China Telecom Resmikan Kabel Bawah Laut Asia Link Cable Sepanjang 6.200 Km

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Minggu, 17 Mei 2026

China Telecom Resmikan Kabel Bawah Laut Asia Link Cable Sepanjang 6.200 Km

Ikuti kami:
Google
China Telecom meresmikan kabel bawah laut Asia Link Cable sepanjang 6.200 km yang menghubungkan China dan Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 325 Tbit/s.
China Telecom meresmikan kabel bawah laut Asia Link Cable sepanjang 6.200 km yang menghubungkan China dan Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 325 Tbit/s.

JAKARTA - China Telecom resmi mengoperasikan kabel bawah laut Asia Link Cable (ALC) sepanjang 6.200 kilometer yang mendarat di Stasiun Kabel Chung Hom Kok, Hong Kong. Proyek yang diumumkan baru-baru ini itu menjadi kabel bawah laut dengan kapasitas terbesar di jalur Hong Kong–Singapura.

ALC dipimpin dan dibangun oleh China Telecom sebagai investor terbesar. Proyek ini juga menandai stasiun pendaratan kabel pertama perusahaan di luar wilayah daratan China.

Kabel bawah laut tersebut memiliki total kapasitas lebih dari 325 Tbit/s, dengan masing-masing pasangan serat optik mampu membawa hingga 26 Tbit/s data.

Jaringan ALC menghubungkan sejumlah negara di Asia, yakni China, Singapura, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina. Infrastruktur baru ini juga menambah lebih dari 100 Tbit/s bandwidth internasional bagi China Telecom.

Salah satu dampak penting proyek ini adalah memberikan koneksi internasional bawah laut langsung pertama bagi Hainan. Selama bertahun-tahun, wilayah itu menghadapi keterbatasan bandwidth untuk konektivitas global.

Dengan kapasitas besar tersebut, ALC disebut akan memperkuat layanan komputasi awan, aliran data kecerdasan buatan (AI), hingga perdagangan digital lintas negara di kawasan Asia Tenggara.

China Telecom menyebut Asia Link Cable menjadi bagian penting dalam penguatan konektivitas digital regional Asia. Jalur baru ini dipadukan dengan rute kabel lainnya untuk memperkuat tulang punggung digital independen Asia.

Proyek tersebut juga dinilai mendukung pengembangan infrastruktur digital dalam kerangka Belt and Road Initiative milik China.

Kehadiran ALC diperkirakan akan meningkatkan kapasitas lalu lintas data regional di tengah pertumbuhan layanan cloud dan AI yang terus meningkat di Asia.

Selain memperluas konektivitas internasional, proyek ini memperkuat posisi Asia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital global dengan jalur transmisi data yang lebih cepat dan stabil.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Jerry Pratama
Jerry Pratama
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.