![]() |
| Bupati Landak Karolin Menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Ormas MMBB Kaliamntan Barat. |
LANDAK - Pemerintah Kabupaten Landak secara resmi menyambut kehadiran Organisasi Masyarakat (Ormas) Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) di wilayahnya.
Kehadiran organisasi ini ditandai dengan digelarnya acara pengukuhan dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas MMBB se-Kabupaten Landak pada Sabtu (18/04/26) malam, di Rumah Radakng Aya, Ngabang.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), serta ratusan masyarakat adat Dayak setempat.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Landak kami menyambut baik berdirinya organisasi ini dengan berbagai nilai yang tadi sudah disampaikan. Kami percaya keberadaan Ormas MMBB ini akan memperkaya khasanah budaya dan kelembagaan serta organisasi yang ada di Kabupaten Landak," ujar Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Karolin menyoroti esensi sesungguhnya dari upaya pelestarian budaya di era modern. Ia mengingatkan agar pelestarian budaya Dayak tidak hanya dipandang dari atribut fisiknya saja, melainkan harus menyentuh nilai-nilai substansial sebagai bekal bagi para generasi mendatang.
"Saya juga mengajak Ormas Mangkok Merah Borneo Bersatu merenungkan kembali seperti apa adat budaya yang akan kita lestarikan. Tidak hanya sekedar pakaian atau penampilan, tapi saya berharap adat budaya yang kita lestarikan bersama adalah nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita," tutur Karolin.
Sejalan dengan visi pelestarian tersebut, Panglima Tertinggi MMBB, Marselinus Mian, menegaskan bahwa ormas ini hadir sebagai wadah pemersatu berbagai sub-suku Dayak untuk bersama-sama menghadapi tantangan zaman tanpa membedakan latar belakang agama.
Ia secara khusus menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia di kalangan pemuda.
"Maka saya berharapkan kepada saudara-saudari khususnya kalangan muda, mari bersatu, cerdas, dan maju. Jika orang mau maju pasti cerdas, bukan pintar, karena orang pintar belum tentu cerdas, tetapi orang cerdas tetap pintar," tegas Marselinus.
Dukungan moral yang kuat juga diberikan oleh Majelis Adat Dayak Nasional (MADN). Wakil Presiden MADN, Andersius Namsi, menilai kehadiran MMBB sangat krusial dan selaras dengan cita-cita MADN dalam menyatukan masyarakat Dayak. Ia memuji langkah MMBB yang memegang teguh nilai-nilai keberagaman sebagai sebuah kekuatan.
"Kami merasa lahirnya organisasi MMBB ini akan sangat membantu Majelis Adat Dayak Nasional di dalam melayani masyarakat Dayak di pulau Borneo ini. Terutama dalam memperkuat persatuan di tengah kondisi kita yang memiliki keberagaman lebih dari 400 sub-suku dan bahasa," kata Namsi.
Di tengah dinamika global masa kini, mulai dari persoalan ekonomi dunia hingga efisiensi anggaran daerah, Bupati Karolin kembali mengingatkan pentingnya implementasi hukum adat untuk menjaga harmoni sosial, gotong-royong, dan rasa saling peduli antarwarga.
"Hukum adat itu semangat dan jiwanya adalah mengatur hidup bersama agar tertib, tidak melanggar hak orang lain. Bukan hukum adat untuk kepentingan satu dua kelompok, tapi hukum adat untuk kepentingan seluruh masyarakat," jelas Karolin.
Sebagai penutup agenda pada malam tersebut, bupati yang dijadwalkan segera bertolak ke Jakarta untuk menghadiri rapat koordinasi penanganan ancaman kekeringan bersama Menteri Pertanian ini, menitipkan pesan kebersamaan kepada seluruh jajaran pengurus MMBB yang baru dilantik.
"Semoga dengan adanya organisasi ini kekompakan, persatuan, kesatuan di antara kita semakin nyata dan semakin kuat sehingga kita bisa membangun daerah yang kita cintai ini," tutup Karolin.
(RED)
