![]() |
| CNET menguji 33 smartphone terbaru dan menobatkan iPhone 17 Pro sebagai HP dengan pengisian daya tercepat, sementara Galaxy S26 Ultra unggul di charging kabel. |
JAKARTA - Kecepatan pengisian daya kini menjadi salah satu faktor utama saat orang memilih smartphone. Kamera memang tetap penting, begitu juga performa dan kualitas layar, tetapi banyak pengguna mulai melihat seberapa cepat ponsel bisa kembali penuh saat baterai hampir habis.
Hal itu terlihat dalam pengujian terbaru yang dilakukan CNET terhadap 33 smartphone modern.
Hasilnya cukup menarik karena Apple berhasil mendominasi peringkat teratas, sementara Samsung menunjukkan kekuatannya di sektor pengisian kabel super cepat.
iPhone 17 Pro keluar sebagai pemenang utama dalam pengujian tersebut. Keunggulan perangkat ini bukan hanya soal angka, tetapi juga konsistensi dalam dua metode pengisian sekaligus, yakni kabel dan nirkabel.
Apple tampaknya mulai memanfaatkan kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak secara lebih efisien.
Kapasitas baterai iPhone 17 Pro memang tidak sebesar sebagian rival Android, tetapi justru itu yang membuat proses pengisian berlangsung lebih cepat dan stabil.
Dalam pengujian wireless charging, iPhone 17 Pro mampu mencapai 55 persen hanya dalam 30 menit.
Angka itu membuatnya unggul atas iPhone 17 Pro Max, iPhone 17, hingga Galaxy S26 Ultra.
Dominasi Apple juga terlihat dari daftar lima besar smartphone dengan charging tercepat yang hampir seluruhnya diisi lini iPhone terbaru. Ini menunjukkan strategi Apple mulai berubah.
Jika sebelumnya perusahaan lebih fokus pada efisiensi daya, kini mereka juga serius mengejar pengalaman pengisian cepat yang praktis untuk pengguna harian.
Namun Samsung belum kehilangan taring.
Galaxy S26 Ultra justru menjadi raja dalam pengisian kabel. Smartphone flagship tersebut mampu mengisi baterai hingga 76 persen hanya dalam waktu setengah jam, angka yang masih sulit disaingi banyak kompetitor.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, kemampuan seperti ini jelas sangat penting. Dalam situasi sibuk, 20 hingga 30 menit charging sering kali menjadi penentu apakah ponsel bisa bertahan seharian atau tidak.
Yang menarik, hasil pengujian ini juga memperlihatkan perbedaan filosofi antara Apple dan Android.
Apple terlihat lebih fokus pada kestabilan dan efisiensi menyeluruh. Sementara beberapa vendor Android, termasuk Samsung dan brand China, cenderung mengejar angka charging setinggi mungkin lewat teknologi daya besar.
Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah Honor Magic 8 Pro. Smartphone ini mampu mencapai 61 persen dalam 30 menit melalui wireless charging 80W. Angka tersebut sebenarnya sangat impresif.
Namun CNET tidak memasukkan Honor ke daftar utama karena teknologi pengisian yang digunakan dianggap tidak sepenuhnya sebanding dengan standar umum perangkat lain.
Meski begitu, performa tersebut tetap menunjukkan bagaimana vendor China terus mendorong batas teknologi baterai.
Persaingan fast charging saat ini memang semakin ketat. Dulu, fitur ini hanya dianggap pelengkap.
Sekarang, kecepatan isi daya mulai menjadi nilai jual utama, terutama ketika pengguna semakin bergantung pada smartphone untuk bekerja, hiburan, hingga aktivitas harian.
Pengguna pun kini punya ekspektasi baru. Smartphone premium tidak cukup hanya punya kamera bagus atau chipset kencang. Mereka juga harus bisa mengisi daya dengan cepat, aman, dan konsisten.
Hasil pengujian CNET memperlihatkan bahwa Apple mulai serius menantang dominasi Android di sektor charging cepat.
Di sisi lain, Samsung masih mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pemain paling agresif dalam teknologi pengisian kabel.
Dengan perkembangan seperti ini, persaingan smartphone flagship ke depan kemungkinan tidak lagi hanya soal kamera AI atau performa gaming.
Fast charging bisa menjadi arena pertarungan baru yang jauh lebih penting bagi pengguna sehari-hari.
- Memuat artikel...

