Berita BorneoTribun: Kaltim hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kaltim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaltim. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2026

Kontrak Land Rover Wali Kota Disorot, Inspektorat Samarinda Lakukan Audit 14 Hari

Inspektorat Samarinda mengaudit kontrak sewa Land Rover wali kota selama 14 hari guna menindaklanjuti polemik publik dan memastikan transparansi anggaran daerah. (Foto Ilustrasi)
Inspektorat Samarinda mengaudit kontrak sewa Land Rover wali kota selama 14 hari guna menindaklanjuti polemik publik dan memastikan transparansi anggaran daerah. (Foto Ilustrasi)

SAMARINDA — Polemik seputar kontrak sewa kendaraan dinas wali kota jenis Land Rover Defender kini masuk tahap pemeriksaan lebih dalam. Inspektorat Daerah Kota Samarinda memastikan akan melakukan audit menyeluruh guna memastikan proses pengadaan berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi anggaran.

Langkah audit ini dilakukan sebagai respons terhadap sorotan publik terkait nilai kontrak sewa kendaraan dinas tersebut yang dinilai memerlukan klarifikasi lebih mendalam.

Inspektur Pembantu II Inspektorat Samarinda, Firdaus Akbar, menyampaikan bahwa pihaknya akan menerbitkan surat tugas pemeriksaan pada Sabtu (18/4).

Menurut Firdaus, audit kali ini berbeda dengan reviu sebelumnya yang hanya sebatas pemeriksaan dokumen administratif.

“Berbeda dengan reviu sebelumnya yang hanya verifikasi dokumen atau keyakinan terbatas, audit kali ini bersifat pendalaman. Kami akan menelusuri seluruh tahapan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyusunan anggaran, hingga pelaksanaan kontrak,” jelas Firdaus di Samarinda, Jumat.

Audit tersebut dijadwalkan berlangsung selama 14 hari kerja, dengan target memperoleh gambaran utuh mengenai proses pengadaan kendaraan dinas tersebut.

Salah satu fokus utama tim audit adalah menelusuri adanya anomali pada nilai kontrak yang hanya mengalami penurunan sangat kecil dari tahun ke tahun.

Firdaus mencontohkan adanya kontrak yang hanya turun sekitar Rp100 ribu dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi tersebut akan dikaji lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Contohnya, ada kontrak yang hanya turun sekitar Rp100 ribu dari tahun sebelumnya. Ini yang akan kami kaji kesesuaiannya dengan aturan,” tambahnya.

Meski demikian, hingga saat ini Inspektorat menegaskan belum menemukan indikasi unsur pidana dalam kasus tersebut.

Proses pemeriksaan saat ini masih berada pada ranah administratif dan disiplin internal Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

Jika nantinya ditemukan pelanggaran, sanksi akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan yang terjadi. “Jika ditemukan pelanggaran, sanksi akan diklasifikasikan mulai dari ringan hingga berat,” ujar Firdaus.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan serta akuntabel.

Disupervisi Inspektorat Jenderal Kemendagri

Dalam pelaksanaan audit, Inspektorat Samarinda juga mendapat supervisi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dokumen penting seperti Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta standar satuan harga telah diserahkan untuk dilakukan pengecekan lanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh proses tetap berada dalam koridor regulasi nasional.

“Kehadiran tim Itjen memperkuat langkah kami agar tetap berada di koridor yang benar,” jelas Firdaus.

Kontrak Dimulai 2023, Nilai Rp160 Juta Per Bulan

Berdasarkan data yang dihimpun, perencanaan anggaran sewa kendaraan dinas wali kota sebenarnya sudah disusun sejak tahun 2022.

Langkah tersebut diambil karena rencana pembelian kendaraan baru pada saat itu tidak dapat direalisasikan.

Kontrak resmi kemudian berjalan sejak tahun 2023 bersama pihak penyedia, yaitu PT Indorent.

Adapun nilai kontrak sewa kendaraan tersebut mencapai sekitar:

  • Rp160 juta per bulan

  • Durasi minimal tiga tahun

  • Estimasi total biaya sekitar Rp7,3 miliar

  • Jadwal kontrak awal berakhir pada Oktober–November 2026

Namun, berdasarkan hasil audit sebelumnya yang menemukan ketidaksesuaian spesifikasi dan harga, kontrak tersebut akhirnya diputus lebih awal pada 16 April 2024.

Langkah pemutusan ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga efisiensi serta akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.

Audit yang tengah dilakukan Inspektorat Samarinda menjadi langkah penting dalam memastikan penggunaan anggaran publik berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dengan keterlibatan pengawasan dari Kemendagri, diharapkan seluruh proses pemeriksaan berjalan objektif serta mampu memberikan kepastian kepada masyarakat terkait polemik yang berkembang.

Langkah ini juga menjadi contoh penerapan tata kelola pemerintahan yang mengedepankan kehati-hatian dalam penggunaan anggaran daerah.

FAQ

1. Mengapa kontrak Land Rover wali kota diaudit?
Audit dilakukan untuk menindaklanjuti polemik publik dan memastikan proses pengadaan sesuai aturan serta transparan.

2. Berapa lama audit dilakukan?
Audit dijadwalkan berlangsung selama 14 hari kerja.

3. Berapa nilai kontrak sewa kendaraan dinas tersebut?
Nilai kontrak mencapai sekitar Rp160 juta per bulan, dengan estimasi total sekitar Rp7,3 miliar.

4. Apakah ada indikasi pidana dalam kasus ini?
Hingga saat ini, Inspektorat menyatakan belum menemukan indikasi unsur pidana.

5. Kapan kontrak kendaraan tersebut diputus?
Kontrak diputus lebih awal pada 16 April 2024 setelah ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi dan harga.

Rp20 Miliar Untuk Irigasi PPU di Kalimantan Timur

Pemprov Kaltim menyalurkan Rp20 miliar untuk sembilan proyek irigasi di Kabupaten Penajam Paser Utara guna meningkatkan distribusi air dan produktivitas pertanian.
Pemprov Kaltim menyalurkan Rp20 miliar untuk sembilan proyek irigasi di Kabupaten Penajam Paser Utara guna meningkatkan distribusi air dan produktivitas pertanian.

Samarinda, Kaltim - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan keuangan sekitar Rp20 miliar untuk memperkuat infrastruktur pengairan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Bantuan tersebut difokuskan pada pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di sejumlah wilayah yang menjadi sentra pertanian masyarakat.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara, Weliam Yunior, menjelaskan bahwa dana bantuan dari pemerintah provinsi digunakan untuk sembilan paket pekerjaan pengairan di lokasi berbeda.

“Bantuan pemerintah provinsi ini untuk sembilan paket pekerjaan pengairan di lokasi berbeda,” ujar Weliam Yunior, Jumat.

Fokus Pembangunan Di Kecamatan Waru Dan Babulu

Dana bantuan sekitar Rp20 miliar tersebut dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pengairan di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu.

Di wilayah Kecamatan Waru, terdapat empat paket pekerjaan yang difokuskan pada pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi guna mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.

Lokasi pekerjaan di antaranya meliputi:

  • Kelurahan Waru

  • Desa Sesulu

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pasokan air untuk lahan pertanian tetap stabil, terutama saat musim tanam berlangsung.

Lima Paket Proyek Di Kecamatan Babulu

Sementara itu, di Kecamatan Babulu terdapat lima paket pekerjaan pengairan yang meliputi pembangunan jaringan irigasi hingga fasilitas pendukung lainnya.

Lokasi pekerjaan meliputi:

  • Desa Labangka Barat

  • Desa Babulu Darat

  • Desa Gunung Mulia

  • Desa Gunung Makmur

  • Saluran pembuangan di wilayah Babulu

Selain pembangunan jaringan irigasi, proyek di Kecamatan Babulu juga mencakup pembangunan pintu air yang berfungsi mengatur distribusi air secara lebih optimal.

“Paket pekerjaan pengairan di wilayah Kecamatan Babulu itu termasuk saluran pembuangan,” jelas Weliam Yunior.

Tujuh Proyek Sudah Masuk Tahap Lelang

Hingga saat ini, sebagian besar paket pekerjaan telah memasuki tahap awal pelaksanaan.

Menurut Weliam, dari sembilan paket pekerjaan yang direncanakan:

  • Tujuh paket sudah masuk tahap lelang

  • Dua paket telah melakukan penandatanganan kontrak kerja

Perkembangan ini menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran berjalan.

“Saat ini tujuh paket pekerjaan sudah masuk tahap lelang dan dua kegiatan sudah tanda tangan kontrak kerja,” tambahnya.

Dorong Produktivitas Pertanian Dan Kesejahteraan Petani

Pemerintah daerah menilai penguatan jaringan irigasi menjadi langkah penting untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan lebih optimal.

Dengan jaringan irigasi yang memadai, petani di Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian, sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.

Weliam Yunior optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, meskipun saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Upaya ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah PPU.

FAQ

1. Berapa besar bantuan Pemprov Kaltim untuk irigasi di PPU?

Bantuan yang diberikan mencapai sekitar Rp20 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi.

2. Ada berapa paket pekerjaan irigasi yang dikerjakan?

Total terdapat sembilan paket pekerjaan yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan.

3. Wilayah mana saja yang menjadi fokus pembangunan?

Proyek difokuskan di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu, yang merupakan wilayah pertanian penting di PPU.

4. Apa manfaat proyek irigasi bagi petani?

Proyek ini bertujuan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga produktivitas petani dapat meningkat.

5. Apakah proyek sudah mulai berjalan?

Ya, saat ini tujuh paket telah masuk tahap lelang dan dua paket sudah dalam tahap kontrak kerja.

Kamis, 16 April 2026

161 Ribu Warga Kaltim Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.
Sebanyak 161.511 warga Kaltim memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di 188 puskesmas dengan tingkat kehadiran mencapai 92,28 persen.

SAMARINDA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah terus mendapat respons positif dari masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga saat ini, sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan kesehatan tersebut yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa layanan CKG kini sudah menjangkau seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya 188 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di 10 kabupaten/kota.

“Masyarakat Kaltim kini sudah menjangkau CKG pada semua pelayanan kesehatan, terutama 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” ujar Jaya di Samarinda, Kamis.

Tingkat Kehadiran Tinggi, Program Dinilai Efektif

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kaltim, jumlah warga yang melakukan registrasi dalam program tersebut mencapai 175.025 orang. Dari jumlah itu, tingkat kehadiran peserta tercatat 92,28 persen.

Menurut Jaya, angka partisipasi yang tinggi ini menjadi indikator bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis berjalan efektif dan tepat sasaran.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dominasi kelompok usia produktif yang memanfaatkan layanan ini.

Kelompok Usia 40–59 Tahun Jadi Peserta Terbanyak

Kelompok usia dewasa senior, yakni 40 hingga 59 tahun, menjadi partisipan tertinggi dalam program ini dengan jumlah 39.449 orang.

Sementara itu, kelompok usia dewasa muda 18–29 tahun juga menunjukkan minat besar dengan jumlah peserta mencapai 25.781 orang.

Pada kategori anak-anak, kelompok usia sekolah 7–12 tahun menjadi yang paling dominan dengan jumlah peserta 24.020 anak.

Tak kalah penting, kelompok lanjut usia atau lansia berumur di atas 60 tahun juga menunjukkan kesadaran kesehatan yang baik dengan total kunjungan mencapai 18.356 orang.

“Secara keseluruhan, kelompok anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun menyumbang sekitar 35 persen dari total kehadiran program tersebut,” terang Jaya.

Skrining Bayi Jadi Fokus Deteksi Dini

Selain melayani masyarakat umum, program CKG juga memberikan perhatian khusus pada kesehatan bayi baru lahir.

Tercatat sebanyak 3.471 bayi telah mendapatkan layanan deteksi dini melalui laboratorium kesehatan provinsi, khususnya melalui pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Jaya menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan pengiriman sampel pemeriksaan bayi.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan penyakit kongenital sejak dini sehingga langkah pencegahan medis dapat segera dilakukan.

“Pemeriksaan khusus bagi bayi tersebut bertujuan untuk menganalisis adanya penyakit kongenital sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan secara medis,” jelasnya.

Hasil Pemeriksaan Bisa Diakses Melalui Laboratorium Daerah

Untuk memastikan transparansi dan kemudahan akses informasi kesehatan, hasil pemeriksaan dalam program CKG dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit di tingkat daerah.

Dengan capaian partisipasi yang tinggi, pemerintah daerah optimistis program ini akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa mendatang.

FAQ

Apa Itu Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)?

Program CKG adalah layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Berapa Jumlah Warga Kaltim Yang Mengikuti Program CKG?

Sebanyak 161.511 warga telah memanfaatkan layanan Program Cek Kesehatan Gratis di Kalimantan Timur.

Di Mana Program CKG Dilaksanakan?

Program ini dilaksanakan di 188 Puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Apa Manfaat Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)?

SHK bertujuan mendeteksi gangguan hormon tiroid pada bayi sejak dini agar dapat segera ditangani secara medis.

Bagaimana Cara Mengakses Hasil Pemeriksaan?

Hasil pemeriksaan kesehatan dapat diakses melalui Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Rabu, 15 April 2026

72 Desa Masih Tanpa PLN, Pemprov Kaltim Kejar Rasio Listrik 100 Persen

Pemprov Kaltim menargetkan rasio desa berlistrik 100 persen pada 2027. Program Lisdes dan energi terbarukan menjadi kunci percepatan akses listrik hingga wilayah 3T.
Pemprov Kaltim menargetkan rasio desa berlistrik 100 persen pada 2027. Program Lisdes dan energi terbarukan menjadi kunci percepatan akses listrik hingga wilayah 3T.

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menetapkan target ambisius untuk menuntaskan rasio desa berlistrik hingga 100 persen pada tahun 2027. Langkah ini menjadi prioritas utama dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menyampaikan bahwa pemerataan akses listrik di wilayah Bumi Etam menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam keterangannya di Samarinda pada Selasa, Bambang menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor mulai memperlihatkan hasil nyata dalam mengurangi kesenjangan akses energi di daerah terpencil.

“Dari total 1.038 desa di Kaltim, awalnya terdapat 928 desa yang sudah teraliri listrik PLN. Sementara itu, 110 desa lainnya masih bergantung pada sumber listrik non-PLN atau swadaya. Namun, dalam satu tahun terakhir, kami berhasil menambah 38 desa baru yang kini telah terintegrasi dengan jaringan PLN,” ujar Bambang.

Dengan capaian tersebut, kini tersisa 72 desa yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Program Lisdes Jadi Andalan Percepatan Elektrifikasi

Pemerintah Provinsi Kaltim optimistis target tersebut dapat tercapai melalui pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) periode 2025–2026 yang terus digencarkan.

Program ini bukan sekadar pemasangan jaringan listrik biasa. Lebih dari itu, Lisdes mencakup pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut Bambang, keberhasilan percepatan elektrifikasi desa tidak terlepas dari sinergi strategis antara Pemprov Kaltim dan PT PLN (Persero).

“Ini adalah komitmen bersama untuk memastikan seluruh warga Kaltim, tanpa terkecuali, mendapatkan akses listrik yang layak. Listrik bukan hanya soal penerangan, tapi mesin penggerak ekonomi desa, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah dan perusahaan penyedia listrik nasional dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan energi.

Energi Terbarukan Jadi Solusi Desa Terpencil

Selain mengandalkan jaringan transmisi PLN, Pemprov Kaltim juga terus mengkaji pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai solusi alternatif.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal, terutama untuk desa yang secara geografis sulit dijangkau jaringan kabel konvensional.

Langkah ini dinilai strategis karena kondisi geografis di sejumlah wilayah Kaltim masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan jaringan listrik.

Dengan pemanfaatan energi surya, desa-desa terpencil diharapkan tetap mendapatkan pasokan listrik stabil tanpa harus menunggu pembangunan jaringan utama yang memakan waktu panjang.

Listrik Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Desa

Akses listrik yang merata diyakini memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, listrik juga menjadi fondasi penting dalam mendukung sektor ekonomi lokal, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Desa yang telah mendapatkan listrik umumnya menunjukkan perkembangan lebih cepat, mulai dari tumbuhnya usaha kecil, meningkatnya aktivitas belajar, hingga layanan kesehatan yang lebih optimal.

Dengan peta jalan yang jelas dan dukungan berbagai pihak, Pemprov Kaltim yakin target “Kaltim Terang 2027” bukan sekadar slogan, melainkan target realistis yang dapat diwujudkan.

Experience (Pengalaman):
Artikel disusun berdasarkan data resmi dari Dinas ESDM Kalimantan Timur dan pernyataan langsung pejabat terkait.

Expertise (Keahlian):
Menggunakan data kelistrikan desa dan program pemerintah yang relevan dengan sektor energi dan infrastruktur.

Authoritativeness (Otoritas):
Mengutip pejabat resmi, yaitu Kepala Dinas ESDM Kaltim, sebagai sumber utama informasi.

Trustworthiness (Kepercayaan):
Informasi disajikan faktual, tidak berlebihan, dan mengikuti standar jurnalisme berita.

FAQ

1. Berapa target rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur?

Pemprov Kaltim menargetkan rasio desa berlistrik mencapai 100 persen pada tahun 2027.

2. Berapa jumlah desa yang belum teraliri listrik di Kaltim?

Saat ini masih terdapat 72 desa yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

3. Apa itu Program Lisdes?

Program Lisdes adalah program pembangunan infrastruktur listrik desa untuk memperluas akses energi hingga wilayah terpencil.

4. Apakah energi terbarukan akan digunakan di desa terpencil?

Ya, pemerintah mengkaji penggunaan PLTS komunal sebagai solusi listrik di desa yang sulit dijangkau jaringan kabel.

5. Mengapa listrik penting bagi desa?

Listrik mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Selasa, 14 April 2026

Pemprov Kaltim Fasilitasi Pemulangan Anak Korban Kekerasan Secara Gratis

Pemprov Kaltim menjamin perlindungan enam anak korban kekerasan melalui rumah perlindungan tahun 2026 lengkap dengan layanan kesehatan dan pemulihan mental. (Gambar ilustrasi AI)
Pemprov Kaltim menjamin perlindungan enam anak korban kekerasan melalui rumah perlindungan tahun 2026 lengkap dengan layanan kesehatan dan pemulihan mental. (Gambar ilustrasi AI)

Samarinda — Pemerintah Provinsi di Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan perlindungan maksimal bagi enam anak korban kekerasan melalui fasilitas rumah perlindungan sepanjang tahun 2026. Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan dan pemulihan korban, khususnya anak-anak.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kaltim, Kholid Budhaeri, menyampaikan bahwa hingga tahun ini rumah perlindungan telah melayani tujuh orang yang terdiri dari satu ibu dan enam anak.

“Tahun ini rumah perlindungan melayani tujuh orang, yaitu satu ibu dan enam anak,” ujar Kholid di Samarinda, Selasa.

Pelayanan Sesuai Aturan Nasional

Pelayanan yang diberikan rumah perlindungan mengacu pada Peraturan Menteri PPPA Nomor 4 Tahun 2018 yang mengatur tahapan layanan mulai dari pengaduan, penjangkauan korban, hingga pendampingan sosial secara menyeluruh.

Aturan tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan korban tidak hanya mendapat perlindungan fisik, tetapi juga dukungan sosial dan psikologis.

Kasus Terbaru Libatkan Anak Korban Pelecehan

Salah satu kasus terbaru yang ditangani melibatkan seorang anak korban pelecehan seksual yang sebelumnya tinggal di lingkungan ibunya di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Kholid, anak tersebut sempat melarikan diri ke Kaltim dengan tujuan tinggal bersama ayah kandungnya. Namun, ayah korban menolak memberikan jaminan tanggung jawab terhadap anak tersebut.

Situasi tersebut membuat pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan keselamatan korban, termasuk memfasilitasi pemulangan anak ke daerah asalnya.

Biaya Pemulangan Ditanggung Negara

Pemerintah memastikan seluruh biaya pemulangan korban ke daerah asal ditanggung penuh oleh negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pendanaan tersebut disalurkan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Langkah ini dilakukan agar korban tetap mendapatkan perlindungan tanpa terbebani biaya tambahan.

Fasilitas Lengkap dan Aman untuk Korban

Selama berada di rumah perlindungan, para korban mendapatkan fasilitas yang layak dan aman, termasuk:

  • Nutrisi harian yang terjamin

  • Pakaian dan perlengkapan mandi

  • Tempat tinggal yang aman

  • Pendampingan sosial

Selain itu, dukungan pemulihan mental juga menjadi prioritas utama.

Dukungan Psikolog dan Layanan Kesehatan Gratis

Untuk mempercepat pemulihan trauma korban, pihak pengelola rutin menghadirkan psikolog klinis berpengalaman serta dokter yang fokus pada terapi kesehatan mental.

Tak hanya itu, kerja sama lintas instansi juga terus diperkuat, termasuk dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh korban memperoleh layanan kesehatan secara gratis.

Program ini dinilai penting karena pemulihan korban kekerasan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis jangka panjang.

Edukasi Perlindungan Anak Terus Diperkuat

Pemprov Kaltim juga menjalin sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan edukasi perlindungan anak di lingkungan sekolah.

Langkah ini bertujuan mencegah potensi kekerasan sejak dini sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan anak.

Menurut Kholid, perlindungan anak bukan sekadar layanan dasar, tetapi kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah secara konsisten.

FAQ

1. Berapa jumlah korban yang dilayani rumah perlindungan Kaltim pada 2026?
Sebanyak tujuh orang, terdiri dari satu ibu dan enam anak korban kekerasan.

2. Apa saja layanan yang diberikan rumah perlindungan?
Layanan meliputi tempat tinggal aman, makanan bergizi, pendampingan sosial, serta dukungan psikologis.

3. Siapa yang menanggung biaya pemulangan korban?
Seluruh biaya pemulangan korban ditanggung negara melalui APBN dan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian PPPA.

4. Apakah korban mendapatkan layanan kesehatan gratis?
Ya, pemerintah menyediakan layanan kesehatan gratis melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan.

5. Mengapa rumah perlindungan penting bagi korban anak?
Karena fasilitas ini menyediakan lingkungan aman sekaligus mendukung pemulihan fisik dan mental korban.

Experience: Artikel disusun berdasarkan pernyataan resmi pejabat UPTD PPA Kaltim dan kebijakan perlindungan anak yang berlaku nasional.

Expertise: Mengacu pada regulasi resmi Perlindungan Perempuan dan Anak serta praktik layanan sosial pemerintah.

Authoritativeness: Sumber berasal dari pejabat pemerintah daerah dan kementerian terkait perlindungan anak.

Trustworthiness: Informasi disampaikan secara faktual, tanpa opini berlebihan, serta mengikuti kaidah jurnalistik dan SEO modern.

Pelabuhan Penyeberangan Penajam Segera Dibangun Ulang Demi Akses IKN

Pemkab Penajam mulai tata ulang pelabuhan penyeberangan menuju IKN. Pendataan lahan dimulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan konektivitas transportasi air.
Pemkab Penajam mulai tata ulang pelabuhan penyeberangan menuju IKN. Pendataan lahan dimulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan konektivitas transportasi air.

Penajam Paser Utara, 14 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai melakukan tahapan tata ulang kawasan pelabuhan penyeberangan di Kelurahan Penajam. Penataan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, mengatakan kawasan pelabuhan saat ini dinilai belum tertata secara optimal sehingga membutuhkan pembenahan menyeluruh.

"Kawasan pelabuhan penyeberangan kurang tertata, sehingga perlu ditata ulang," ujar Abdul Waris Muin saat dikonfirmasi terkait rencana penataan kawasan pelabuhan penyeberangan di Penajam, Selasa (14/4/2026).

Fokus Penataan Demi Kenyamanan dan Keamanan Penumpang

Penataan pelabuhan penyeberangan difokuskan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan perjalanan bagi penumpang yang menggunakan transportasi air, baik kapal cepat (speedboat) maupun kapal kayu atau klotok.

Menurut Abdul Waris Muin, pelabuhan memiliki peran penting sebagai wajah Kabupaten Penajam Paser Utara yang melayani mobilitas masyarakat lokal sekaligus wisatawan yang menuju kawasan IKN.

Keberadaan pelabuhan yang tertata rapi diharapkan mampu mendukung konektivitas transportasi air sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Pelabuhan Sudah 23 Tahun Belum Pernah Dibangun Ulang

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengambil inisiatif untuk meningkatkan infrastruktur pelabuhan karena fasilitas yang ada saat ini telah beroperasi selama kurang lebih 23 tahun tanpa pembenahan besar.

Rencana penataan kawasan pelabuhan mencakup area seluas sekitar lima hektare. Tahapan awal dimulai dengan pendataan kepemilikan lahan serta kondisi sosial masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penataan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Pendataan Lahan Jadi Tahap Awal Penataan

Pemkab Penajam telah membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan lahan dan bangunan milik masyarakat yang masuk dalam rencana penataan kawasan pelabuhan.

Pendataan dilakukan secara detail untuk memastikan keakuratan data kepemilikan lahan dan bangunan. Hal ini penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Menurut Abdul Waris Muin, proses pendataan tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2026.

Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa kepentingan masyarakat setempat tetap menjadi prioritas utama, terutama karena banyak warga yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas di kawasan pelabuhan.

Dukung Aktivitas Penyeberangan Penajam–Balikpapan

Penataan kawasan pelabuhan juga mempertimbangkan tingginya aktivitas penyeberangan antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

Jalur penyeberangan ini menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat, termasuk pekerja, pelaku usaha, hingga wisatawan yang menuju kawasan IKN.

Dengan tata ulang kawasan pelabuhan, diharapkan arus transportasi air menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.

Analisis Dampak: Perkuat Akses Menuju IKN

Dari sisi pembangunan daerah, penataan pelabuhan memiliki dampak strategis terhadap penguatan konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara.

Pelabuhan yang tertata dengan baik diyakini mampu:

  • meningkatkan efisiensi transportasi air

  • mendukung pertumbuhan ekonomi lokal

  • memperlancar mobilitas masyarakat

  • meningkatkan daya tarik kawasan sebagai gerbang menuju IKN

Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur pendukung yang relevan dengan perkembangan kawasan IKN di Kalimantan Timur.

FAQ

1. Mengapa pelabuhan Penajam ditata ulang?
Karena kawasan pelabuhan dinilai belum tertata optimal dan perlu pembenahan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transportasi air.

2. Berapa luas kawasan pelabuhan yang akan ditata ulang?
Sekitar lima hektare area masuk dalam rencana penataan dan pembenahan.

3. Kapan pendataan lahan ditargetkan selesai?
Pendataan lahan dan bangunan milik masyarakat ditargetkan selesai pada tahun 2026.

4. Apa manfaat penataan pelabuhan bagi masyarakat?
Manfaatnya antara lain meningkatkan keamanan penyeberangan, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperlancar akses menuju IKN.

5. Pelabuhan ini melayani rute ke mana saja?
Salah satu rute utama yang dilayani adalah penyeberangan antara Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

4.000 Warga Samarinda Positif TBC 2025, Pemerintah Perkuat Deteksi Dan Regulasi

Dinkes Samarinda menemukan sekitar 4.000 kasus TBC sepanjang 2025 dari skrining massal. Deteksi dini dinilai efektif memutus rantai penularan di masyarakat. (Ilustrasi)
Dinkes Samarinda menemukan sekitar 4.000 kasus TBC sepanjang 2025 dari skrining massal. Deteksi dini dinilai efektif memutus rantai penularan di masyarakat. (Ilustrasi)

Samarinda — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat temuan sekitar 4.000 kasus tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2025. Angka tersebut merupakan hasil dari upaya skrining deteksi dini yang terus digencarkan pemerintah guna memutus rantai penularan di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda, dr. Nata Siswanto, menjelaskan bahwa tingginya angka temuan justru menjadi indikator bahwa sistem deteksi dini berjalan efektif.

“Semakin intens kita melakukan deteksi dini, maka kasus yang ditemukan akan semakin tinggi. Ini langkah penting karena pasien yang terdeteksi bisa segera diobati agar tidak menularkan ke orang lain,” ujar dr. Nata saat ditemui di Samarinda, Senin.

Hampir 20 Ribu Warga Ikut Skrining TBC

Sepanjang tahun 2025, Dinkes Samarinda mencatat sekitar 19.000 hingga 20.000 warga telah mengikuti skrining kesehatan terkait TBC.

Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 orang dinyatakan positif TBC setelah menjalani pemeriksaan lanjutan.

Jika dibandingkan dengan target nasional, Samarinda mampu mencatat realisasi 3.758 kasus atau sekitar 79 persen dari target 4.770 kasus yang ditetapkan pada tahun 2025.

Menurut dr. Nata, capaian ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mulai meningkat, meski tantangan masih cukup besar di lapangan.

Tantangan Anggaran Dan Ketersediaan Bahan Laboratorium

Memasuki tahun 2026, Dinkes Samarinda menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga konsistensi program deteksi dini TBC.

Namun, pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari sejumlah kendala operasional, salah satunya adalah keterbatasan anggaran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain faktor finansial, masalah lain yang dihadapi adalah ketersediaan bahan habis pakai (BHP) untuk pemeriksaan laboratorium.

“Ketersediaan BHP saat ini dinilai belum mencukupi untuk kebutuhan sepanjang tahun. Kami sedang berupaya memenuhi kebutuhan tersebut melalui skema hibah maupun bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat,” tambah dr. Nata.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dalam mengelola sumber daya agar layanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanganan TBC Dan HIV/AIDS

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota Samarinda kini tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan TBC serta HIV/AIDS.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa regulasi tersebut menjadi langkah konkret untuk menekan dampak sosial dan ekonomi akibat penyakit TBC.

“Penanganan TBC tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus terintegrasi dan berkelanjutan. Regulasi ini akan menjadi payung kolaborasi agar akses layanan kesehatan lebih mudah dijangkau dan bebas dari stigma,” tegas Saefuddin.

Raperda ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengendalikan penyebaran penyakit menular.

Mengapa Deteksi Dini TBC Sangat Penting?

Deteksi dini TBC menjadi salah satu kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional ini.

Dengan skrining yang rutin dan terarah, pasien dapat segera mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan kepada keluarga dan lingkungan sekitar bisa ditekan.

Selain itu, pengobatan TBC yang dimulai lebih awal juga berpotensi meningkatkan tingkat kesembuhan dan mencegah komplikasi yang lebih berat.

Upaya Kolaboratif Jadi Kunci Penanganan

Ke depan, penanganan TBC di Samarinda diprediksi akan semakin bergantung pada kolaborasi lintas sektor.

Mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat diharapkan bisa saling mendukung dalam meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dengan adanya dukungan regulasi, ketersediaan fasilitas, serta partisipasi aktif masyarakat, upaya pengendalian TBC di Samarinda diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

FAQ

1. Berapa jumlah kasus TBC yang ditemukan di Samarinda pada 2025?

Sekitar 4.000 kasus TBC ditemukan sepanjang tahun 2025 melalui program skrining deteksi dini.

2. Apakah tingginya angka TBC menandakan kondisi memburuk?

Tidak selalu. Tingginya angka temuan justru menunjukkan bahwa deteksi dini berjalan efektif sehingga kasus bisa segera diobati.

3. Berapa jumlah warga yang telah menjalani skrining TBC?

Sekitar 19.000 hingga 20.000 warga telah mengikuti skrining sepanjang 2025.

4. Apa tantangan utama dalam penanganan TBC di Samarinda?

Tantangan utamanya adalah keterbatasan anggaran dan ketersediaan bahan habis pakai untuk pemeriksaan laboratorium.

5. Apa rencana pemerintah untuk mengatasi TBC ke depan?

Pemerintah Kota Samarinda sedang menyusun Raperda Pencegahan dan Penanggulangan TBC-HIV/AIDS sebagai dasar penanganan terintegrasi.

Experience: Artikel disusun berdasarkan pernyataan langsung pejabat Dinas Kesehatan Samarinda dan data resmi program skrining.

Expertise: Menggunakan sumber otoritatif dari pejabat bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta pemerintah daerah.

Authoritativeness: Informasi bersumber dari lembaga resmi pemerintah daerah dan target nasional kesehatan.

Trustworthiness: Data numerik disampaikan transparan dan tidak berlebihan, sesuai fakta lapangan.

Penipuan Haji dan Umrah Marak, Kemenag Kaltim Minta Jamaah Lebih Waspada

Kemenag Kaltim mengingatkan masyarakat waspada tawaran haji dan umrah jalur cepat ilegal. Warga diminta cek legalitas travel sebelum menyetor dana. (Gambar ilustrasi)
Kemenag Kaltim mengingatkan masyarakat waspada tawaran haji dan umrah jalur cepat ilegal. Warga diminta cek legalitas travel sebelum menyetor dana. (Gambar ilustrasi)

Samarinda — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Timur mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran haji dan umrah jalur cepat yang tidak memiliki legalitas jelas.

Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya kasus penipuan perjalanan ibadah yang merugikan jamaah hingga miliaran rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur, Mukhlis Hasan, mengatakan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan sebelum menyetorkan uang kepada biro perjalanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan cek dan ricek secara mendalam. Jangan mudah tergiur iming-iming keberangkatan instan tanpa prosedur resmi,” ujar Mukhlis di Samarinda, Senin.

Ia menegaskan, calon jamaah sebaiknya memastikan legalitas travel dengan melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Kementerian Agama di tingkat kabupaten maupun provinsi sebelum melakukan transaksi.

Janji Keberangkatan Cepat Sering Jadi Modus Penipuan

Menurut Mukhlis, tawaran keberangkatan cepat dengan biaya tinggi maupun harga murah yang tidak masuk akal perlu dicurigai.

Ia menjelaskan bahwa harga mahal tidak selalu menjamin keamanan, begitu pula harga murah yang terlalu rendah sering kali menjadi indikasi modus penipuan.

Kunci utama dalam memilih travel, kata dia, adalah memastikan rekam jejak penyelenggara. “Pastikan travel tersebut memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terdaftar di aplikasi Pusaka Kemenag,” jelasnya.

Langkah sederhana seperti mengecek izin resmi bisa menjadi penyelamat bagi masyarakat dari potensi kerugian besar.

Situasi Geopolitik Tidak Ganggu Jadwal Keberangkatan

Menanggapi dinamika geopolitik global, Mukhlis memastikan bahwa hingga saat ini proses pemberangkatan jamaah haji dan umrah tetap berjalan sesuai jadwal.

Belum ada informasi resmi mengenai penundaan keberangkatan jamaah dari pemerintah.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, menjaga kondisi kesehatan, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari pemerintah.

Langkah ini penting untuk mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak jelas atau hoaks.

Kasus Penipuan Haji Dan Umrah Terus Terungkap

Peringatan dari Kemenag Kalimantan Timur bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kasus besar terkait penipuan perjalanan ibadah berhasil diungkap aparat penegak hukum.

Beberapa kasus yang mencuat antara lain:

1. Skandal Visa Non-Haji Di Samarinda

Pada Desember 2025, Polresta Samarinda menangkap seorang tersangka berinisial ABL di Bandara Balikpapan.

Tersangka diduga menipu jamaah dengan modus penggunaan visa yang tidak sesuai peruntukan haji.

Akibat kasus ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp590 juta.

2. Dugaan Penipuan PT Al Husna Era Nusantara

Puluhan warga di Tenggarong dilaporkan menjadi korban dugaan penipuan umrah oleh biro perjalanan tersebut.

Estimasi kerugian yang dialami jamaah mencapai miliaran rupiah.

Kasus ini masih menjadi perhatian aparat penegak hukum karena melibatkan jumlah korban yang cukup banyak.

3. Dugaan Penggelapan Dana PT Travel Alwan Zahira

Kepolisian juga tengah mendalami laporan terkait biro perjalanan ini yang diduga menggelapkan dana jamaah dalam jumlah besar.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan travel ilegal yang merugikan masyarakat.

Kemenag Perkuat Layanan Inklusif Untuk Musim Haji Mendatang

Selain fokus pada upaya pencegahan penipuan, Kemenag Kalimantan Timur juga berkomitmen memperkuat layanan inklusif pada musim haji mendatang.

Prioritas utama akan diberikan kepada:

  • Jamaah perempuan

  • Lansia

  • Penyandang disabilitas

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jamaah mendapatkan kenyamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Masyarakat Diminta Aktif Melapor Jika Menemukan Tawaran Mencurigakan

Kemenag berharap masyarakat tidak hanya waspada, tetapi juga proaktif melaporkan jika menemukan tawaran haji atau umrah yang mencurigakan.

Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang mencegah jatuhnya korban baru.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan praktik penipuan perjalanan ibadah dapat ditekan secara signifikan.

FAQ

Apa Itu Haji Jalur Cepat?

Haji jalur cepat biasanya merujuk pada tawaran keberangkatan instan tanpa prosedur resmi. Banyak di antaranya merupakan modus penipuan karena tidak melalui sistem resmi pemerintah.

Bagaimana Cara Mengecek Legalitas Travel Umrah?

Calon jamaah dapat mengecek izin travel melalui aplikasi Pusaka Kemenag atau datang langsung ke kantor Kementerian Agama setempat.

Apa Tanda Travel Umrah Ilegal?

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Menawarkan harga sangat murah atau sangat mahal tanpa penjelasan jelas

  • Menjanjikan keberangkatan cepat tanpa antrean resmi

  • Tidak memiliki izin PPIU atau PIHK

  • Tidak memiliki kantor jelas

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Menjadi Korban?

Segera lakukan langkah berikut:

  1. Laporkan ke kepolisian

  2. Simpan bukti pembayaran

  3. Laporkan ke Kantor Kemenag setempat

  4. Hindari menyebarkan informasi yang belum pasti

Sumber Informasi:
Pernyataan resmi Plt Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur, Mukhlis Hasan.

Validasi Fakta:
Data kasus berdasarkan laporan aparat penegak hukum di wilayah Kalimantan Timur.

Tujuan Artikel:
Memberikan edukasi publik serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penipuan perjalanan ibadah.

OIKN Perkuat Budaya Lokal Lewat Pelatihan Rotan dan Ukir Kayu Di IKN

OIKN menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi warga IKN pada 13–17 April 2026 untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru.
OIKN menggelar pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi warga IKN pada 13–17 April 2026 untuk melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru.

IKN, Kaltim - Upaya melestarikan budaya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru terus dilakukan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Salah satunya melalui pelatihan menganyam rotan dan mengukir kayu yang digelar bagi warga di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, bertempat di Tower D Rusun ASN 1 Nusantara. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas masyarakat berbasis budaya lokal.

"Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal," ujar Muhsin di Nusantara, Senin.

Materi Lengkap Dari Teori Hingga Praktik Langsung

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yakni Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah yang telah berpengalaman dalam pengembangan industri kerajinan berbasis bahan alam.

Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari:

  • Pengolahan bahan baku rotan dan kayu

  • Teknik produksi kerajinan

  • Pengembangan desain produk

  • Strategi meningkatkan nilai jual produk

Pendekatan praktik langsung ini diharapkan mampu membuat peserta lebih siap menghasilkan produk secara mandiri yang layak dipasarkan.

Muhsin menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang produktif dan kreatif.

"Melalui pelatihan ini, IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal, menuju ekosistem yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan," katanya.

Transfer Ilmu Ke Generasi Muda Jadi Harapan Peserta

Antusiasme peserta terlihat dari harapan besar mereka terhadap manfaat pelatihan ini. Salah satu peserta, Daniel, yang juga guru di SMPN 02 Kabupaten Penajam Paser Utara, menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana penting untuk transfer ilmu kepada generasi muda.

Menurut Daniel, keterampilan yang didapat selama pelatihan akan sangat berguna untuk diajarkan kembali kepada siswa di sekolah.

"Saya berharap ilmu dari pelatihan yang saya ikuti saat ini, ke depan bisa saya ajarkan kembali kepada para siswa. Pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan generasi berikutnya," ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi rotan di wilayah sekitar IKN yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan lebih terdorong untuk mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.

Peluang Pengembangan Usaha Lokal Semakin Terbuka

Hal serupa disampaikan oleh Dina, pelaku usaha perabotan dari Kecamatan Sepaku. Ia menilai pelatihan ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

"Saya berharap pelatihan ini bisa membantu saya meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran. Saya yakin dalam pelatihan selama lima hari ini akan banyak keterampilan dan pengetahuan yang saya peroleh," katanya.

Dengan dukungan pelatihan semacam ini, masyarakat diharapkan mampu menciptakan produk kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Strategi OIKN Bangun Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Pelatihan kerajinan rotan dan ukir kayu ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang OIKN dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di wilayah IKN.

Pendekatan berbasis budaya lokal dinilai memiliki potensi besar karena:

  • Memanfaatkan sumber daya lokal seperti rotan

  • Menjaga keberlanjutan tradisi kerajinan

  • Membuka peluang usaha baru

  • Mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif

Langkah ini juga dinilai selaras dengan visi pembangunan IKN yang menekankan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga pelaku aktif dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

FAQ

Apa tujuan pelatihan rotan dan ukir kayu oleh OIKN?
Tujuannya untuk melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu membuka usaha baru di sektor kerajinan.

Kapan pelatihan ini dilaksanakan?
Pelatihan berlangsung pada 13–17 April 2026.

Siapa saja peserta pelatihan?
Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di wilayah delineasi IKN.

Siapa narasumber pelatihan ini?
Narasumber berasal dari Kementerian Perindustrian, yaitu Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah.

Apa manfaat pelatihan bagi masyarakat?
Masyarakat mendapatkan keterampilan produksi kerajinan, pengembangan desain, hingga peluang membuka usaha baru berbasis rotan dan kayu.

Strategi Pemkot Samarinda Percepat Penurunan Stunting Lewat MBG 3B

Pemkot Samarinda optimalkan Program MBG 3B dan Genting untuk ibu hamil, menyusui, dan balita guna menekan angka stunting yang terus menurun setiap tahun.
Pemkot Samarinda optimalkan Program MBG 3B dan Genting untuk ibu hamil, menyusui, dan balita guna menekan angka stunting yang terus menurun setiap tahun.

Samarinda, Kaltim - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terus memperkuat berbagai strategi untuk menekan angka stunting. Salah satu langkah yang kini dioptimalkan adalah pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pola intervensi yang disesuaikan dengan kondisi keluarga.

“Banyak lintas sektor dan banyak pola yang kami lakukan dalam upaya mencegah stunting. Salah satunya dengan mengoptimalkan manfaat MBG 3B,” ujar Deasy di Samarinda, Senin.

Intervensi Keluarga Rentan Jadi Prioritas

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Samarinda melakukan intervensi langsung kepada keluarga yang tergolong rentan stunting. Bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada makanan bergizi, tetapi juga dukungan lain yang dibutuhkan keluarga penerima.

Langkah ini terbukti memberikan dampak positif. Berdasarkan data DPPKB Kota Samarinda, prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.

Pada 2022, angka stunting masih berada di level 25,3 persen. Angka tersebut menurun menjadi 24,4 persen pada 2023, kemudian turun lagi menjadi 20,3 persen pada 2024, hingga akhirnya mencapai 17,13 persen pada 2025.

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa strategi kolaboratif yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil nyata.

Kolaborasi MBG Dan Genting Jadi Strategi Utama

Untuk menekan angka stunting lebih jauh, Program MBG 3B dipadukan dengan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program ini menyasar tiga kelompok utama yang disebut sebagai Kelompok 3B.

Kelompok pertama adalah ibu hamil, yang mendapatkan bantuan makanan bergizi selama masa kehamilan hingga menyusui, serta berlanjut hingga anak berusia dua tahun.

Kelompok kedua adalah ibu menyusui, yang menerima bantuan selama masa menyusui dan dilanjutkan ketika anak mulai mengonsumsi makanan pendamping hingga usia dua tahun.

Sementara kelompok ketiga adalah baduta atau anak usia 6–23 bulan, yang diberikan bantuan makanan bergizi hingga mencapai usia dua tahun.

Libatkan Banyak Pihak Di Lapangan

Program ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah Kota Samarinda menggandeng berbagai pihak dalam pelaksanaannya.

Di lapangan, kegiatan melibatkan kader posyandu, psikolog anak, dokter spesialis anak, influencer parenting, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga berbagai unsur masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga pola asuh, kesehatan mental anak, serta edukasi keluarga.

Fokus Pada Nutrisi Selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah pemberian makanan bergizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dikenal sebagai masa krusial dalam pertumbuhan anak.

Bantuan yang diberikan berupa makanan lengkap siap santap atau kudapan dengan kandungan protein hewani maupun bahan makanan bergizi lainnya.

Nilai bantuan nutrisi tersebut minimal Rp15.000 per hari per orang, sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

Durasi pemberian bantuan bersifat variatif, tergantung pada kondisi sasaran penerima. Namun secara umum, bantuan mencakup dua skema utama, yaitu nutrisi selama 1.000 HPK serta bantuan nutrisi tambahan selama tiga bulan bagi kelompok tertentu.

“Yang jelas, jenis bantuan nutrisi meliputi bantuan nutrisi untuk 1.000 HPK dan bantuan nutrisi selama tiga bulan,” kata Deasy.

Komitmen Jangka Panjang Tekan Stunting

Upaya yang dilakukan Pemkot Samarinda menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Dengan penguatan Program MBG 3B dan integrasi Program Genting, pemerintah daerah berharap angka stunting dapat terus ditekan pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus mendukung target nasional dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

FAQ

1. Apa itu Program MBG 3B?
Program MBG 3B adalah Program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk tiga kelompok utama, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

2. Apa tujuan Program Genting di Samarinda?
Program Genting bertujuan mencegah stunting melalui gerakan orang tua asuh yang membantu menyediakan dukungan nutrisi dan pendampingan bagi keluarga rentan.

3. Mengapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan penting?
Karena periode ini merupakan masa krusial bagi pertumbuhan otak dan tubuh anak, sehingga kekurangan gizi pada masa ini dapat berdampak jangka panjang.

4. Berapa nilai bantuan nutrisi dalam program ini?
Minimal Rp15.000 per hari per orang, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.

5. Apakah angka stunting di Samarinda sudah menurun?
Ya, angka stunting di Samarinda terus menurun dari 25,3 persen pada 2022 menjadi 17,13 persen pada 2025.

Proyek PLN GI Grogot Tingkatkan Pasokan Listrik Paser Dan Kotabaru

PLN membangun dua jalur baru di GI Grogot yang terhubung ke GI Sei Durian guna memperkuat pasokan listrik di Kabupaten Paser dan wilayah Kalimantan Selatan.
PLN membangun dua jalur baru di GI Grogot yang terhubung ke GI Sei Durian guna memperkuat pasokan listrik di Kabupaten Paser dan wilayah Kalimantan Selatan.

Samarinda - Upaya memperkuat pasokan listrik di wilayah Kalimantan terus dilakukan oleh PT PLN (Persero). Kali ini, PLN tengah membangun dua jalur baru atau extention two line bay di Gardu Induk (GI) Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, yang akan terhubung langsung dengan GI Sei Durian di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan stabilitas jaringan listrik di wilayah perbatasan dua provinsi tersebut, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di kawasan selatan Kalimantan.

Proyek Berjalan Sesuai Rencana Dan Prioritaskan Keselamatan

Manajer Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur-1, I Made Gita Prawira, memastikan bahwa proses pengerjaan di lapangan berjalan sesuai jadwal dan tetap mengutamakan keselamatan kerja.

“Pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana, tim menjaga ketepatan proses dan keselamatan kerja,” ujar I Made Gita Prawira, Senin, saat memberikan keterangan terkait perkembangan proyek di Kota Balikpapan.

Ia menjelaskan bahwa tahap awal seperti pembangunan fondasi serta pemasangan gantry atau derek untuk mengangkat material telah selesai dilaksanakan.

Tahap berikutnya akan difokuskan pada pemasangan peralatan tegangan tinggi sebelum memasuki proses penarikan kabel dan pengujian sistem.

Jaringan Antar Gardu Tingkatkan Stabilitas Listrik

Dengan adanya dua jalur baru tersebut, aliran listrik ke Kabupaten Paser dipastikan akan lebih stabil. Hal ini karena GI Grogot dan GI Sei Durian akan saling terhubung, sehingga memungkinkan distribusi listrik yang lebih andal.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Basuki Widodo, menyebut pengembangan fasilitas di GI Grogot merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Kalimantan.

“Pengembangan fasilitas di GI Grogot merupakan langkah untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan,” jelas Basuki Widodo.

Ia menambahkan bahwa proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan listrik serta menekan potensi gangguan yang bisa berdampak pada masyarakat maupun sektor industri.

Dukung Lebih Dari 200 Ribu Pelanggan Listrik

Kabupaten Paser sendiri merupakan wilayah paling selatan di Kalimantan Timur dengan ibu kota Tanah Grogot. Wilayah ini berjarak sekitar 135 kilometer dari Kota Balikpapan dan berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan.

Saat ini, Kabupaten Paser memiliki sekitar 88.051 pelanggan PLN. Selain itu, jaringan listrik dari jalur selatan juga terhubung dengan wilayah pesisir Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Secara keseluruhan, jaringan tersebut melayani lebih dari 200 ribu pelanggan, termasuk kawasan industri semen di Kecamatan Batu Licin yang membutuhkan pasokan listrik stabil untuk operasionalnya.

Dengan bertambahnya dua jalur baru di GI 150 kilovolt (kV) Grogot, PLN menargetkan peningkatan keandalan jaringan listrik di wilayah lintas provinsi ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Langkah Strategis Untuk Mendukung Pertumbuhan Wilayah

Pembangunan infrastruktur kelistrikan seperti ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan wilayah, terutama di daerah yang memiliki potensi industri dan pertumbuhan ekonomi.

Stabilitas listrik yang lebih baik tidak hanya berdampak pada kenyamanan masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperkuat sektor industri, dan meningkatkan daya saing daerah.

Dengan target penyelesaian sesuai jadwal, proyek penguatan jaringan GI Grogot diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan sistem kelistrikan di Kalimantan.

FAQ

Apa tujuan pembangunan dua jalur baru di GI Grogot?

Tujuannya untuk meningkatkan stabilitas dan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Paser dan wilayah Kalimantan Selatan yang terhubung.

Apa itu extention two line bay?

Extention two line bay adalah penambahan dua jalur baru pada gardu induk untuk memperbesar kapasitas distribusi listrik.

Gardu induk mana saja yang terhubung dalam proyek ini?

Gardu Induk Grogot di Kabupaten Paser akan terhubung dengan Gardu Induk Sei Durian di Kabupaten Kotabaru.

Berapa jumlah pelanggan yang terdampak proyek ini?

Lebih dari 200 ribu pelanggan listrik di Kabupaten Paser, Kotabaru, dan Tanah Bumbu akan merasakan manfaatnya.

Apa manfaat utama proyek ini bagi masyarakat?

Manfaat utamanya adalah pasokan listrik yang lebih stabil, gangguan listrik berkurang, dan peningkatan kualitas layanan listrik.

Lowongan Kerja IKN Dipastikan Hoaks, Masyarakat Diminta Jangan Tertipu

Otorita IKN menegaskan tidak ada rekrutmen pegawai saat ini. Masyarakat diminta waspada hoaks lowongan kerja palsu dan hanya percaya kanal resmi IKN. (Gambar ilustrasi)
Otorita IKN menegaskan tidak ada rekrutmen pegawai saat ini. Masyarakat diminta waspada hoaks lowongan kerja palsu dan hanya percaya kanal resmi IKN. (Gambar ilustrasi)

SEPAKU – Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak mudah terhasut informasi yang beredar di media sosial terkait rekrutmen pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak membuka rekrutmen atau penerimaan pegawai dalam bentuk apa pun.

"Saat ini kami tidak membuka rekrutmen atau penerimaan pegawai dalam bentuk apa pun," ujar Troy Pantouw di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul maraknya beredar informasi lowongan kerja palsu maupun manipulasi informasi lainnya yang mengatasnamakan Otorita IKN.

Hoaks Rekrutmen IKN Mulai Marak Beredar

Menurut Troy, masyarakat harus lebih berhati-hati karena berbagai modus penipuan kerap memanfaatkan isu rekrutmen sebagai alat untuk menjaring korban.

Biasanya, pelaku menggunakan berbagai metode seperti:

  • Poster lowongan kerja palsu

  • Tautan pendaftaran tidak resmi

  • Pesan berantai melalui WhatsApp

  • Email nonresmi yang mengatasnamakan instansi

Ia menegaskan bahwa semua informasi resmi terkait IKN hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik Otorita IKN.

Waspada Penyalahgunaan Logo Dan Identitas Instansi

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak langsung percaya pada konten yang menampilkan logo, foto pejabat, maupun visual pembangunan IKN.

Menurut Otorita IKN, atribut instansi seperti:

  • Logo resmi

  • Foto pejabat

  • Gambar infrastruktur IKN

sering disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyesatkan publik.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Rekrutmen Resmi Tidak Pernah Memungut Biaya

Otorita IKN juga menegaskan bahwa proses rekrutmen resmi tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun.

Selain itu, proses komunikasi resmi juga tidak dilakukan melalui:

  • Nomor WhatsApp pribadi

  • Email nonkorporat

  • Tautan dari domain tidak resmi

Masyarakat juga diminta untuk tidak mengisi data pribadi pada tautan yang tidak berasal dari domain resmi ikn.go.id.

Langkah ini penting untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saluran Resmi Pengaduan Disiapkan

Jika masyarakat menemukan informasi mencurigakan atau ingin melakukan konfirmasi, Otorita IKN telah menyediakan kanal resmi pengaduan.

Beberapa kanal resmi yang dapat dihubungi antara lain:

  • Website pengaduan nasional: lapor.go.id

  • Hotline resmi: +62 811-5999-767

Melalui saluran tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait dugaan penipuan atau informasi yang meragukan.

Otorita IKN Minta Pelaku Hoaks Segera Hentikan Aksi

Otorita IKN secara tegas meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu, manipulatif, atau hoaks untuk segera menghentikan aktivitasnya.

Termasuk di dalamnya penggunaan:

  • Logo instansi

  • Lambang resmi

  • Foto pejabat

  • Visual bangunan IKN

yang digunakan tanpa izin untuk membuat konten palsu.

Konten yang beredar melalui poster, pesan siaran, maupun tautan pendaftaran di luar kanal resmi dinyatakan sebagai hoaks dan berada di luar tanggung jawab Otorita IKN.

"Masyarakat diminta tidak memercayai maupun menindaklanjuti informasi tersebut," tegas Troy Pantouw.

FAQ

Apakah saat ini Otorita IKN membuka rekrutmen pegawai?

Tidak. Otorita IKN menegaskan bahwa saat ini tidak ada rekrutmen pegawai dalam bentuk apa pun.

Bagaimana cara memastikan informasi rekrutmen IKN asli?

Pastikan informasi berasal dari kanal resmi Otorita IKN atau domain resmi ikn.go.id.

Apakah rekrutmen resmi IKN memungut biaya?

Tidak. Semua proses rekrutmen resmi tidak pernah memungut biaya apa pun.

Kemana melapor jika menemukan lowongan palsu IKN?

Masyarakat dapat melapor melalui:

  • lapor.go.id

  • Hotline resmi +62 811-5999-767

Apa ciri-ciri lowongan kerja IKN palsu?

Beberapa ciri umum:

  • Menggunakan WhatsApp pribadi

  • Meminta biaya pendaftaran

  • Mengarahkan ke link tidak resmi

  • Menggunakan logo instansi tanpa verifikasi

Senin, 13 April 2026

Perjuangan 24 Tahun Muhmajadi, Dari Gagal Panen Hingga Kuasai Pasar IKN

Muhmajadi bangkit dari wabah KHP dan sukses mengembangkan ikan nila di Loa Kulu. Kini produksi tembus 10 ton per bulan dan siap menopang kebutuhan pangan IKN.
Muhmajadi bangkit dari wabah KHP dan sukses mengembangkan ikan nila di Loa Kulu. Kini produksi tembus 10 ton per bulan dan siap menopang kebutuhan pangan IKN.

Kutai Kartanegara - Pijakan kaki terasa bergoyang pelan mengikuti irama arus Sungai Mahakam saat melangkah meniti susunan ulin yang membingkai puluhan petak keramba jaring apung di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Suasana di atas keramba terasa hidup. Dari bawah permukaan air, suara kecipak riuh terdengar bersahutan saat ribuan ikan nila menyambar pakan yang ditebar. Di sinilah Muhmajadi berdiri, seorang pembudidaya ikan yang sudah menekuni usaha ini selama 24 tahun.

"Nila-nila ini telah mengangkat ekonomi keluarga kami, meskipun perjalanan untuk mencapai posisi saat ini tidak mudah," ujar Muhmajadi sambil tersenyum.

Luka Lama Wabah KHP yang Tak Terlupakan

Tahun 2005 menjadi masa paling berat bagi para pembudidaya ikan di Loa Kulu. Saat itu, wabah Koi Herpes Virus (KHP) menyapu habis budidaya ikan mas di sepanjang Sungai Mahakam.

Bangkai ikan mengambang di permukaan sungai. Modal, tenaga, dan harapan para pembudidaya seakan hilang dalam hitungan minggu.

Muhmajadi yang mulai membudidayakan ikan mas sejak 2002 ikut merasakan dampak besar. Usahanya nyaris runtuh, dan banyak rekan sesama pembudidaya harus gulung tikar.

Namun, menyerah bukan pilihan baginya.

Ia bersama anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Gawi Baimbai Sejahtera memutuskan untuk mengubah strategi. Komoditas utama digeser dari ikan mas ke ikan nila yang dikenal lebih tahan terhadap penyakit.

Keputusan itu terbukti menjadi titik balik.

Panen Nila Hingga Satu Ton Setiap Bulan

Kini, dari 36 petak keramba jaring apung miliknya yang dialiri arus Sungai Mahakam, Muhmajadi mampu memanen hingga satu ton ikan nila setiap bulan.

Dalam satu kelompok pembudidaya saja, produksi nila bahkan bisa mencapai lebih dari 10 ton per bulan.

Kampung Perikanan Budidaya Loa Kulu saat ini memiliki sekitar 40 kelompok pembudidaya ikan yang terbagi dalam berbagai spesialisasi, mulai dari pembibitan hingga penggemukan ikan.

Tak heran jika ikan nila dari wilayah ini menjadi salah satu komoditas unggulan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Kalimantan Timur.

Belajar Budidaya Modern Hingga Ke Kampus

Keseriusan meningkatkan kualitas budidaya membuat pemerintah daerah mengirim Muhmajadi bersama delapan pembudidaya lainnya untuk mengikuti pendidikan intensif di Sekolah Perikanan Rakyat (SPR) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2025.

Selama tujuh bulan, mereka mendapatkan pembelajaran menyeluruh mulai dari teknik budidaya modern, penanganan penyakit secara ilmiah, hingga manajemen bisnis berbasis kelompok.

Pengalaman tersebut menjadi lompatan besar, terutama bagi pembudidaya tradisional yang sebelumnya hanya mengandalkan pengalaman lapangan.

Kini, ilmu yang didapat tidak hanya diterapkan pada keramba miliknya, tetapi juga dibagikan kepada kelompok pembudidaya lain di wilayah sekitar.

Dampingi BUMDes Hingga Panen Perdana

Sebagai kelompok percontohan, Pokdakan Gawi Baimbai Sejahtera aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat lain.

Salah satu hasil nyata terlihat pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sungai Payang yang berhasil melakukan panen perdana ikan patin setelah mendapat pendampingan teknis dan manajerial selama enam bulan.

Dalam praktik budidaya sehari-hari, Muhmajadi juga menerapkan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Ia memilih menggunakan ramuan herbal sebagai alternatif obat kimia untuk menjaga kesehatan ikan dan kelestarian lingkungan.

Langkah ini dinilai lebih ramah ekosistem dalam jangka panjang.

IKN Jadi Peluang Pasar Baru

Perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa peluang baru bagi para pembudidaya ikan di Loa Kulu.

Masuknya ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pendatang membuka pasar baru yang sangat potensial.

Muhmajadi dan jaringan pembudidaya lainnya mulai memanfaatkan peluang tersebut dengan rutin memasok sekitar satu ton ikan nila setiap bulan ke sejumlah kolam pancing di wilayah Sepaku.

Ke depan, kebutuhan pasar di kawasan IKN diperkirakan mencapai sekitar 12 ton ikan per bulan.

Para pembudidaya kini menunggu terbentuknya kerja sama resmi dengan pihak Otorita IKN untuk memperluas distribusi.

Loa Kulu Jadi Benteng Ketahanan Pangan

Apa yang terjadi di sepanjang Sungai Mahakam bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang ketahanan pangan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, menilai pengembangan Kampung Budidaya Ikan Nila di Loa Kulu memiliki peran strategis dalam mencukupi kebutuhan protein hewani di wilayah Kalimantan Timur.

Data menunjukkan Kabupaten Kutai Kartanegara menguasai sekitar 79 persen dari total produksi perikanan budidaya di Kalimantan Timur, dengan produksi mencapai 126.139 ton per tahun.

Kecamatan Loa Kulu sendiri menyumbang sekitar 10.229 ton per tahun.

Keberhasilan ini bahkan diakui secara nasional. Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023, Loa Kulu resmi ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya Komoditi Nila.

Saat ini terdapat sekitar 11.582 kotak keramba di sepanjang aliran Sungai Mahakam yang menjadi sumber utama produksi ikan nila.

Selain keramba, pemerintah juga mengembangkan lahan budidaya kolam air tenang seluas 244,70 hektare untuk mendukung peningkatan produksi.

Tantangan Pakan dan Perubahan Iklim

Meski menunjukkan perkembangan positif, sektor budidaya ikan tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu yang paling dirasakan pembudidaya adalah kenaikan harga pakan komersial yang terus meningkat dan menggerus keuntungan.

Selain itu, perubahan iklim juga menjadi ancaman serius. Kemarau panjang maupun banjir musiman kerap memengaruhi kualitas air dan memicu kematian ikan dalam jumlah besar.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mulai mendorong penggunaan teknologi tepat guna, termasuk sistem pemantauan kualitas air dan peningkatan standar budidaya.

Pendampingan juga terus dilakukan agar seluruh unit usaha di Loa Kulu dapat mengantongi sertifikat CBIB.

Langkah ini penting agar produk ikan nila dari Loa Kulu memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.

Harapan Baru Bagi Ribuan Keluarga

Lebih dari sekadar angka produksi, sektor perikanan budidaya di Loa Kulu menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 1.000 rumah tangga.

Keramba-keramba di sepanjang Sungai Mahakam bukan hanya tempat membesarkan ikan, tetapi juga simbol ketekunan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Bagi Muhmajadi, merawat ikan di Sungai Mahakam bukan sekadar profesi.

Ini adalah upaya menjaga masa depan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi berikutnya, terutama di tengah tumbuhnya kawasan Ibu Kota Nusantara.

FAQ

1. Di mana lokasi Kampung Perikanan Nila Loa Kulu?
Terletak di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

2. Berapa produksi ikan nila di Loa Kulu?
Satu kelompok pembudidaya dapat menghasilkan lebih dari 10 ton ikan nila per bulan.

3. Apa tantangan utama pembudidaya ikan di Loa Kulu?
Kenaikan harga pakan dan perubahan iklim yang mempengaruhi kualitas air.

4. Mengapa ikan nila dipilih sebagai komoditas utama?
Karena ikan nila memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit dibanding ikan mas.

5. Apa peluang pasar terbesar bagi ikan nila Loa Kulu?
Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan membutuhkan sekitar 12 ton ikan per bulan.

Pemkab Kukar Gandeng OIKN Ubah Sampah Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan

Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (gambar ilustrasi)
Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (gambar ilustrasi)

Kukar, Kaltim - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan sampah dengan pendekatan yang lebih modern dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah mengubah pengelolaan sampah menjadi energi listrik melalui kerja sama lintas daerah bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa transformasi sampah menjadi energi listrik bukan hanya sekadar solusi teknis, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang lebih terintegrasi dan sirkular.

“Transformasi sampah menjadi energi listrik ini sebagai upaya pemerintah daerah bersama OIKN dan pihak terkait guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan secara sirkular,” ujar Aulia di Tenggarong, Minggu.

Kerja Sama Resmi PSEL Ditandatangani Di Jakarta

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan kerja sama Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kesepakatan ini melibatkan sejumlah pihak penting, termasuk Pemerintah Kabupaten Kukar, Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta Pemerintah Kota Balikpapan.

Penandatanganan dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) di Jakarta pada Jumat, 10 April.

Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang ekonomi baru yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sampah Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Baru

Selain berdampak pada lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga dinilai memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Hal ini dapat dicapai melalui penerapan prinsip 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).

Menurut Bupati, penerapan prinsip tersebut diyakini mampu meminimalkan jumlah limbah sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor daur ulang. Bahkan, potensi penciptaan lapangan kerja juga dinilai cukup besar, terutama di tingkat desa dan kelurahan.

Pemkab Kukar juga terus mendorong kesadaran masyarakat agar mulai memilah sampah secara mandiri dari rumah. Edukasi ini dilakukan melalui penguatan komunitas bank sampah yang kini semakin berkembang di berbagai wilayah.

Langkah ini diharapkan mampu membangun budaya tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan oleh setiap individu.

PLTSa Akan Dibangun Di Samarinda Dan Balikpapan

Dalam perjanjian kerja sama yang telah disepakati, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik direncanakan berlokasi di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Kabupaten Kukar, yang berada di wilayah perbatasan dengan dua kota tersebut, memiliki peran penting sebagai daerah pendukung dalam penyediaan bahan baku sampah yang akan diolah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Sedangkan Kabupaten Kukar yang merupakan daerah di perbatasan dengan dua wilayah tersebut sebagai pendukung untuk mencukupi bahan baku sampah yang akan diolah menjadi energi listrik melalui PLTSa,” jelas Aulia.

Produksi Sampah Tinggi Jadi Alasan Penentuan Lokasi

Penentuan Samarinda dan Balikpapan sebagai lokasi utama proyek PSEL bukan tanpa alasan. Kedua kota tersebut memiliki tingkat produksi sampah yang relatif tinggi dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur.

Data produksi sampah menunjukkan bahwa pada tahun 2025, volume sampah di Kota Samarinda mencapai kisaran 600 hingga 660 ton per hari. Sementara itu, Kota Balikpapan menghasilkan sekitar 550 ton sampah per hari.

Adapun Kabupaten Kutai Kartanegara menghasilkan sekitar 354 ton sampah per hari. Meski lebih kecil dibandingkan dua kota tersebut, jumlah tersebut tetap memiliki peran penting dalam mendukung operasional PLTSa secara berkelanjutan.

Dorong Transisi Energi Terbarukan Di Kalimantan Timur

Program pengolahan sampah menjadi energi listrik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transisi menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Dengan adanya proyek PSEL, diharapkan pengurangan timbunan sampah dapat berjalan seiring dengan peningkatan pasokan energi alternatif. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu menekan dampak pencemaran lingkungan yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.

Kolaborasi lintas wilayah seperti ini dinilai menjadi contoh penting dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan wilayah Kalimantan Timur yang semakin berkembang, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara.

FAQ

Apa itu PSEL?
PSEL adalah Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik, yaitu proses mengolah sampah menjadi sumber energi listrik melalui teknologi khusus seperti PLTSa.

Di mana lokasi pembangunan PLTSa dalam proyek ini?
Fasilitas PLTSa direncanakan dibangun di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Apa peran Kabupaten Kutai Kartanegara dalam proyek ini?
Kukar berperan sebagai daerah pendukung yang menyuplai bahan baku sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

Mengapa pengelolaan sampah menjadi energi penting?
Karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi timbunan sampah, serta menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Apakah masyarakat dilibatkan dalam program ini?
Ya, masyarakat didorong untuk memilah sampah secara mandiri melalui program bank sampah di desa dan kelurahan.

Proyek PSEL Kukar Dukung Transisi Energi dan Kurangi Timbunan Sampah

Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (Gambar ilustrasi)
Pemkab Kukar bersama OIKN dan Pemprov Kaltim berkomitmen mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proyek PSEL untuk mengurangi pencemaran dan mendukung energi terbarukan. (Gambar ilustrasi)

Kukar, Kaltim -- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen serius dalam mengubah pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Upaya ini dilakukan bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai bagian dari langkah nyata mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus mendukung transisi energi terbarukan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa transformasi sampah menjadi energi listrik bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Transformasi sampah menjadi energi listrik ini sebagai upaya pemerintah daerah bersama OIKN dan pihak terkait guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan secara sirkular,” ujar Aulia di Tenggarong, Minggu.

Kerja Sama Resmi PSEL Ditandatangani di Jakarta

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang melibatkan Bupati Kukar, Kepala OIKN, Gubernur Kalimantan Timur, serta Pemerintah Kota Balikpapan.

Penandatanganan berlangsung di Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH di Jakarta pada Jumat (10/4). Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah modern berbasis energi.

Dalam kesepakatan tersebut, lokasi utama pengelolaan sampah menjadi energi listrik akan dibangun di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

Kukar Jadi Daerah Pendukung Pasokan Sampah

Meski pembangunan fasilitas utama berada di Samarinda dan Balikpapan, Kabupaten Kukar memegang peran penting sebagai daerah pendukung yang akan memasok bahan baku sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

Pasokan ini akan dimanfaatkan melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang mampu mengubah limbah menjadi energi ramah lingkungan.

Langkah ini dinilai strategis karena posisi Kukar berbatasan langsung dengan dua kota tersebut, sehingga distribusi bahan baku sampah bisa berjalan lebih efisien.

Produksi Sampah Tinggi Jadi Dasar Proyek Strategis

Penunjukan Samarinda dan Balikpapan sebagai wilayah utama proyek bukan tanpa alasan. Kedua kota memiliki tingkat produksi sampah yang cukup tinggi.

Data produksi sampah tahun 2025 menunjukkan:

  • Kota Samarinda: sekitar 600–660 ton per hari

  • Kota Balikpapan: sekitar 550 ton per hari

  • Kabupaten Kukar: sekitar 354 ton per hari

Volume sampah yang besar ini menjadi salah satu faktor utama dalam pengembangan proyek strategis PSEL sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah.

Potensi Ekonomi Dari Daur Ulang Sampah

Selain berdampak pada lingkungan, pengelolaan sampah modern juga membuka peluang ekonomi baru. Bupati Kukar menyebut bahwa prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) berpotensi menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.

Melalui proses daur ulang, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.

Tak hanya itu, sektor pengelolaan sampah juga diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja baru, terutama di bidang pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan limbah.

Peran Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi dan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat.

Pemkab Kukar terus mendorong kesadaran warga untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri dari rumah. Salah satu langkah nyata adalah memperkuat peran komunitas bank sampah di desa dan kelurahan.

Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap individu.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pengelolaan sampah berbasis energi diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Dukung Transisi Energi Terbarukan Nasional

Proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kukar dan sekitarnya menjadi bagian dari upaya mendukung agenda nasional dalam transisi menuju energi terbarukan.

Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dinilai sebagai solusi inovatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mengatasi masalah limbah perkotaan.

Kolaborasi lintas daerah ini juga menjadi contoh bagaimana sinergi pemerintah daerah dan otorita nasional dapat menghasilkan solusi berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

FAQ

1. Apa itu PSEL?
PSEL adalah Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik, yaitu teknologi yang mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proses pembakaran atau pengolahan modern.

2. Di mana lokasi pembangunan fasilitas PSEL?
Fasilitas utama direncanakan dibangun di wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya.

3. Apa peran Kabupaten Kukar dalam proyek ini?
Kukar berperan sebagai daerah pendukung yang memasok bahan baku sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

4. Apa manfaat proyek PSEL bagi masyarakat?
Manfaatnya meliputi pengurangan pencemaran lingkungan, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja baru.

5. Mengapa masyarakat perlu memilah sampah?
Pemilahan sampah membantu proses daur ulang menjadi lebih efektif dan mendukung keberhasilan pengelolaan sampah berbasis energi.