![]() |
| Prabowo Subianto menerima suvenir kapal Mikasa dari Shinjiro Koizumi di Kertanegara, menegaskan penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang. |
Prabowo Terima Suvenir Kapal Mikasa dari Menhan Jepang, Perkuat Arah Kerja Sama Pertahanan RI–Jepang
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima suvenir model kapal perang Mikasa dari Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dalam pertemuan di kediaman pribadinya di Kertanegara IV, Jakarta, Jumat (12/6) malam. Pertemuan ini sekaligus menegaskan penguatan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Jepang di tengah dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Suvenir berbentuk miniatur kapal perang bersejarah itu menjadi simbol diplomasi yang hangat dalam kunjungan kerja singkat Koizumi ke Indonesia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan tertutup di kediaman pribadi Presiden Prabowo. Dalam kesempatan itu, Koizumi secara langsung menyerahkan model kapal perang Mikasa yang berasal dari Yokosuka, kota kelahirannya di Jepang.
Dalam pernyataannya melalui akun X, Koizumi menyebut pemberian tersebut sebagai bentuk penghormatan pribadi sekaligus simbol persahabatan kedua negara.
Prabowo yang memiliki latar belakang militer dan pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan disebut menyambut baik suvenir tersebut. Pertemuan ini juga membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait kerja sama pendidikan pertahanan dan keamanan maritim.
Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam diskusi adalah hubungan akademik di bidang pertahanan. Koizumi memberikan apresiasi atas peran Prabowo dalam mendorong kerja sama pendidikan dengan Universitas Pertahanan di Yokosuka, Jepang.
Menurut Koizumi, kontribusi Indonesia dalam mengirim mahasiswa ke universitas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang kedua negara di sektor pertahanan.
Atas permintaan Koizumi, Prabowo juga menghadirkan sejumlah lulusan Universitas Pertahanan Yokosuka dalam pertemuan itu, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, sebagai bentuk penguatan jejaring alumni dan diplomasi pendidikan militer.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting dari Indonesia, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Dari pihak Jepang, hadir pula anggota parlemen serta perwakilan sektor ekonomi, yang menunjukkan bahwa agenda pertemuan tidak hanya terbatas pada pertahanan, tetapi juga menyentuh aspek kerja sama yang lebih luas.
Kapal perang Mikasa yang dijadikan suvenir memiliki nilai historis penting bagi Jepang sebagai simbol kekuatan maritim pada masa awal modernisasi angkatan laut negara tersebut. Miniatur kapal ini dalam konteks diplomasi menjadi representasi simbolik dari hubungan maritim dan kerja sama keamanan laut.
Dalam pembahasan, Koizumi juga menyoroti posisi strategis Indonesia yang berada di jalur pelayaran internasional penting seperti Selat Malaka dan Selat Lombok. Jalur ini menjadi titik vital bagi perdagangan global dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Koizumi menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia meski hanya berlangsung satu hari tetap menghasilkan pembahasan yang dinilai strategis. Ia menyebut hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti bersama Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo atas sambutan dan perhatian terhadap penguatan kerja sama kedua negara.
“Meski perjalanan dinas sehari, kami berhasil meraih hasil yang akan memperkuat hubungan Jepang-Indonesia di masa depan,” ujar Koizumi.
Pertemuan ini mempertegas arah hubungan Indonesia–Jepang yang semakin erat, khususnya dalam isu keamanan maritim, pendidikan pertahanan, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Kedua negara juga menilai pentingnya kerja sama untuk menjaga keamanan jalur laut internasional yang menjadi urat nadi perdagangan global.
Dengan posisi Indonesia yang strategis serta Jepang yang memiliki teknologi pertahanan maju, kolaborasi kedua negara dipandang semakin relevan di tengah meningkatnya tantangan keamanan regional.
- Memuat artikel...

