![]() |
| Astronom temukan jejak Galaksi Loki di Bima Sakti dari data Gaia dan CFHT, mengungkap tabrakan 10 miliar tahun lalu di awal pembentukan galaksi. |
JAKARTA - Sejumlah astronom dari University of Hertfordshire menemukan kelompok bintang kuno di dalam Milky Way yang diduga merupakan sisa dari galaksi kerdil bernama Loki. Temuan ini mengindikasikan galaksi tersebut telah bertabrakan dan “ditelan” lebih dari 10 miliar tahun lalu.
Para peneliti menganalisis 20 bintang sangat tua menggunakan data dari teleskop luar angkasa Gaia serta spektrograf teleskop CFHT. Dari hasil pengamatan, bintang-bintang tersebut memiliki kandungan unsur berat yang sangat rendah, menandakan usia yang sangat tua.
Biasanya, objek seperti ini ditemukan di halo galaksi. Namun, bintang-bintang yang diteliti justru berada sangat dekat dengan piringan Milky Way, wilayah yang juga ditempati Matahari. Temuan ini membuat para ilmuwan menduga asal-usulnya berbeda dari populasi bintang pada umumnya.
“Dengan menggabungkan data komposisi kimia dan orbit bintang, kami mulai menelusuri asal-usulnya,” ujar Federico Sestito, penulis utama studi tersebut.
Hasil simulasi komputer menunjukkan bahwa tabrakan terjadi saat Milky Way masih sangat muda dan belum memiliki piringan rotasi stabil. Kondisi itu membuat bintang-bintang dari galaksi Loki tersebar ke berbagai orbit.
Federico Sestito menjelaskan bahwa sebagian bintang bergerak searah rotasi galaksi, sementara lainnya berlawanan arah, namun memiliki komposisi kimia yang hampir sama.
“Rupanya, sejarah awal galaksi besar sangat kacau. Sistem kecil sering bertabrakan dan menyebarkan bintang ke berbagai orbit,” ujarnya.
Menurut peneliti, galaksi Loki diperkirakan memiliki massa sekitar 1,4 miliar kali massa Matahari dan dinamai berdasarkan sosok dewa Loki dari mitologi Nordik.
Astrofisikawan Stanford University, Anirudh Chiti, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai hasil tersebut menjanjikan. Namun ia menegaskan data yang tersedia masih terbatas untuk kesimpulan final.
Para ilmuwan menyebut penemuan ini membuka kemungkinan bahwa Milky Way menyimpan lebih banyak sisa galaksi purba lainnya yang belum teridentifikasi.
Dengan pengembangan instrumen spektroskopi di masa depan, ratusan bintang serupa diperkirakan bisa dianalisis sekaligus untuk mengungkap sejarah awal pembentukan galaksi.
- Memuat artikel...

