Trump Disebut Masih Optimistis soal Damai Rusia-Ukraina Meski Izin Minyak Rusia Diperpanjang

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Scroll ke bawah untuk membaca berita
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Selasa, 12 Mei 2026

Trump Disebut Masih Optimistis soal Damai Rusia-Ukraina Meski Izin Minyak Rusia Diperpanjang

Ikuti kami:
Google Google
AS memperpanjang izin pembelian minyak Rusia meski sebelumnya disebut akan dihentikan. Ukraina menilai langkah itu menjadi sinyal melemahnya dukungan Washington.
AS memperpanjang izin pembelian minyak Rusia meski sebelumnya disebut akan dihentikan. Ukraina menilai langkah itu menjadi sinyal melemahnya dukungan Washington.

Pejabat Ukraina menilai keputusan Amerika Serikat memperpanjang izin pembelian minyak Rusia menjadi sinyal melemahnya dukungan Washington terhadap Kyiv. Laporan itu disampaikan The New York Times pada Senin di Washington, mengutip sejumlah pejabat Ukraina.

Menurut laporan tersebut, delegasi Ukraina sempat mendatangi Washington pada akhir April untuk meminta pemerintah AS tidak memperpanjang waiver atau izin khusus terkait transaksi minyak Rusia.

Dalam pertemuan itu, pejabat Ukraina mengaku mendapat sinyal bahwa pemerintah AS tidak berencana memperpanjang izin tersebut. Namun, kebijakan itu akhirnya tetap diperpanjang.

Perizinan tersebut sebelumnya dikeluarkan Departemen Keuangan AS pada 17 April. Lisensi umum itu mengizinkan penjualan minyak Rusia yang sudah dimuat ke kapal hingga 16 Mei.

Pada 25 April, Menteri Keuangan AS Scott Bessent sempat menyatakan Washington tidak akan memperpanjang waiver untuk minyak dan produk petroleum Rusia maupun Iran.

Saat dimintai tanggapan oleh The New York Times, Gedung Putih menyatakan Presiden AS Donald Trump masih optimistis tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

“Trump tetap optimistis mengenai kemungkinan tercapainya perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina,” tulis laporan tersebut mengutip respons Gedung Putih.

Keputusan memperpanjang izin transaksi minyak Rusia muncul di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Di sisi lain, langkah Washington memicu kekhawatiran di Kyiv mengenai arah dukungan AS terhadap Ukraina ke depan.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Diterbitkan: Ria Sartika
Google Logo Add on Google

Bagikan artikel ini

  

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI POSTING AJA

Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.