Penantian 20 Tahun Hajduk Split Menuju Gelar Liga Kroasia Terancam Saat Hadapi Dinamo Zagreb di Derby Penentuan

Kamis, 05 Maret 2026

Penantian 20 Tahun Hajduk Split Menuju Gelar Liga Kroasia Terancam Saat Hadapi Dinamo Zagreb di Derby Penentuan

Hajduk Split Ingin Mengakhiri Penantian Panjang Gelar Liga Kroasia Lewat Kemenangan Derby
Hajduk Split menghadapi laga penentuan melawan Dinamo Zagreb dalam Eternal Derby Liga Kroasia. Setelah 20 tahun tanpa gelar, klub asal Split berjuang menjaga harapan juara musim ini.

Hajduk Split Ingin Mengakhiri Penantian Panjang Gelar Liga Kroasia Lewat Kemenangan Derby

JAKARTA -- Perburuan gelar Liga Kroasia (HNL) oleh Hajduk Split kembali memasuki fase krusial. Klub asal kota Split itu masih berusaha mengakhiri penantian panjang sejak terakhir kali menjadi juara pada musim 2004/2005. 

Namun, hasil imbang 1-1 melawan Varazdin akhir pekan lalu membuat peluang mereka semakin menipis, terlebih pemuncak klasemen Dinamo Zagreb menang 4-2 atas HNK Gorica dan memperlebar jarak menjadi tujuh poin.

Situasi ini membuat laga berikutnya menjadi sangat menentukan. Pada 8 Maret, Hajduk akan menjamu Dinamo Zagreb di Stadion Poljud, Split, dalam pertandingan yang bisa disebut sebagai laga hidup mati. 

Jika kalah, peluang Hajduk untuk menjuarai liga hampir pasti tertutup. Hasil imbang pun tidak banyak membantu. Satu-satunya hasil yang menjaga asa adalah kemenangan.

Penantian Panjang Hajduk Split

Bagi Hajduk Split, kegagalan meraih gelar bukanlah cerita baru. Sejak trofi terakhir dua dekade lalu, klub ini kerap hanya menjadi pesaing terdekat. 

Dalam rentang waktu tersebut, mereka tercatat finis sebagai runner-up atau posisi ketiga sebanyak 14 kali.

Beberapa musim terakhir juga menghadirkan drama serupa. Pada musim 2023/2024, Hajduk sempat memimpin klasemen saat jeda musim dingin. 

Namun, performa mereka anjlok di paruh kedua kompetisi dengan menelan empat kekalahan beruntun, termasuk kekalahan di kandang dari rival utama Dinamo Zagreb yang akhirnya menjadi juara.

Musim lalu pun tak jauh berbeda. Hajduk hanya terpaut dua poin dari Rijeka yang berhasil mematahkan dominasi Dinamo Zagreb setelah tujuh gelar liga berturut-turut. Namun, periode buruk pada April hingga Mei 2025, saat Hajduk gagal menang dalam enam pertandingan beruntun, membuat mereka kehilangan posisi puncak klasemen.

Derby Abadi yang Sarat Emosi

Pertemuan antara Hajduk Split dan Dinamo Zagreb dikenal sebagai Eternal Derby, salah satu rivalitas paling panas di sepak bola Balkan. Pertandingan ini tidak hanya soal perebutan poin, tetapi juga menyangkut sejarah, identitas, dan politik.

Pada masa Yugoslavia sebelum awal 1990-an, pertandingan kedua klub menjadi simbol persaingan antarwilayah. Klub-klub Serbia seperti Red Star Belgrade dan Partizan Belgrade saat itu menjadi rival besar klub Kroasia dalam kompetisi Yugoslavia.

Setelah Kroasia merdeka pada 1991 dan liga nasional dibentuk pada 1992, rivalitas Hajduk dan Dinamo semakin memanas. Zagreb sebagai ibu kota dianggap memiliki pengaruh politik dan ekonomi lebih besar, sesuatu yang sering menimbulkan ketegangan dengan Split, kota pelabuhan di wilayah Dalmatia.

Sejarah Panjang dan Sikap Tegas Hajduk

Hajduk Split memiliki sejarah panjang yang mencerminkan sikap independen klub. Pada masa Perang Dunia II, ketika wilayah Split diduduki Italia, klub ini pernah ditawari bergabung dengan Serie A. Namun tawaran itu ditolak.

Ketika Nazi menguasai wilayah tersebut, para pemain Hajduk bahkan memilih bergabung dengan kelompok Partisan di Pulau Vis di Laut Adriatik. Setelah perang usai, pemerintah komunis Yugoslavia juga sempat meminta Hajduk pindah ke Beograd untuk menjadi klub militer negara. Tawaran itu kembali ditolak karena klub ingin tetap mempertahankan identitas Dalmatia.

Kontroversi dan Ketegangan Suporter

Rivalitas Hajduk dan Dinamo juga sering diwarnai konflik suporter. Kelompok ultras Hajduk yang dikenal sebagai Torcida, salah satu kelompok pendukung tertua di Eropa, memiliki sejarah panjang dalam aksi protes terhadap berbagai isu di sepak bola Kroasia.

Pada 2013, Torcida bahkan sempat bersatu dengan kelompok ultras Dinamo, Bad Blue Boys, untuk memprotes dugaan korupsi dalam pengelolaan sepak bola Kroasia.

Namun, dalam banyak kesempatan rivalitas ini juga berujung kekerasan. Pada April 2024, lebih dari 50 orang ditangkap setelah suporter Hajduk menyerbu lapangan usai kekalahan 0-1 dari Dinamo. Insiden serupa kembali terjadi pada Mei 2025 ketika polisi menahan lebih dari 140 suporter dari kedua kubu.

Harapan Baru di Skuad Hajduk

Meski jarak poin dengan Dinamo cukup jauh, Hajduk belum menyerah. Klub ini masih memiliki sejumlah pemain yang bisa membuat perbedaan.

Salah satu nama paling dikenal adalah Ante Rebic, mantan pemain AC Milan yang lahir di Split. Ia memiliki motivasi besar untuk membantu klub kota kelahirannya meraih kejayaan.

Selain itu ada Rokas Pukštas, gelandang muda kelahiran Amerika Serikat yang membela tim nasional Lithuania. Pemain berusia 21 tahun itu menjadi salah satu motor serangan Hajduk dengan enam gol dari 16 pertandingan liga.

Di lini depan, Michele Šego juga tampil impresif dengan torehan 10 gol yang membuatnya menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di liga.

Untuk memperkuat lini belakang, Hajduk baru saja merekrut bek Austria Dario Maresic dari Istra 1961 pada bulan lalu.

Laga Penentuan di Poljud

Bagi kota Split, Hajduk bukan sekadar klub sepak bola, tetapi bagian dari identitas kota. Dukungan suporter selalu memadati Stadion Poljud setiap kali tim bermain.

Karena itu, pertandingan melawan Dinamo Zagreb akhir pekan ini menjadi momen yang sangat menentukan. Jika mampu menang, peluang Hajduk untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar masih terbuka.

Namun jika gagal, penantian panjang kota Split untuk kembali melihat klub kebanggaannya menjadi juara Liga Kroasia kemungkinan akan terus berlanjut.

FAQ

Mengapa pertandingan Hajduk Split vs Dinamo Zagreb disebut Eternal Derby?
Karena rivalitas kedua klub sangat panjang dan melibatkan aspek sejarah, politik, serta identitas regional di Kroasia.

Kapan terakhir kali Hajduk Split juara Liga Kroasia?
Hajduk terakhir kali menjadi juara pada musim 2004/2005.

Siapa pemain kunci Hajduk Split saat ini?
Beberapa pemain penting di skuad Hajduk antara lain Ante Rebic, Rokas Pukštas, Michele Šego, dan Dario Maresic.

Mengapa rivalitas ini sering memanas?
Selain faktor olahraga, rivalitas ini dipengaruhi sejarah politik, identitas kota, dan ketegangan antar suporter.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

  

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar