![]() |
| Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran. |
BorneoTribun, Dunia - Serangan roket yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel menghantam wilayah pinggiran Kota Shiraz di Iran selatan pada Jumat. Laporan kantor berita Fars menyebut sedikitnya 20 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Target serangan dilaporkan mengenai area sipil di Zibashahr, sebuah wilayah pinggiran yang berada di sekitar pusat administrasi Provinsi Fars. Sejumlah fasilitas publik dilaporkan rusak, termasuk taman bermain anak-anak serta bangunan yang digunakan sebagai tempat ambulans.
Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan eskalasi militer.
Serangan Hantam Area Sipil di Zibashahr
![]() |
| Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran. |
Menurut laporan media Iran, roket menghantam kawasan Zibashahr yang berada di pinggiran Shiraz. Area yang terkena dampak mencakup taman bermain anak-anak yang berada di dekat permukiman warga.
Selain itu, sebuah gedung ambulans juga dilaporkan terkena serangan. Fasilitas tersebut sebelumnya digunakan untuk pelayanan medis darurat bagi masyarakat sekitar.
Serangan terhadap fasilitas sipil tersebut menyebabkan korban jiwa di kalangan warga setempat.
Petugas Medis Termasuk Korban Tewas
Di antara korban tewas dilaporkan terdapat dua petugas ambulans yang sedang bertugas. Mereka berada di sekitar fasilitas medis ketika serangan terjadi.
Sementara itu, puluhan korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi beberapa korban dilaporkan cukup serius.
Tim penyelamat dan tenaga medis dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta menangani warga yang terdampak.
Laporan Media Iran Soal Serangan Gabungan
Kantor berita Fars menyebut serangan tersebut sebagai operasi gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara terkait laporan tersebut.
Informasi yang beredar masih bersumber dari laporan media Iran dan otoritas lokal setempat.
Situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan masih dipantau oleh aparat setempat.
Dampak Serangan Terhadap Situasi Kawasan
Insiden ini diperkirakan dapat memperburuk ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan beberapa negara dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.
Pemerintah setempat dan tim darurat saat ini masih melakukan pendataan korban serta menilai kerusakan yang terjadi akibat serangan tersebut.
Perkembangan situasi di wilayah Shiraz dan sekitarnya masih terus dipantau seiring munculnya laporan lanjutan dari otoritas lokal.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

