![]() |
| (Foto) alat berat di lokasi tambang liar di kecamatan Matan Hilir Selatan, |
KETAPANG - Kelompok PETIR sekarang ini jadi perhatian karena kiprahnya ditengah masyarakat.
Kelompok ini mengklaim sudah menjadi organisasi resmi sebagai wadah pekerja dan cukong emas. Padahal Pemerintah belum menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Ketapang.
Cap miring kepada kelompok ini sebagai organisasi terasosiasi dengan praktek tambang liar beserta dampaknya sangat melekat.
Stigma negatif ini diperkuat dengan latar belakang ketua organisasinya, Kacung Supandi yang dikenal luas sebagai salah seorang pemodal dan penampung emas dari wilayah tambang ilegal di kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) maupun dari kecamatan Sungai Melayu Raya.
![]() |
| Sekretaris PETIR Aldo Wilyo (sumber media JB) |
"Seolah-olah aparat negara di atur-atur oleh segelintir orang bernaung dalam organisasi yang motif sebenarnya diduga buat bekingan praktek tambang emas ilegal," ujar Daniel, ketua Laskar Jagadilaga.
Organisasi ini pernah mendemo secara masif Markas Polisi (Mapolres) Ketapang untuk membebaskan Roni Paslah yang ditahan karena tersangkut perkara penganiayaan warga di lokasi tambang liar
Roni Paslah sendiri diketahui sebagai anggota PETIR dan bekerja di lokasi emas di daerah Matan Hilir Selatan. Aksi demo ini terjadi pada 9 Juni 2025.
Dikutip dari media Jurnal Borneo, PETIR adalah kepanjangan dari Persatuan Tambang Independen Rakyat.
Sekretaris kelompok itu, Aldo Mulyo mengklaim organisasinya merupakan wadah pekerja dan cukong emas yang terkait dalam aktivitas bisnis tambang emas di Ketapang.
Fokus geraknya adalah memperjuangkan legalitas penerbitan zin Pertambangan Rakyat (IPR) di wilayah pertambangan rakyat (WPR). PETIR berdiri sejak 1 Maret 2025 diketuai Kacung Supandi.
"Organisasi kami bentuk ini sebagai wadah bagi para pekerja tambang untuk berserikat dan memperjuangkan perizinan tambang kedepannya," ujar dia.
Dalam proses itu, pihaknya mengaku ikut membantu pemerintah dalam kegiatan sosial keagamaan terutama bagi anggota kelompoknya. "PETIR juga peduli terhadap pembangunan di Ketapang," ujarnya. (Muzahidin)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

