![]() |
| Xiaomi memperlihatkan SUV listrik YU7 GT dengan tenaga 990 HP, jarak tempuh 705 km, dan kecepatan hingga 300 km/jam sebelum rilis resmi akhir Mei 2026. |
JAKARTA - Pasar mobil listrik kini bukan lagi sekadar soal hemat energi atau teknologi pintar. Produsen mulai berlomba menghadirkan kendaraan yang bisa memadukan performa ekstrem, desain premium, dan kenyamanan harian dalam satu paket. Xiaomi tampaknya ingin masuk lebih jauh ke arena itu lewat kehadiran YU7 GT.
Menjelang peluncuran resminya pada akhir Mei 2026, Xiaomi mulai memperlihatkan identitas SUV listrik terbarunya tersebut. Warna merah terang yang digunakan langsung memberi kesan agresif, berbeda dari citra SUV keluarga pada umumnya.
Namun daya tarik utama YU7 GT bukan hanya soal tampilan.
Xiaomi mengklaim SUV listrik ini memiliki tenaga hingga 990 horsepower. Angka itu bahkan sudah setara dengan banyak supercar kelas atas. Kecepatan maksimalnya disebut mampu menyentuh 300 kilometer per jam, sementara jarak tempuhnya mencapai 705 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Kombinasi itu membuat YU7 GT menarik karena mencoba menawarkan dua karakter sekaligus: mobil harian yang nyaman dan kendaraan performa tinggi untuk perjalanan jauh.
![]() |
| Xiaomi memperlihatkan SUV listrik YU7 GT dengan tenaga 990 HP, jarak tempuh 705 km, dan kecepatan hingga 300 km/jam sebelum rilis resmi akhir Mei 2026. |
Label GT sendiri memang punya sejarah panjang di industri otomotif. Singkatan dari “Grand Tourer” itu biasanya digunakan untuk mobil bertenaga besar yang tetap nyaman dipakai berkendara jarak jauh. Xiaomi tampaknya ingin membawa filosofi tersebut ke era kendaraan listrik.
Pendekatan itu terlihat bukan hanya dari spesifikasi, tetapi juga cara Xiaomi membangun citra mobil ini.
Perusahaan menguji prototipe YU7 GT di Nürburgring Nordschleife, sirkuit legendaris di Jerman yang sering dipakai produsen otomotif dunia untuk mengukur kemampuan mobil performa tinggi. Trek sepanjang lebih dari 20 kilometer itu dikenal sangat menantang karena memiliki tikungan tajam, elevasi ekstrem, dan karakter lintasan yang sulit ditebak.
Bagi Xiaomi, Nürburgring bukan sekadar lokasi pengujian. Tempat itu menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa mereka serius di industri otomotif.
Sebelumnya, sedan SU7 Ultra milik Xiaomi sempat mencuri perhatian setelah mencatat waktu putaran 6 menit 22,091 detik di Nürburgring pada 2025. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu mobil listrik produksi tercepat pada masanya.
Kini strategi serupa kembali dipakai untuk membangun reputasi YU7 GT.
Di bagian interior, Xiaomi tetap mempertahankan nuansa sporty tanpa meninggalkan kesan premium. Kabin menggunakan kombinasi warna hitam dan merah, sementara kursi depan diberi bordir GT untuk mempertegas identitas performanya.
Meski demikian, Xiaomi belum membuka detail lengkap mengenai platform, kapasitas baterai, maupun fitur teknologi lainnya. Harga resmi juga masih dirahasiakan.
![]() |
| Xiaomi memperlihatkan SUV listrik YU7 GT dengan tenaga 990 HP, jarak tempuh 705 km, dan kecepatan hingga 300 km/jam sebelum rilis resmi akhir Mei 2026. |
Pengamat pasar memperkirakan YU7 GT akan dijual di kisaran 450 ribu hingga 500 ribu yuan atau sekitar Rp4,8 miliar hingga Rp5,4 miliar.
Peluncuran YU7 GT datang di waktu yang cukup penting bagi Xiaomi. Penjualan model YU7 reguler pada April 2026 tercatat turun 27,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Setelah sempat menembus lebih dari 20 ribu unit per bulan pada Februari dan Maret, penjualan kini turun menjadi 9.876 unit.
Penurunan itu menunjukkan persaingan pasar mobil listrik semakin ketat. Konsumen mulai memiliki lebih banyak pilihan, terutama dari merek-merek yang juga agresif bermain di segmen SUV listrik premium.
Karena itu, YU7 GT bukan hanya soal mobil baru. Model ini bisa menjadi ujian penting bagi Xiaomi untuk membuktikan bahwa mereka mampu bertahan bukan sekadar sebagai pendatang baru, tetapi juga pemain serius di industri otomotif global.
- Memuat artikel...



