Empat Kali Crash di Barcelona, Jorge Martin Sebut Masih Cari Limit Aprilia

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Minggu, 17 Mei 2026

Empat Kali Crash di Barcelona, Jorge Martin Sebut Masih Cari Limit Aprilia

Ikuti kami:
Google
Jorge Martin mengaku terlalu optimistis setelah crash di sprint MotoGP Catalunya 2026. Rider Aprilia itu masih berusaha memahami karakter motor RS-GP.
Jorge Martin mengaku terlalu optimistis setelah crash di sprint MotoGP Catalunya 2026. Rider Aprilia itu masih berusaha memahami karakter motor RS-GP.

JAKARTA - Pembalap Jorge Martin kembali mengalami kecelakaan saat sprint race MotoGP Catalunya di Barcelona, Sabtu, setelah terjatuh ketika berada di posisi keenam. 

Rider Aprilia itu mengaku terlalu optimistis dan masih berusaha memahami karakter motor RS-GP miliknya.

Juara dunia 2024 tersebut menjalani akhir pekan yang berat di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Dalam dua hari pertama seri Catalunya, Martin tercatat empat kali mengalami crash.

Meski sempat terjatuh pada sesi Q1, Martin tetap mampu lolos ke Q2 dan mengamankan posisi start kedelapan untuk sprint race. 

Namun balapan singkat itu kembali berakhir lebih cepat setelah ia kehilangan kendali di Tikungan 10.

Martin menjelaskan angin dari belakang membuat titik pengeremannya sedikit lebih panjang dari biasanya. Kondisi itu membuat bagian depan motornya kehilangan grip hingga akhirnya terjatuh.

“Saya bersyukur kondisi saya baik-baik saja,” kata Martin.

Ia mengaku hanya mengalami cedera ringan di beberapa bagian tubuh dan tidak ada masalah serius setelah insiden tersebut.

Martin juga memuji kerja keras kru Aprilia yang terus memperbaiki motornya di tengah rangkaian kecelakaan sepanjang akhir pekan.

“Saya ingin berterima kasih kepada tim karena mereka bekerja luar biasa. Setelah empat kali crash, mereka bahkan tidak sempat makan siang,” ujarnya.

Menurut Martin, proses adaptasi dengan motor Aprilia masih berlangsung. Ia merasa mulai menemukan batas kemampuan motor, terutama di lintasan Barcelona yang memiliki grip rendah.

“Ini bagian dari proses. Saya masih perlu memahami Aprilia,” kata Martin.

Meski gagal finis, Martin tidak kehilangan banyak poin dalam klasemen karena rekan setimnya, Marco Bezzecchi, juga kesulitan dan hanya finis di posisi kesembilan pada sprint race tersebut.

MotoGP Catalunya menjadi salah satu seri yang menantang bagi para pembalap akibat kondisi grip lintasan yang rendah. 

Situasi itu membuat beberapa rider kesulitan menjaga kestabilan motor, terutama saat pengereman agresif.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Google Logo Add on Google
Jerry Pratama
Jerry Pratama
Editor / Wartawan
Wartawan dan editor berpengalaman dalam liputan berita daerah, nasional, sosial, dan politik. Aktif menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan mudah dipahami pembaca.
  

Bagikan artikel ini

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.