![]() |
| Industri daur ulang emas di China tumbuh tercepat dalam 10 tahun setelah harga emas melonjak dan permintaan investasi emas meningkat drastis. |
CHINA - Lonjakan harga emas dunia tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memicu ledakan industri daur ulang emas di China.
Sepanjang 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan tercepat dalam satu dekade, didorong tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset aman.
Data industri menunjukkan registrasi perusahaan baru di bidang daur ulang emas melonjak 78,7 persen.
Angka itu menjadi sinyal kuat bahwa bisnis pengolahan emas bekas kini berkembang menjadi sektor yang semakin strategis di negara tersebut.
Fenomena ini terjadi seiring kenaikan harga emas global yang terus mencetak rekor. Pada kuartal pertama 2026, konsumsi emas batangan dan koin di China naik 46,4 persen. Harga emas bahkan disebut telah menyentuh level US$5.600 per ounce.
Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai memanfaatkan emas lama, perhiasan bekas, hingga aset logam mulia yang sebelumnya disimpan untuk dijual atau didaur ulang kembali ke pasar.
Aktivitas industri paling ramai terlihat di kawasan selatan dan timur China. Kota seperti Shenzhen dan Shanghai menjadi pusat utama pertumbuhan bisnis ini karena memiliki jaringan perdagangan emas dan infrastruktur manufaktur yang kuat.
Di Shenzhen, banyak perusahaan memanfaatkan teknologi pemurnian modern untuk mengolah kembali emas dari berbagai sumber, mulai dari perhiasan hingga limbah elektronik.
Sementara Shanghai berperan sebagai pusat perdagangan dan distribusi emas nasional.
Ledakan industri daur ulang emas juga memperlihatkan perubahan strategi ekonomi China. Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi pasar internasional, Beijing berupaya mempertahankan cadangan emas domestik tanpa terlalu bergantung pada impor.
Dengan memperbesar kapasitas daur ulang, pasokan emas di dalam negeri bisa tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan menjaga ketahanan finansial jangka panjang.
Tren tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana emas kembali menjadi instrumen investasi favorit saat kondisi ekonomi dunia tidak menentu.
Ketika pasar saham dan mata uang mengalami tekanan, permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat.
Bagi pelaku industri, momentum ini membuka peluang bisnis baru yang besar.
Namun di sisi lain, persaingan diperkirakan akan semakin ketat seiring banyaknya pemain baru yang masuk ke sektor daur ulang emas dalam beberapa tahun terakhir.
- Memuat artikel...

