Hari Ini Gubernur Kaltim akan Dilengserkan Rakyatnya, Apakah Berhasil?

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan

Selasa, 21 April 2026

Hari Ini Gubernur Kaltim akan Dilengserkan Rakyatnya, Apakah Berhasil?

Hari Ini Gubernur Kaltim akan Dilengserkan Rakyatnya, Apakah Berhasil?
Hari Ini Gubernur Kaltim akan Dilengserkan Rakyatnya, Apakah Berhasil?
Di pagi yang cerah di Samarinda. Matahari Kaltim seolah ikut-ikutan panas karena emosi rakyat. Ribuan jiwa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim bersiap menggelar revolusi super damai yang katanya bakal melengserkan Gubernur Rudy Mas'ud dari kursinya. Benarkah dan berhasilkah? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, daeng!

Nuan bayangkan! Lebih dari 35 lembaga mahasiswa dari Untag, UWGM, Unmul, Polnes, dan puluhan organisasi masyarakat, kompak. Persiapan logistik sudah mencapai angka ajaib 75 persen. Donasi mengalir deras sampai Rp27 juta plus air mineral. Nasi bungkus yang seolah-olah ini bukan demo tapi arisan rakyat yang kebetulan ada tuntutan pelengseran. 

Posko logistik bertambah jadi tiga di Samarinda, ditambah lagi di Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser. Ini seolah massa dari pelosok siap naik truk bak terbuka demi menyaksikan sejarah. Hari ini, 21 April 2026, gubernur bakal diganti rakyatnya sendiri!

Tuntutan utamanya? Wah, spektakuler! Evaluasi total anggaran pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar yang katanya bikin iri pejabat negara lain. Ditambah renovasi rumah jabatan Rp25 miliar yang bikin warga biasa bertanya-tanya, “Rumah ikam bocor atapnya, kok rumah dinas mau di-makeover kayak istana?” 

Belum lagi desakan penghentian praktik KKN yang sudah mendarah daging. Plus tuntutan supaya DPRD jalankan fungsi pengawasan maksimal. Meski, ketuanya dari keluarga inti, yang bikin pengawasan jadi mirip drama keluarga di sinetron. 

Beberapa elemen masyarakat bawa poster “lengserkan gubernur” yang viral di medsos, meski pihak mahasiswa bilang itu bukan dari mereka. Mungkin dari rakyat biasa yang sudah muak. 

Hari ini, dua titik aksi utama, Kantor DPRD di Jalan Teuku Umar dan Kantor Gubernur di Jalan Gajah Mada, mulai pukul 10 pagi, dengan sound system menggelegar dan spanduk-spanduk yang siap mengguncang fondasi Bumi Etam.

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru bersorak, pian! Di kubu istana gubernur, suasananya lebih mirip persiapan perang dunia versi humanis. Polda Kaltim sudah kerahkan 2.263 personel gabungan—naik drastis dari 1.700, lengkap TNI, Satpol PP, water cannon, dan tim kesehatan. Seolah massa aksi ini bukan anak muda bawa spanduk tapi pasukan invasi dari luar angkasa. Pagar Kantor Gubernur diperkuat pengelasan super, tiang besi setinggi hampir dua meter, plus mahkota kawat berduri mengkilap yang bikin orang lewat mikir, “Ini benteng negara atau kebun binatang harimau?” 

Gubernur Rudy Mas'ud sendiri tetap cool. Ia bilang ke jajaran tetap berkantor normal. Rapat dan briefing seperti biasa. Siap terima aspirasi secara situasional. Artinya, kalau massa sopan boleh dialog. Kalau mulai ribut ya situasional aja deh. Bahkan, Gubernur imbau jangan anarkis. Jangan rusak fasilitas umum. Karena, hak demo itu konstitusional tapi harus elegan, santun, dan bertanggung jawab. Rekayasa lalu lintas sudah disiapkan supaya warga yang cuma mau ke warung kopi tidak ikut jadi korban sejarah pelengseran.

Lalu, apakah berhasil? Wah, ini pertanyaan paling absurd hari ini! Ribuan orang rela kumpul, bawa donasi, teriak-teriak, berdiri di bawah terik matahari, sementara di dalam gedung yang sudah dibentengi kawat berduri itu, gubernur dan jajarannya mungkin lagi ngopi sambil briefing percepatan belanja daerah. 

Demo ini direncanakan damai, sudah izin lengkap, dan semua pihak imbau tetap tertib, termasuk walikota Balikpapan yang bilang jangan ganggu stabilitas. Tapi mari kita realistis. Di negeri ini, melengserkan gubernur lewat demo jalanan biasanya berakhir dengan dialog panjang, janji evaluasi, dan besoknya semua kembali normal seperti serial sinetron yang tak pernah tamat. Massa dapat puas karena aspirasi “disampaikan”, aparat puas karena tidak ada rusuh, dan gubernur tetap di kursi sambil bilang “terima kasih atas masukkannya”.

Akhirnya, hari ini kita saksikan lagi pertunjukan demokrasi Kaltim yang super epik. Rakyat siap lengserkan gubernurnya dengan semangat revolusi, tapi dengan sabar ekstra tebal karena tahu akhirnya mungkin cuma bikin macet dan meme di grup WA. 

Apakah berhasil? Mungkin tidak hari ini, tapi setidaknya besok kita semua bisa geleng-geleng kepala sambil bilang, “Demokrasi memang indah sekali, asal jangan lupa bawa payung, air mineral, dan kesabaran yang tebal banget.” Selamat menyaksikan, wahai rakyat Kaltim, semoga aspirasinya didengar, semoga damai, dan semoga besok lusa kita masih punya energi untuk demo yang berikutnya. Karena di sini, pelengseran gubernur itu seperti janji politik, selalu diumumkan, tapi jarang benar-benar terjadi.

Sumber artikel:
Foto Ai hanya ilustrasi
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM
Diterbitkan oleh: Redaksi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.