Petani Perkebunan Rakyat Dongkrak NTP Kaltim hingga 149,83 pada April 2026

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Senin, 11 Mei 2026

Petani Perkebunan Rakyat Dongkrak NTP Kaltim hingga 149,83 pada April 2026

Ikuti kami:
Google Google
NTP Kalimantan Timur April 2026 naik menjadi 149,83. Subsektor perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi dan menjadi penopang utama kesejahteraan petani.
NTP Kalimantan Timur April 2026 naik menjadi 149,83. Subsektor perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi dan menjadi penopang utama kesejahteraan petani. (ilustrasi)

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat nilai tukar petani (NTP) di provinsi tersebut mencapai 149,83 pada April 2026. 

Angka itu diumumkan Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai di Samarinda, Senin, dan menunjukkan kondisi daya beli petani secara umum berada di level menguntungkan.

Kenaikan NTP Kaltim pada April 2026 tercatat sebesar 1,24 persen dibanding bulan sebelumnya. Pendorong utama berasal dari subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik 2,24 persen.

Mas’ud Rifai mengatakan, dari lima subsektor yang disurvei BPS Kaltim, hanya dua subsektor yang mengalami kenaikan. Selain perkebunan rakyat, subsektor hortikultura juga naik sebesar 0,87 persen.

“Dari lima subsektor ini, terdapat dua subsektor mengalami kenaikan NTP, di antaranya subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik 2,24 persen. Kenaikan tinggi ini mampu mendongkrak kenaikan NTP secara keseluruhan,” ujar Rifai.

Sementara itu, tiga subsektor lainnya mengalami penurunan. Subsektor tanaman pangan turun 0,22 persen, peternakan minus 0,58 persen, dan perikanan turun 0,17 persen.

Meski demikian, seluruh subsektor masih mencatat NTP di atas angka 100. Subsektor tanaman pangan tercatat sebesar 101,44, hortikultura 120,17, perkebunan rakyat 211,25, peternakan 110,78, dan nelayan serta pembudidaya ikan 105,98.

BPS menjelaskan, angka NTP di atas 100 menunjukkan petani memperoleh keuntungan. Semakin tinggi nilainya, semakin kuat pula daya beli petani terhadap kebutuhan konsumsi dan biaya produksi.

Subsektor perkebunan rakyat menjadi yang tertinggi dengan NTP mencapai 211,25. Kondisi itu menunjukkan petani di subsektor tersebut berada pada tingkat kesejahteraan paling tinggi dibanding subsektor lain di Kaltim.

Selain NTP, BPS Kaltim juga mencatat nilai tukar usaha pertanian (NTUP) April 2026 mencapai 156,3 atau naik 0,79 persen dibanding Maret 2026.

Menurut Rifai, NTP menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur daya beli petani di perdesaan. Perhitungan dilakukan dengan membandingkan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang harus dibayar petani.

“NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif makin kuat pula tingkat daya beli petani,” kata dia.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Published: Saputra Berry
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI POSTING AJA

Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.