Berita BorneoTribun: Artificial Intelligence hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Artificial Intelligence. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artificial Intelligence. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2026

Cara Mudah Menggunakan AI untuk Edit Foto di HP: Hasil Pro dalam Hitungan Detik!

Cara Mudah Menggunakan AI untuk Edit Foto di HP: Hasil Pro dalam Hitungan Detik. (Gambar ilustrasi)
Cara Mudah Menggunakan AI untuk Edit Foto di HP: Hasil Pro dalam Hitungan Detik. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA - Di era digital saat ini, Anda tidak perlu lagi menjadi ahli desain grafis untuk menghasilkan foto yang memukau. Berkat teknologi Artificial Intelligence (AI), mengedit foto di HP kini bisa dilakukan semudah menjentikkan jari.

Baik untuk kebutuhan media sosial, jualan online, atau sekadar koleksi pribadi, AI dapat membantu Anda memperbaiki pencahayaan, menghapus objek yang mengganggu, hingga mengubah latar belakang secara otomatis.

Berikut adalah panduan mudah menggunakan AI untuk edit foto langsung dari HP Anda.

1. Pilih Aplikasi AI Terbaik

Langkah pertama adalah memilih "senjata" Anda. Saat ini ada banyak aplikasi foto berbasis AI yang tersedia di Android maupun iOS. Berikut beberapa rekomendasi terpopuler:

AplikasiFitur UnggulanCocok Untuk
Google PhotosMagic Eraser (Penghapus Ajaib)Menghapus orang/objek bocor
ReminiAI EnhancerMemperjelas foto buram/lawas
CanvaMagic Edit & Background RemoverDesain konten medsos & ganti background
Adobe LightroomAI Preset & MaskingKoreksi warna profesional

2. Tutorial: Menghapus Objek "Bocor" (Photobomb)

Salah satu masalah paling umum adalah adanya orang asing atau sampah di latar belakang foto liburan kita. Mari kita gunakan fitur AI seperti Magic Eraser (tersedia di Google Photos atau fitur serupa di Canva/Picsart).

Langkah-langkah:

  1. Buka Foto: Pilih foto yang ingin diedit di aplikasi pilihan Anda (misal: Google Photos).

  2. Pilih Menu Edit: Klik tombol Edit lalu cari menu Alat (Tools) dan pilih Penghapus Ajaib (Magic Eraser).

  3. Biarkan AI Bekerja: Aplikasi biasanya akan otomatis mendeteksi objek yang mengganggu dan memberinya saran untuk dihapus.

  4. Hapus Manual (Jika Perlu): Jika ada yang terlewat, cukup lingkari atau coret objek tersebut dengan jari Anda.

  5. Simpan: Voila! Objek tersebut hilang dan latar belakang akan terisi otomatis dengan rapi.

3. Tutorial: Menjernihkan Foto Buram

Punya foto kenangan yang pecah atau sedikit blur? Jangan dihapus dulu! Gunakan AI Enhancer seperti di aplikasi Remini atau fitur "Unblur" di Google Photos.

Langkah-langkah:

  1. Upload foto buram Anda ke aplikasi.

  2. Tekan tombol Enhance atau Perbaiki.

  3. Tunggu beberapa detik. AI akan menganalisis piksel yang hilang dan merekonstruksi wajah serta detail foto agar menjadi tajam (HD).

  4. Unduh hasilnya.

4. Tips Agar Hasil Edit AI Terlihat Natural

Meskipun AI sangat canggih, terkadang hasilnya bisa terlihat berlebihan. Ikuti tips ini agar foto tetap terlihat alami:

  • Jangan Berlebihan: Gunakan efek secukupnya. Foto yang terlalu tajam atau terlalu mulus kulitnya (efek porcelain skin) kadang justru terlihat aneh.

  • Perhatikan Resolusi Asli: AI bekerja lebih baik jika foto asli memiliki pencahayaan yang cukup, meskipun resolusinya rendah.

  • Cek Detail Kecil: Saat menghapus objek, perhatikan bayangannya. Kadang AI menghapus orangnya tapi lupa menghapus bayangannya!

Kesimpulan

Mengedit foto kini bukan lagi pekerjaan yang memakan waktu berjam-jam. Dengan memanfaatkan AI di HP, siapa saja bisa menyulap foto biasa menjadi luar biasa dalam hitungan detik. Jadi, jangan ragu untuk bereksperimen dan buat feed media sosial Anda semakin menarik!

Sabtu, 09 Agustus 2025

OpenAI Launches GPT-5, Free ChatGPT Now on Expert Level

ChatGPT interface showcasing the new GPT-5 model from OpenAI
ChatGPT interface showcasing the new GPT-5 model from OpenAI.

San Francisco – OpenAI has officially launched GPT-5, its most advanced flagship model for ChatGPT, now available to all users, including those on the free tier. 

OpenAI CEO Sam Altman, on Friday (Aug 9, 2025), called GPT-5 a “significant leap forward” compared to previous versions. 

He likened the upgrade to seeing the first iPhone with a Retina display—once you try it, there’s no going back.

Altman explained the generational differences: GPT-3 was like talking to a high school student, GPT-4 was on par with a college student, while GPT-5 now performs like a PhD-level expert. 

The model excels at logical problem-solving, makes fewer mistakes, and handles multi-step tasks with confidence. OpenAI describes GPT-5 as “the best model in the world” for programming, text generation, and even medical applications.

ChatGPT interface showcasing the new GPT-5 model from OpenAI
ChatGPT interface showcasing the new GPT-5 model from OpenAI.

Another major update is the new automatic “thinking mode” system. Previously, users had to manually select a model, but GPT-5 now activates itself when facing complex queries or when explicitly asked to “think deeper.” In the free version, there’s a usage limit—after a certain number of requests, the system will switch to GPT-5 mini. 

For developers, OpenAI offers three API versions—GPT-5, GPT-5 mini, and GPT-5 nano—at different price points. 

ChatGPT also introduces four new “personalities”: Cynic, Robot, Listener, and Bore, along with the ability to change chat theme colors.

In a live demo, GPT-5 generated hundreds of lines of code for a French language learning game within seconds, then successfully tested it on stage. 

The model underwent over 5,000 hours of safety testing to reduce “hallucinations” and provide safer responses.

 Altman believes GPT-5 brings OpenAI closer to achieving AGI (Artificial General Intelligence), though he admits it’s not perfect yet, as it cannot learn from real-time data. 

This launch marks a new chapter in the global AI race and is expected to influence chatbot usage trends worldwide.

OpenAI Rilis GPT-5, ChatGPT Gratis Kini Setara Pakar

Tampilan ChatGPT dengan model GPT-5 terbaru dari OpenAI
Tampilan ChatGPT dengan model GPT-5 terbaru dari OpenAI.

Jakarta – OpenAI resmi meluncurkan GPT-5, model terbaru dan paling canggih untuk ChatGPT, yang mulai tersedia bagi semua pengguna, termasuk versi gratis. 

CEO OpenAI, Sam Altman, pada Jumat (9/8/2025) menyebut GPT-5 sebagai “lompatan besar” dibanding generasi sebelumnya. 

Sam Altman bahkan mengibaratkan peningkatannya seperti pertama kali melihat iPhone dengan layar Retina sekali mencoba, sulit kembali ke versi lama.

Sam Altman menjelaskan, perbedaan tiap generasi terasa signifikan: GPT-3 seperti berbicara dengan siswa SMA, GPT-4 setara mahasiswa, sementara GPT-5 kini selevel pakar bergelar doktor. 

"Model ini lebih tangguh dalam pemecahan masalah logis, minim kesalahan, dan mampu menangani tugas multi-tahap dengan percaya diri", ungkap Sam Altman.

OpenAI menobatkan GPT-5 sebagai “model terbaik di dunia” untuk pemrograman, penulisan teks, hingga aplikasi medis.

Tampilan ChatGPT dengan model GPT-5 terbaru dari OpenAI
Tampilan ChatGPT dengan model GPT-5 terbaru dari OpenAI.

Fitur baru lainnya adalah sistem “thinking mode” otomatis. Sebelumnya, pengguna harus memilih model secara manual, namun kini GPT-5 akan aktif sendiri saat menghadapi pertanyaan rumit atau saat diminta untuk “berpikir lebih dalam”. 

Untuk versi gratis, ada batasan penggunaan: setelah kuota tertentu, model akan beralih ke GPT-5 mini. 

Bagi pengembang, OpenAI menyediakan tiga varian lewat API GPT-5, GPT-5 mini, dan GPT-5 nano dengan harga berbeda. 

ChatGPT juga kini punya empat “kepribadian” baru, yakni Cynic, Robot, Listener, dan Bore, serta opsi mengganti warna tema obrolan.

Dalam uji publik, GPT-5 mampu membuat ratusan baris kode untuk game edukasi bahasa Prancis hanya dalam hitungan detik, lalu mengujinya langsung di panggung. 

Model ini menjalani pengujian keamanan selama 5.000 jam untuk mengurangi “halusinasi” dan meningkatkan respons aman. 

Altman menilai GPT-5 semakin mendekatkan OpenAI ke visi AGI (Artificial General Intelligence), meski ia mengakui model ini belum sempurna karena belum bisa belajar dari data real-time. 

Peluncuran ini menandai babak baru persaingan AI global dan diprediksi akan mempengaruhi tren penggunaan chatbot di seluruh dunia.

Minggu, 18 Mei 2025

Acer Rilis FreeSense Ring: Smart Ring Canggih dengan AI, Bisa Cek Kesehatan Tanpa Ribet!

Acer Rilis FreeSense Ring: Smart Ring Canggih dengan AI, Bisa Cek Kesehatan Tanpa Ribet!
Acer Rilis FreeSense Ring: Smart Ring Canggih dengan AI, Bisa Cek Kesehatan Tanpa Ribet!

JAKARTA - Acer kembali bikin kejutan di dunia teknologi wearable! Di ajang Computex 2025, mereka memperkenalkan FreeSense Ring, sebuah cincin pintar yang bisa bantu kamu memantau kondisi kesehatan secara detail berkat teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan.

Yap, kamu nggak salah baca Acer, yang biasanya kita kenal lewat laptop dan produk-produk komputernya, sekarang ikut meramaikan pasar smart ring yang sebelumnya udah diisi nama-nama kayak Oura Ring dan Samsung Galaxy Ring.

Desain Stylish & Ringan Banget

FreeSense Ring hadir dengan desain kece yang cocok dipakai sehari-hari. Ada dua pilihan warna, yaitu hitam glossy dan rose gold matte. Soal kenyamanan, tenang aja cincin ini dibuat dari titanium super ringan, jadi beratnya cuma sekitar 2–3 gram. Hampir nggak kerasa pas dipakai!

Plus, cincin ini juga anti air hingga 5 ATM, jadi kamu bisa tetap pakai pas mandi atau berenang tanpa khawatir rusak.

Fitur Kesehatan yang Komplet

Dari sisi fitur, FreeSense Ring punya semua kemampuan standar smart ring kekinian. Beberapa hal yang bisa dipantau oleh cincin ini antara lain:

  • Detak jantung

  • Variasi detak jantung (HRV)

  • Kadar oksigen dalam darah (SpO2)

  • Kualitas tidur

Mirip banget sama fitur yang ditawarkan oleh kompetitornya, tapi ada satu hal yang bikin FreeSense Ring ini beda: kemampuan AI-nya.

Kecerdasan Buatan untuk Data Lebih Personal

Nah, di sinilah letak keunggulannya. Berkat teknologi AI, data yang dikumpulkan FreeSense Ring bakal diproses secara lebih cerdas dan personal. Jadi bukan cuma kasih info mentah soal kesehatan kamu, tapi juga ngasih rekomendasi khusus yang disesuaikan sama kebutuhan tubuh kamu.

Dan yang paling keren? Nggak perlu langganan tambahan seperti Oura Ring. Kamu bisa pakai semua fiturnya langsung dari aplikasinya, tanpa biaya bulanan yang bikin dompet menjerit.

Harga & Ketersediaan

Sayangnya, Acer belum ngumumin berapa harga cincin pintar ini atau kapan tepatnya bakal mulai dijual. Tapi dengan fitur dan spesifikasi yang ditawarkan, FreeSense Ring jelas jadi salah satu wearable yang patut ditunggu di tahun 2025 ini.

Kalau kamu lagi cari smart ring yang nggak cuma keren dari luar tapi juga pinter dari dalam, Acer FreeSense Ring bisa jadi pilihan menarik. Dengan desain premium, fitur lengkap, dan dukungan AI yang bikin analisis kesehatan lebih akurat plus tanpa biaya langganan cincin ini punya potensi jadi favorit baru para penggemar wearable tech!

Jumat, 07 Juni 2024

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi: Media Massa Dukung Pengembangan AI Berbasis Kemanusiaan

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi: Media Massa Dukung Pengembangan AI Berbasis Kemanusiaan
Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi: Media Massa Dukung Pengembangan AI Berbasis Kemanusiaan. (Gambar ilustrasi)
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengajak media massa di Indonesia untuk mendukung pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence atau AI) yang berfokus pada kemanusiaan. 

Menurut Budi, hal ini sejalan dengan perhatian global yang digaungkan oleh UNESCO bahwa pengembangan AI harus mengutamakan manusia dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

"Minggu lalu saya baru dari Swiss. Kita sama-sama mengkampanyekan AI yang pro people and humanity, pro manusia dan kemanusiaan," tutur Budi dalam sebuah acara bersama media massa di Jakarta Selatan, Kamis.

Peran Media dalam Mendukung Pengembangan AI

Menurut Budi, dukungan media sangat penting dalam kampanye pengembangan AI yang berpusat pada manusia dan kemanusiaan. 

Dengan media mendukung, pemanfaatan AI dapat memberikan banyak hal positif bagi masyarakat. 

Beberapa manfaat yang diharapkan antara lain adalah pengembangan AI yang mempertimbangkan kesejahteraan manusia, nilai-nilai kemanusiaan, dan hak asasi manusia.

Tantangan dalam Pengembangan AI

Meski demikian, Budi menyadari bahwa pendekatan ini masih menemui banyak tantangan. 

Teknologi AI yang semakin meningkat adaptasinya di masyarakat luas, masih rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk penyebaran informasi yang salah dan menciptakan bias di masyarakat.

Media sebagai Penggerak Implementasi AI Berbasis Kemanusiaan

Oleh karena itu, Budi menegaskan bahwa media berperan besar dalam mendorong implementasi pendekatan AI yang berfokus pada kemanusiaan. 

"Karena ini eranya AI, Artificial Intelligence. Di era digitalisasi saat ini, media harus mampu menjawab tantangan yang ada," katanya.

Budi juga mengajak media massa untuk memanfaatkan AI secara positif guna meningkatkan produktivitas perusahaan. 

Dengan begitu, pemanfaatan AI yang bertanggung jawab ini dapat menjadi contoh sukses bagi pengembangan AI di Indonesia.

AI untuk Kemajuan Media dan Masyarakat

Mengingat posisi media yang mampu berperan sebagai pendidik masyarakat, Budi meyakini bahwa penerapan AI di media akan membawa manfaat besar. 

"Di era digital, media harus mampu menjawab tantangan dan peluang baru, serta memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan media massa di Indonesia bisa menjadi penggerak utama dalam pengembangan AI yang pro manusia dan kemanusiaan. 

Mari kita dukung bersama-sama agar teknologi AI bisa dimanfaatkan secara positif untuk kesejahteraan masyarakat luas.

Rabu, 05 Juni 2024

BTL Aesthetics Meluncurkan Exion: Inovasi Pengencang Wajah dengan Teknologi AI di Indonesia

BTL Aesthetics Meluncurkan Exion: Inovasi Pengencang Wajah dengan Teknologi AI di Indonesia
BTL Aesthetics Meluncurkan Exion: Inovasi Pengencang Wajah dengan Teknologi AI di Indonesia.
JAKARTA - BTL Aesthetics, salah satu produsen alat estetika medis terkemuka, baru saja meluncurkan inovasi terbaru mereka, Exion, di Indonesia. 

Alat ini dirancang khusus untuk pengencangan wajah dengan memanfaatkan teknologi gelombang radio-frekuensi yang canggih, ditambah dengan fitur kecerdasan artifisial (AI) untuk hasil yang lebih optimal.

"Exion merupakan alat yang canggih sekaligus pintar. Teknologi radio-frekuensinya sudah dilengkapi dengan kecerdasan artifisial," ujar Country Manager BTL Aesthetics Indonesia, Jan Valacai, dalam rilis pers yang diterima pada hari Jumat.

Valacai menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya memberikan hasil perawatan wajah yang lebih terprediksi dan aman, tetapi juga tanpa rasa nyeri. 

Exion mampu memberikan dosis energi yang akurat sesuai dengan kondisi kulit setiap pasien. 

Cara kerja AI pada Exion sangat menarik. AI pada alat ini mendeteksi konduktivitas lapisan dalam kulit (dermis) dan kemudian menakar seberapa besar energi radio-frekuensi yang dibutuhkan oleh lapisan kulit tersebut. 

Pengguna alat ini, baik dokter maupun pasien, tidak perlu lagi mengatur dosis energi secara manual karena teknologi AI akan menentukan dosis yang tepat sesuai kondisi kulit masing-masing pasien. 

"Perawatan menjadi sangat praktis dan sangat aman,” kata Valacai.

Dr. Arini Widodo, SpDVE, seorang dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika yang telah menggunakan Exion, menjelaskan bahwa perawatan wajah menggunakan gelombang radio-frekuensi sudah lama digunakan untuk mencegah atau memudarkan tanda-tanda penuaan seperti kerutan, kulit kendur, atau kulit kisut.

“Pada prinsipnya, gelombang radio-frekuensi dapat memanaskan lapisan dalam kulit kita hingga mencapai suhu 42 derajat Celsius. Kondisi panas tersebut dapat merangsang pembentukan kolagen baru,” ujar dr. Arini. 

Kolagen adalah sejenis protein yang berfungsi membentuk kerangka kulit dan mengisi jaringan. Kolagen yang melimpah akan memberi tampilan kulit yang kencang, halus, kenyal, dan sehat.

Namun, produksi kolagen alami di kulit akan menurun seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, hampir semua perawatan pengencang wajah memiliki tujuan yang sama, yaitu merangsang pembentukan kolagen baru. 

Menurut dr. Arini, perawatan Exion adalah pilihan yang sangat baik untuk mengencangkan wajah karena telah terbukti secara ilmiah mampu merangsang pembentukan kolagen baru.

Dengan hadirnya Exion di Indonesia, BTL Aesthetics menawarkan solusi perawatan wajah yang praktis, aman, dan efektif. 

Bagi Anda yang ingin memiliki kulit wajah yang kencang dan sehat, Exion bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Teknologi AI pada Exion memastikan setiap perawatan disesuaikan dengan kondisi kulit Anda, memberikan hasil yang optimal dan memuaskan.

Inilah saat yang tepat untuk mencoba inovasi terbaru di bidang estetika medis. Dengan Exion, perawatan pengencangan wajah menjadi lebih mudah, aman, dan hasilnya pun bisa Anda rasakan sendiri. 

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau klinik kecantikan terpercaya yang menyediakan perawatan menggunakan Exion. Selamat mencoba dan rasakan manfaatnya!

Selasa, 28 Mei 2024

Resmi! Indonesia Geser Jadwal Resmi Resmikan RAM AI

Resmi! Indonesia Geser Jadwal Resmi Resmikan RAM AI
Resmi! Indonesia Geser Jadwal Resmi Resmikan RAM AI. (Gambar ilustrasi)
JAKARTA - Indonesia secara resmi telah memulai proses pengumpulan data mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) nasional menggunakan metodologi asesmen kesiapan (Readiness Assessment Methodology/RAM) yang direkomendasikan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), pada hari Senin.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menyatakan bahwa setelah ini, kuesioner terkait penggunaan AI akan dikumpulkan di Indonesia melalui berbagai pendekatan, termasuk wawancara dengan pemangku kepentingan dan pemain dalam ekosistem AI.

"Readiness Assessment Methodology ini dibuat oleh UNESCO untuk negara-negara dalam melihat kesiapan mereka mengadopsi standar etik yang sudah ditetapkan secara global," ujar Nezar setelah menghadiri acara Peluncuran RAM AI Indonesia di Jakarta Pusat, pada hari Senin.

Wamenkominfo menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, pemanfaatan AI di Indonesia akan dinilai dari berbagai aspek, seperti sosial, ekonomi, teknologi, dan juga aspek regulasi yang telah ada serta kesiapan masyarakat.

Menurutnya, awalnya RAM AI di Indonesia direncanakan akan diresmikan pada bulan Juni, namun jadwal tersebut dipercepat menjadi Senin, 27 Mei 2024, agar pemerintah dapat melakukan tahap finalisasi pada bulan September.

"Kami mengumumkan hal ini hari ini dan kami berharap dapat menyelesaikannya pada bulan September nanti, ini merupakan 'fast track'. Biasanya RAM berlangsung selama enam bulan. Kami dan UNESCO memiliki komitmen untuk menyelesaikannya pada bulan September," ujar Nezar.

Nezar menyatakan optimisme terhadap implementasi AI yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir di Indonesia di berbagai sektor industri.

"Seperti dalam media penyiaran, kita telah melihat stasiun televisi berita yang menggunakan AI generatif untuk membacakan berita," kata Nezar.

Dia menambahkan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian penuh terhadap adopsi teknologi terbaru tersebut dengan melakukan kajian lebih lanjut.

"Saya kira diskusi ini akan terus berlanjut. Satu model bisnis sedang dicari untuk mengadopsi AI dan dapat mengoptimalkan pekerjaan jurnalistik tanpa menghasilkan misinformasi dan disinformasi," kata Nezar.

Selain Indonesia, sebanyak 139 negara anggota UNESCO telah mengadopsi dan berkomitmen untuk mengimplementasikan RAM AI UNESCO.

Inisiatif ini memberikan dukungan bagi negara-negara anggota UNESCO untuk mengukur kesiapan penerapan AI secara etis dan bertanggung jawab untuk kepentingan seluruh warga negara.

Sabtu, 10 Februari 2024

Google Buka Rahasia Sukses Rayakan Tahun Baru Imlek dengan AI

Google Buka Rahasia Sukses Rayakan Tahun Baru Imlek dengan AI
Ilustrasi Tahun Baru Imlek persembahan Google. (ANTARA/HO-Image Dynamic)
JAKARTA - Tahun Baru Imlek 2024, yang juga dikenal sebagai tahun Naga Kayu, telah tiba, membawa simbol kekuatan, pertumbuhan, dan kemakmuran. 

Untuk merayakan momen ini, Google melalui kecerdasan buatannya, AI Google, memberikan sejumlah tips kepada umat Konghucu yang merayakan agar dapat memunculkan semangat dalam diri mereka melalui bantuan teknologi tersebut.

Dalam sebuah keterangan resmi dari perwakilan Google di Jakarta, Jumat, disampaikan bahwa AI Google memberikan tips yang berguna bagi umat Konghucu dalam merayakan Tahun Baru Imlek:

"Rencanakan pesta melalui fitur circle to search," kata perwakilan Google. 

Fitur lingkari untuk menelusuri (circle to search) dapat membantu masyarakat untuk memeriksa dengan cepat berbagai rekomendasi tempat yang ingin dijadikan lokasi pesta Tahun Baru Imlek bersama keluarga atau teman-teman dalam aplikasi chat. 

Tinggal lingkari, jadikan highlight atau mencorat-coret rekomendasi yang dibagikan bersama dalam chat, fitur itu akan langsung memperlihatkan lokasi yang dimaksud, sehingga masyarakat dapat segera mendiskusikannya melalui chat."

Menyambut Tahun Naga Kayu yang identik dengan kemakmuran, Google juga menyarankan untuk menghindari kemacetan dengan menggunakan fitur Lens di aplikasi Google Maps. 

Ketika sedang dikejar waktu untuk hadir di pesta Imlek, anda bisa menggunakan fitur Lens di aplikasi Google Maps, supaya menemukan jalan pintas melewati kemacetan. Untuk mengaksesnya pun cukup mudah. 

Buka aplikasi Google Maps, lalu ketuk ikon kamera, dan arahkan ponselmu ke jalan untuk mencari toko, restoran, atau tempat rekreasi terdekat.

Untuk menyegarkan percakapan bersama keluarga, Google menyarankan untuk mencoba kegiatan baru seperti bermain permainan di gawai. 

Terkadang ada masa di mana kita kehabisan topik pembicaraan ketika berusaha memulai obrolan bersama anggota keluarga. 

Hal tersebut sebenarnya dapat diakali dengan mengajak mereka mencoba kegiatan baru. 

Contohnya dengan mengajak mereka bermain permainan kesukaan kita di gawai. 

Google Play akan membantumu mencari permainan-permainan seru seperti Honkai: Star Rail dan Monster Hunter Now yang lekat dengan suasana Imlek.

Selain itu, Google juga memberikan bantuan melalui fitur Gemini untuk mempercepat pembuatan hidangan khas Tahun Baru Imlek. 

Tahun Baru Imlek adalah momen berharga yang biasa dihabiskan dengan berbagi masakan lezat bersama keluarga. 

Ketika kita bingung untuk membuat suatu hidangan seperti kue keranjang, Gemini dapat membantu untuk memberikan takaran yang tepat. Misalnya, memberikan tekstur yang sempurna, cara mencegah agar kue keranjang tidak pecah, menunjukkan takaran bahan yang tepat hingga waktu pengukusan dan tingkat kemanisan yang seimbang."

Google juga menyarankan untuk menunjukkan kreativitas melalui kartu ucapan Tahun Baru Imlek yang dapat disesuaikan dengan warna dan tema yang diinginkan. 

Fitur Gemini tidak hanya dapat membantu menakar hidangan, tetapi juga dapat mengustom kartu ucapan Tahun Baru Imlek dengan warna dan tema yang kita mau. 

Berbagai gambar menarik seperti jeruk hingga naga lucu dapat tersedia dalam hitungan detik.

Terakhir, Google juga memberikan solusi untuk menghadapi anggota keluarga yang ingin tahu dengan menggunakan fitur Gemini untuk mencari jawaban cerdas. 

Berkumpul bersama keluarga terkadang tak melulu membuat hati senang, ada saja anggota yang berusaha ‘kepo’ mengulik kehidupan pribadi kita. 

Ketika menghadapi situasi tersebut, kita dapat memanfaatkan Gemini untuk mencari jawaban cerdas seperti terkait jodoh, untuk memberikan jawaban-jawaban yang lugas dan menarik ketika membahas pertanyaan tersebut.

Oleh: Antara/Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Yakop

Bard Berganti Nama Jadi Gemini, Chatbot AI Terbaru dari Google

Bard Berganti Nama Jadi Gemini, Chatbot AI Terbaru dari Google
Ilustrasi Google Gemini (ANTARA/Blog Google)
JAKARTA - Google telah mengubah nama platform chatbot kecerdasan buatan (AI) miliknya, Bard menjadi Gemini, menjadi keluarga model AI tercanggih dari perusahaan tersebut.

"Misi kami dengan Bard selalu memberikan akses langsung ke model kecerdasan buatan kami, dan Gemini mewakili keluarga model paling canggih kami. Untuk mencerminkan ini, Bard sekarang akan dikenal sebagai Gemini," kata Wakil Presiden dan General Manager Gemini experiences dan Google Assistant Sissie Hsiao dalam postingan blog Google, Kamis (8/2).

Gemini menawarkan pengguna kemampuan untuk berinteraksi dengan model Pro 1.0 dalam lebih dari 40 bahasa di lebih dari 230 negara.

Google memperkenalkan dua fitur baru, Gemini Advanced dan Gemini untuk seluler, yang menjanjikan peningkatan kolaborasi dengan puncak kemampuan kecerdasan buatan Google.

Google memperkenalkan Gemini Advanced, pengalaman baru yang memberi pengguna akses ke Ultra 1.0, model kecerdasan buatan terbesar dan paling canggih dari perusahaan.

"Dalam evaluasi buta, Gemini Advanced dengan Ultra 1.0 muncul sebagai chatbot yang lebih disukai, model ini unggul dalam tugas-tugas kompleks," kata Hsiao.

"Dengan model Ultra 1.0, Gemini Advanced diklaim lebih mampu dalam tugas yang sangat kompleks seperti coding, penalaran logis, mengikuti instruksi rumit, dan berkolaborasi pada proyek kreatif," tambahnya.

Gemini Advanced tidak hanya memungkinkan pengguna untuk memiliki percakapan yang lebih panjang dan lebih rinci, tetapi juga lebih memahami konteks dari prompt sebelumnya.

Gemini Advanced berfungsi sebagai tutor pribadi, menciptakan instruksi langkah demi langkah dan diskusi interaktif yang disesuaikan dengan gaya pembelajaran pengguna.

"Fitur ini juga diklaim unggul dalam skenario coding tingkat lanjut, memberikan dukungan untuk ide dan evaluasi pendekatan coding yang berbeda. Selain itu, pencipta digital mendapat manfaat dari kemampuannya dalam generasi konten, analisis tren, dan strategi menjangkau audiens," jelas Hsiao.

Gemini Advanced tersedia di lebih dari 150 negara dan wilayah dalam bahasa Inggris dan akan diperluas ke banyak bahasa seiring berjalannya waktu.

Ini merupakan bagian dari Google One AI Premium Plan yang baru, dengan harga 19,99 dolar AS (Rp312 ribu) per bulan, dimulai dengan uji coba dua bulan tanpa biaya.

Pelanggan mendapatkan akses ke kemampuan multimodal yang diperluas, fitur coding interaktif, dan analisis data yang lebih mendalam. Pelanggan AI Premium juga akan segera dapat menggunakan Gemini di Gmail, Docs, Slides, Sheets, dan lainnya.

Selain itu, Google mengumumkan bahwa Gemini juga akan dengan mudah digunakan di ponsel pintar.

"Kami mendengar bahwa Anda ingin cara yang lebih mudah untuk mengakses Gemini di ponsel Anda. Jadi hari ini kami mulai meluncurkan pengalaman seluler baru untuk Gemini dan Gemini Advanced dengan aplikasi baru di Android dan di aplikasi Google di iOS," kata Hsiao.

Dengan Gemini di ponsel, pengguna dapat mengetik, berbicara, atau menambahkan gambar untuk mendapatkan bantuan dalam berbagai tugas, seperti mencari petunjuk, menghasilkan gambar kustom, atau menulis pesan teks sulit.

Di Android, Gemini adalah jenis asisten baru yang menggunakan kecerdasan buatan generatif untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas.

Jika mengunduh aplikasi Gemini atau mengaktifkannya melalui Google Assistant, pengguna akan dapat mengaksesnya dari aplikasi atau dari tempat lain di mana pengguna biasanya mengaktifkan Google Assistant, seperti menekan tombol daya, menggeser sudut pada ponsel tertentu, atau mengatakan "Hai Google".

Banyak fitur suara Google Assistant akan tersedia melalui aplikasi Gemini, termasuk pengaturan timer, melakukan panggilan, dan mengendalikan perangkat rumah pintar.

Di iOS, tak lama lagi Google akan meluncurkan akses ke Gemini langsung dari aplikasi Google.

Gemini sedang diperkenalkan di ponsel Android dan iOS di Amerika Serikat dalam bahasa Inggris, dengan peluncuran penuh dalam beberapa minggu ke depan.

Pengguna akan dapat mengaksesnya di lebih banyak lokasi dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Korea, dengan lebih banyak negara dan bahasa yang akan segera menyusul.

Oleh: Antara/Fathur Rochman
Editor: Yakop