![]() |
| LP3KD Sekadau berharap Musda I LP3KD Kalimantan Barat 2026 mengakomodasi evaluasi dan rekomendasi seluruh kabupaten/kota sekaligus mematangkan persiapan Pesparani 2027. |
PONTIANAK – LP3KD Kabupaten Sekadau berharap Musyawarah Daerah (Musda) I LP3KD Kalimantan Barat Tahun 2026 dapat mengakomodasi seluruh evaluasi dan rekomendasi yang disampaikan perwakilan kabupaten dan kota. Harapan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar di Hotel Kini Pontianak pada 29 Mei 2026.
Perwakilan LP3KD Kabupaten Sekadau, Abun Tono, menegaskan pentingnya setiap masukan dari daerah menjadi perhatian dalam forum musda tingkat provinsi tersebut.
“Kami berharap dalam Musda LP3KD Provinsi Kalimantan Barat dapat mengakomodir semua evaluasi dan rekomendasi dari semua kabupaten/kota, terutama dari LP3KD Sekadau,” ujar Abun Tono.
Musda I LP3KD Kalimantan Barat menjadi forum strategis untuk membahas arah program kerja organisasi sekaligus menyusun berbagai agenda ke depan. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah perencanaan Pesparani Katolik tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang kedua.
Ketua panitia Musda, Ignasius, mengatakan agenda kegiatan juga mencakup persiapan menghadapi Pesparani Nasional IV yang dijadwalkan berlangsung di Manado pada 2027.
Menurutnya, berbagai program dan langkah persiapan perlu dirancang sejak dini agar pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam menghadapi Pesparani Nasional 2027. Ia menilai musda tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga bagian dari aktualisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain itu dalam musda ini pastikan pembinaan keagamaan harus merata untuk setiap kabupaten/kota. Saya berharap melalui musda dapat merancang secara matang dalam mempersiapkan Pesparani Nasional tahun 2027 di Manado nantinya,” kata Krisantus.
Kegiatan Musda diawali dengan misa pembukaan yang dipimpin selebran utama Pastor Pius Barces, CP. Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, perwakilan keuskupan se-Kalimantan Barat, ketua LP3KD se-Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, serta perwakilan Kementerian Agama kabupaten dan kota.
Melalui forum ini, LP3KD Kalimantan Barat diharapkan dapat menyusun program kerja yang lebih terarah sekaligus memperkuat koordinasi antardaerah dalam menghadapi agenda Pesparani tingkat provinsi maupun nasional pada tahun mendatang.
Penulis: Wulan
- Memuat artikel...

