CEO Rosatom Sebut IAEA Tak Responsif terhadap Situasi di PLTN Zaporozhye

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Minggu, 17 Mei 2026

CEO Rosatom Sebut IAEA Tak Responsif terhadap Situasi di PLTN Zaporozhye

Ikuti kami:
Google
Rosatom menuduh IAEA mengabaikan serangan drone Ukraina ke PLTN Zaporozhye setelah insiden terbaru terjadi dekat Unit Reaktor 1 dan wilayah Energodar.
Rosatom menuduh IAEA mengabaikan serangan drone Ukraina ke PLTN Zaporozhye setelah insiden terbaru terjadi dekat Unit Reaktor 1 dan wilayah Energodar.

MOSKOW — CEO perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom, Alexey Likhachev, Sabtu, menuduh Sekretariat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengabaikan serangan harian Ukraina terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye serta infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Likhachev di Moskow di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di sekitar fasilitas nuklir terbesar di Eropa tersebut.

Menurut Likhachev, IAEA hanya mengeluarkan pernyataan umum terkait ancaman drone yang terbang di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Ukraina, tanpa menyoroti serangan yang diklaim terjadi di area PLTN Zaporozhye.

“Sekretariat IAEA secara efektif mengabaikan serangan harian Ukraina terhadap ZNPP, infrastruktur sipil, dan pembunuhan warga Rusia oleh pasukan Ukraina,” kata Likhachev.

Ia menyebut isu eskalasi di sekitar PLTN Zaporozhye akan menjadi agenda utama dalam konsultasi mendatang dengan pimpinan IAEA yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli.

Likhachev juga menyoroti kondisi pasokan listrik di fasilitas tersebut. Menurut dia, selama lebih dari dua bulan terakhir, PLTN Zaporozhye hanya menerima suplai dari satu jalur listrik, padahal sebelumnya menggunakan dua jalur utama.

Situasi itu, kata dia, beberapa kali menyebabkan pemadaman total sehingga pembangkit harus mengandalkan generator diesel darurat untuk menjaga operasional sistem penting.

Dalam pernyataannya, Likhachev juga mengungkap adanya serangan drone terbaru di area pembangkit.

Ia mengatakan sebuah drone kamikaze Ukraina menghantam jaringan pipa yang berada di sepanjang ruang turbin PLTN Zaporozhye sebelum jatuh di dekat Unit Reaktor 1 tanpa meledak.

Selain itu, dua stasiun pengisian bahan bakar di kota Energodar dilaporkan terkena serangan drone dan tidak dapat beroperasi.

“Drone menargetkan truk dan bus, yang secara efektif menghambat pengiriman makanan dan barang kebutuhan pokok,” ujar Likhachev.

Ia menambahkan kondisi tersebut memicu kepanikan di kalangan warga dan membuat aktivitas normal di Energodar terganggu.

“Orang-orang takut meninggalkan rumah mereka. Taktik intimidasi ini juga ditujukan kepada pegawai ZNPP dan secara langsung merusak keamanan nuklir fasilitas tersebut,” katanya.

PLTN Zaporozhye beberapa kali menjadi sorotan internasional sejak konflik Rusia-Ukraina berlangsung. Fasilitas itu berada di wilayah yang dikuasai Rusia dan terus menjadi titik sensitif terkait keamanan nuklir di kawasan konflik.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Jerry Pratama
Jerry Pratama
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.