

Jika masyarakat tetap tenang dan membeli BBM secukupnya, distribusi bahan bakar akan berjalan lancar dan tidak menimbulkan kepadatan kendaraan.

“Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan, distribusi akan tetap lancar dan antrean juga bisa dihindari,” jelasnya.

Selain melakukan pengecekan langsung ke SPBU, Polres Bengkayang juga terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan pihak pemasok BBM untuk memastikan pasokan tetap stabil.

Pemantauan ini akan terus dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Kapolres Bengkayang kembali menegaskan bahwa kondisi ketersediaan BBM di wilayah tersebut masih aman.

“Jadi masyarakat tidak perlu panik. Stok BBM kita aman,” tegasnya.

Dengan kondisi distribusi yang masih berjalan normal, masyarakat Bengkayang diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.

Sabtu, 14 Maret 2026

4.392 Siswa SMP Di Bengkayang Ikuti TKA 2026, Disdik Pastikan Ujian Berbasis Komputer Berjalan Lancar

Sebanyak 4.392 siswa SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 berbasis komputer. Disdik memastikan kesiapan sistem ujian melalui geladi bersih di seluruh sekolah. (Gambar Ilustrasi AI)
Sebanyak 4.392 siswa SMP di Bengkayang mengikuti TKA 2026 berbasis komputer. Disdik memastikan kesiapan sistem ujian melalui geladi bersih di seluruh sekolah. (Gambar Ilustrasi AI)

Ribuan Siswa SMP Di Bengkayang Siap Hadapi TKA 2026, Disdik Pastikan Sistem Ujian Berjalan Lancar

BENGKAYANG -- Sebanyak 4.392 siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tercatat mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 yang dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer di sejumlah sekolah.

Pelaksanaan ujian ini menjadi salah satu langkah penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa sekaligus mengevaluasi kualitas pembelajaran di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, mengatakan sebelum ujian utama digelar, pihaknya lebih dulu melaksanakan geladi bersih di seluruh sekolah penyelenggara guna memastikan kesiapan teknis berjalan optimal.

“Geladi bersih ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik sehingga saat pelaksanaan TKA nanti para siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang tanpa gangguan teknis,” ujarnya saat memantau kegiatan tersebut di SD Negeri 01 Monterado, Bengkayang, Jumat.

Dalam peninjauan tersebut, Heru memeriksa berbagai aspek teknis pelaksanaan ujian. Mulai dari kesiapan ruang ujian, perangkat komputer yang digunakan siswa, kestabilan jaringan internet, hingga kesiapan aplikasi yang digunakan dalam sistem ujian berbasis komputer.

Selain itu, ia juga berdialog langsung dengan panitia sekolah, proktor, serta teknisi untuk memastikan seluruh prosedur pelaksanaan ujian telah dipahami dan dijalankan sesuai ketentuan.

Puluhan SMP Ikut TKA Berbasis Online

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, pelaksanaan TKA 2026 diikuti ratusan satuan pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga SMP.

Untuk jenjang SMP, terdapat 86 sekolah yang terdaftar mengikuti TKA tahun ini.

Dari jumlah tersebut:

  • 84 sekolah melaksanakan ujian secara mandiri

  • 1 sekolah menumpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas memadai

Dari sisi metode pelaksanaan, sebagian besar sekolah telah menerapkan sistem ujian berbasis daring.

Rinciannya:

  • 75 SMP menggunakan sistem online penuh

  • 10 sekolah menggunakan sistem semi-online

Metode semi-online diterapkan menyesuaikan kondisi infrastruktur dan jaringan internet di beberapa wilayah.

Ribuan Siswa SD Juga Ikut TKA

Tidak hanya siswa SMP, pelaksanaan TKA tahun ini juga melibatkan jenjang sekolah dasar.

Tercatat 264 SD di Kabupaten Bengkayang turut berpartisipasi dengan total 5.004 siswa yang mengikuti tes.

Pelaksanaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan akademik siswa.

Data Penting Untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Heru menegaskan bahwa Tes Kompetensi Akademik merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur capaian hasil belajar siswa di sekolah.

Melalui TKA, pemerintah daerah dapat melihat sejauh mana kemampuan peserta didik, terutama dalam aspek literasi dan numerasi.

“Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu sumber data penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.

Ia berharap pelaksanaan TKA 2026 yang telah dipersiapkan secara matang dapat berjalan lancar serta menghasilkan data akademik yang akurat.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam merancang berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang.

Jumat, 13 Maret 2026

Jelang Idulfitri, HUKATAN KSBSI Bengkayang Bagikan Sembako

HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.
HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.

BENGKAYANG – Organisasi buruh Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian (F HUKATAN) di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bengkayang menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/03) dengan menyasar warga kurang mampu serta lansia di sejumlah wilayah di Kabupaten Bengkayang.

Ketua DPC F HUKATAN Bengkayang, Reza Satriadi, memimpin langsung proses penyaluran bantuan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi buruh dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga kebutuhan pokok kerap mengalami kenaikan.

Menurut Reza, aksi sosial ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Memperkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.
HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.

Reza menjelaskan bahwa kehadiran serikat buruh di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada isu ketenagakerjaan, tetapi juga berperan dalam menjaga harmoni sosial.

Ia menilai terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat dapat membantu meredam potensi gesekan sosial akibat tekanan ekonomi.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami membawa dampak positif bagi stabilitas lokal. Saat beban ekonomi warga diringankan, maka kondusivitas wilayah akan terjaga. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Bengkayang tetap aman dan terkendali,” ujar Reza.

Dalam proses penyaluran bantuan, pengurus DPC F HUKATAN Bengkayang menerapkan metode door-to-door. Cara ini dipilih untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan sekaligus menghindari kerumunan.

Strategi tersebut juga dinilai lebih efektif dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Warga Apresiasi Kepedulian Serikat Buruh

HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.
HUKATAN KSBSI Bengkayang menyalurkan sembako kepada warga kurang mampu dan lansia menjelang Idulfitri. Aksi sosial ini bertujuan memperkuat solidaritas dan stabilitas sosial masyarakat.

Aksi sosial yang dilakukan organisasi buruh ini mendapat respons positif dari warga penerima bantuan. Bagi sebagian masyarakat, paket sembako tersebut menjadi bantuan penting untuk meringankan kebutuhan sehari-hari.

Selain membantu secara langsung, kegiatan ini juga dinilai memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga di Kabupaten Bengkayang.

Reza berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat, organisasi, maupun dunia usaha untuk turut berkontribusi menjaga stabilitas sosial dan ketahanan pangan di daerah.

“Jika kebutuhan pokok masyarakat terjaga dan komunikasi sosial berjalan baik, maka stabilitas daerah akan semakin kuat. Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi organisasi dan seluruh masyarakat Bengkayang,” pungkasnya.

Penulis: Fran Asok

Kamis, 12 Maret 2026

Pemkab Bengkayang Fokus Penguatan Program Untuk Naikkan Skor KLA 2026

Pemkab Bengkayang menargetkan peningkatan skor Kabupaten Layak Anak 2026 melalui penguatan regulasi, anggaran ramah anak, dan peningkatan kapasitas SDM lintas sektor.
Pemkab Bengkayang menargetkan peningkatan skor Kabupaten Layak Anak 2026 melalui penguatan regulasi, anggaran ramah anak, dan peningkatan kapasitas SDM lintas sektor.

Bengkayang – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menargetkan peningkatan skor dalam Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 melalui penguatan regulasi, penganggaran program ramah anak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lintas sektor.

Staf Ahli Bupati Bengkayang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Erlianus, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antar organisasi perangkat daerah (OPD) guna memperkuat sistem perlindungan anak di daerah.

“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk meningkatkan capaian Kabupaten Layak Anak di Bengkayang,” kata Erlianus saat pertemuan koordinasi Evaluasi Mandiri KLA 2026 di Bengkayang, Rabu.

Ia menjelaskan, pada evaluasi tahun sebelumnya Kabupaten Bengkayang mencatatkan skor 674,04. Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan berbagai perbaikan serta penguatan program perlindungan anak.

Menurutnya, pemerintah daerah telah memetakan sejumlah strategi guna meningkatkan capaian KLA. Salah satu langkah utama adalah penguatan regulasi yang berkaitan langsung dengan perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Beberapa regulasi yang tengah disiapkan di antaranya Peraturan Bupati tentang Rute Aman Selamat Sekolah (RASS), kebijakan penanganan pekerja anak, serta aturan terkait pemberian makan bayi dan anak.

Selain regulasi, Pemkab Bengkayang juga menerapkan kebijakan penandaan anggaran ramah anak atau child budget tagging. Kebijakan ini bertujuan memastikan setiap OPD memiliki program yang mendukung upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

“Setiap OPD diharapkan memiliki minimal satu kegiatan yang mendukung program KLA, termasuk pengembangan ruang bermain ramah anak dan satuan pendidikan ramah anak,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan terkait Konvensi Hak Anak bagi aparatur pemerintah serta sertifikasi bagi pengelola instansi yang berkomitmen mewujudkan lingkungan ramah anak.

Di sisi lain, Pemkab Bengkayang mendorong penguatan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk lembaga masyarakat, media massa, dan dunia usaha guna memperluas dukungan terhadap program perlindungan anak.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah pembentukan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Peduli Anak. Forum tersebut diharapkan dapat mendukung pembiayaan berbagai program ramah anak melalui kolaborasi dengan sektor swasta.

Erlianus berharap berbagai langkah strategis tersebut mampu memperkuat sistem perlindungan anak secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan capaian indikator Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2026.

Minggu, 08 Maret 2026

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dilaksanakan Di Perbatasan Bengkayang

Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Program Makan Bergizi Gratis mulai dilaksanakan di perbatasan Bengkayang, Kalimantan Barat untuk meningkatkan gizi dan konsentrasi belajar siswa di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

BENGKAYANG -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pemerintah daerah menargetkan program ini untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia (Sarawak), salah satunya di Kecamatan Ledo.

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, mengatakan program MBG menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses gizi yang baik. Upaya ini juga dinilai penting untuk mendukung kesehatan serta kualitas pendidikan generasi muda di daerah perbatasan.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di wilayah perbatasan memiliki potensi besar untuk berkembang, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal pemenuhan gizi.

Program MBG Dukung Kesehatan Dan Pendidikan Anak

Syamsul Rizal menjelaskan program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda. Ia menegaskan bahwa anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang baik di masa depan.

Pemenuhan gizi yang baik, kata dia, sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa di sekolah. Selain itu, asupan nutrisi yang cukup juga mendukung perkembangan fisik serta mental anak.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mendorong berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui sektor pendidikan dan kesehatan.

Dilaksanakan Melalui SPPG Kecamatan Ledo

Program MBG di wilayah perbatasan Bengkayang mulai dijalankan sejak akhir Februari lalu. Pelaksanaannya dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ledo.

Melalui program ini, para siswa mendapatkan makanan bergizi secara rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Selain itu, keterlibatan pihak sekolah serta masyarakat juga dinilai penting agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh para siswa.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang menilai program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik di wilayah perbatasan. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Jumat, 06 Maret 2026

PETI Excavator Marak di Bengkayang, Aktivis Minta Aparat Usut Pemodal Besar

Foto: Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Rukma Jaya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat

BENGKAYANG - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dengan skala besar menggunakan belasan alat berat jenis excavator dilaporkan terjadi di Desa Rukma Jaya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan penambangan ilegal tersebut diduga telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup serius.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas PETI ini tidak hanya merusak lahan di sekitar lokasi tambang, tetapi juga mencemari aliran sungai yang mengalir hingga ke Desa Sungai Raya di kecamatan yang sama. Warga setempat mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap kualitas lingkungan dan sumber air yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kegiatan penambangan tersebut diduga dikoordinasikan oleh sejumlah cukong atau pemodal besar yang memanfaatkan warga setempat untuk menjalankan operasional di lapangan. Para pemodal disebut menyediakan modal serta alat berat, sementara warga dilibatkan untuk mengelola aktivitas tambang agar tetap berjalan.

Foto: Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal

Menanggapi adanya aktivitas PETI dengan skala besar menggunakan excavator, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menegaskan bahwa kegiatan pertambangan dengan menggunakan alat berat seharusnya memiliki izin usaha pertambangan (IUP), bukan izin pertambangan rakyat (IPR).

Menurutnya, aturan mengenai pertambangan rakyat sudah jelas membatasi luas wilayah maksimal 10 hektare serta penggunaan alat yang sesuai dengan ketentuan. Jika kegiatan penambangan menggunakan alat berat seperti excavator, maka izin yang harus dimiliki adalah IUP oleh perusahaan atau koperasi.

“Untuk pertambangan rakyat itu maksimal 10 hektare dan menggunakan alat yang sesuai ketentuan. Kalau sudah menggunakan excavator dan alat berat lainnya, itu harusnya menggunakan izin usaha pertambangan (IUP), bukan IPR,” ujar Syamsul Rizal pada (5/3).

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran adanya praktik pemodal yang memanfaatkan masyarakat untuk membentuk koperasi guna memperoleh izin secara tidak semestinya. Jika hal tersebut terjadi, pemerintah menegaskan bahwa izin tersebut dapat dibubarkan.

Syamsul Rizal juga menyoroti persoalan tanggung jawab pemodal ketika terjadi kecelakaan tambang. Menurutnya, dalam sejumlah kasus, korban yang meninggal dunia justru berasal dari masyarakat setempat, sementara pihak pemodal tidak terlihat bertanggung jawab.

“Kalau terjadi kecelakaan tambang dan ada korban meninggal, yang menjadi korban biasanya masyarakat. Sementara para pemodalnya menghilang,” katanya.

Ia menilai penggunaan banyak alat berat dalam aktivitas PETI sulit dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. Hal ini mengindikasikan adanya keterlibatan pihak yang memiliki modal besar di balik aktivitas penambangan ilegal tersebut.

“Masyarakat mana mampu membeli empat sampai lima excavator sekaligus. Pasti ada pemodal di belakangnya,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang sendiri mengaku telah mengusulkan solusi kepada pemerintah pusat dengan mengajukan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Total terdapat 34 blok yang diusulkan, baik untuk komoditas logam maupun non-logam.

Setiap blok WPR direncanakan memiliki luas maksimal 100 hektare yang akan dikelola oleh sepuluh koperasi, dengan masing-masing koperasi mendapatkan jatah wilayah tambang seluas 10 hektare. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat.

Apabila WPR telah ditetapkan dan mendapatkan kajian dari pemerintah provinsi, maka masyarakat dapat mengurus Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dalam skema tersebut, aktivitas tambang rakyat tidak diperbolehkan menggunakan alat berat seperti excavator, melainkan hanya menggunakan peralatan sederhana seperti mesin robin atau dongfeng.

Foto: Kepala Divisi Kajian dan Kampanye WALHI Kalimantan Barat, Indra Syahnanda

Sementara itu, Kepala Divisi Kajian dan Kampanye WALHI Kalimantan Barat, Indra Syahnanda, menegaskan bahwa pihaknya secara prinsip menolak segala bentuk aktivitas pertambangan yang mengancam keselamatan manusia dan merusak lingkungan.

Namun demikian, ia menilai pemerintah dan aparat penegak hukum perlu mengambil langkah tegas untuk menata dan menertibkan aktivitas tambang emas tanpa izin yang saat ini marak terjadi.

“Selama ini yang sering ditangkap justru masyarakat kecil yang bekerja di tambang. Sementara pihak-pihak yang menjadi pemodal atau cukong di belakang aktivitas tersebut jarang tersentuh hukum,” kata Indra pada, (6/3).

Menurutnya, aparat penegak hukum harus lebih cermat dalam mengusut aktor utama di balik praktik PETI agar penegakan hukum tidak hanya menyasar pekerja lapangan.

“Jangan hanya masyarakat kecil yang dijadikan kambing hitam. Orang-orang besar yang memberikan modal dan mendapatkan keuntungan dari aktivitas ini juga harus diselidiki dan ditindak,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Bengkayang hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait aktivitas PETI di wilayah tersebut. Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi pada, (5/3) Kapolres Bengkayang dan Kasat Reskrim tidak berada di tempat. Wakapolres yang berada di kantor juga enggan memberikan keterangan dan kasi humas polres menyatakan bahwa tanggapan resmi sebaiknya disampaikan langsung oleh Kapolres atau Kasat Reskrim. (Tim

Jumat, 13 Februari 2026

24 Titik Pengamanan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Bengkayang Disiapkan Polres, Operasi Liong Kapuas Digelar 17 Hari Penuh

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab.

Bengkayang -- Perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 di Kabupaten Bengkayang dipastikan bakal berlangsung lebih tertata dan aman. Polres Bengkayang bersama Polda Kalbar telah menetapkan 24 lokasi prioritas pengamanan demi menjaga suasana tetap kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Aparat ingin memastikan masyarakat bisa merayakan momen penting ini dengan rasa tenang, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan. Menurutnya, rapat koordinasi yang digelar bukan hanya formalitas, melainkan ajang memastikan seluruh personel dan perlengkapan benar-benar siap diterjunkan ke lapangan.

Ia menjelaskan, pemetaan 24 titik prioritas dilakukan agar pengamanan lebih fokus dan efektif. Dengan strategi ini, potensi gangguan bisa diantisipasi sejak awal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat menjalankan ibadah maupun menghadiri perayaan budaya.

38 Vihara dan 4 Pantai Diprediksi Ramai

Data yang dihimpun menunjukkan ada 38 vihara dan klenteng di Bengkayang yang akan menggelar ibadah dan perayaan. Selain itu, empat lokasi wisata pantai di wilayah Sungai Raya Kepulauan diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Imlek dan Cap Go Meh.

Lonjakan ini tentu membawa dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas masyarakat juga membutuhkan pengawasan ekstra agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

Untuk mendukung pengamanan, aparat mendirikan dua Pos Pengamanan di depan Koramil Bengkayang dan Terminal Sungai Duri, serta satu Pos Pelayanan di Simpang Samudra Indah. Pos-pos ini akan menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat masyarakat mendapatkan bantuan jika diperlukan.

Operasi Liong Kapuas 2026 Digelar 17 Hari

Sebagai bentuk keseriusan, kepolisian juga menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan Liong Kapuas 2026 selama 17 hari, mulai 16 Februari hingga 4 Maret 2026. Sebanyak 40 personel diterjunkan dalam operasi ini, dengan dukungan anggaran operasional yang telah disiapkan.

Operasi ini mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif, serta penegakan hukum yang humanis. Artinya, aparat tidak hanya fokus pada tindakan tegas, tetapi juga mengutamakan dialog dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyampaikan bahwa Imlek dan Cap Go Meh bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang memberi dampak sosial dan ekonomi bagi warga.

Tahun ini ada tantangan tersendiri. Perayaan Cap Go Meh beririsan dengan awal Bulan Suci Ramadan. Situasi ini membutuhkan kesiapan ekstra agar seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan harmonis tanpa mengganggu satu sama lain.

Ia pun mengajak seluruh unsur pengamanan untuk tetap mengedepankan sikap profesional, toleran, dan humanis. Menurutnya, keberagaman di Bengkayang adalah kekuatan yang harus dijaga bersama.

Bagi masyarakat, momentum ini bukan sekadar perayaan tahunan. Ini adalah simbol kebersamaan dan toleransi. Dengan sinergi aparat dan dukungan warga, Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Bengkayang diharapkan menjadi contoh perayaan yang aman, tertib, dan penuh harmoni.

Mari kita jaga suasana tetap damai. Karena keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama.

Editor: Heri Yakop | Sumber: ANTARA/Narwati

Rabu, 11 Februari 2026

Mobil Operasional Program MBG Terjaring Razia Polisi Bengkayang Pajak Mati dan Tanpa SIM

Mobil operasional MBG di Bengkayang terjaring razia keselamatan oleh Satlantas Polres Bengkayang, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Narwati
Mobil operasional MBG di Bengkayang terjaring razia keselamatan oleh Satlantas Polres Bengkayang, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Narwati

BENGKAYANG – Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjaring razia Operasi Keselamatan Kapuas 2026 yang digelar di wilayah hukum Polres Bengkayang, Kalimantan Barat. Razia ini menyoroti kepatuhan administrasi kendaraan demi keselamatan semua pengguna jalan.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan pengemudi mobil MBG tersebut tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sementara pajak kendaraan juga telah kedaluwarsa.

"Pada saat razia gabungan hari ini, kami menemukan salah satu kendaraan operasional MBG. Setelah dicek, pengemudinya tidak memiliki SIM dan kendaraan tersebut mati pajak," ujar Kepala Satlantas Polres Bengkayang, AKP Sunarly, Rabu.

Meskipun kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung program pemerintah, polisi menegaskan bahwa aturan tetap harus dijalankan tanpa pengecualian. Penindakan ini sekaligus menunjukkan komitmen kepolisian dalam menegakkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas, termasuk bagi kendaraan program pemerintah.

AKP Sunarly menekankan pentingnya kepatuhan administrasi kendaraan, khususnya bagi program nasional yang melibatkan mitra pengusaha atau pihak ketiga.

"Kami mengimbau kepada seluruh pelaksana program pemerintah yang bermitra dengan pengusaha, pastikan kendaraan dalam kondisi sah, mulai dari STNK, pajak, hingga pengemudi wajib memiliki SIM. Ini langkah penting untuk menjaga keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan," jelasnya.

Langkah penegakan hukum ini bukan untuk menghambat pelaksanaan program MBG, melainkan sebagai upaya preventif agar potensi kecelakaan di jalan raya bisa diminimalkan.

Selain penertiban administrasi, AKP Sunarly juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bengkayang sebagai dasar pelaksanaan Operasi Keselamatan Kapuas 2026.

Pada tahun 2025, tercatat 102 kasus kecelakaan lalu lintas, sementara di awal 2026, khususnya bulan Januari, terjadi 8 kasus kecelakaan dengan 6 korban meninggal dunia.

"Data ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin serta memastikan kelengkapan surat kendaraan," tambahnya.

Operasi Keselamatan Kapuas 2026 digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan fatal.

"Kami mengimbau seluruh instansi, baik pemerintah maupun swasta, untuk memastikan kendaraan operasional layak jalan dan administrasi personel lengkap sebelum digunakan," pungkas AKP Sunarly.

Warga Bengkayang Geger Temukan Jenazah Membusuk di Taman Kencana, Penyebab Kematian Masih Misterius

Warga Bengkayang Geger Temukan Jenazah Membusuk di Taman Kencana, Penyebab Kematian Masih Misterius
Warga Bengkayang Geger Temukan Jenazah Membusuk di Taman Kencana, Penyebab Kematian Masih Misterius.

BENGKAYANG -- Warga Komplek Perumahan Taman Kencana, Bengkayang, digemparkan dengan penemuan jenazah pria dalam kondisi sudah membusuk pada Selasa, (10/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini terjadi di Blok A12, Jalan Sekayok, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.

Korban diketahui bernama Yanto Punggut, pria berusia 42 tahun, beragama Protestan, kelahiran Kinande, 14 Maret 1985. Ia tercatat sebagai warga Dusun Sengkabang Bawah, Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian korban masih belum diketahui. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Bengkayang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini bermula dari rasa curiga seorang teman korban, Dedi (37), seorang PNS asal Kecamatan Lumar. Ia mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Yanto pada Jumat, 30 Januari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, Dedi mencoba menghubungi korban melalui telepon genggam dengan maksud meminjam mobil. Namun, ponsel korban tidak aktif. Merasa ada yang tidak biasa, Dedi mendatangi rumah korban pada Selasa siang.

“Saya curiga karena mobilnya tidak pernah keluar seperti biasanya,” ungkap Dedi dalam keterangannya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Dedi tiba di rumah korban dan mendapati kondisi rumah terkunci rapat. Karena semakin khawatir, ia melaporkan temuannya kepada anggota kepolisian lalu lintas yang ditemuinya.

Setelah berkoordinasi, Dedi bersama rekannya, Adrianus Edi (43), seorang petani asal Lumar, akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu rumah yang terkunci menggunakan alat yang mereka beli.

Namun, saat pintu berhasil dibuka, keduanya langsung mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari dalam rumah.

“Kami tidak berani masuk. Bau menyengat sekali,” ujar saksi.

Mereka pun segera melaporkan temuan tersebut ke penjagaan Polres Bengkayang untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Bengkayang guna pemeriksaan medis.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau penyebab pasti kematian korban. Aparat masih melakukan penyelidikan mendalam.

Penulis: Fran Asok

Senin, 09 Februari 2026

38 Gedung Sekolah di Bengkayang Siap Diresmikan, Angin Segar Pendidikan Wilayah Perbatasan

38 Gedung Sekolah di Bengkayang Siap Diresmikan, Angin Segar Pendidikan Wilayah Perbatasan
38 Gedung Sekolah di Bengkayang Siap Diresmikan, Angin Segar Pendidikan Wilayah Perbatasan.

BENGKAYANG -- Kabar baik datang dari dunia pendidikan di wilayah perbatasan. Sebanyak 38 gedung sekolah hasil program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dipastikan siap diresmikan pada 12 Februari mendatang. Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah yang selama ini masih terbatas fasilitasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, menyampaikan bahwa seluruh sekolah tersebut merupakan penerima program revitalisasi tahun anggaran 2025 yang didanai langsung oleh pemerintah pusat. Program ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA.

“Total ada 38 satuan pendidikan yang sudah selesai direvitalisasi dan siap diresmikan. Ini mencakup hampir semua jenjang pendidikan,” ujar Heru.

Revitalisasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan lama. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan lebih efektif. Hal ini menjadi sangat penting, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

Menariknya, rencana peresmian puluhan sekolah ini dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian serius terhadap pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Heru menambahkan, program revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang menekankan percepatan peningkatan mutu layanan pendidikan nasional, tanpa terkecuali daerah terpencil dan perbatasan.

Salah satu sekolah yang merasakan langsung manfaat program ini adalah SMA Negeri 1 Bengkayang. Sekolah tersebut kini memiliki gedung baru dua lantai dengan delapan ruang kelas modern serta ruang tata kelola sekolah yang lebih representatif. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Pemerintah daerah berharap, peresmian 38 gedung sekolah hasil revitalisasi ini bisa menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bengkayang. Lebih dari itu, langkah ini juga diharapkan mampu memperkecil kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perbatasan dan daerah perkotaan.

Dengan sekolah yang lebih layak dan fasilitas yang memadai, masa depan pendidikan di Bengkayang kini terlihat semakin cerah. Sebuah langkah nyata yang patut diapresiasi demi generasi muda yang lebih siap dan berdaya saing.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Minggu, 08 Februari 2026

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi
Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi.

BENGKAYANG -- Bayangkan anak berangkat sekolah tanpa perut kosong, tubuh lebih segar, dan pikiran lebih siap menerima pelajaran. Inilah gambaran besar yang ingin diwujudkan pemerintah lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Sejak resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini langsung menjadi sorotan publik karena menyentuh kebutuhan paling mendasar: gizi dan kesehatan anak Indonesia.

MBG dirancang khusus untuk kelompok rentan, mulai dari anak usia sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Tujuannya jelas, memastikan asupan nutrisi terpenuhi sejak dini sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

MBG, Solusi Nyata Masalah Gizi Nasional

Masalah gizi buruk dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Karena itu, MBG hadir bukan sekadar program bagi-bagi makanan, tetapi sebagai strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Secara nasional, program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat dengan dukungan anggaran fantastis mencapai Rp171 triliun, yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Skala besar ini menjadikan MBG sebagai salah satu program intervensi gizi terbesar sepanjang sejarah kebijakan sosial Indonesia.

Dampak Nyata pada Kesehatan Siswa

Berbagai penelitian mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Jurnal ilmiah yang ditulis Dede Zainudin, dosen Universitas Indraprasta PGRI, mengungkapkan bahwa manfaat MBG paling cepat terlihat pada perbaikan kondisi fisik siswa.

Penelitian kuantitatif di SMAN 1 Pebayuran terhadap 250 siswa menemukan bahwa peserta MBG mengalami peningkatan energi, daya tahan tubuh, dan penurunan frekuensi sakit. Anak-anak menjadi lebih bugar dan tidak mudah kelelahan saat belajar.

Tak hanya itu, studi awal juga mencatat peningkatan asupan protein, vitamin, dan mineral, nutrisi penting dalam masa pertumbuhan. Secara teoritis, menu MBG bahkan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan gizi harian anak, sehingga berpotensi menekan risiko kekurangan gizi kronis.

“Program Makan Bergizi Gratis terbukti meningkatkan stamina dan menurunkan frekuensi sakit pada peserta didik,” tulis Dede Zainudin dalam laporannya.

Nutrisi Seimbang, Otak Lebih Fokus

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi
Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi.

Manfaat MBG tak berhenti di fisik. Sejumlah jurnal nutrisi di Indonesia menyebutkan bahwa pola makan bergizi berkaitan erat dengan fungsi kognitif siswa, terutama dalam hal konsentrasi, daya ingat, dan pemahaman pelajaran.

Artinya, MBG bukan hanya intervensi kesehatan, tetapi juga alat pendukung proses belajar di sekolah. Anak yang gizinya tercukupi cenderung lebih fokus, aktif, dan siap menerima materi.

Kualitas Menu Jadi Kunci Keberhasilan

Namun, efektivitas MBG sangat ditentukan oleh kualitas dan komposisi menu. Studi di Makassar membandingkan menu MBG dengan susu dan tanpa susu. Hasilnya, menu dengan susu mampu menyumbang sekitar 742 kkal energi (28 persen RDA) dan 34,9 gram protein (46,5 persen RDA) untuk remaja.

Sementara itu, menu tanpa susu tetap unggul dalam pemenuhan mikronutrien penting seperti zat besi, yang mencapai lebih dari 50 persen kebutuhan harian. Temuan ini menegaskan bahwa perencanaan menu yang seimbang dan berkelanjutan sangat menentukan dampak MBG.

Bukan Sekadar Makan, Tapi Edukasi Gizi

Menariknya, MBG juga dibarengi dengan edukasi pola makan sehat di sekolah. Anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga diajak memahami pentingnya gizi seimbang dan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Dalam panduan pelaksanaannya, peningkatan literasi gizi dan perubahan perilaku makan menjadi salah satu target utama MBG. Dengan cara ini, manfaat program diharapkan bertahan hingga jangka panjang.

Pengaruh ke Kehadiran dan Aktivitas Belajar

Dari sisi pendidikan, berbagai riset menyebutkan bahwa status gizi yang lebih baik berbanding lurus dengan kehadiran dan keterlibatan siswa di kelas. Anak yang cukup gizi cenderung lebih jarang absen dan lebih aktif dalam pembelajaran.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa prestasi akademik tidak hanya dipengaruhi gizi. Faktor lingkungan keluarga, kualitas sekolah, dan metode pengajaran tetap memegang peranan penting.

Tantangan dan Catatan Evaluasi

Evaluasi ilmiah juga mencatat bahwa dampak MBG pada konsentrasi dan absensi tidak selalu seragam. Penelitian di beberapa SD di Jakarta menunjukkan bahwa meskipun status gizi membaik, peningkatan konsentrasi belajar belum selalu signifikan secara statistik.

Hal ini menegaskan bahwa program gizi perlu didukung faktor eksternal, seperti peran keluarga dan lingkungan belajar yang kondusif.

Penilaian Awal dari BPS

Data awal dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui survei monitoring pertengahan 2025 menunjukkan respon positif masyarakat. MBG dinilai berdampak baik pada kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi lokal, termasuk penyerapan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok pangan daerah.

Meski data rinci masih menunggu rilis nasional, sinyal awal ini menjadi angin segar bagi keberlanjutan program.

Kisah MBG di Bengkayang

Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi
Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Anak Sekolah, Ini Fakta Dampaknya bagi Kesehatan dan Prestasi.

Di daerah, MBG juga mulai menunjukkan hasil. Kepala SMAN 1 Bengkayang, Sri Yanti, menuturkan bahwa program ini telah berjalan sejak Agustus 2025 dan distribusinya relatif lancar.

Bahkan, Forkopimda Kabupaten Bengkayang sempat turun langsung melakukan monitoring dengan makan siang bersama siswa penerima manfaat. Menu yang disajikan pun menyesuaikan bahan pangan lokal, seperti ketela dan jagung yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Namun, ada catatan penting dari lapangan. Menurut Sri Yanti, ke depan pengelola diharapkan lebih kreatif dan variatif dalam menyusun menu, terutama dalam mengganti sumber protein. Pasalnya, telur yang sering digunakan ternyata kurang diminati oleh sebagian siswa.

Sekolah telah menyampaikan masukan tersebut dan mendapat respons positif dari pengelola. Harapannya, program strategis ini bisa terus berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa.

Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Secara keseluruhan, Program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi besar dalam meningkatkan gizi, kesehatan, dan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia. Dengan cakupan luas dan dukungan anggaran besar, MBG menjadi salah satu pilar penting pembangunan SDM nasional.

Ke depan, keberhasilan MBG akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, evaluasi berkelanjutan, serta kolaborasi pemerintah, sekolah, dan keluarga. Jika dijalankan dengan tepat, MBG bukan hanya memberi makan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan generasi Indonesia.

Penulis: Fran Asok

Sabtu, 24 Januari 2026

Terbongkar Berkat Laporan Warga, Pengedar Sabu Asal Singkawang Ditangkap di Bengkayang

Terbongkar Berkat Laporan Warga, Pengedar Sabu Asal Singkawang Ditangkap di Bengkayang
Terbongkar Berkat Laporan Warga, Pengedar Sabu Asal Singkawang Ditangkap di Bengkayang.

BENGKAYANG -- Aksi peredaran narkoba yang dijalani Pendi alias Lojeng Bin Kabli, pria 31 tahun asal Setapuk, Kota Singkawang, akhirnya terhenti. Pria yang berdomisili di Jalan Ratu Sepudak, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara itu harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap polisi di wilayah Bengkayang.

Penangkapan berlangsung di kawasan Jalan Gereja Protestan, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang. Lokasi tersebut menjadi akhir perjalanan Lojeng sebagai pengedar narkotika jenis sabu.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui Kasat Reserse Narkotika AKP Jumadi menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim Satresnarkoba Polres Bengkayang.

“Pelaku berhasil diamankan pada Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di sekitar Jalan Gereja Protestan, Kelurahan Bumi Emas,” ujar AKP Jumadi kepada awak media, Jumat 23 Januari 2026.

Terbongkar Berkat Laporan Warga, Pengedar Sabu Asal Singkawang Ditangkap di Bengkayang
Terbongkar Berkat Laporan Warga, Pengedar Sabu Asal Singkawang Ditangkap di Bengkayang.

Saat ditangkap, Pendi alias Lojeng diketahui tengah mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah dengan nomor polisi KB 6648 YP. Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang mencurigakan.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan tujuh klip plastik bening berisi narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik hitam. Setelah itu, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Bengkayang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Jumadi menambahkan, total barang bukti sabu yang diamankan memiliki berat bruto sekitar 600,70 gram. Selain itu, polisi juga menyita berbagai barang pendukung lainnya.

Barang bukti tersebut antara lain enam klip plastik bening tambahan, satu klip plastik bening, dua kantong plastik hitam, empat potong lakban kuning, satu potongan tali plastik hitam, satu unit ponsel merek Realme warna abu-abu, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy lengkap dengan kunci kontaknya.

Atas perbuatannya, Pendi alias Lojeng dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ancaman hukuman yang menanti pelaku lebih dari lima tahun penjara.

Polres Bengkayang pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif memberikan informasi. Menurut AKP Jumadi, keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara kepolisian dan warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Ini bukti bahwa kolaborasi antara polisi dan warga sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkoba,” tegasnya.

Ke depan, pihak kepolisian berharap dukungan masyarakat terus berlanjut, terutama dari tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, demi menciptakan Bengkayang yang bersih dari narkotika.

“Peran masyarakat sangat kami harapkan agar upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba bisa berjalan maksimal,” pungkas AKP Jumadi.

Penulis: Fran Asok

Rabu, 31 Desember 2025

Kamtibmas Bengkayang 2025 Naik 13 Persen, Polisi Ungkap Titik Rawan dan Ajak Warga Lebih Waspada

Kamtibmas Bengkayang 2025 Naik 13 Persen, Polisi Ungkap Titik Rawan dan Ajak Warga Lebih Waspada
Kegiatan Press Release Polres Bengkayang.

BENGKAYANG - Polres Bengkayang mencatat adanya peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025. Total kasus kamtibmas yang ditangani mencapai 179 perkara. Angka ini naik 24 kasus atau sekitar 13 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 155 kasus.

Wakil Kepala Polres Bengkayang, Kompol Anne Tria Sefyn, menyampaikan bahwa kenaikan ini menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Meski demikian, ia menegaskan kondisi keamanan di Bengkayang secara umum masih aman dan kondusif.

Menurut Anne, peningkatan jumlah kasus justru menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan serta penegakan hukum yang lebih terukur dan humanis. Hal itu disampaikan dalam paparan rilis akhir tahun 2025 di Bengkayang, Selasa (30/12/2025)

Berdasarkan analisis dan evaluasi periode 1 Januari hingga 30 Desember 2025, Polres Bengkayang menerima 179 laporan polisi. Dari jumlah tersebut, 115 laporan berhasil dituntaskan. Selain itu, 35 laporan tunggakan juga berhasil diselesaikan, sementara 64 kasus lainnya masih dalam proses penanganan.

Jika dilihat dari jenis kejahatan, kasus kejahatan konvensional masih mendominasi dengan total 147 kasus. Dari jumlah tersebut, 92 kasus diselesaikan, 24 kasus tunggakan berhasil dituntaskan, dan 55 kasus masih berjalan. Tingkat penyelesaian untuk kategori ini mencapai sekitar 79 persen.

Sementara itu, kejahatan transnasional tercatat sebanyak 25 kasus. Sebanyak 17 kasus berhasil diselesaikan, tujuh kasus tunggakan dituntaskan, dan delapan kasus masih dalam penanganan. Tingkat penyelesaiannya dinilai sangat tinggi, yakni mencapai 96 persen.

Untuk kejahatan yang berkaitan dengan kekayaan negara, Polres Bengkayang menangani tujuh kasus sepanjang 2025. Enam di antaranya berhasil diselesaikan dan satu kasus masih dalam proses. Anne menyebut capaian ini sebagai hasil yang cukup optimal.

Ia juga menegaskan bahwa sepanjang 2025 tidak ditemukan kejahatan yang berimplikasi kontijensi atau dapat memicu gangguan besar. Dengan kata lain, kategori ini tercatat nihil.

Sejumlah kasus menonjol turut menjadi perhatian publik selama 2025. Di antaranya kasus 4C yang meliputi pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian biasa. Selain itu, ada pula kasus perlindungan perempuan dan anak, premanisme, tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan pekerja migran Indonesia, serta kasus ITE seperti penipuan dan penghinaan di media digital.

Dari sisi wilayah, Kecamatan Bengkayang menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 42 kasus. Disusul Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dengan 19 kasus, Monterado 18 kasus, Jagoi Babang 17 kasus, serta Lembah Bawang dan Sungai Raya yang masing-masing mencatat 13 kasus. Kecamatan lainnya mencatat angka yang relatif lebih rendah.

Berdasarkan waktu kejadian, puncak kasus kamtibmas terjadi pada bulan Maret dan April dengan masing-masing 21 kasus. Bulan Oktober menyusul dengan 18 kasus, sementara Januari, Agustus, dan September berada di kisaran 16 kasus.

Untuk jenis perkara, kasus persetubuhan menjadi yang paling banyak dengan 22 kasus. Disusul kasus narkoba 19 kasus, pencurian dengan pemberatan 17 kasus, pencurian biasa 14 kasus, pencurian kendaraan bermotor 13 kasus, serta penganiayaan 12 kasus. Kasus lain yang juga muncul antara lain KDRT, kekerasan seksual, pengrusakan, dan kekerasan terhadap anak.

Dalam hal penanganan tahanan, Polres Bengkayang mencatat 112 tahanan laki-laki dan empat tahanan perempuan. Selain itu, terdapat delapan anak yang berhadapan dengan hukum, terdiri dari lima anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Sepanjang 2025, Polres Bengkayang juga berhasil menyelamatkan kerugian negara dan masyarakat dengan total nilai lebih dari Rp1,56 miliar. Rinciannya berasal dari kejahatan konvensional sekitar Rp764,8 juta, kejahatan transnasional Rp268,1 juta, serta kejahatan terhadap kekayaan negara sebesar Rp531,5 juta.

Kompol Anne menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan langkah preventif dan preemtif. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli rutin, penguatan peran Bhabinkamtibmas, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat Bengkayang untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga diimbau agar lebih waspada, tidak mudah terpengaruh isu hoaks, dan segera melapor ke pihak kepolisian jika menemukan potensi gangguan keamanan.

Keamanan, menurut Anne, bukan hanya tugas polisi semata, tetapi tanggung jawab bersama demi terciptanya Bengkayang yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua.

Penulis: Fran Asok

Selasa, 30 Desember 2025

Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk

Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk
Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk.

BENGKAYANG - Masalah aliran air bersih di Desa Papan Uduk, Kabupaten Bengkayang, akhirnya mulai menemukan titik terang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkayang, Ir. Martin Pones, ST, menjelaskan secara terbuka penyebab utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di desa tersebut sempat tidak berjalan optimal.

Martin menyampaikan, dari hasil klarifikasi dan pengecekan awal di lapangan, ditemukan sejumlah kendala teknis yang cukup serius. Salah satunya adalah adanya banyak sumbatan di jalur pipa dari intake menuju bak reservoir.

“Sumbatan itu bukan hanya satu jenis, tapi campuran antara sampah dan batu. Ini yang membuat aliran air jadi terganggu,” jelasnya.

Tak hanya itu, kondisi geografis wilayah juga ikut berpengaruh. Jalur pipa dari intake ke reservoir melewati beberapa area berbukit. Akibatnya, udara terjebak di dalam pipa dan menghambat laju air menuju reservoir.

Namun kabar baiknya, setelah dilakukan pembersihan dan penanganan teknis di lokasi reservoir, aliran air kini sudah kembali lancar. Martin menyebut, air di reservoir bahkan sudah terisi lebih dari setengah kapasitas.

“Kalau dilihat langsung di reservoir, air sudah berjalan dengan baik. Akses menuju jaringan perpipaan dan sambungan rumah juga sudah kita buka,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, tim PUPR akan memastikan distribusi air benar-benar sampai ke rumah warga. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan air bisa tersalurkan secara maksimal ke seluruh Sambungan Rumah atau SR.

Air Sempat Tersendat, PUPR Bengkayang Bongkar Penyebab Masalah SPAM Desa Papan Uduk

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Kepala Desa Papan Uduk, masih ada beberapa titik sambungan rumah yang alirannya belum lancar. Dari total 249 SR yang terdata, terdapat sekitar 12 titik yang masih mengalami kendala.

Menanggapi hal tersebut, Martin langsung meminta pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan perbaikan di titik-titik bermasalah. Ia menegaskan, pelayanan air bersih harus benar-benar tuntas sebelum proyek dinyatakan selesai.

“Selama pelayanan SR belum sepenuhnya normal, saya belum akan menerbitkan persetujuan akhir. Semua sambungan rumah harus benar-benar terlayani,” tegasnya.

Sementara, rasa syukur dan apresiasi datang dari masyarakat di tiga desa di Kabupaten Bengkayang. Warga Desa Sukataru, Desa Godang Damar, dan Desa Papan Uduk secara terbuka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, khususnya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat, terutama terkait pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.

Penulis: Fran Asok