China Desak Dialog Nuklir Iran di Tengah Krisis Hormuz

Kamis, 05 Maret 2026

China Desak Dialog Nuklir Iran di Tengah Krisis Hormuz

China Desak Jaminan Keamanan Energi Usai Penutupan Selat Hormuz oleh IRGC
China mendesak jaminan keamanan energi global setelah Selat Hormuz ditutup IRGC pasca serangan AS dan Israel ke Iran, memicu gangguan pasokan minyak dunia dan risiko krisis energi. (Gambar ilustrasi AI)

China Desak Jaminan Keamanan Energi Usai Penutupan Selat Hormuz oleh IRGC

Pemerintah China pada Selasa (3/3) di Beijing menyerukan jaminan keamanan energi global menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam pasca serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa stabilitas pasokan energi merupakan kepentingan bersama dunia. Menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab menjaga jalur distribusi energi tetap terbuka demi mencegah guncangan ekonomi global.

Ketegangan Militer Picu Gangguan Jalur Minyak Dunia

Serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2) memicu respons cepat dari IRGC. Otoritas militer Iran tersebut mengirimkan peringatan kepada kapal-kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz bahwa tidak ada kapal yang diizinkan lewat.

Dampaknya langsung terasa. Hingga Senin (2/3), tercatat 706 kapal tanker non-Iran tertahan di kedua sisi selat. Penutupan ini berisiko besar terhadap negara-negara pengimpor minyak, terutama Jepang yang sekitar 95 persen kebutuhan minyak mentahnya berasal dari Timur Tengah dan sebagian besar melewati koridor sempit tersebut.

Selat Hormuz sendiri menangani sekitar 20 persen konsumsi minyak harian dunia atau sekitar 20 juta barel per hari, serta menjadi jalur vital ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab. Data pelayaran menunjukkan volume transit pada 1 Maret anjlok hingga 86 persen dibandingkan rata-rata 2026.

China Minta Operasi Militer Dihentikan

Mao Ning mendesak seluruh pihak menghentikan operasi militer, mencegah eskalasi, serta memastikan keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz. China juga menegaskan penolakannya terhadap pelanggaran kedaulatan negara mana pun melalui penggunaan kekerasan.

Ia menambahkan bahwa Beijing akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan energinya sendiri, sembari tetap mendorong stabilitas pasar global. Seruan ini mencerminkan kekhawatiran serius terhadap dampak konflik terhadap rantai pasok energi dunia.

Dukungan China untuk Solusi Damai Nuklir Iran

Dalam kesempatan yang sama, Mao Ning menyampaikan bahwa China mendukung penyelesaian damai isu nuklir Iran melalui dialog dan negosiasi. Beijing menghormati hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir secara damai dan menilai jalur diplomasi sebagai satu-satunya solusi berkelanjutan.

China juga menyoroti bahwa serangan terhadap Iran terjadi di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung. Menurut Mao, tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

Situasi Keamanan Maritim Meningkat ke Level Kritis

Badan United Kingdom Maritime Trade Operations meningkatkan tingkat keamanan maritim di Selat Hormuz ke kategori risiko tertinggi setelah sejumlah serangan terhadap kapal komersial di Teluk Oman dan perairan pesisir UEA.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan telah menghancurkan 11 kapal Iran di Teluk Oman karena dianggap mengganggu pelayaran internasional. Namun klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Iran.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara Teluk. Enam personel militer AS dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan tersebut.

Dampak Ekonomi Global Semakin Nyata

Penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia, gangguan distribusi LNG, serta tekanan inflasi global. Negara-negara Asia Timur, termasuk China dan Jepang, menjadi pihak paling rentan karena ketergantungan tinggi pada pasokan energi Timur Tengah.

Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas energi global di tengah konflik geopolitik. Dunia kini menunggu langkah diplomatik lanjutan untuk mencegah krisis energi yang lebih luas.

FAQ

1. Mengapa Selat Hormuz sangat penting bagi dunia?
Karena sekitar 20 persen minyak dunia dan volume besar LNG melewati jalur ini setiap hari.

2. Apa dampak penutupan Selat Hormuz?
Gangguan pasokan minyak, kenaikan harga energi, risiko inflasi global, dan ketidakstabilan pasar keuangan.

3. Apa sikap resmi China?
China mendesak penghentian operasi militer, menjaga keamanan pelayaran, dan mendorong solusi diplomatik atas isu nuklir Iran.

4. Apakah konflik ini berdampak pada Asia?
Ya. Negara seperti Jepang dan China sangat bergantung pada impor minyak Timur Tengah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar
SEO Smart Links