Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2026

Ngobrol Bareng Bawaslu, Sambangi Petugas Parkir

Ngobrol Bareng Bawaslu, Sambangi Petugas Parkir
Ngobrol Bareng Bawaslu, Sambangi Petugas Parkir.

Sekadau – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau saat ini gencar bergerak mensosialisasi tugas dan fungsinya sebagai upaya awal pencegahan terjadinya pelanggaran pemilu tahun 2029 mendatang.

Sosialisasi dilakukan dengan ngobrol santai seputar pemilu bersama warga masyarakat yang ditemui di tempat manapun dan akan disapa oleh petugas pengawas pemilu ini dengan santun. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Sandi, salah satu anggota Bawaslu yang kerap mensosialisasikan tugas dan fungsi pengawasan pemilu kepada petugas parkir di kompleks Terminal Lawang Kuari Sekadau (Minggu, 21/6).

Ia mengatakan kepada media ini bahwa tujuan ngobrol santai bersama petugas parkir seputar pengawasan pemilu adalah sekadar untuk mengingatkan para pemilih agar tidak melakukan pelanggaran pemilu, seperti contohnya mencela dan menghalangi orang lain untuk memilih calon perwakilan peserta pemilu, baik itu calon legislatif (caleg) maupun Pasangan Calon (Paslon) kepala pemerintahan, baik tingkat nasional maupun lokal, yang beda pilihan dengannya.

"Itu pelanggaran dan bisa masuk ke ranah pidana pemilu," ucapnya.

Oleh karena itu, beliau mengimbau agar warga masyarakat tidak menjadi pelaku pelanggaran pemilu. Untuk itu, kepada peserta, pemilih, dan bahkan penyelenggara pemilu, ia berpesan agar taat terhadap aturan yang mengaturnya demi tertib, nyaman, aman, dan lancarnya pemilu.

"Kami mengimbau kepada pemilih, peserta pemilu, dan bahkan juga kepada penyelenggara pemilu yaitu petugas KPU dan Bawaslu bersama jajaran yang ada untuk mentaati semua regulasi yang ada. Tertib serta laksanakan sesuai aturan. Jika melanggar, akan ada konsekuensinya," ujarnya mengingatkan.

Dijelaskan pula konsekuensi bagi peserta pemilu yang melakukan pelanggaran pemilu seperti diatur dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 dapat berupa seperti teguran tertulis, perbaikan, pidana penjara atau bisa juga di coret keikutsertaannya sebagai peserta pemilu.

"Untuk pemilih juga demikian, apalagi jika terkait jual beli suara atau politik uang, itu melanggar undang-undang pemilu dan ancamannya bisa kena pidana pemilu," jelasnya menutup pembicaraan dengan wartawan media ini karena hari sudah mulai larut malam.*

Jumat, 19 Juni 2026

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ajak Petani Peduli Awasi Pemilu

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ajak Petani Peduli Awasi Pemilu
Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Ajak Petani Peduli Awasi Pemilu. 

SEKADAU - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sekadau terus berupaya mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu mendatang dengan melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat pemilih yang ada agar masyarakat menjadi tau dan faham akan resiko jika melakukan pelanggaran Pemilu. 

Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Sandi selaku anggota Bawaslu yang melakukan Konsolidasi Demokrasi langsung dengan petani sayur setempat (Kamis, 18/6). Dikatakan olehnya bahwa dalam kunjungan itu memang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran terhadap undang-undang pemilu dan peraturan-peraturan yang mengaturnya dengan cara gencar mensosialisasikan tugas dan wewenang Bawaslu serta regulasi terkait pemilu yang masih berlaku kepada para pemilih setempat. 

"Memang pemilu tahun 2029 masih jauh, tapi dalam rangka menuju ke pemilu mendatang agar bermartabat kami lakukan langkah-langkah pencegahan dengan mensosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat apa-apa saja pelanggaran pemilu dan yang paling penting adalah taat aturan baik oleh peserta pemilu, pemilih dan penyelenggara pemilu, " jelasnya.

Ia menambahkan bahwa taat aturan itu sederhana sekali, aman dan nyaman untuk semua namun harus disertai pula dengan pengawasan bersama. Hal ini dimaksud untuk memastikan bahwa hasil perolehan suara itu murni adanya bukan hasil rekayasa, mengubah dan memanipulasi data awal hasil perolehan suara tersebut.

"Dalam rangka menjunjung tinggi pemilu yang jujur, adil, langsung, umum bebas dan rahasia itu tentu perlu adanya pengawasan bersama, bukan hanya dilakukan oleh Bawaslu saja. Peran aktif masyarakat dalam mengawasi pemilu juga perlu karena untuk sama-sama memastikan pemilu itu berjalan sesuai regulasi yang mengaturnya atau tidak. Masyarakat punya hak untuk mengawasinya dan wajib pula tau hasilnya, " ujarnya. 

Disampaikan pula pada kunjungan langsung ke petani sayur itu dilakukan agar masyarakat menjadi semakin peduli untuk mengawasi pemilu secara aktif dan mandiri serta tidak tergiur oleh provokasi seperti dengan sogokan sejumlah uang dan barang serta intimidasi.

Minggu, 14 Juni 2026

Prabowo Dapat Hadiah Kapal Mikasa dari Jepang, Ada Makna di Baliknya

Prabowo Subianto menerima suvenir kapal Mikasa dari Shinjiro Koizumi di Kertanegara, menegaskan penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang.
Prabowo Subianto menerima suvenir kapal Mikasa dari Shinjiro Koizumi di Kertanegara, menegaskan penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang.

Prabowo Terima Suvenir Kapal Mikasa dari Menhan Jepang, Perkuat Arah Kerja Sama Pertahanan RI–Jepang

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima suvenir model kapal perang Mikasa dari Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dalam pertemuan di kediaman pribadinya di Kertanegara IV, Jakarta, Jumat (12/6) malam. Pertemuan ini sekaligus menegaskan penguatan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Jepang di tengah dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Suvenir berbentuk miniatur kapal perang bersejarah itu menjadi simbol diplomasi yang hangat dalam kunjungan kerja singkat Koizumi ke Indonesia.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan tertutup di kediaman pribadi Presiden Prabowo. Dalam kesempatan itu, Koizumi secara langsung menyerahkan model kapal perang Mikasa yang berasal dari Yokosuka, kota kelahirannya di Jepang.

Dalam pernyataannya melalui akun X, Koizumi menyebut pemberian tersebut sebagai bentuk penghormatan pribadi sekaligus simbol persahabatan kedua negara.

Prabowo yang memiliki latar belakang militer dan pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan disebut menyambut baik suvenir tersebut. Pertemuan ini juga membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait kerja sama pendidikan pertahanan dan keamanan maritim.

Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam diskusi adalah hubungan akademik di bidang pertahanan. Koizumi memberikan apresiasi atas peran Prabowo dalam mendorong kerja sama pendidikan dengan Universitas Pertahanan di Yokosuka, Jepang.

Menurut Koizumi, kontribusi Indonesia dalam mengirim mahasiswa ke universitas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang kedua negara di sektor pertahanan.

Atas permintaan Koizumi, Prabowo juga menghadirkan sejumlah lulusan Universitas Pertahanan Yokosuka dalam pertemuan itu, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, sebagai bentuk penguatan jejaring alumni dan diplomasi pendidikan militer.

Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting dari Indonesia, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Dari pihak Jepang, hadir pula anggota parlemen serta perwakilan sektor ekonomi, yang menunjukkan bahwa agenda pertemuan tidak hanya terbatas pada pertahanan, tetapi juga menyentuh aspek kerja sama yang lebih luas.

Kapal perang Mikasa yang dijadikan suvenir memiliki nilai historis penting bagi Jepang sebagai simbol kekuatan maritim pada masa awal modernisasi angkatan laut negara tersebut. Miniatur kapal ini dalam konteks diplomasi menjadi representasi simbolik dari hubungan maritim dan kerja sama keamanan laut.

Dalam pembahasan, Koizumi juga menyoroti posisi strategis Indonesia yang berada di jalur pelayaran internasional penting seperti Selat Malaka dan Selat Lombok. Jalur ini menjadi titik vital bagi perdagangan global dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Koizumi menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia meski hanya berlangsung satu hari tetap menghasilkan pembahasan yang dinilai strategis. Ia menyebut hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti bersama Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo atas sambutan dan perhatian terhadap penguatan kerja sama kedua negara.

“Meski perjalanan dinas sehari, kami berhasil meraih hasil yang akan memperkuat hubungan Jepang-Indonesia di masa depan,” ujar Koizumi.

Pertemuan ini mempertegas arah hubungan Indonesia–Jepang yang semakin erat, khususnya dalam isu keamanan maritim, pendidikan pertahanan, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Kedua negara juga menilai pentingnya kerja sama untuk menjaga keamanan jalur laut internasional yang menjadi urat nadi perdagangan global.

Dengan posisi Indonesia yang strategis serta Jepang yang memiliki teknologi pertahanan maju, kolaborasi kedua negara dipandang semakin relevan di tengah meningkatnya tantangan keamanan regional.

Sabtu, 09 Mei 2026

Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Ketapang Walk Out dari Arena Muscab

para pengurus PAC PPP Ketapang berfoto bersama seusai memilih tidak mengikuti proses pemilihan ketua DPC PPP Ketapang karena dinilai prosesnya cacat AD/ART (muzahidin/Ist
Ketapang - Sepuluh Pengurus Anak Cabang (PAC) partai Persatuan Pembangunan (PPP kabupaten Ketapang memilih keluar dari ruang sidang pemilihan ketua PPP Kabupaten Ketapang yang digelar disebuah kafe pada Sabtu (9/5/2026). 

Para pengurus menilai, tahapan proses pemilihan ini melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai terkait pemilihan formatur sebagai bagian dari pelaksanaan proses pemilihan calon ketua partai. 

"Pemilihan formatur untuk menjalani proses pemilihan ketua adalah salah satu tahapan yang diatur dalam AD/ART maupun peraturan organisasi (PO).  Tahapan ini tidak dijalankan oleh pengurus. Maka kami memilih meninggalkan tempat pemilihan, sebab cacat aturan," ujar Aliansyah, wakil ketua DPC PPP Ketapang yang didampingi 11 pengurus PAC dalam memberikan keterangan Pers pada Sabtu malam (9/5/2026).

Menurut dia, dalam aturan partai disebutkan bahwa dalam hal pemilihan ketua maupun pengurus partai tingkat kabupaten, maka, sebelum dilaksanakan proses pemilihan, pengurus harian partai harus melakukan rapat atau musyawarah untuk memilih perwakilan sebagai bagian dari penyelenggara pemilihan ketua .

"Tahapan ini tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas maupun jajaran pengurus partai, tetapi tiba-tiba melaksanakan Muscab saja, jelas pelanggaran," tegasnya.

Panitia muscab dinilai hanya memaksakan untuk melaksanakan proses muscab sebagai syarat formalitas untuk melegitimasi calon ketua yang sudah dikantongi tanpa mengikuti aturan partai. 

"Rapat pembentukan panitia muscab, ataupun rapat harian dalam memilih formatur muscab tidak pernah dilakukan oleh pelaksana tugas (Plt) maupun pengurus partai. Saya tegaskan bahwa muscab ini tidak sesuai dengan AD/ART partai. Muscab di kafe Ceko ini hanya syarat untuk mengeluarkan SK saja dan ini bertentangan," tegasnya. 

Ia berpendapat, jikapun proses Muscab ini dipaksakan berjalan tanpa dihadiri pengurus PAC, maka kepengurusan DPC PPP Ketapang tidak mendapat legitimasi atau dukungan dari organ partai. 

"Jadi jika nantinya ada pihak-pihak yang mengklaim bahwa proses Muscab ini sah, maka itu tidak benar, dan klaim sepihak," ucapnya. 

Pihaknya turut mengapresiasi atas kehadiran perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang memantau hadir langsung mengikuti proses pemilihan ketua kabupaten ini. 

Sehingga diharapkan dapat menilai secara objektif proses Muscab ini dan diharapkan dapat mempertimbangkan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai. 

"Apresiasi kami para pengurus partai dibawah atas kehadiran para pengurus DPW, dengan keberadaan mereka di arena Muscab diharapkan dapat jadi pertimbangan untuk menunda keputusan penting demi kebaikan partai," tandasnya.

Sabtu, 25 April 2026

IKN Akan Miliki Dapil Sendiri Pada Pemilu 2029, KPU Fokus Data Pemilih

KPU mulai menyiapkan dapil khusus IKN untuk Pemilu 2029 dengan pemutakhiran data pemilih dan koordinasi bersama Otorita IKN. (Gambar ilustrasi)
KPU mulai menyiapkan dapil khusus IKN untuk Pemilu 2029 dengan pemutakhiran data pemilih dan koordinasi bersama Otorita IKN. (Gambar ilustrasi)

IKN, Kaltim - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mulai melakukan langkah awal dalam menyiapkan pelaksanaan Pemilu 2029 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu fokus utama yang kini dilakukan adalah merancang daerah pemilihan (dapil) khusus bagi wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan seiring rencana IKN yang akan menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia. Dengan bertambahnya populasi di kawasan tersebut, kebutuhan akan sistem pemilu yang terstruktur dinilai harus dipersiapkan jauh sebelum tahapan resmi dimulai.

Komisioner KPU RI, Iffa Rosita, menyampaikan bahwa pembentukan dapil khusus di IKN merupakan bagian penting dari perencanaan Pemilu 2029.

Menurutnya, persiapan awal seperti pemutakhiran data pemilih menjadi fondasi utama agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar saat waktunya tiba.

KPU menilai tahun 2027 akan menjadi periode krusial karena merupakan awal tahapan Pemilu 2029. Pada fase ini, intensitas koordinasi antara KPU dan Otorita IKN diperkirakan akan meningkat.

Koordinasi tersebut mencakup penataan wilayah dapil serta sinkronisasi data kependudukan, khususnya bagi warga yang akan berdomisili di kawasan IKN.

Selain menyiapkan dapil, KPU juga merencanakan pembangunan kantor atau gedung KPU di wilayah IKN apabila kesiapan administratif dan kebutuhan operasional telah terpenuhi.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan pemilu di wilayah ibu kota baru tersebut.

Dalam rangka memastikan kesiapan wilayah, rombongan KPU melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik pembangunan di kawasan IKN.

Beberapa lokasi yang ditinjau antara lain kawasan ruang terbuka publik, area hunian aparatur sipil negara, fasilitas olahraga, hingga kawasan pendukung lainnya.

Selain kegiatan pemantauan, rombongan juga mengikuti agenda penanaman pohon sebagai simbol keterlibatan lembaga negara dalam mendukung pembangunan IKN secara berkelanjutan.

Kunjungan ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi awal guna memahami kondisi riil di lapangan sebelum penyusunan teknis pemilu dilakukan secara lebih detail.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru yang saat ini telah memasuki tahap kedua.

Tahap tersebut berfokus pada pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif sebagai bagian dari struktur pemerintahan nasional di masa depan.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan pentingnya dukungan lintas lembaga dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.

Ia juga menekankan perlunya penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat agar publik mendapatkan gambaran yang jelas mengenai progres pembangunan IKN.

Menurutnya, kolaborasi antar lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proyek strategis nasional tersebut.

Keberadaan dapil khusus di IKN akan menjadi pengalaman baru dalam sistem pemilu nasional. Hal ini karena wilayah ibu kota baru memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lainnya, terutama dari sisi pertumbuhan penduduk yang relatif cepat.

Dengan persiapan sejak dini, KPU berharap seluruh proses pemilu di IKN dapat berjalan transparan, akurat, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Persiapan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan fisik ibu kota baru juga harus diikuti dengan kesiapan sistem demokrasi yang matang.

FAQ

1. Apakah IKN akan memiliki daerah pemilihan sendiri?
Ya, KPU merencanakan pembentukan dapil khusus IKN untuk Pemilu 2029.

2. Kapan tahapan Pemilu 2029 mulai berjalan?
Tahapan awal diperkirakan mulai pada tahun 2027.

3. Apa yang sedang dipersiapkan KPU saat ini?
Fokus utama adalah pemutakhiran data pemilih dan penataan wilayah dapil khusus IKN.

4. Apakah akan ada kantor KPU di IKN?
Rencana pembangunan gedung KPU di IKN akan dilakukan jika kesiapan wilayah telah terpenuhi.

5. Mengapa IKN perlu dapil khusus?
Karena IKN akan menjadi pusat pemerintahan dan memiliki jumlah penduduk yang terus bertambah.

Sabtu, 18 April 2026

AHY Tekankan Konsolidasi Kader di Musda IV Demokrat Jateng Menuju Kemenangan 2029

AHY Tekankan Konsolidasi Kader di Musda IV Demokrat Jateng Menuju Kemenangan 2029
AHY Tekankan Konsolidasi Kader di Musda IV Demokrat Jateng Menuju Kemenangan 2029.
Semarang – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi internal dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jumat (17/4). Kegiatan tersebut menjadi ajang strategis untuk memantapkan langkah partai menghadapi Pemilu 2029.

Dalam arahannya yang disampaikan secara virtual melalui telekonferensi, AHY menilai Musda IV Demokrat Jateng sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus menyatukan seluruh elemen kader.

Mengangkat tema “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan”, AHY menyampaikan tiga fokus utama yang perlu dijalankan secara konsisten oleh seluruh kader partai.

Pertama, ia menekankan pentingnya merapatkan barisan. Menurutnya, kekompakan internal merupakan syarat utama bagi keberhasilan partai. Ia mengingatkan agar forum Musda tidak menjadi ajang perpecahan, melainkan sarana memperkuat persatuan.

“Perbedaan dalam politik adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai merusak kebersamaan di dalam rumah sendiri. Tanpa soliditas, sulit bagi kita untuk menjadi partai yang sukses,” ujarnya.

Kedua, AHY mendorong kader untuk membangun kekuatan partai melalui peningkatan kualitas organisasi serta penguatan kader yang militan dan profesional. Ia menekankan bahwa daya saing partai sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia dan struktur organisasi yang solid.

Ketiga, AHY menargetkan kemenangan pada Pemilu 2029. Ia menyoroti pentingnya Jawa Tengah sebagai wilayah strategis dengan jumlah kabupaten/kota yang besar serta basis pemilih yang signifikan. Karena itu, kerja politik harus menyentuh hingga tingkat akar rumput.

“Pastikan masyarakat di desa hingga kelurahan mengetahui bahwa Demokrat hadir dan terus memperjuangkan aspirasi mereka, terutama melalui kader yang memegang jabatan publik, baik di eksekutif maupun legislatif,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya meraih kemenangan harus dilakukan secara aktif dan proaktif.

“Kita harus merebut hati dan pikiran rakyat, bukan sekadar menunggu dukungan datang dengan sendirinya. Ini tentang kerja nyata untuk memenangkan kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2029,” tegas AHY.

Kegiatan Musda IV ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron beserta jajaran pengurus DPP. Hadir pula Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Rinto Subekti bersama jajaran pengurus daerah serta para Ketua DPC Partai Demokrat se-Jawa Tengah.

Minggu, 05 April 2026

Halal Bihalal PPP Kalbar, Kader Sekadau Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi

Foto: Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) asal kabupaten sekadau, (tengah) H. Abang Nasir, S.A.P., anggota DPRD Kabupaten Sekadau 

PONTIANAK - Keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Barat gelar Halal Bihalal pada Minggu, 5 April 2026, menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai.

Perwakilan dari Kabupaten Sekadau turut hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satu kader PPP Sekadau, H. Abang Nasir, S.A.P., menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kebersamaan dan soliditas partai di tingkat daerah maupun provinsi.

“Dari Kabupaten Sekadau, kami hadir sebanyak tiga orang kader, termasuk salah satunya anggota dewan. Tujuan utama kami adalah bersilaturahmi serta mempererat hubungan dan menyatukan kembali kekuatan PPP di Kalimantan Barat,” ujar Abang Nasir.

Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal ini juga menjadi ajang untuk membangun kembali kekompakan kader serta menyamakan visi ke depan dalam menghadapi berbagai agenda partai.

Ia berharap, ke depan PPP dapat semakin solid dan mampu meraih hasil yang sesuai dengan harapan bersama. Selain itu, pihaknya juga berencana merangkul kembali kader-kader lama serta membuka peluang bagi kader baru untuk bergabung.

“Insyaallah ke depan, jika ada momentum besar, kader lama akan kita rangkul kembali dan kita juga akan mencari serta membina kader-kader baru,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PPP diharapkan mampu memperkuat persatuan dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika politik di Kalimantan Barat. (JM)

Senin, 23 Februari 2026

MoU Ditandatangani, Bawaslu Dapat Akses Sosialisasi ke Sekolah Kemenag

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat koordinasi dan sosialisasi demokrasi.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat koordinasi dan sosialisasi demokrasi.

Pontianak — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat koordinasi dan sosialisasi demokrasi.

Penandatanganan berlangsung di Kantor Kanwil Kemenag Kalbar, Senin (23/2/2026), dan dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat, S.Sos., M.H., serta Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Dr. Muhajirin Yanis, M.Pd.I.

Mursyid mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi demokrasi kepada masyarakat, khususnya melalui lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag.

“Kerja sama ini sangat penting untuk memperkuat demokrasi di Kalimantan Barat. Kami melihat kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui MoU tersebut, Bawaslu memperoleh ruang untuk melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif di sekolah-sekolah madrasah maupun satuan pendidikan yang berada di bawah Kemenag.

“Kami berharap akses sosialisasi ke sekolah-sekolah ini dapat membangun budaya demokrasi sejak dini, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu,” kata Mursyid.

Selain menyasar pelajar, kerja sama ini juga mencakup sosialisasi terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama.

Menurut Mursyid, penguatan pemahaman netralitas ASN menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan integritas penyelenggaraan pemilu.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh upaya penguatan demokrasi melalui jalur pendidikan dan pembinaan ASN.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di Kalimantan Barat, termasuk melalui satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kemenag,” kata Muhajirin.

Ia menilai, edukasi demokrasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kerja sama ini juga penting untuk meneguhkan nilai toleransi dan netralitas ASN. Kami akan membuka ruang sosialisasi agar pesan-pesan penguatan demokrasi dapat menjangkau lebih luas,” ujarnya.

Muhajirin berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi berlanjut pada program konkret di lapangan.

Dengan adanya MoU tersebut, kedua lembaga menargetkan peningkatan literasi demokrasi masyarakat, penguatan pengawasan partisipatif, serta pemahaman netralitas ASN di lingkungan Kemenag Kalimantan Barat.

Sinergi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga kualitas demokrasi di Kalimantan Barat sekaligus membangun kesadaran publik yang lebih kuat menjelang tahapan-tahapan demokrasi ke depan. (*)

Selasa, 17 Februari 2026

Biaya Politik Pilkada Langsung Makin Fantastis, Pengamat Soroti Beban Kandidat Bisa Tembus Puluhan Miliar Rupiah

Biaya Politik Pilkada Langsung Makin Fantastis, Pengamat Soroti Beban Kandidat Bisa Tembus Puluhan Miliar Rupiah
Biaya Politik Pilkada Langsung Makin Fantastis, Pengamat Soroti Beban Kandidat Bisa Tembus Puluhan Miliar Rupiah. (GAMBAR ILUSTRASI)

JAKARTA -- Isu mahalnya biaya politik dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali menjadi sorotan. Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan, menilai sistem pilkada langsung yang berjalan sejak 2005 telah membawa konsekuensi biaya yang sangat besar bagi para kandidat.

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa proses demokrasi langsung memang memberi ruang partisipasi rakyat, tetapi di sisi lain juga membuka peluang membengkaknya ongkos politik.

“Kalau kita cermati perjalanan pilkada langsung sejak 2005 sampai sekarang, terlihat jelas bahwa biaya politiknya tinggi. Ada empat tahap krusial yang hampir pasti membuat kandidat harus merogoh kocek dalam-dalam,” ungkap Yusak dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Dari Tiket Partai hingga Politik Uang

Yusak menjelaskan, beban biaya sudah terasa sejak awal proses pencalonan. Untuk mendapatkan dukungan partai politik saja, seorang kandidat harus menyiapkan dana yang tidak sedikit.

“Untuk satu partai saja, standar ‘aman’-nya bisa sekitar Rp300 juta sampai Rp500 juta. Kalau harus berkoalisi dengan beberapa partai, tentu angkanya makin besar,” jelasnya.

Belum selesai di situ, tahapan kampanye juga menjadi sumber pengeluaran terbesar. Wilayah yang luas dan jumlah pemilih yang banyak membuat kandidat tidak mungkin menjangkau semua masyarakat secara langsung dalam waktu terbatas.

Hasil survei yang pernah dilakukan lembaganya menunjukkan bahwa metode kampanye yang paling disukai masyarakat adalah kandidat datang langsung bertatap muka. Namun, keterbatasan waktu dan tenaga sering kali membuat strategi ini tidak maksimal.

Di sinilah, kata Yusak, muncul godaan menggunakan cara instan seperti politik uang.

“Ketika kandidat tidak sempat bertemu semua pemilih, sebagian memilih jalan pintas. Belum lagi praktik pembelian suara. Di beberapa daerah, satu suara bisa dihargai sangat mahal. Kalau dihitung total, biaya untuk menjadi wali kota atau bupati bisa mencapai puluhan miliar rupiah,” tegasnya.

Angka tersebut tentu bukan jumlah kecil. Bayangkan, dana sebesar itu harus disiapkan bahkan sebelum seseorang resmi menjabat. Tak heran jika banyak pihak kemudian mempertanyakan efektivitas dan dampak jangka panjangnya terhadap tata kelola pemerintahan.

Pilkada Lewat DPRD Dinilai Tetap Demokratis

Pandangan serupa juga disampaikan Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. Ia menekankan bahwa demokrasi tidak bisa dimaknai secara sempit hanya sebagai pemilihan langsung oleh rakyat.

Menurut Dedi, dalam konstitusi Indonesia tidak ada aturan yang secara eksplisit mewajibkan kepala daerah dipilih secara langsung oleh masyarakat.

“Undang-undang hanya menyebutkan bahwa pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara demokratis. Kata ‘demokratis’ itu tidak selalu berarti harus dipilih langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pemilihan melalui DPRD tetap memiliki legitimasi karena anggota DPRD sendiri dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilu legislatif.

“Secara sederhana, rakyat sudah memberikan mandat kepada DPRD. Jadi ketika DPRD memilih kepala daerah, itu tetap bagian dari proses demokrasi,” katanya.

Publik Perlu Pikirkan Dampak Jangka Panjang

Perdebatan soal mekanisme pilkada ini bukan sekadar soal teknis pemilihan. Ada dampak besar yang perlu dipertimbangkan bersama, terutama terkait biaya politik yang tinggi dan potensi praktik transaksional.

Sebagai masyarakat, penting bagi kita untuk memahami bahwa sistem demokrasi bukan hanya tentang siapa yang memilih, tetapi juga bagaimana proses itu berlangsung secara jujur, adil, dan efisien.

Apakah pilkada langsung masih relevan dengan biaya yang terus membengkak? Ataukah sistem perwakilan lewat DPRD bisa menjadi solusi yang lebih hemat dan tetap demokratis?

Pertanyaan ini layak kita renungkan bersama. Karena pada akhirnya, kualitas demokrasi bukan hanya ditentukan oleh cara memilih, tetapi juga oleh integritas dan tanggung jawab para pemimpinnya.

Sabtu, 07 Februari 2026

Gerakan BEM Kalimantan Cetak Pemimpin Masa Depan

BEM SEKA bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026).
BEM SEKA bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026).

PONTIANAK — Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan (BEM SEKA) bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran politik bagi mahasiswa lintas kampus di Kalimantan.

Pelatihan tersebut mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Politik Muda yang Berintegritas, Partisipatif, dan Berorientasi Kepentingan Publik”. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan menghadirkan narasumber dari unsur penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, partai politik, akademisi, serta organisasi mahasiswa.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Ketua KPU Kalimantan Barat Muhammad Syarifuddin Budi, perwakilan Bawaslu Kalimantan Barat Yosef Harry Suyadi, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar yang diwakili Kepala Bidang Sosial Politik, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Dian Eka Muchairi, serta Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Pontianak Prof. Dr. Sunarsieh.
BEM SEKA bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026).
BEM SEKA bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026).
Koordinator Pusat BEM se-Kalimantan, Danil Huda, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi dan pembangunan daerah. Karena itu, mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap proses politik.

“Ruang-ruang pengambilan keputusan publik sangat menentukan masa depan generasi muda. Kepemimpinan politik mahasiswa harus dibangun di atas integritas, rasionalitas, dan kesadaran kolektif terhadap kepentingan publik,” ujar Danil dalam sambutannya.

Menurutnya, dinamika politik kontemporer menuntut hadirnya pemimpin muda yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan analisis kebijakan, etika politik, serta komitmen pada nilai-nilai demokrasi. Ia menekankan pentingnya political literacy dan civic engagement sebagai bagian dari proses pembelajaran di kampus.

“Mahasiswa sebagai kelompok intelektual memikul tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga kualitas demokrasi. Kepemimpinan politik tidak boleh dibangun secara pragmatis, tetapi harus berlandaskan etika publik, argumentasi ilmiah, dan orientasi pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Danil juga menilai kolaborasi antara lembaga negara, partai politik, dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem politik yang sehat. Pelatihan ini, lanjut dia, menjadi ruang dialektika antara teori dan praktik politik agar mahasiswa mampu membaca realitas politik secara lebih objektif dan kritis.

Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Syaiyadi menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa, memperluas wawasan politik, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi. Ia berharap kegiatan ini melahirkan kader pemimpin muda yang berintegritas, kompeten, dan berpihak pada kepentingan publik.
BEM SEKA bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026).
BEM SEKA bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026).
Ketua BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak Fadil Maulana menambahkan, melalui jejaring BEM se-Kalimantan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepemimpinan politik muda yang progresif dan siap menjawab tantangan sosial-politik di masa depan.

“Anak muda jangan hanya mudah terbawa perasaan, tapi harus berani mengambil peran,” ujar Fadil menutup kegiatan. (*)

Kamis, 05 Februari 2026

Anggota DPRD Kalbar Sekaligus Ketua Demokrat Ketapang Ingatkan Hal ini ke Kadernya


Ketua DPC pantai Demokrat H Rasmidi SE didampingi Bendahara DPC, H Rion Sardi saat diwawancarai wartawan
Ketua DPC pantai Demokrat H Rasmidi SE didampingi Bendahara DPC, H Rion Sardi saat diwawancarai wartawan

Ketapang (BorneoTribun) - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten Ketapang H Rasmidi SE sekaligus sebagai anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat mengingatkan dalam dunia politik, waktu 2 atau 3 tahun menjelang Pemilu tidaklah panjang. Maka, seluruh stakeholder partai janganlah terlena. 

Hal itu Ia sampaikan saat diwawancarai sejumlah Wartawan saat jeda di acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) sekaligus kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) partai Demokrat tahun 2026 di hotel Aston, Ketapang, Kamis ini. 

"Kalau terlena, maka akan ketinggalan, nah, kegiatan ini salah satunya cara upaya untuk mempersiapkan diri," ujarnya, Kamis (05/02/2029).

Ia juga menyampaikan, kegiatan hari ini dimaksudkan sebagai pemenuhan amanat AD/ART partai Demokrat dimana minimal dua tahun sekali harus melaksanakan Rakercab.

Partai Demokrat kabupaten Ketapang menggelar Rakercab dan Bimtek, Kamis (05/02/2026) di hotel Aston Ketapang.
Partai Demokrat kabupaten Ketapang menggelar Rakercab dan Bimtek, Kamis (05/02/2026) di hotel Aston Ketapang.

Rasmidi melanjutkan, kegiatan Rakercab tahun ini sebagai bentuk evaluasi sekaligus konsolidasi struktur partai Demokrat kabupaten Ketapang dengan tujuan memperkuat serta memperluas jangkauan partai sampai ke masyarakat akar rumput tingkat bawah menyonsong Pemilu mendatang. 

"Tentunya kami wajib mempersiapkan diri, konsolidasi partai menyonsong Pemilu 2029, walaupun ada keputusan MK, tetapi belum ada kepastian karena belum ada peraturan dibawahnya," katanya.

Rakercab dan Bimtek partai Demokrat kabupaten Ketapang saat ini dihadiri jajaran lengkap pengurus DPC, organisasi sayap, pengurus anak cabang (PAC), anggota fraksi partai Demokrat DPRD Ketapang maupun anggota DPRD provinsi Kalbar serta perwakilan partai Demokrat dari kabupaten Kubu Raya serta Kayong Utara. 

"Sekitar 200 orang yang hadiri Rakercab dan Bimtek. Agak lengkap seluruh jajaran maupun organisasi sayap partai hadir disini, termasuk kawan-kawan dari DPRD Kubu Raya, kawan dari DPC Kayong Utara, pengurus provinsi dan anggota DPRD provinsi," tandasnya. 

Oleh: Muzahidin

Rabu, 04 Februari 2026

Gelar Rakercab di Aston, Demokrat Ketapang Rumah Besar Bangun Daerah

Goa Tersembunyi Akhir Pelarian Royke Madobaafu Mantan Camat
Gelar Rakercab di Aston, Demokrat Ketapang Rumah Besar Bangun Daerah
Gelar Rakercab di Aston, Demokrat Ketapang Rumah Besar Bangun Daerah.

Ketapang (Borneo Tribun) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Ketapang menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 di ballroom hotel Aston jalan R Suprapto, Kamis (05/02/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada konsolidasi internal serta peningkatan kapasitas pengurus dan kader dalam menghadapi dinamika politik ke depan. Selain itu, bertujuan sebagai penegasan dukungan terhadap pemerintahan presiden Prabowo Subianto dan sinergi dengan Pemerintah Daerah. 

Anggota DPRD Ketapang Nursiri saat dihubungi mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan rekomendasi konkret untuk memberikan masukan bagi Pemerintah Daerah kabupaten Ketapang. 

Rekom ini menurut dia, diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemda serta pengurus cabang partai. Selain itu, Rakercab juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dan struktur partai.

"Melalui Rakercab ini, kami ingin memastikan program kerja partai ke depan lebih terarah, realistis, dan sesuai dengan kondisi politik serta kebutuhan masyarakat di Ketapang," ujarnya.

"Rekom ini kami harapkan menjadi masukan konstruktif bagi Pemda Ketapang dan diharapkan segera ditindak lanjuti, bersinergi dengan pemerintah Presiden Prabowo Subianto," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten Ketapang, H Rasmidi menyebut, Rakercab sebagai forum evaluasi sekaligus perumusan langkah strategis partai di tingkat lokal. 

Menurutnya, penguatan struktur organisasi dan peningkatan kompetensi kader menjadi kunci agar Partai Demokrat tetap relevan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

"Rakercab ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang untuk menyatukan visi, mengevaluasi kerja-kerja politik, serta menyiapkan kader agar lebih siap menghadapi tantangan politik yang terus berkembang," kata Rasmidi. 

Ia menegaskan, DPC Partai Demokrat Ketapang mendorong seluruh pengurus dan kader agar lebih aktif turun ke tengah masyarakat, menyerap aspirasi warga, serta memperkuat fungsi representasi partai, baik di parlemen maupun di tingkat akar rumput.

Rakercab ini turut dihadiri empat anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Rion Sardi, Nursiri, Yang Kim, Yonathan Agung Rahmadi dan Edi Anjoyo beserta seluruh perangkat dan organisasi sayap partai Demokrat kabupaten Ketapang. 

Selain mereka, kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat provinsi Kalimantan Barat. 

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan struktur organisasi, peningkatan kapasitas kader, serta strategi pemenangan partai dalam agenda politik mendatang. (*).

Senin, 10 November 2025

Tepis Isu Pergantian Posisi, Ketua Gerindra Ketapang HM Tegaskan, AW Kader Terbaik

Tepis Isu Pergantian Posisi, Ketua Gerindra Ketapang HM Tegaskan, AW Kader Terbaik
Ketapang (Borneo Tribun)  - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Ketapang Haji Mathoji (HM) menegaskan kabar peggantian dirinya kepada Alecander Wilyo (AW) tidaklah benar. 

HM mengatakan, kegiatan di Hambalang adalah acara partai berupa pengarahan atau taklimat dari ketua dewan Pembina partai. AW dikatakan HM hadir dengan kapasitas sebagai kader partai.

"Berita yang beredar itu Hoaks. Sampai hari ini, saya masih ketua sah Gerindra Ketapang. Belum ada perubahan," kata HM, Senin (10/11/2025). 

Menurut Mathoji, sebagai kader, AW murni diundang ke Hambalang  menghadiri kegiatan untuk mendengarkan paparan pengarahan atau Taklimat dari ketua Dewan Pembina, Prabowo Subianto.

Menurut dia, peserta Taklimat itu berlatar dari unsur pimpinan DPRD dan kader partai yang dianggap berasal dari Partai Gerindra. 

"Seperti pak AW itu sudah ber KTA (Kartu Tanda Anggota) Gerindra.  Jadi kehadiran beliau murni di undang untuk mendengarkan Taklimat berkaitan dengan arah kebijakan pemerintah. Artinya kebijakan pemerintah daerah harus sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat," kata Mathoji. 

Sebelumnya, sempat beredar terbatas berupa foto-foto bupati AW hadir di Hambalang.  Isu pun bergulir soal adanya perubahan atau pergantian posisi pengurus partai.


Tetapi, ditegaskan ketua DPC Gerindra Ketapang sekaligus wakil Ketua DPRD Ketapang, Haji Mathoji bahwa kabar tersebut tidak benar.

Muzahidin

Mempertegas Komitmen Perjuangan Sampai Akar Rumput, DPC Hanura Ketapang Bakal Gelar Rakorcab

Foto Ketua Umum Partai Hanura, Oso diapit Ketua DPC Hanura Ketapang Jamhuri Amir saat kampanye Pilkada lalu (istimewa)
Foto Ketua Umum Partai Hanura, Oso diapit Ketua DPC Hanura Ketapang Jamhuri Amir saat kampanye Pilkada lalu (istimewa)
Ketapang (Borneo Tribun) - Menyongsong persiapan Musyawarah Cabang (Muscab), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Ketapang langsung tancap gas bakal gelar rapat koordinasi (Rakor) sekaligus konsolidasi untuk memperkuat struktur partai sampai tingkat bawah. 

"Sebagai partai yang telah lama berkiprah di dunia politik, Hanura terus konsisten menjalankan arah kebijakan yang telah ditetapkan DPP dan DPD. Rakorcab ini kami jadikan langkah konkret untuk memperkuat struktur partai dan mempertegas komitmen perjuangan hingga ke akar rumput,” kata Sekretaris Hanura Ketapang, Nasdiansyah, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (10/11/2025). 

Menurut anggota DPRD Ketapang ini, Rakorcab ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan menyusun arah strategis partai di tingkat daerah. 
Nasdiansyah, Sekretaris DPC Hanura Ketapang
Nasdiansyah, Sekretaris DPC Hanura Ketapang.
Melalui kegiatan ini, Hanura Ketapang bertekad memperkuat struktur organisasi secara menyeluruh hingga ke pengurus di tingkat paling bawah.

"Rakorcab bukan hanya forum koordinasi, tetapi juga bentuk kesiapan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan" katanya. 

Dengan mengusung semangat ‘Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera’, Rakorcab Hanura Ketapang ini akan dijadwalkan pada  11 Nobember 2025 bertempat di hotel Aston Ketapang. 

Nasdiansyah mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat secara nyata dan berkelanjutan.

(Muzahidin)

Kamis, 30 Oktober 2025

Sambangi UPT KPH Sekadau, Bawaslu Ajak Peduli Pengawasan Pemilu dan Pemilihan

Bawaslu Kabupaten Sekadau sambangi kantor UPT KPH Sekadau ajak peduli Pengawasan internal pada pemilu dan pemilihan serentak kelak tahun 2029.
Bawaslu Kabupaten Sekadau sambangi kantor UPT KPH Sekadau ajak peduli Pengawasan internal pada pemilu dan pemilihan serentak kelak tahun 2029.
SEKADAU - Dalam rangka menumbuh-kembangkan dan menggalakkan kesadaran bersama antar lembaga untuk mengawasi tahapan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2029, Bawaslu Kabupaten Sekadau melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Kawasan Hutan (UPT KPH) Sekadau (kamis, 30/10/2025). Hal ini disampaikan oleh Muhammad Sandi usai bertamu ke kantor UPT KPH Sekadau kepada wartawan media ini. 

Ia mengatakan bahwa memang perlu mengajak semua pihak yang ada di kabupaten Sekadau termasuk lembaga dan dinas instansi terkait untuk bersama-sama mengawasi pemilu dan pemilihan serentak tahun 2029 kelak. 

Dikatakan bahwa hal ini perlu dilakukan agar keterlibatan dan peran aktif setiap lembaga, dinas dan instansi pemerintah yang ada, paling tidak mengawasi di lingkungannya masing-masing agar mewujudkan pemilu yang jujur dan adil serta berintegritas itu juga milik lembaga, dinas dan instansi pemerintah. 

"Tugas pengawasan pemilu dan pemilihan itu milik semua orang, termasuk dinas, lembaga dan instansi yang ada. Paling tidak mereka mengawasi internal, sekitar lingkungan tempat mereka saja. Diluar itu tentu akan ada masyarakat yang mengawasinya. Nah, pengawasan internal ini yang kami dengungkan agar selalu diingat kepada para pejabat dan staf yang ada dilingkungan tempat kerja. Pemilu dan pemilihan tahun 2029 kita tetap awasi ya. Sehingga  kedepan tugas kita tidak berat lagi. Paling ya, mengingatkan netralitas ASN di lingkungan kerja di kantor serta tidak berpolitik praktis. Hindari pula ikut mengkampanyekan salah satu caleg atau paslon, jika kita masih sebagai pegawai ASN aktif ya. Karena akan ada sanksi jika terbukti melanggar," ungkapnya. 

Oleh karena itu ia mewanti-wanti kepada semua dinas, lembaga dan instansi yang ad di kabupaten Sekadau agar tetap menjaga netralitas, tidak terlibat politik praktis dan tetap menjaga kemurnian hak pilih untuk pemilu yang jujur dan adil serta bertintegritas.

Liputan : tim

Kunjungi SMAN 1 Sekadau, Bawaslu Ingatkan Netralitas ASN

Kunjungi SMAN 1 Sekadau, Bawaslu Ingatkan Netralitas ASN
Bawaslu Kabupaten Sekadau berkunjung ke SMAN 1 Sekadau sosialisasikan netralitas ASN untuk pemilu dan pemilihan serentak 2029.
SEKADAU - Untuk meningkatkan kepedulian para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekolah terhadap Pemilu dan Pemilihan tahun 2029, Bawaslu Kabupaten Sekadau berkunjung ke Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN 1) Sekadau. Kunjungan ini juga berkaitan dengan sosialisasi peran tugas dan fungsi Bawaslu kepada semua lapisan masyarakat termasuk juga lembaga lintas sektoral. 

Hal ini dikatakan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau, Muhammad Sandi usai mengunjungi sekolah terfavorit dibumi lawang kuari (kamis, 30/10/2025) kepada wartawan media ini. Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa kunjungan tersebut selain untuk bersilaturrahmi dan memperkenalkan Bawaslu ke sekolah tersebut, tujuan lainnya adalah mengingatkan kembali netralitas ASN untuk pemilu dan pemilihan yang akan datang. 

"Memang pemilu dan pemilihan serentak masih jauh, tahun 2029. Akan tetapi penting bagi kami untuk mengingatkan ASN yang ada termasuk di lingkungan sekolah setiap saat. Agar mereka tidak tergoda oleh hal-hal yang dapat merusak netralitas mereka kelak. Jika mereka melanggar, akan ada sanksinya Lo. Nah, dari pada repot nantinya, kami selalu tak bosan mengimbau agar para ASN tidak melakukan pelanggaran pemilu dan pemilihan. Kasian kan jika kena sanksi, " ujarnya. 
Ditambahkan pula bahwa posisi ASN memang rentan tekait godaan pemilu dan pemilihan yang menggiurkan. Godaan itu dapat berupa iming-iming kenaikan pangkat dan golongan serta jabatan strategis lainnya yang ada yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu ia mengimbau agar ASN yang ada tidak tercebur dan menceburkan diri ke dalam politik praktis di masa pemilu dan pemilihan kelak. 

"Kami ingatkan pihak sekolahnya, termasuk para ASN yang ada agar netral lurus-lurus saja waktu pemilu dan pemilihan. Jangan tergoda, kalau perlu laporkan ke Bawaslu siapa yang mengiming-imingkan sesuatu itu bisa di proses sesuai hukum pemilu. Jadi, kami mengimbau, mari kita gunakan hak pilih kita tanpa terlibat politik praktis. Jika aturannya bilang ASN mesti netral, ya netral gitu, "katanya. 

Tak lupa ia berterimakasih sekali atas sambutan yang baik dari pihak sekolah SMAN 1 Sekadau dan berharap hubungan antar lembaga ini bisa terus berkelanjutan.*
Liputan: tim

Terima Tamu, Bawaslu Sosialisasikan Warga Peduli Pengawasan Partisipatif

Terima Tamu, Bawaslu Sosialisasikan Warga Peduli Pengawasan Partisipatif
Anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau Muhammad Sandi menerima kunjungan warga masyarakat sekitar (Rabu, 29/10/2025) di kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sekadau yang beralamat di jalan sintang km 5 desa Mungguk, Sekadau.
SEKADAU - Dalam rangka memaksimalkan pengawasan partisipatif dan karena kekurangan jumlah personil, Bawaslu Kabupaten Sekadau mengajak seluruh lapisan warga masyarakat se Kabupaten Sekadau untuk bersama-sama mengawasi Pemilu dan pemilihan yang akan datang. Hal ini dikatakan oleh Muhammad Sandi, Anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau usai menerima kedatangan warga masyarakat yang datang berkunjung (Rabu, 29/10/2025).

"Kita selalu mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama Bawaslu mengawasi tahapan pemilu dan pemilihan yang akan datang. Baik itu jika ada tamu yang datang berkunjung ke kantor atau di lingkungan sekitar rumah pada saat kami diluar kantor. Bahkan dimana saja, kami sampaikan tentang pentingnya pengawasan Partisipatif dilakukan oleh masyarakat, " ujarnya. 

Pengawasan tersebut dimaksud untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu dan pemilihan seperti : jual beli suara atau familiar disebut dengan money politik, ketidak netralan penyelenggara, ASN, kades, perangkat desa, BPD, serta anggota TNI/Polri. Warga juga diimbau agar bersama Bawaslu menjaga situasi yang kondusif dengan menghargai perbedaan pilihan masing-masing individu.

"Kami menyadari bahwa personil kami terbatas, demikian pula anggarannya juga terbatas. Namun kami maksimalkan sesuai pula dengan amanat undang-undang pemilu dan pemilihan supaya melibatkan warga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi tahapan pemilu dan pemilihan. Nah, saat ini juga kita sedang melatih pengawas partisipatif melalui program pendidikan pengawas partisipatif secara daring," katanya.

Walaupun secara daring, dikatakan pula olehnya itu tidak berhenti disitu saja, akan ada bimbingan bagi para kader nantinya. Dan Bawaslu juga akan merekrut warga yang ingin dilatih menjadi pengawas partisipatif.

Rabu, 29 Oktober 2025

Jelang PDPB Triwulan IV, Bawaslu Sekadau Lakukan Koordinasi Dengan KPU dan Beri Imbauan

Jelang PDPB Triwulan IV, Bawaslu Sekadau Lakukan Koordinasi Dengan KPU dan Beri Imbauan
 Bawaslu Lakukan koordinasi dengan KPU terkait PDPB triwulan IV.
SEKADAU - Dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk triwulan IV semester VI tahun 2025 ini, Bawaslu Kabupaten Sekadau melakukan koordinasi perihal terkait ke kantor KPU setempat. Hal ini bertujuan untuk memastikan kapan dilakukan pelaksanaan pencocokan data ke desa-desa dan ke rumah warga. Hal ini dikatakan oleh anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau, Muhammad Sandi kepada media ini usai bertandang ke kantor KPU (Selasa, 28/10/2025).

Dikatakan olehnya bahwa saat ini KPU masih menunggu data dan instruksi dari pimpinan mereka, oleh karena itu pula pihak KPU akan segera memberitahukan ke Bawaslu kapan PDPB triwulan IV semester VI dilakukan jika telah memperoleh arahan nantinya. Koordinasi dilakukan Bawaslu juga sebagai bentuk komitmen pengawasan terhadap PDPB yang saat ini sedang dikerjakan oleh KPU dan diawasi oleh Bawaslu.
 
"Koordinasi ini perlu untuk mendapatkan informasi antar lembaga. Kan sekarang KPU masih melakukan PDPB triwulan IV Semester VI dan itu tetap kami awasi sesuai amanah undang-undang pemilu. Kita telah mendapatkan informasi dari KPU bahwa terkait PDPB itu, mereka masih menunggu data dan arahan dari pimpinan diatas dan kita akan diberitahu segera jika telah ada arahan dimaksud," ungkapnya. 

Anggota Bawaslu ini juga mengimbau agar KPU berkoordinasi dengan pihak terkait seperti dinas kependudukan dan catatan sipil menyangkut data pemilih yang ada baik itu yang pindah, datang, meninggal atau ada warga yang sudah masuk sebagai pemilih pemula. Begitu juga ke pihak TNI/Polri menyangkut apabila ada warga masyarakat yang di terima menjadi anggota TNI/Polri atau ada anggota TNI/Polri yang sudah pensiun. 

"Kami juga mengimbau KPU agar berkoordinasi juga dengan pihak terkait lainnya seperti kantor Kementrian Agama Kabupaten Sekadau berhubungan dengan kemungkinan adanya warga kita yang menikah diusia kurang dari 17 tahun berdasarkan putusan pengadilan. Kan syarat sebagai pemilih antara lain selain berusia 17 tahun, juga dikatakan oleh peraturan sebagai pemilih juga bagi warga yang pernah menikah. Tentu ini berdasarkan pada putusan pengadilan," pungkasnya.

Untuk PDPB ini memang masih sedang berjalan dan Bawaslu selaku pengawas hal-hal terkait dan berhubungan dengan pemilu dan pemilihan yang dilakukan oleh KPU, akan selalu mereka awasi. Diperoleh informasi bahwa PDPB ini akan berakhir sampai bulan Desember 2025.

Liputan: tim

Selasa, 28 Oktober 2025

Bawaslu Sekadau Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kemenag, Jalin Hubungan Kemitraan

Bawaslu jalin hubungan kemitraan dengan Kementrian Agama Republik Indonesia Kabupaten Sekadau terkait kemungkinan ada warga yang menikah dibawah usia 17 tahun berdasarkan putusan pengadilan.
Bawaslu jalin hubungan kemitraan dengan Kementrian Agama Republik Indonesia Kabupaten Sekadau terkait kemungkinan ada warga yang menikah dibawah usia 17 tahun berdasarkan putusan pengadilan.
SEKADAU - Untuk memaksimalkan pengawasan pemutakhiran Data Pemilih berkelanjutan atau familiar di sebut dengan PDPB yang dilakukan oleh KPU, Bawaslu berkunjung ke kantor Kementrian Agama Republik Indonesia Kabupaten Sekadau untuk menjalin hubungan kemitraan terkait data warga yang kemungkinan ada yang menikah dibawah usia 17 tahun. 

Hal ini dikatakan oleh anggota Bawaslu Kabupaten Sekadau Kordiv HPPH, Muhammad Sandi kepada media ini usai bertemu langsung dengan kepala Kantor tersebut (Selasa,28/10/2025).

"Nantinya jika ada ditemukan, maka dasar data dari pihak Kemenag dan jajarannya itu akan segera kami sampaikan ke KPU agar nama yang bersangkutan dimasukan sebagai pemilih baru. Kan tidak menutup kemungkinan ada warga yang menikah di bawah usia 17 tahun. Syarat sebagai pemilih juga dikatakan oleh undang - undang pemilu dan pemilihan selain telah berusia 17 tahun, kalimat pernah menikah juga bisa memilih," ujarnya.

Beliau berterimakasih sekali karena sambutan dari pihak Kemenag Kabupaten Sekadau sangat bagus dan terbuka. Dikatakan pula bahwa pihak Kemenag akan menindaklanjuti apa yang menjadi perhatian Bawaslu Kabupaten Sekadau terutama terkait data warga yang menikah usia di bawah 17 tahun. 

Tentu ini merupakan hubungan kemitraan strategis yang mesti terus terjalin antara Bawaslu dan Pihak Kantor Urusan Agama Kabupaten Sekadau.

"Kedepan kami juga berharap agar hubungan baik antar lembaga ini dapat terus terjalin dan bersinergi sehingga pada pemilu dan pemilihan nantinya tidak lagi menumpuk data pemilih yang belum terverifikasi faktual dan mulai dari sekaranglah kami bersama KPU melakukannya. KPU mencocokan data dan memutahirkannya berdasarkan data dari Capil dan kementrian terkait, kami Bawaslu yang mengawasinya. Kan repot Nanti bila pada tahapan baru mau mulai melakukan verifikasi pemilih. Apalagi hal ini memang mesti dilakukan berdasarkan amanat ungdang-undang nomor 7 tentang pemilu," terangnya.

Liputan: tim

Senin, 27 Oktober 2025

Bawaslu Sekadau Lakukan Giat Rutin Internal Ingatkan Selalu Tugas Dan Fungsi Pengawasan Lembaga

Bawaslu Kabupaten Sekadau aktif lakukan Apel dan rapat rutin setiap hari Senin guna untuk mengingatkan internal akan tugas rutin lembaga
Bawaslu Kabupaten Sekadau aktif lakukan Apel dan rapat rutin setiap hari Senin guna untuk mengingatkan internal akan tugas rutin lembaga.
SEKADAU - Dalam rangka untuk memastikan Bawaslu Kabupaten Sekadau sebagai lembaga pengawas Pemilu dan Pemilihan yang terpercaya dan terdepan dalam mewujudkan pemilu demokratis dan bermartabat, lembaga negara ini rutin melakukan kegiatan apel Senin dan rapat setiap hari Senin di kantor Bawaslu yang beralamat di Jalan Merdeka Timur KM 5 (Jalan Sintang) Mungguk, Sekadau sebagai bentuk kegiatan penguatan kelembagaan internal.
 
Hal ini disampaikan oleh Kordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Sekadau, Muhammad Sandi kepada media ini usai rapat rutin internal yang mereka lakukan (Senin, 27/10/2025). Kegiatan tersebut dikatakan dengan tujuan untuk tetap memelihara kesiap Siagaan Bawaslu secara internal untuk mengawasi kegiatan pengawasan pemilu dan pemilihan kedepan. 

"Untuk memastikan semuanya siap mengawasi, kita lakukan apel rutin dan rapat rutin setiap Senin khusus untuk kalangan internal Bawaslu saja. Apel Senin itu bertujuan untuk memelihara kesiapan waktu internal dan dilanjutkan dengan rapat rutin untuk membahas apa-apa saja kegiatan yang sudah dan belum dilaksanakan. Jadi, ini rutin ya yang tujuannya adalah agar Bawalu selalu siap melaksanakan tugas pengawasan eksternal seperti pengawasan tahapan pemilu dan pemilihan di tahun 2029 secara serentak nantinya, " ungkapnya. 

Hal ini dikatakan juga merupakan latihan kesiapan internal Bawaslu dalam mengemban tugas pengawasan dimaksud. Dimana baik pimpinan maupun staf harus selalu siap mengawasi tahapan dan saling bekerjasama antar divisi yang ada di lingkungan internal Bawaslu. Hal ini sesuai dengan sumpah janji jabatan dan pekerjaan yang di terima oleh masing-masing individu yang bekerja di lembaga negara yang mengurusi bidang Kepemiluan di Kabupaten Sekadau ini. 

Untuk sosialisasi pengawasan serta imbauan lisan kepada masyarakat dikatakan ternyata juga mesti dilakukan oleh Bawaslu setiap saat, mulai dari tingkat pimpinan dan juga para staf yang ada. Mulai dari keluarga, sekitar rumah dan di desa tempat mukim individu Bawaslu di Bumi Lawang Kuari. Teknisnya dikatakan fleksibel, bisa pada saat kumpul bersama keluarga, pada saat arisan di komunitas, pada saat bakti sosial di desa dan mungkin juga di event-even lainnya yang ada. 

"Pada intinya karena inilah kerja Bawaslu, jadi kita selalu ingatkan dan kami sampaikan selak pimpinan kepada internal agar menjalankan tugas dan fungsi pengawasan kita mulai dari lingkungan terdekat dan terjauh sejauh dan sebisa yang bisa dilakukan untuk melakukan pengawasan terkait. Hali ini juga sebagai bukti kepada masyarakat bahwa Bawaslu itu bekerja walaupun ditengah pemberlakuan efesiensi anggaran pada saat ini. Seperti pada saat sekarang ada kegiatan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan atau familiar disingkat pengawasan PDPB. Mari kita bersama mengimbau agar warga memberitahukan kepada Bawaslu terkait dengan data pemilih yang meninggal, pindah, datang, alih status pekerjaan dan pemilih pemula yang ada, " imbaunya.

Ditambahkan pula bahwa kegiatan apel dan rapat rutin setiap Senin itu tentu telah sesuai pula dengan arahan dari pimpinan Bawaslu agar dilaksanakan. Jadi jajaran Bawaslu sekarang ini melaksanakan sesuai arahan dan petunjuk yang di berikan baik itu tertulis maupun secara lisan.*

Liputan : tim