![]() |
| Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu. (Gambar ilustrasi AI) |
Palangka Raya -- Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana pusat perbelanjaan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tampak semakin ramai. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lonjakan pembelian emas perhiasan oleh masyarakat.
Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah toko emas, termasuk di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), yang dipadati pembeli sejak beberapa hari terakhir.
Pengelola Toko Emas Mitra Baru, Muliana Sari, mengungkapkan bahwa tren penjualan emas mengalami peningkatan signifikan dibanding hari biasa.
“Tren penjualan emas untuk saat ini, apalagi sudah mendekati Lebaran, meningkat drastis. Dibanding hari biasa, terjadi peningkatan, puncaknya diperkirakan H-1 Lebaran bisa tembus 40 persen,” ujarnya di Sampit, Rabu.
Harga Emas Masih Fluktuatif, Tapi Tetap Diminati
![]() |
| Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu. (Gambar ilustrasi AI) |
Meski harga emas masih bergerak fluktuatif mengikuti pasar global, minat masyarakat tidak menunjukkan penurunan. Setelah sempat melonjak tinggi, kini harga emas cenderung stabil.
Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga emas saat ini mengalami kenaikan cukup tajam, bahkan mencapai lebih dari 60 persen.
Sebagai gambaran, emas kadar tinggi jenis 999 sebelumnya berada di kisaran Rp1.620.000 per gram, kini melonjak menjadi Rp2.550.000 per gram.
Berdasarkan data pasar per 13 Maret 2026, berikut kisaran harga emas di Sampit:
Emas Antam: Rp3.150.000 per gram
Emas UBS: Rp2.950.000 per gram
Emas 999 (24 karat): Rp2.550.000 per gram
Emas 750 (17 karat): Rp2.200.000 per gram
Emas 700 (16 karat): Rp2.050.000 per gram
Emas 375 (8 karat): Rp1.180.000 per gram
Harga ini diperkirakan masih akan terus berubah mengikuti dinamika pasar emas dunia.
Tren Pembelian Berubah, Lebih Banyak yang Membeli
![]() |
| Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu. (Gambar ilustrasi AI) |
Menariknya, tren transaksi emas juga mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya perbandingan pembeli dan penjual berada di angka 60:40, kini berubah menjadi 80:20.
Artinya, lebih banyak masyarakat yang memilih membeli dibanding menjual emas mereka.
Menurut Muliana, kondisi ini dipengaruhi oleh keinginan masyarakat, terutama kaum perempuan, untuk tampil lebih maksimal saat Hari Raya.
“Biasanya memang menjelang Lebaran seperti ini permintaan naik, karena orang ingin tampil lebih percaya diri saat silaturahmi,” tambahnya.
Emas Jadi Pilihan Investasi Sekaligus Gaya
Salah satu pembeli, Fitriani, mengaku sengaja menyisihkan sebagian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membeli emas.
Menurutnya, emas bukan hanya sekadar aksesori, tetapi juga bentuk investasi yang aman di tengah tingginya pengeluaran menjelang Lebaran.
“Jadi selain untuk memperindah penampilan saat silaturahmi nanti, emas ini juga jadi simpanan atau investasi jangka panjang,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan favorit masyarakat, tidak hanya untuk menunjang penampilan, tetapi juga sebagai strategi menjaga nilai aset.
FAQ
1. Kenapa penjualan emas naik jelang Lebaran?
Karena meningkatnya kebutuhan tampil maksimal saat silaturahmi serta adanya THR yang digunakan untuk belanja.
2. Apakah harga emas akan terus naik?
Tidak selalu. Harga emas bersifat fluktuatif mengikuti pasar global.
3. Apakah membeli emas saat Lebaran menguntungkan?
Bisa menguntungkan sebagai investasi jangka panjang, meski harga sedang tinggi.
4. Emas apa yang paling banyak dibeli?
Emas perhiasan kadar tinggi seperti 999 dan 750 cukup diminati.


