![]() |
| PKD Bulungan 2026 di Kebun Raya Bundayati diikuti lebih dari 300 pelajar. Bupati Syarwani dorong pelestarian olahraga tradisional sebagai warisan leluhur. |
Tanjung Selor, Kaltara - Pemerintah Kabupaten Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya daerah. Salah satunya lewat ajang Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Bulungan 2026 yang digelar di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu.
Kegiatan tahunan ini menjadi ruang penting untuk melestarikan berbagai olahraga dan permainan tradisional yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti dan harus terus dihidupkan setiap tahun.
“Tentu ini adalah agenda rutin tahunan yang harus kita laksanakan dan terus kita hidupkan di Kabupaten Bulungan untuk memastikan pelestarian berbagai macam cabang olahraga yang sudah pernah dilaksanakan ataupun yang menjadi warisan dari para leluhur, orang-orang tua dan nenek moyang kita,” kata Syarwani saat menghadiri kegiatan tersebut.
Lebih Dari 300 Pelajar Ikut Meramaikan PKD 2026
Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam gelaran PKD tahun ini. Lebih dari 300 peserta dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) ikut ambil bagian.
Para peserta berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan. Kehadiran mereka dinilai sebagai bukti kuat bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk mengenal dan mencintai budaya daerah.
Menariknya, sebagian peserta harus menghadapi tantangan transportasi dan kondisi geografis yang tidak mudah demi bisa hadir di lokasi kegiatan.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Syarwani yang menilai semangat pelajar sangat penting dalam menjaga kelangsungan budaya tradisional.
Selain menjadi ajang lomba, PKD Bulungan 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antar pelajar, guru, dan kepala sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Bulungan.
Menurut Syarwani, kegiatan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membangun kebersamaan serta membuka ruang bagi pelajar yang memiliki bakat dan potensi.
“Mereka yang memiliki bakat dan potensi tentu harus diasah dan dipertahankan yang nanti kita harapkan mampu membawa nama baik dan harum Kabupaten Bulungan baik pada tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Lomba Menyumpit Dan Gasing Akan Libatkan Pelajar
Sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Bulungan berencana mengembangkan kegiatan serupa pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September 2026.
Kegiatan tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan Hari Jadi Kabupaten Bulungan Tahun 2026 serta Festival Sungai Kayan 2026.
Syarwani juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam lomba tradisional, termasuk menyumpit dan gasing yang selama ini lebih banyak diikuti oleh peserta dewasa.
“Saya sudah titip kepada panitia bahwa lomba menyumpit dan gasing tidak hanya nanti dilombakan oleh orang-orang tua, tapi saya tentu berharap ada kelas khusus untuk pelajar antar siswa se-Kabupaten Bulungan,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan permainan tradisional yang menjadi identitas budaya daerah.
Pelaksanaan PKD Bulungan 2026 menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang bagi daerah.
Dengan melibatkan pelajar sejak dini, pemerintah berharap olahraga dan permainan tradisional tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.
Upaya ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.
FAQ
Apa itu PKD Bulungan 2026?
PKD Bulungan 2026 adalah Pekan Kebudayaan Daerah yang menjadi ajang pelestarian olahraga dan permainan tradisional di Kabupaten Bulungan.
Di mana lokasi PKD Bulungan 2026 diselenggarakan?
Kegiatan berlangsung di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Siapa saja peserta PKD Bulungan 2026?
Lebih dari 300 pelajar tingkat SD dan SMP dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan.
Apa tujuan utama kegiatan PKD Bulungan?
Untuk melestarikan olahraga dan permainan tradisional serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Apakah lomba tradisional akan terus diadakan?
Ya, pemerintah daerah berencana menggelar lomba tradisional kembali pada peringatan Haornas 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Sungai Kayan.
