Jejak 1 Abad Pabrik Kopi Legendaris Semarang Yang Masih Bertahan

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Sabtu, 21 Maret 2026

Jejak 1 Abad Pabrik Kopi Legendaris Semarang Yang Masih Bertahan

Jejak pabrik kopi legendaris 1915 di Semarang kini jadi Dharma Boutique Roastery, mempertahankan tradisi dan kualitas kopi lokal Indonesia.
Jejak pabrik kopi legendaris 1915 di Semarang kini jadi Dharma Boutique Roastery, mempertahankan tradisi dan kualitas kopi lokal Indonesia.

Bangunan tua di Jalan Wotgandul Barat, Semarang, ini bukan sekadar saksi bisu sejarah. Di balik dindingnya yang tampak usang, tersimpan kisah panjang industri kopi yang sudah berjalan lebih dari satu abad. Tempat ini dulunya dikenal sebagai pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915.

Kini, jejak sejarah tersebut tetap hidup lewat Dharma Boutique Roastery, sebuah usaha kopi keluarga yang terus menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dari Bandung ke Semarang, Awal Perjalanan Kopi Legendaris

Pabrik kopi ini pertama kali didirikan di Bandung pada masa kolonial Belanda. Namun pada tahun 1926, usaha tersebut dipindahkan ke Semarang, tepatnya di Jalan Wotgandul Barat.

Pemilik Dharma Boutique Roastery, Hidayat Basuki Dharma Wiyono, menjelaskan bahwa perpindahan ini juga membawa serta mesin-mesin produksi yang masih digunakan hingga sekarang.

“Awalnya didirikan di Bandung, tapi tahun 1926 dipindahkan ke Semarang, ke tempat kelahiran kakek saya,” ujarnya.

Meski sempat menghadapi tantangan, termasuk pembajakan merek lama, Dharma akhirnya memilih nama baru yang diambil dari identitas pribadinya.

Fokus Pada Kopi Lokal Berkualitas

Salah satu komitmen utama Dharma Boutique Roastery adalah hanya menggunakan kopi asli Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua, tersedia sekitar 50 jenis biji kopi yang bisa dipilih.

“Kami tidak menjual kopi impor. Semua dari Indonesia,” tegasnya.

Langkah ini bukan hanya soal kualitas, tapi juga bentuk dukungan terhadap petani kopi lokal. Menurut Dharma, kopi Indonesia punya kualitas rasa yang tidak kalah dengan produk luar negeri.

Seiring perkembangan zaman, industri kopi juga mengalami banyak inovasi. Metode pengolahan seperti proses basah, kering, hingga fermentasi membuat satu jenis kopi bisa memiliki beragam karakter rasa.

Perpaduan Tradisi dan Teknologi

Menariknya, roastery ini masih mempertahankan metode sangrai manual menggunakan mesin berusia sekitar 100 tahun. Meski sudah ditambahkan motor penggerak, prosesnya tetap menjaga sentuhan tradisional.

“Kami masih pakai cara manual, tapi sekarang lebih berbasis ilmu,” kata Dharma.

Ia juga menegaskan bahwa bisnisnya tidak bermain di harga murah, melainkan fokus pada kualitas.

Sensasi Ngopi di Bangunan Bersejarah

Berkunjung ke Dharma Boutique Roastery bukan sekadar beli kopi. Tempat ini menawarkan pengalaman unik yang sulit ditemukan di kafe modern.

Area duduknya didominasi ruang terbuka dengan suasana rindang, lengkap dengan bangunan klasik yang masih mempertahankan arsitektur lama. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil merasakan nuansa sejarah yang kental.

Selain itu, pengunjung juga bisa mencium langsung aroma berbagai biji kopi sebelum membeli. Para barista pun aktif memberikan edukasi tentang asal-usul, proses pengolahan, hingga cita rasa kopi.

Edukasi Jadi Nilai Tambah

Tidak hanya menjual kopi, Dharma juga menekankan pentingnya edukasi bagi pelanggan dan timnya.

“Awalnya tidak tahu, tapi belajar dari pengalaman. Sekarang barista malah lebih pintar,” ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi juga dipengaruhi budaya populer, seperti film Filosofi Kopi yang ikut mengangkat tren ngopi di Indonesia.

Setiap hari, tim di roastery ini rutin melakukan uji rasa dan blending untuk menjaga konsistensi produk.

“Kopi itu seni. Tidak ada yang paling enak karena selera tiap orang berbeda,” kata Dharma.

Produksi Masih Terbatas

Saat ini, produksi Dharma Boutique Roastery masih dalam skala kecil dan belum mencapai satu kuintal per hari. Meski pernah melakukan ekspor, kegiatan tersebut terhenti akibat kondisi ekonomi global.

“Kami masih kecil,” ujarnya.

Namun justru dari skala kecil inilah, kualitas dan konsistensi rasa tetap bisa dijaga.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Di mana lokasi Dharma Boutique Roastery?
Di Jalan Wotgandul Barat, Semarang.

2. Apa keunikan tempat ini dibanding kafe lain?
Menggabungkan bangunan bersejarah dengan proses roasting tradisional dan edukasi kopi.

3. Apakah menjual kopi impor?
Tidak, semua kopi berasal dari Indonesia.

4. Berapa jenis kopi yang tersedia?
Sekitar 50 jenis biji kopi dari berbagai daerah.

5. Apakah pengunjung bisa belajar tentang kopi di sini?
Ya, barista akan menjelaskan detail kopi sebelum pembelian.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.