![]() |
| Iran menyebut Prancis, Tiongkok, dan Rusia menghubungi Teheran soal gencatan senjata. Namun Iran menegaskan musuh harus membayar harga atas pembunuhan Khamenei. |
Teheran, Iran -- Pemerintah Iran mengungkap adanya upaya diplomatik dari sejumlah negara untuk mendorong gencatan senjata di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Namun Teheran menegaskan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khamenei harus menanggung konsekuensinya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan beberapa negara telah menghubungi pemerintah Iran untuk membahas kemungkinan gencatan senjata Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan televisi pemerintah.
Menurutnya, negara-negara seperti Prancis, Tiongkok, dan Rusia ikut terlibat dalam komunikasi diplomatik tersebut.
Gharibabadi menjelaskan bahwa pembicaraan itu dilakukan setelah meningkatnya ketegangan yang oleh Teheran disebut sebagai bentuk “agresi terang-terangan” terhadap Iran.
Meski demikian, ia menegaskan keputusan mengenai gencatan senjata sepenuhnya berada di tangan pemerintah Iran.
“Beberapa negara telah menyampaikan pesan mengenai kemungkinan penghentian konflik. Namun keputusan akhir tetap berada pada otoritas di Teheran,” kata Gharibabadi.
Di sisi lain, pejabat Iran tersebut menekankan bahwa pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan Khamenei tidak akan luput dari konsekuensi. Ia menyebut musuh-musuh Iran harus “membayar harga” atas tindakan tersebut.
Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas pemerintah Iran di tengah meningkatnya tekanan diplomatik internasional.
Teheran menilai langkah menuju gencatan senjata Iran tidak dapat dipisahkan dari tuntutan pertanggungjawaban atas peristiwa yang disebutnya sebagai serangan terhadap kedaulatan negara.
Sejauh ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai mekanisme atau waktu kemungkinan pembahasan resmi terkait gencatan senjata.
Namun komunikasi diplomatik yang melibatkan sejumlah negara besar menandakan adanya upaya internasional untuk meredakan eskalasi situasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com
