Berita BorneoTribun: Sampit hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sampit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Intrusi Air Laut Jadi Ancaman, BPBD Kotim Perkuat Mitigasi Kekeringan

BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.
BPBD Kotawaringin Timur memperkuat sinergi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak kekeringan di wilayah pesisir, termasuk ancaman krisis air bersih dan ketahanan pangan.

Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus memperkuat sinergi dengan sejumlah instansi terkait guna mengantisipasi potensi dampak terburuk akibat kekeringan, khususnya di wilayah pesisir.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul kekhawatiran meningkatnya risiko kesulitan air bersih hingga ancaman terhadap sektor pertanian yang dapat berdampak pada ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan bahwa kekeringan bukan sekadar persoalan berkurangnya curah hujan, tetapi juga bisa menimbulkan dampak luas pada kehidupan masyarakat.

“Kekeringan bisa menimbulkan dampak cukup luas, seperti kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap pertanian yang berimbas pada hasil panen dan ketahanan pangan,” kata Multazam di Sampit, Selasa.

Wilayah Pesisir Jadi Perhatian Utama

Beberapa desa di wilayah pesisir diketahui kerap mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Kondisi tersebut biasanya terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan.

Menurut Multazam, wilayah pesisir memiliki kerentanan lebih tinggi karena bergantung pada sumber air baku yang dapat berubah menjadi payau akibat intrusi air laut. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Jika intake atau sumber air baku mengalami intrusi air laut, kualitas air dapat menurun drastis. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk kemungkinan mendistribusikan air bersih dari wilayah Kota Sampit apabila diperlukan.

Ancaman Intrusi Air Laut Perlu Diwaspadai

Pengalaman musim kemarau sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, intrusi air laut bahkan tercatat mencapai perairan Pelangsian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sampit.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak di wilayah selatan, tetapi juga berpotensi meluas hingga wilayah utara akibat pendangkalan sungai dan meningkatnya tingkat kekeruhan air.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, BPBD telah menyiapkan mobil tangki air yang siap dikerahkan sewaktu-waktu guna menyuplai air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Sinergi Dengan Dinas Pertanian Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Selain sektor air bersih, BPBD juga menaruh perhatian serius pada dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Hal ini penting karena kekeringan dapat menurunkan produktivitas lahan dan memengaruhi hasil panen.

Multazam menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk membahas strategi mitigasi risiko kekeringan.

“Setelah rapat kemarin, saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian, khususnya terkait ancaman kekeringan terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan dini serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat apabila kekeringan terjadi dalam skala luas.

Pemerintah Diminta Hadir Lebih Awal

Upaya antisipasi sejak dini dinilai menjadi langkah krusial untuk meminimalkan dampak kekeringan. Pemerintah daerah diharapkan terus hadir dalam memastikan masyarakat tidak mengalami krisis air bersih, terutama di wilayah pesisir yang paling rentan.

Selain distribusi air bersih, edukasi kepada masyarakat terkait penghematan air dan pemanfaatan sumber air alternatif juga menjadi bagian dari strategi mitigasi yang tengah disiapkan.

Dengan langkah kolaboratif antara BPBD, Dinas Pertanian, serta instansi teknis lainnya, pemerintah daerah optimistis dampak kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin dan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.

FAQ

1. Apa yang dilakukan BPBD Kotawaringin Timur untuk mengantisipasi kekeringan?
BPBD memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, menyiapkan mobil tangki air bersih, serta memantau potensi intrusi air laut di wilayah pesisir.

2. Wilayah mana yang paling rentan terdampak kekeringan?
Wilayah pesisir seperti Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan menjadi daerah yang paling sering mengalami kesulitan air bersih.

3. Apa dampak utama kekeringan bagi masyarakat?
Dampak utama meliputi kesulitan air bersih, penurunan hasil pertanian, serta ancaman terhadap ketahanan pangan.

4. Bagaimana pemerintah mengatasi kekurangan air bersih?
Pemerintah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan kemungkinan pasokan dari Kota Sampit.

5. Mengapa sinergi lintas instansi penting dalam menghadapi kekeringan?
Karena dampak kekeringan tidak hanya pada air bersih, tetapi juga sektor pertanian, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Minggu, 29 Maret 2026

Kapal Tangki Terbakar Saat Docking Di Sungai Mentaya Sampit Kalteng

Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Kapal tangki minyak terbakar di Sungai Mentaya Sampit saat docking. Api masih aktif, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

SAMPIT – Sebuah kapal tangki minyak dilaporkan terbakar saat sedang tambat di pinggir Sungai Mentaya, tepatnya di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Sabtu sore.

Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar. Kobaran api terlihat cukup besar hingga menjelang malam hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam api masih belum sepenuhnya padam.

“Api masih aktif. Ini top up BBM dan mesin,” ujarnya.

Petugas Fokus Cegah Api Meluas

Puluhan personel pemadam kebakaran bersama relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Fokus utama petugas saat ini adalah mencegah api menjalar ke kapal lain maupun fasilitas docking yang berada di sekitar lokasi.

Informasi sementara menyebutkan kapal tersebut sedang sandar di area docking milik sebuah perusahaan untuk menjalani proses perbaikan.

Selain pemadam kebakaran, tim dari Basarnas juga dikabarkan akan menuju lokasi untuk membantu penanganan.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Lurah Tanah Mas, Ridowan, membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga kini pihaknya masih mengumpulkan data terkait kronologi dan penyebab kebakaran.

“Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kronologi terjadinya kebakaran tersebut, apakah karena kelalaian pekerja atau faktor lain,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kapal yang terbakar merupakan milik perusahaan dan sedang dalam proses perbaikan, bukan aktivitas distribusi bahan bakar.

Area Docking Berisiko Tinggi

Ridowan menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan pusat perawatan kapal, di mana berbagai jenis armada seperti tongkang dan tugboat sering bersandar untuk perbaikan.

Aktivitas teknis seperti pengelasan menjadi hal yang umum dilakukan di area tersebut, yang memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kebakaran.

“Biasanya kapal diperbaiki, termasuk pengelasan pada bagian yang rusak atau bocor,” tambahnya.

Bantah Ada Aktivitas Bongkar Muat BBM

Menanggapi isu yang beredar, Ridowan memastikan bahwa lokasi tersebut tidak digunakan untuk aktivitas bongkar muat BBM.

“Perlu saya luruskan bahwa di sana tidak ada aktivitas bongkar muat BBM. Tempat itu hanya digunakan untuk perbaikan kapal,” tegasnya.

Belum Ada Data Korban

Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis informasi resmi terkait jumlah kerugian maupun kemungkinan adanya korban jiwa.

Tim di lapangan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali terjadi.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran kapal tangki terjadi?
Di Sungai Mentaya, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Sampit, Kotawaringin Timur.

2. Kapan kejadian kebakaran terjadi?
Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB.

3. Apa penyebab kebakaran kapal?
Masih dalam penyelidikan, diduga terkait aktivitas teknis saat perbaikan.

4. Apakah ada korban jiwa?
Belum ada informasi resmi dari pihak berwenang.

5. Apakah lokasi digunakan untuk bongkar muat BBM?
Tidak, lokasi tersebut murni area perbaikan kapal.

Sabtu, 28 Maret 2026

Api Hanguskan Lahan Warga Di Kotim, BPBD Lakukan Pendinginan 6 Jam

BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.
BPBD Kotim berhasil memadamkan kebakaran lahan di Mentawa Baru Ketapang seluas 0,95 hektare. Warga diimbau waspada karhutla saat musim kering.

PALANGKARAYA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan kebakaran terjadi di lahan perkebunan milik warga bernama Muhajirin yang berada di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Lahan yang terbakar kurang lebih tiga hektare. Namun pemilik lahan tidak mengetahui adanya kebakaran tersebut,” ujarnya di Sampit, Jumat.

Api Muncul Sejak Rabu Sore

Kebakaran diketahui mulai terjadi sejak Rabu sore (25/3). Tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman hingga malam hari, dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Sebanyak 10 personel BPBD Kotim diterjunkan, dibantu 7 personel Manggala Agni. Akses menuju lokasi cukup menantang, karena tim harus melewati jalur darat sepanjang 4,2 kilometer dari Jalan Poros Sampit–Samuda melalui Desa Eka Bahurui.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Kondisi lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas tanah gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api pada lahan gambut dikenal sulit dipadamkan karena bisa merambat hingga ke dalam tanah.

Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung cukup lama, yakni lebih dari enam jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.11 WIB.

“Total lahan yang berhasil dipadamkan sekitar 0,95 hektare. Saat ini kami fokus melakukan pendinginan karena masih ada sisa asap,” jelas Multazam.

Kebakaran Juga Terjadi Di Lokasi Lain

Sehari sebelumnya, kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Hal ini menunjukkan potensi karhutla di wilayah Kotim mulai meningkat.

BPBD Imbau Warga Tidak Bakar Lahan

Melihat kondisi cuaca yang mulai kering dan intensitas hujan yang menurun, BPBD Kotim mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Langkah pencegahan ini dinilai sangat penting mengingat sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

“Kalau sudah terbakar, apinya bisa masuk ke dalam tanah dan sulit dipadamkan. Jadi pencegahan jauh lebih efektif,” tegas Multazam.

Ia berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang, sekaligus mencegah munculnya kabut asap yang berdampak pada kesehatan.

FAQ

1. Di mana lokasi kebakaran lahan di Kotim terjadi?

Kebakaran terjadi di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

2. Berapa luas lahan yang terbakar?

Total lahan yang terdampak sekitar 0,95 hektare yang berhasil dipadamkan.

3. Apa penyebab kebakaran lahan tersebut?

Penyebab pasti belum diketahui, bahkan pemilik lahan tidak menyadari adanya kebakaran.

4. Kenapa lahan gambut mudah terbakar?

Karena saat kering, gambut mudah menyala dan api bisa merambat hingga ke bawah permukaan tanah.

5. Apa imbauan BPBD kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah karhutla.

Jumat, 20 Maret 2026

Warga Sampit Borong Emas Jelang Lebaran, Penjualan Diprediksi Naik Hingga 40 Persen

Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu.
Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu. (Gambar ilustrasi AI)

Palangka Raya -- Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana pusat perbelanjaan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tampak semakin ramai. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lonjakan pembelian emas perhiasan oleh masyarakat.

Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah toko emas, termasuk di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), yang dipadati pembeli sejak beberapa hari terakhir.

Pengelola Toko Emas Mitra Baru, Muliana Sari, mengungkapkan bahwa tren penjualan emas mengalami peningkatan signifikan dibanding hari biasa.

“Tren penjualan emas untuk saat ini, apalagi sudah mendekati Lebaran, meningkat drastis. Dibanding hari biasa, terjadi peningkatan, puncaknya diperkirakan H-1 Lebaran bisa tembus 40 persen,” ujarnya di Sampit, Rabu.

Harga Emas Masih Fluktuatif, Tapi Tetap Diminati

Warga Sampit Borong Emas Jelang Lebaran, Penjualan Diprediksi Naik Hingga 40 Persen
Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu. (Gambar ilustrasi AI)

Meski harga emas masih bergerak fluktuatif mengikuti pasar global, minat masyarakat tidak menunjukkan penurunan. Setelah sempat melonjak tinggi, kini harga emas cenderung stabil.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harga emas saat ini mengalami kenaikan cukup tajam, bahkan mencapai lebih dari 60 persen.

Sebagai gambaran, emas kadar tinggi jenis 999 sebelumnya berada di kisaran Rp1.620.000 per gram, kini melonjak menjadi Rp2.550.000 per gram.

Berdasarkan data pasar per 13 Maret 2026, berikut kisaran harga emas di Sampit:

  • Emas Antam: Rp3.150.000 per gram

  • Emas UBS: Rp2.950.000 per gram

  • Emas 999 (24 karat): Rp2.550.000 per gram

  • Emas 750 (17 karat): Rp2.200.000 per gram

  • Emas 700 (16 karat): Rp2.050.000 per gram

  • Emas 375 (8 karat): Rp1.180.000 per gram

Harga ini diperkirakan masih akan terus berubah mengikuti dinamika pasar emas dunia.

Tren Pembelian Berubah, Lebih Banyak yang Membeli

Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu.
Warga Sampit ramai membeli emas jelang Lebaran. Penjualan diprediksi naik hingga 40 persen meski harga emas meningkat signifikan dibanding tahun lalu. (Gambar ilustrasi AI)

Menariknya, tren transaksi emas juga mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya perbandingan pembeli dan penjual berada di angka 60:40, kini berubah menjadi 80:20.

Artinya, lebih banyak masyarakat yang memilih membeli dibanding menjual emas mereka.

Menurut Muliana, kondisi ini dipengaruhi oleh keinginan masyarakat, terutama kaum perempuan, untuk tampil lebih maksimal saat Hari Raya.

“Biasanya memang menjelang Lebaran seperti ini permintaan naik, karena orang ingin tampil lebih percaya diri saat silaturahmi,” tambahnya.

Emas Jadi Pilihan Investasi Sekaligus Gaya

Salah satu pembeli, Fitriani, mengaku sengaja menyisihkan sebagian Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membeli emas.

Menurutnya, emas bukan hanya sekadar aksesori, tetapi juga bentuk investasi yang aman di tengah tingginya pengeluaran menjelang Lebaran.

“Jadi selain untuk memperindah penampilan saat silaturahmi nanti, emas ini juga jadi simpanan atau investasi jangka panjang,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan favorit masyarakat, tidak hanya untuk menunjang penampilan, tetapi juga sebagai strategi menjaga nilai aset.

FAQ

1. Kenapa penjualan emas naik jelang Lebaran?
Karena meningkatnya kebutuhan tampil maksimal saat silaturahmi serta adanya THR yang digunakan untuk belanja.

2. Apakah harga emas akan terus naik?
Tidak selalu. Harga emas bersifat fluktuatif mengikuti pasar global.

3. Apakah membeli emas saat Lebaran menguntungkan?
Bisa menguntungkan sebagai investasi jangka panjang, meski harga sedang tinggi.

4. Emas apa yang paling banyak dibeli?
Emas perhiasan kadar tinggi seperti 999 dan 750 cukup diminati.

Sabtu, 08 Oktober 2022

Banjir Di Kotawaringin Timur Rendam 25 Desa

Banjir Di Kotawaringin Timur Rendam 25 Desa
Ketua Tim Penggerak PKK Kotawaringin Timur Khairiah menaiki perahu menyerahkan bantuan kepada salah satu korban banjir di Desa Hanjalipan didampingi Camat Kota Besi Gusti Mukafi, Jumat (7/10/2022). BorneoTribune/ANTARA/HO/Instagram-khairiahstt

Sampit, Kalteng - Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah meluas, bahkan sudah merendam sedikitnya 25 desa dengan ketinggian air ada yang mencapai empat meter.

 

"Ini data sementara. Kami terus berkoordinasi memantau perkembangan di lapangan, sekaligus mendistribusikan bantuan untuk korban banjir," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur Rihel di Sampit, Jumat (7/10) malam.

 

Saat ini, banjir merendam 25 desa yang tersebar di lima kecamatan. Ketinggian air bervariasi mulai 60 centimeter hingga yang terparah empat meter dari jalan desa.


Banjir di Kecamatan Mentaya Hulu cukup parah dan merendam 14 desa. Banjir di Kecamatan Parenggean merendam dua desa, yaitu Barunang Miri dan Bejarau.

 

Banjir di Kecamatan Telaga Antang merendam empat desa, yaitu Tumbang Boloi, Tumbang Mangkup, Rantau Katang, dan Tumbang Sangai.

 

Banjir di Kecamatan Tualan Hulu merendam empat desa, yaitu Luwuk Sampun, Mirah, Tumbang Mujam, dan Sebungsu, sedangkan banjir di Kecamatan Kota Besi merendam Desa Hanjalipan. Kabar terbaru, banjir meluas ke Desa Pamalian dan Rasau Tumbuh.


Tim Penggerak PKK Kotawaringin Timur bersama komunitas jip dan trail, bergerak memberikan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Kota Besi, dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK, Khairiah Halikinnor.

 

"Ini sebagai wujud kepedulian terhadap korban banjir di wilayah ini. Kami membawa bantuan sesuai kemampuan kami," kata dia.


Pihaknya berharap bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat yang menjadi korban banjir. Ada 300 sak lebih beras serta gula dan minyak goreng.


Dia menerangkan Desa Hanjalipan yang saat ini terdampak banjir parah dalam sebulan terakhir, memang rawan banjir karena lokasinya cukup rendah dan berada di bantaran sungai.

 

Ia mengetahui itu karena dahulu suaminya yaitu Bupati Halikinnor pernah bertugas menjadi Camat Kota Besi sehingga dia juga sering ikut kunjungan ke desa-desa. Tahun lalu PKK juga datang memberikan bantuan untuk korban banjir di kecamatan itu.

 

"Sebenarnya dibangunkan oleh pemerintah permukiman di dataran tinggi tapi masyarakat belum mau pindah. Mudah-mudahan nanti masyarakat mau pindah," ucap Khairiah.


Camat Kota Besi Gusti Mukafi menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Bantuan langsung disalurkan untuk korban banjir di Desa Hanjalipan, Pamalian, dan Rasau Tumbuh. Sebelumnya juga ada bantuan dari perusahaan, mahasiswa Universitas Palangka Raya dan pemerintah daerah.


Oleh : Norjani/Muhammad Arif Hidayat/Antara

Jumat, 07 Oktober 2022

Banjir parah kembali Melanda Wilayah Utara Kotawaringin Timur

Banjir parah kembali Melanda Wilayah Utara Kotawaringin Timur
Wakil Bupati Irawati didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Rihel menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang, Selasa (4/10/2022). (BorneoTribune/ANTARA/HO-Prokopim Kotim)

Sampit, Kalteng - Masyarakat di belasan desa di wilayah utara atau hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kembali dihadapkan pada musibah yang sama dengan kondisi banjir cukup parah meski belum sampai sebulan terbebas dari banjir.

 

"Curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kami terus meningkatkan koordinasi memantau perkembangan kondisi di lapangan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Rihel di Sampit, Kamis malam (6/10).


Wilayah utara atau hulu meliputi enam kecamatan yaitu Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Bukit Santuai dan Parenggean. Wilayah ini bisa ditempuh dengan waktu tiga sampai lima jam dari Sampit.

 

Saat ini banjir sudah merendam sejumlah desa di kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu dan Tualan Hulu. Banjir juga melanda beberapa desa di wilayah hilir atau bawah yakni Kecamatan Kota Besi.


"Kedalaman air bervariasi, namun beberapa umumnya sudah cukup parah. Seperti di Desa Tumbang Kalang, banjir bahkan setinggi dada orang dewasa, di beberapa lokasi ada yang lebih dalam. Sebagian warga ada yang mengungsi, namun ada juga yang tetap bertahan di rumah mereka dengan membuat apar-apar atau semacam panggung, ujarnya.

 

Biasanya, banjir akan turun dari wilayah hulu menuju hilir. Jika banjir di hulu mulai surut, maka air turun merendam wilayah di bawahnya seperti Kecamatan Parenggean dan sekitarnya.

 

Rihel menyebutkan, saat ini baru sebagian kepala desa yang menyampaikan informasi terkait kondisi banjir di desa mereka. Pihaknya terus berkoordinasi dan memantau kondisi banjir di sejumlah lokasi.


Laporan sementara, banjir terjadi di Kecamatan Telaga Antang meliputi Desa Tumbang Boloi, Rantau Tampang, Rantau Katang dan Tumbang Sangai. Banjir di Kecamatan Mentaya Hulu terjadi di Desa Tanjung Jariangau, Bawan, Kuala Kuayan, Tangka Robah dan Pemantang.

 

Banjir juga terjadi Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi. Banjir juga terjadi di empat desa di Kecamatan Tualan Hulu.

 

"Kalau di sana surut, pasti wilayah Kecamatan Parenggean akan terendam lagi. Data sampai saat belum disampaikan semuanya. Yang ada juga Desa Sepayang ada 49 kepala keluarga dan Tumbang Kalang terdampak 170 rumah," jelas Rihel.

 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Selasa (4/10) lalu Rihel mendampingi Wakil Bupati Irawati memantau kondisi banjir sekaligus menyalurkan bantuan untuk warga korban banjir, di antaranya di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang.


Oleh : Norjani/Muhammad Arif Hidayat

Editor : Yakop

Rabu, 24 Agustus 2022

Sekitar 300 Sopir Truk di Sampit Menuntut Pemerintah Mencabut Subsidi Solar

Sekitar 300 Sopir Truk di Sampit Menuntut Pemerintah Mencabut Subsidi Solar
Ratusan sopir melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Kotawaringin Timur mendesak pemerintah mencabut subsidi solar karena dinilai tidak dirasakan manfaatnya di Sampit, Selasa (23/8/2022).
BorneoTribun Sampit, Kalteng - Sekitar 300 sopir truk di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa, berunjuk rasa menuntut pemerintah mencabut subsidi solar karena distribusinya tidak tepat dan manfaatnya tidak dirasakan masyarakat, termasuk para sopir.

"Cabut saja subsidi solar karena tidak ada kami rasakan manfaatnya. Lebih baik solar satu harga supaya distribusinya jelas dan tidak ada penyimpangan sehingga distribusi angkutan lancar dan perekonomian juga semakin lancar," kata Sekretaris sekaligus Pelaksana Harian DPD Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalimantan Tengah Budi Hariono.

Ratusan sopir yang merupakan anggota ALFI Kalimantan Tengah itu memulai aksi di Jalan Samekto. Mereka berkumpul membawa truk mereka, kemudian berkonvoi menuju kantor DPRD Kotawaringin Timur di Jalan Jenderal Sudirman.

Iring-iringan ratusan truk menjadi perhatian masyarakat sehingga polisi harus menutup sementara arus lalu lintas di persimpangan selama iring-iringan truk selesai melintas menuju kantor DPRD.

Sejumlah perwakilan sopir truk kemudian berorasi di atas truk yang diparkir di depan kantor DPRD. Mereka menumpahkan kegelisahan selama ini karena kesulitan mendapatkan solar.

Pemerintah menyediakan solar subsidi dengan harga Rp5.150 per liter, namun untuk mendapatkan BBM itu sopir harus antre hingga lebih dari satu hari. Bahkan tidak sedikit sopir yang mengaku dipungut ratusan ribu oleh oknum tertentu agar bisa masuk antrean di SPBU.

Kondisi ini membuat sopir kehilangan waktu untuk mengangkut barang, selain biaya pengeluaran juga membengkak. Para sopir akhirnya memilih membeli solar nonsubsidi jenis dexlite dengan harga Rp18.150 per liter.

Dari kondisi itu, para sopir dan pengusaha angkutan yang tergabung dalam ALFI Kalimantan Tengah mendesak subsidi solar dicabut. Kebijakan itu diharapkan membuat distribusi solar menjadi lancar, serta uang pemerintah bisa dihemat dengan berkurangnya subsidi sehingga dialihkan untuk biaya pembangunan.

Para sopir juga menduga terjadi penyelewengan BBM subsidi yang memperparah kondisi saat ini. Mereka meminta pemerintah dan aparat kepolisian turun tangan menertibkan penyelewengan BBM subsidi tersebut.

"Negara harus hadir untuk menertibkan dan membenahi. Gunakan wewenang untuk menertibkan. Ditertibkan jangan hanya saat ada aksi. Kota Sampit Kota Mentaya. Supaya tidak sakit, BBM satu harga," ujar Budi.

Siwon, perwakilan sopir, juga mendesak pemerintah memperhatikan derita sopir dan pengusaha angkutan akibat sengkarut distribusi solar subsidi tersebut.

"Lebih baik subsidi solar dialihkan untuk pembangunan infrastruktur karena pembangunan di Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Timur, masih tertinggal dibanding kota-kota di Jawa. Ini jangan dibiarkan karena bisa menyebabkan inflasi tinggi, bahkan bisa memicu resesi," ujar.

(KS/ANT)

Sabtu, 03 Juli 2021

Pantauan Vaksinasi, Pangdam XII/Tpr Motivasi Satgas PPKM Skala Mikro


Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad pantau Vaksinasi di Sampit, Kota Waringin timur, Kalteng

BorneoTribun Sampit, Kalteng Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad bersama Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah memantau langsung pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Covid-19 di GOR Bola Voli Sampit, Komplek Stadion 29 November, Sampit, Kotawaringin Timur.

Dalam peninjauan, Pangdam XII/Tpr mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya vaksin untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu juga memotivasi Satgas PPKM Skala Mikro Kota Sampit untuk terus semangat dalam upaya memutus mata rantai virus corona. Dalam kesempatan ini Pangdam dan Forkopimda memberikan bantuan berupa masker kepada Satgas PPKM Skala Mikro.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program lanjutan dari yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

"Hari ini kita melanjutkan kegiatan serbuan vaksinasi di wilayah Provinsi Kalteng. Untuk target hari ini di wilayah Kalteng 10.800 vaksin," kata Pangdam saat memberikan keterangan.

Lanjut Pangdam mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan capaian vaksin akan meningkat dan masyarakat yang berpartisipasi semakin banyak. 

"Vaksinasi ini sangat penting karena untuk memberikan perlindungan di kalangan masyarakat itu sendiri dari kemungkinan terpapar Covid-19," ujar Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Sedangkan Bupati Kotim, H. Halikinnor dalam kesempatan ini menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pangdam XII/Tpr dan rombongan atas kehadirannya di wilayah Kotim dan meninjau vaksinasi.

"Ini adalah upaya kita semua dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 di Kotim yang saat ini juga cukup tinggi. Harapan kita dengan banyaknya masyarakat yang divaksin maka kekebalan tubuh meningkat sehingga tidak mudah terpapar," ucap H. Halikinnor.

Sumber : Rilis Pendam XII/Tpr

Rabu, 09 Juni 2021

Bertebaran Masker Di Jalan Pemuda Sampit Kalteng Oleh Anggotan Denziban 2/Palangkaraya

Bertebaran Masker Di Jalan Pemuda Sampit Kalteng Oleh Anggotan Denzibang 2/Palangkaraya
Bertebaran Masker Di Jalan Pemuda Sampit Kalteng Oleh Anggotan Denzibang 2/Palangkaraya.

Sampit, Kalteng –  Waspada dan selalu taati protokol kesehatan menjadi faktor penting untuk menghilangkan Virus COVID-19 di negara Indonesia. 

Dimulai dari  kesadaran tingak kelompok kecil sampai dengan kelompok besar. Demikian disampaikan Komandan Detasemen Zeni Bangunan 2/Palangkaraya Letnan Kolonel Czi Gerald Nusra. 

Pemahaman terhadap karakter Virus COVID-19 harus diketahui oleh setiap orang sehingga setiap orang memiliki gambaran dampak dari bahayanya Virus COVID-19. 

Apabila setiap orang sudah mengetahui cara penyebaran virus COVID-19 maka solusi pencegahan pun akan dapat dilaksanakan.

Hal terpenting yang harus diketahui adalah Virus COVID-19 akan menyebar melalui Droplet yaitu cairan yang keluar dari mulut dan ukurannya sangat kecil. 

Cairan tersebut akan menjadi sangat cepat terbang apabila terkena angin. Berangkat dari hal tersebut Anggota Zidam yang berada di wilayah Denzibang 2 /Palangkaraya Serda Rekson melihat kemungkinan kemungkina yang rawan menjadi Penyebaran COVID-19.

Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat menggunakan masker dijalan menjadi awal Serda Rekson akan menegakkan protokol kesehatan. 

Adanya hal tersebut Serda Rekson mulai mengamati aktifitas di Jalan Pemuda Sampit yang masih minimya penggunaan masker sehingga Serda Rekson bertahap untuk mensosialisasikan tentang penyebaran COVID-19 dan membagikan  masker sebagai langkah awal pencegahan. 

Harapan terbesar dari kegiatan tersebut adalah berkurangnya angka penyebaran Virus COVID-19 sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (Rinto Andreas)