Bengkel Konversi Motor Listrik Di Kalselteng Makin Diperluas PLN

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner

Jumat, 03 April 2026

Bengkel Konversi Motor Listrik Di Kalselteng Makin Diperluas PLN

PLN kembangkan bengkel konversi kendaraan listrik di Kalselteng untuk percepat peralihan dari BBM ke energi listrik dan dukung ekosistem kendaraan listrik.
PLN kembangkan bengkel konversi kendaraan listrik di Kalselteng untuk percepat peralihan dari BBM ke energi listrik dan dukung ekosistem kendaraan listrik.

Banjarbaru — Upaya percepatan transisi energi bersih di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) terus digeber. Salah satu langkah nyatanya adalah pengembangan bengkel konversi kendaraan listrik yang kini mulai diperluas oleh PLN.

Melalui pembinaan di Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik bukan sekadar tren, melainkan strategi penting untuk memperkuat ketahanan energi daerah.

“Pemanfaatan kendaraan listrik memberikan alternatif energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Ini langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil,” ujar Iwan di Banjarbaru, Kamis.

Ekosistem Kendaraan Listrik Terus Diperkuat

PLN tidak hanya fokus pada layanan konversi kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Ini mencakup:

  • Pengembangan bengkel konversi di berbagai wilayah

  • Penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

  • Pembinaan sumber daya manusia melalui program PLN Peduli

Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya tertarik, tapi juga merasa aman dan mudah saat beralih ke kendaraan listrik.

Bengkel Konversi Jadi Solusi Nyata di Lapangan

Kepala Bengkel Konversi Otomotif Poliban, Yuan Perdana, menjelaskan bahwa keberadaan bengkel ini membuka akses luas bagi masyarakat.

“Bengkel ini adalah bentuk dukungan nyata Poliban terhadap transisi kendaraan listrik di Kalimantan Selatan. Dengan dukungan penuh PLN, layanan ini bisa dijangkau masyarakat,” katanya.

Bengkel ini tidak hanya melayani konversi motor BBM ke listrik, tetapi juga:

  • Perawatan kendaraan listrik

  • Perbaikan motor listrik

  • Konsultasi teknis bagi pengguna

Menurut Yuan, layanan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik di tingkat lokal.

Program Elvi Sukesi Jadi Motor Penggerak

Inisiatif ini merupakan bagian dari program PLN Peduli bertajuk Bengkel Electric Vehicle Sukses Reparasi dan Konversi (Elvi Sukesi).

Program ini dirancang untuk:

  • Mendorong inovasi di sektor otomotif listrik

  • Meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal

  • Mendukung target nasional pengurangan emisi karbon

Dengan adanya bengkel konversi yang terus berkembang, masyarakat kini punya opsi lebih realistis untuk beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membeli unit baru yang harganya relatif tinggi.

FAQ

1. Apa itu bengkel konversi kendaraan listrik?

Bengkel konversi adalah tempat yang melayani perubahan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik.

2. Apakah konversi motor ke listrik aman?

Ya, selama dilakukan oleh bengkel resmi dan teknisi terlatih seperti di Poliban, prosesnya aman dan sesuai standar.

3. Berapa biaya konversi motor ke listrik?

Biaya bervariasi tergantung spesifikasi, namun rata-rata berkisar Rp15 juta hingga Rp25 juta.

4. Apakah PLN menyediakan SPKLU di Kalselteng?

Ya, PLN terus mengembangkan SPKLU untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik.

5. Apa keuntungan kendaraan listrik dibanding BBM?

Lebih hemat biaya operasional, ramah lingkungan, dan perawatan lebih sederhana.

  

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.