Apple Bangun Proteksi macOS 5 Tahun, AI Claude Bongkar dalam 5 Hari
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 18 Mei 2026

Apple Bangun Proteksi macOS 5 Tahun, AI Claude Bongkar dalam 5 Hari

Ikuti kami:
Google
AI Claude Mythos Preview disebut membantu peneliti menembus perlindungan utama macOS Apple hanya dalam lima hari. Apple kini menyelidiki celah tersebut. (Gambar ilustrasi)
AI Claude Mythos Preview disebut membantu peneliti menembus perlindungan utama macOS Apple hanya dalam lima hari. Apple kini menyelidiki celah tersebut. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA - Kemajuan kecerdasan buatan kembali memicu kekhawatiran di dunia teknologi. Kali ini, sorotan datang dari model AI Claude Mythos Preview yang disebut mampu membantu peneliti keamanan siber menembus perlindungan utama macOS milik Apple hanya dalam waktu lima hari.

Temuan itu diungkap perusahaan riset keamanan Calif melalui laporan yang dikutip The Wall Street Journal. Yang membuat kasus ini menarik bukan sekadar keberhasilan membobol sistem Apple, melainkan fakta bahwa perlindungan tersebut dikembangkan selama hampir lima tahun.

Apple sebelumnya memperkenalkan sistem bernama Memory Integrity Enforcement (MIE) sebagai salah satu lapisan keamanan terpenting di macOS. Saat diumumkan pada September tahun lalu, perusahaan menyebut teknologi itu sebagai hasil “upaya desain dan rekayasa yang belum pernah terjadi sebelumnya”.

Namun, pertahanan yang dibangun bertahun-tahun itu ternyata bisa ditembus jauh lebih cepat dengan bantuan AI generasi baru.

AI Tidak Bertindak Sendiri

Meski terdengar seperti cerita film futuristik, CEO Calif Tai Duong menegaskan bahwa Claude Mythos belum menjadi “peretas otomatis” yang mampu bekerja tanpa manusia.

Menurutnya, model AI tersebut tetap membutuhkan arahan dari peneliti keamanan berpengalaman. Claude hanya membantu mempercepat proses analisis, pencarian pola, dan penyusunan teknik eksploitasi yang sebelumnya membutuhkan waktu jauh lebih lama.

Dalam kasus ini, tim Calif menemukan dua bug berbeda di macOS. Bug pertama memungkinkan kerusakan memori perangkat, sementara bug kedua membuka akses ke area sistem yang seharusnya tertutup.

Kedua celah itu kemudian dirangkai menjadi serangan privilege escalation atau peningkatan hak akses. Teknik semacam ini memang tidak langsung memberikan kendali penuh terhadap komputer, tetapi bisa menjadi pintu masuk menuju akses sistem yang lebih dalam.

Yang Menakutkan Bukan AI-nya, Tapi Kecepatannya

Mantan peneliti keamanan Google, Michal Zalewski, yang ikut meninjau laporan tersebut, menilai inti persoalannya bukan pada AI yang menjadi “super hacker”.

Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana AI mampu memangkas waktu pengembangan eksploitasi secara drastis.

Sebelumnya, proses menemukan dan menyusun eksploitasi keamanan tingkat tinggi bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Kini, AI mulai membuat proses itu berjalan jauh lebih cepat.

Artinya, perlombaan antara pengembang sistem keamanan dan pelaku eksploitasi bisa memasuki fase baru yang jauh lebih agresif.

Claude Mythos Jadi Sorotan

Claude Mythos Preview sendiri merupakan model eksperimental terbaru dari Anthropic yang diperkenalkan pada April 2026. Model ini dirancang khusus untuk kemampuan pemrograman otonom dan tugas keamanan siber tingkat lanjut.

Anthropic menyebutnya sebagai AI paling kuat yang pernah mereka kembangkan. Namun akses ke model tersebut masih sangat terbatas dan belum tersedia untuk publik luas.

Kondisi ini sedikit meredakan kekhawatiran bahwa teknologi serupa bisa langsung digunakan sembarang orang untuk menyerang sistem komputer secara massal.

Meski begitu, banyak pengamat keamanan siber mulai melihat kasus ini sebagai sinyal penting bahwa AI akan memainkan peran besar dalam masa depan perang siber.

Apple Bergerak Cepat

Apple kini disebut sedang mempelajari laporan Calif dan menyiapkan patch untuk menutup celah keamanan tersebut.

Sementara itu, Calif menyatakan mereka belum akan membuka detail teknis eksploitasi sebelum Apple merilis perbaikan resmi. Langkah ini umum dilakukan dalam industri keamanan siber untuk mencegah penyalahgunaan sebelum celah benar-benar ditutup.

Kasus ini memperlihatkan satu hal penting: AI mungkin belum sepenuhnya menggantikan manusia dalam dunia hacking, tetapi kecepatannya sudah mulai mengubah aturan permainan.

Dan bagi perusahaan teknologi besar seperti Apple, tantangan berikutnya bukan hanya membangun sistem keamanan yang kuat, tetapi juga mampu bergerak secepat AI yang terus berkembang.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Ria Sartika
Ria Sartika
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.