![]() |
| Tampilan ChatGPT dengan model GPT-5 terbaru dari OpenAI. |
Jakarta – OpenAI resmi meluncurkan GPT-5, model terbaru dan paling canggih untuk ChatGPT, yang mulai tersedia bagi semua pengguna, termasuk versi gratis.
CEO OpenAI, Sam Altman, pada Jumat (9/8/2025) menyebut GPT-5 sebagai “lompatan besar” dibanding generasi sebelumnya.
Sam Altman bahkan mengibaratkan peningkatannya seperti pertama kali melihat iPhone dengan layar Retina sekali mencoba, sulit kembali ke versi lama.
Sam Altman menjelaskan, perbedaan tiap generasi terasa signifikan: GPT-3 seperti berbicara dengan siswa SMA, GPT-4 setara mahasiswa, sementara GPT-5 kini selevel pakar bergelar doktor.
"Model ini lebih tangguh dalam pemecahan masalah logis, minim kesalahan, dan mampu menangani tugas multi-tahap dengan percaya diri", ungkap Sam Altman.
OpenAI menobatkan GPT-5 sebagai “model terbaik di dunia” untuk pemrograman, penulisan teks, hingga aplikasi medis.
![]() |
| Tampilan ChatGPT dengan model GPT-5 terbaru dari OpenAI. |
Fitur baru lainnya adalah sistem “thinking mode” otomatis. Sebelumnya, pengguna harus memilih model secara manual, namun kini GPT-5 akan aktif sendiri saat menghadapi pertanyaan rumit atau saat diminta untuk “berpikir lebih dalam”.
Untuk versi gratis, ada batasan penggunaan: setelah kuota tertentu, model akan beralih ke GPT-5 mini.
Bagi pengembang, OpenAI menyediakan tiga varian lewat API GPT-5, GPT-5 mini, dan GPT-5 nano dengan harga berbeda.
ChatGPT juga kini punya empat “kepribadian” baru, yakni Cynic, Robot, Listener, dan Bore, serta opsi mengganti warna tema obrolan.
Dalam uji publik, GPT-5 mampu membuat ratusan baris kode untuk game edukasi bahasa Prancis hanya dalam hitungan detik, lalu mengujinya langsung di panggung.
Model ini menjalani pengujian keamanan selama 5.000 jam untuk mengurangi “halusinasi” dan meningkatkan respons aman.
Altman menilai GPT-5 semakin mendekatkan OpenAI ke visi AGI (Artificial General Intelligence), meski ia mengakui model ini belum sempurna karena belum bisa belajar dari data real-time.
Peluncuran ini menandai babak baru persaingan AI global dan diprediksi akan mempengaruhi tren penggunaan chatbot di seluruh dunia.

