Jejak Media Sosial Atlet MMA Berujung Tragis Dalam Kasus Penusukan Nus Kei

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Jumat, 24 April 2026

Jejak Media Sosial Atlet MMA Berujung Tragis Dalam Kasus Penusukan Nus Kei

Jejak media sosial dan motif dendam lama terungkap dalam kasus penusukan Nus Kei yang melibatkan atlet MMA asal Maluku Tenggara.
Jejak media sosial dan motif dendam lama terungkap dalam kasus penusukan Nus Kei yang melibatkan atlet MMA asal Maluku Tenggara.

JAKARTA - Kasus penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora kini mengungkap sisi lain dari pelaku yang berprofesi sebagai atlet bela diri. Polisi menduga motif utama dalam peristiwa ini berkaitan dengan dendam lama yang berakar pada konflik sebelumnya.

Peristiwa tersebut melibatkan Hendrikus Rahayaan (28), yang dikenal sebagai atlet MMA dan Muaythai. Ia bersama seorang rekannya ditangkap setelah insiden penusukan yang terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsitubun pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT.

Motif Dendam Diduga Berkaitan Dengan Konflik Lama

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, menyampaikan bahwa penyelidikan awal menunjukkan motif dendam sebagai latar belakang kejadian tersebut.

Menurut keterangan polisi, kedua pelaku meyakini bahwa korban memiliki peran dalam kematian seorang anggota kelompok mereka beberapa tahun sebelumnya.

Peristiwa lama itu terjadi di wilayah Bekasi, tepatnya di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, saat bentrokan antar kelompok terjadi pada 29 Oktober 2023. Dalam kejadian tersebut, satu orang anggota kelompok dilaporkan tewas akibat tembakan.

Polisi menyebut konflik lama tersebut menjadi pemicu munculnya rasa dendam yang akhirnya berujung pada tindakan kekerasan.

Unggahan Media Sosial Jadi Sorotan Penyelidikan

Selain motif, penyidik juga menyoroti aktivitas media sosial pelaku sebelum kejadian. Beberapa unggahan lama memperlihatkan aktivitas latihan dan pertandingan bela diri yang rutin dilakukan oleh pelaku.

Dalam sejumlah postingan pada Juni 2025, pelaku diketahui mengunggah video pertandingan di atas ring dengan narasi bernuansa agresif. Unggahan tersebut kini menjadi perhatian publik karena dianggap menunjukkan ekspresi emosional yang kuat sebelum insiden terjadi.

Akun media sosial pelaku diketahui sering menampilkan dokumentasi pertandingan MMA dan Muaythai yang menunjukkan keterlibatannya dalam dunia olahraga bela diri profesional.

Latar Belakang Pendidikan Dan Karier Olahraga

Sebelum terlibat dalam kasus ini, Hendrikus Rahayaan sempat menempuh pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Ia lahir di Kota Tual pada 6 Desember 1997 dan dibesarkan di Desa Hollat.

Dalam dunia olahraga, pelaku memiliki sejumlah prestasi yang cukup menonjol. Di antaranya medali emas cabang Wushu pada Pekan Olahraga Provinsi Maluku, dua medali emas di ajang One Pride MMA, medali emas Pra-PON, serta medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional.

Prestasi tersebut membuat namanya dikenal di kalangan atlet bela diri sebelum akhirnya terseret dalam kasus hukum serius.

Penangkapan Pelaku Dan Proses Hukum

Setelah kejadian penusukan di area bandara, polisi bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dalam waktu singkat, kedua pelaku berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap peristiwa, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain serta rekonstruksi kejadian secara detail.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang.

FAQ

1. Siapa korban dalam kasus penusukan ini?
Korban adalah Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, yang meninggal dunia setelah mengalami luka akibat penusukan.

2. Di mana lokasi kejadian penusukan?
Insiden terjadi di pintu keluar Bandara Karel Sadsitubun, Kabupaten Maluku Tenggara.

3. Apa motif utama yang diduga polisi?
Motif yang diduga adalah dendam lama terkait konflik kelompok yang terjadi beberapa tahun sebelumnya di Bekasi.

4. Apa latar belakang pelaku?
Pelaku diketahui merupakan atlet MMA dan Muaythai yang memiliki sejumlah prestasi di tingkat daerah hingga nasional.

5. Apakah kasus ini masih dalam penyelidikan?
Ya, hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman terhadap kronologi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Diterbitkan oleh: Ria Sartika

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Borneotribun.com

Follow Borneotribun.com untuk mendapatkan informasi terkini.

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.