![]() |
| Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia. |
JAKARTA - Ungkapan soal tuntutan hukum terhadap Nadiem Makarim menjadi sorotan publik setelah Metta Dharmasaputra menyampaikan pandangannya melalui akun Facebook pribadinya, Jumat.
Dalam unggahan tersebut, Metta menilai tuntutan yang disebut bisa mencapai 27 tahun penjara memicu kemarahan di kalangan muda Indonesia.
Metta menyebut besarnya ancaman hukuman dan nilai denda serta dana pengganti hingga Rp 5,7 triliun dinilai sulit dipenuhi.
Ia membandingkan tuntutan itu dengan hukuman bagi pelaku kejahatan berat lainnya.
Menurutnya, Nadiem selama ini dikenal sebagai figur muda yang menginspirasi banyak anak muda Indonesia lewat pendirian Gojek.
Platform tersebut disebut telah membuka lapangan penghidupan bagi jutaan masyarakat sekaligus mengubah layanan transportasi publik di Indonesia.
Metta juga menyinggung pengakuan internasional yang pernah diterima Nadiem. Majalah Time pernah memasukkan Nadiem dalam daftar 100 pemimpin yang membentuk masa depan dunia, sementara Bloomberg menempatkannya sebagai salah satu inovator paling berpengaruh secara global.
Dalam unggahannya, Metta mengaitkan kemunculan Nadiem dengan generasi pendiri startup teknologi Indonesia pada era awal 2000-an.
Ia menyebut nama lain seperti William Tanuwijaya dari Tokopedia dan Achmad Zaky dari Bukalapak sebagai bagian dari gelombang inovator digital nasional.
Ia kemudian menyoroti masa ketika Nadiem masuk ke kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk menangani digitalisasi pendidikan, terutama di tengah pandemi Covid-19.
Situasi tersebut disebut memaksa pemerintah mengambil langkah cepat agar sistem pendidikan tetap berjalan.
Metta menilai perekrutan sejumlah tenaga profesional muda, termasuk konsultan dari luar kementerian, dilakukan untuk menjawab tantangan besar pendidikan nasional saat pandemi berlangsung.
![]() |
| Polemik tuntutan terhadap Nadiem Makarim memicu reaksi publik. Metta Dharmasaputra menilai kasus ini bisa berdampak pada semangat inovasi generasi muda Indonesia. |
“Pak Jaksa harus tahu, sistem pendidikan di Indonesia yang terbesar keempat di dunia,” tulis Metta, mengutip pernyataan Nadiem dalam persidangan terkait pertanyaan soal penggunaan tenaga dari luar kementerian.
Di akhir pernyataannya, Metta berharap kasus yang menjerat Nadiem tidak mematikan semangat inovasi generasi muda Indonesia.
Ia menilai dampak jangka panjang terhadap ekosistem inovasi dan startup nasional perlu menjadi perhatian.
- Memuat artikel...


