Berita BorneoTribun: Banjir hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2026

PLN UID Kalselteng Dorong Desa Kiram Jadi Desa Tangguh Bencana

PLN UID Kalselteng jalankan program Destana di Desa Kiram untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana banjir bersama BPBD.
PLN UID Kalselteng jalankan program Destana di Desa Kiram untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana banjir bersama BPBD.

BANJAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan masyarakat. Kali ini, PLN menggandeng BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kiram.

Program ini hadir sebagai respons atas potensi bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Lewat pendekatan berbasis masyarakat, PLN ingin memastikan warga tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman dan mental yang kuat saat menghadapi situasi darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs Wasis Nugraha, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat desa.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga punya pengetahuan dan kesiapan mental. Ini langkah nyata untuk melatih kesiapsiagaan bersama,” ujarnya di Martapura, Kamis.

Program Destana sendiri diawali dengan perencanaan yang melibatkan masyarakat setempat. Selanjutnya, dilakukan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan yang komprehensif, termasuk pembuatan peta jalur evakuasi sebagai panduan saat kondisi darurat.

Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ariansyah, menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat krusial dalam mitigasi bencana.

“Bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Kolaborasi seperti yang dilakukan PLN UID Kalselteng ini jadi contoh nyata bagaimana semua pihak bisa berkontribusi,” katanya.

Salah satu langkah strategis dalam program ini adalah pembentukan Kelompok Tangguh Bencana yang beranggotakan warga Desa Kiram. Mereka mendapatkan pelatihan mulai dari dasar-dasar kebencanaan hingga simulasi penanganan situasi darurat.

Nggak cuma itu, PLN bersama BPBD juga memberikan berbagai dukungan sarana dan prasarana. Mulai dari perahu karet, tenda darurat, alat komunikasi, hingga perlengkapan keselamatan lainnya disalurkan untuk mendukung kesiapsiagaan warga.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalselteng, Ahmad Humaidi, menyebut program ini sebagai bukti nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat.

“PLN hadir bukan hanya soal listrik, tapi juga memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan bahwa program Destana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi bencana.

“Lewat program ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati listrik yang andal, tetapi juga siap menghadapi berbagai potensi bencana,” katanya.

Dengan hadirnya program Destana di Desa Kiram, PLN berharap manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membentuk budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam mendukung pembangunan yang aman, tangguh, dan berorientasi pada keselamatan warga.

Selasa, 03 Februari 2026

Lebih dari 105 Ribu Warga Masih Bertahan di Pengungsian Bencana Sumatera, BNPB Ungkap Kondisi Terkini

Lebih dari 105 Ribu Warga Masih Bertahan di Pengungsian Bencana Sumatera, BNPB Ungkap Kondisi Terkini
Lebih dari 105 Ribu Warga Masih Bertahan di Pengungsian Bencana Sumatera, BNPB Ungkap Kondisi Terkini.

JAKARTA -- Lebih dari 105 ribu warga di Pulau Sumatera hingga kini masih harus bertahan hidup di pengungsian. Mereka terdampak banjir besar dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dalam dua bulan terakhir. 

Angka ini menunjukkan bahwa duka akibat bencana masih jauh dari kata selesai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 105.842 jiwa saat ini belum bisa kembali ke rumah masing-masing. 

Ribuan warga tersebut terpaksa mengungsi demi keselamatan, dengan pendampingan langsung dari tim gabungan pemerintah pusat dan daerah. 

Lokasi pengungsian tersebar, mulai dari posko terpusat hingga pengungsian mandiri di rumah kerabat atau fasilitas umum.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan laporan terbaru yang diterima pada Senin (2/2). 

Ia menegaskan, pendataan pengungsi akan terus diperbarui secara berkala agar penyaluran bantuan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Pengelolaan pengungsian menjadi fokus utama kami. Bukan hanya soal tempat tinggal sementara, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Abdul.

BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan secara intensif. Selain logistik pangan, perhatian juga diberikan pada layanan kesehatan, ketersediaan air bersih, sanitasi yang layak, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. 

Semua upaya ini dilakukan agar para pengungsi bisa bertahan dengan kondisi yang lebih manusiawi.

Di balik angka pengungsian yang besar, tersimpan fakta yang lebih menyayat hati. Hingga Senin (2/2), tercatat 1.204 orang meninggal dunia dan 140 warga masih dinyatakan hilang akibat rangkaian bencana yang terjadi sejak dua bulan lalu. 

Angka ini menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga kehilangan nyawa dan trauma mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sebagai langkah cepat, BNPB juga mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang tersapu bencana. 

Dari 17.332 unit hunian sementara yang diajukan, 5.039 unit telah selesai dibangun dan siap ditempati. 

Hunian ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan rumah permanen.

BNPB menekankan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur menjadi kunci penting untuk menggerakkan kembali roda kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. 

Jalan, jembatan, fasilitas umum, hingga akses layanan dasar harus segera pulih agar warga bisa kembali beraktivitas dan bangkit dari keterpurukan.

Situasi ini menjadi panggilan bagi semua pihak. Dukungan, doa, dan kepedulian dari masyarakat luas sangat dibutuhkan agar para penyintas bencana di Sumatera tidak merasa berjuang sendirian. 

Bersama, harapan untuk bangkit selalu ada, meski jalan yang ditempuh tidak mudah.

Jumat, 23 Januari 2026

Aceh Masih Berjuang Usai Banjir Bandang, Indonesia Diminta Setor Rp 17,8 Triliun untuk Dewan Perdamaian Gaza

Aceh Masih Berjuang Usai Banjir Bandang, Indonesia Diminta Setor Rp 17,8 Triliun untuk Dewan Perdamaian Gaza
Aceh Masih Berjuang Usai Banjir Bandang, Indonesia Diminta Setor Rp 17,8 Triliun untuk Dewan Perdamaian Gaza.

JAKARTA - Saat sebagian wilayah Aceh masih berjibaku memulihkan diri dari dampak banjir bandang, muncul kabar yang menyita perhatian publik. 

Indonesia resmi menyatakan kesediaannya bergabung dalam Dewan Perdamaian untuk pemulihan Jalur Gaza, Palestina, sebuah inisiatif internasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Informasi ini disampaikan Kementerian Luar Negeri RI. Indonesia tidak sendirian. Sejumlah negara lain juga telah menyatakan komitmen bergabung, di antaranya Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab.

Menariknya, Israel yang disebut sebagai pihak utama penyebab hancurnya Gaza juga ikut masuk dalam daftar anggota Dewan Perdamaian tersebut. 

Sementara itu, beberapa negara Eropa memilih bersikap berbeda. Inggris dan sejumlah negara lain dilaporkan enggan bergabung dalam forum ini.

Dewan Perdamaian Gaza dirancang sebagai badan pengarah yang akan menentukan arah kebijakan, strategi, dan langkah pemulihan wilayah Gaza pascakonflik. 

Mulai dari pembangunan infrastruktur, pemulihan ekonomi, hingga stabilitas keamanan jangka panjang.

Namun, ada satu poin penting yang langsung memicu perdebatan. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa setiap negara anggota Dewan Perdamaian wajib menyetor dana sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara sekitar Rp 17,8 triliun.

Angka tersebut dinilai sangat besar, apalagi di tengah kondisi dalam negeri Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam dan kebutuhan pemulihan daerah terdampak seperti Aceh. 

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan publik soal prioritas, transparansi, serta manfaat langsung bagi Indonesia ke depan.

Keputusan ini dipastikan akan terus menjadi sorotan, baik dari masyarakat maupun pengamat kebijakan luar negeri, mengingat besarnya komitmen dana dan dampak geopolitik yang menyertainya.

@borneotribun.com Saat Rakyat Berjuang Pascabanjir Aceh, Indonesia Wajib Bayar Rp 17,8 Triliun demi Perdamaian Gaza Saat sebagian wilayah Aceh masih berjibaku memulihkan diri dari dampak banjir bandang, muncul kabar yang menyita perhatian publik. Indonesia resmi menyatakan kesediaannya bergabung dalam Dewan Perdamaian untuk pemulihan Jalur Gaza, Palestina, sebuah inisiatif internasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Informasi ini disampaikan Kementerian Luar Negeri RI. Indonesia tidak sendirian. Sejumlah negara lain juga telah menyatakan komitmen bergabung, di antaranya Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab. Editor: Heri Yakop Foto: Istimewa Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@borneotribun https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #banjiraceh #beritaglobal #gazapalestina #politikinternasional #beritaviral ♬ suara asli - Borneotribun

Sabtu, 10 Januari 2026

Polisi Bersama Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pasca Banjir di Sekadau Hulu

Polisi Bersama Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pasca Banjir di Sekadau Hulu

SEKADAU - Pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, jajaran Polsek Sekadau Hulu bersama petugas gabungan melakukan pembersihan rumah warga dan tempat ibadah, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menyasar permukiman warga serta Gereja Utusan Pantekosta Indonesia (GUPDI) Sekadau Hulu yang sebelumnya terdampak banjir. Pembersihan dipimpin Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam dengan melibatkan personel Polsek Sekadau Hulu, Koramil Sekadau Hulu, Brimob, pemerintah Kecamatan Sekadau Hulu, BPBD, serta Damkar Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca banjir sekaligus bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Selain pembersihan, petugas juga melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pemerintah desa, patroli di kawasan terdampak, pengaturan lalu lintas di area genangan, serta pengecekan kesehatan warga bersama petugas puskesmas,” ujar AKP Triyono.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan turut disiapkan melalui posko penanganan banjir, termasuk pemeriksaan langsung ke rumah warga yang mengalami gangguan kesehatan pasca banjir, baik di Sekadau Hulu maupun wilayah terdampak lainnya seperti Kecamatan Nanga Taman.

Sementara itu, di Desa Rawak Hilir yang merupakan pusat Kecamatan Sekadau Hulu, dampak banjir masih dirasakan warga. Aktivitas sehari-hari sempat terganggu, meski seiring surutnya air, sejumlah rumah mulai dibersihkan dan akses jalan yang terdampak kini berangsur normal serta sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang lebih aman, namun ada juga yang bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang berharga,” jelasnya.
Polisi Bersama Petugas Gabungan Bersihkan Rumah Warga dan Gereja Pasca Banjir di Sekadau Hulu

AKP Triyono menyebutkan, debit air Sungai Sekadau di Kecamatan Sekadau Hulu saat ini telah mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat potensi kiriman air dari wilayah Kecamatan Nanga Taman apabila curah hujan kembali meningkat.

“Personel Polsek Sekadau Hulu bersama BPBD, TNI, dan unsur terkait masih terus memantau perkembangan situasi. Kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” katanya.

Dalam penanganan pasca banjir tersebut, keselamatan dan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit.

Sementara itu, Pendeta Gereja Utusan Pantekosta (GUPDI) Sekadau Hulu, Yohanes Santosa, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh aparat TNI-Polri serta pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri, Forkopimcam Sekadau Hulu, BPBD, Damkar, dan semua pihak atas bantuan dan kepedulian yang sangat berarti bagi kami yang terdampak banjir,” tuturnya.

Jumat, 09 Januari 2026

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

SEKADAU - BPBD Kabupaten Sekadau melaporkan terjadinya bencana banjir signifikan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. 

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Berikut ringkasan kejadian dan upaya penanganan yang telah dilakukan.

Waktu dan Lokasi Kejadian

  • Hari / Tanggal: Kamis–Jumat, 8–9 Januari 2026

  • Waktu: Dimulai pukul 03.00 WIB hingga saat ini

  • Wilayah terdampak:

    1. Kecamatan Nanga Taman

    2. Kecamatan Nanga Mahap

    3. Kecamatan Sekadau Hulu

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Kronologi Kejadian

Hujan deras yang terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dini hari menyebabkan air Sungai Sekadau meluap

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Kecamatan Sekadau Hulu menjadi wilayah terdampak paling parah karena menerima aliran air dari hulu di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. Banyak rumah warga terendam banjir.

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Jumlah Warga Terdampak

Berdasarkan data BPBD per 9 Januari 2026 pukul 12.00 WIB:

Kecamatan Nanga Taman – 1.100 KK / 3.688 Jiwa

  • Desa Nanga Taman: 276 KK / 828 Jiwa

  • Desa Nanga Mongko: 42 KK / 168 Jiwa

  • Desa Senangak: 369 KK / 1.310 Jiwa

  • Desa Nanga Koman: 5 KK / 20 Jiwa

  • Desa Nanga Kiungkang: 270 KK / 810 Jiwa

  • Desa Nanga Mentukak: 138 KK / 552 Jiwa

Kecamatan Nanga Mahap – 50 KK / 400 Jiwa

  • Desa Lembah Beringin: 50 KK / 400 Jiwa

Kecamatan Sekadau Hulu – 1.386 KK / 5.114 Jiwa

  • Desa Rawak Hulu: 721 KK / 2.884 Jiwa

  • Tinting Boyok: 19 KK / 71 Jiwa

  • Rawak Hilir: 630 KK / 2.095 Jiwa

  • Sekonau: 16 KK / 64 Jiwa

Total seluruh wilayah terdampak: 2.536 KK / 9.202 Jiwa

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Saat ini, beberapa desa mengalami penurunan tinggi banjir sekitar 50 cm, sementara beberapa desa lain masih mengalami kenaikan karena kiriman banjir dari hulu. Ketinggian banjir rata-rata berkisar 0,5 – 2 meter, dengan sebagian wilayah mulai surut.

Penyebab Banjir

  • Curah hujan yang sangat lebat dan berlangsung lama

  • Aliran air dari hulu Sungai Sekadau menuju kecamatan hilir

Upaya Penanganan BPBD

  1. Menerima informasi dan melakukan koordinasi dengan OPD/instansi terkait

  2. Menurunkan personil langsung ke lokasi terdampak

  3. Melakukan patroli dan monitoring wilayah terdampak

  4. Evakuasi warga yang terdampak banjir

  5. Mengumpulkan data dan dokumentasi wilayah terdampak

  6. Memberikan himbauan kepada warga untuk tetap waspada

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Dampak Banjir

  • Ribuan rumah warga terendam

  • Aktivitas warga terganggu

  • Akses transportasi ke desa-desa terputus

  • Kerusakan pada jalan, jembatan, dan fasilitas umum

  • Sebagian warga mengungsi, sebagian memilih bertahan di rumah

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Rekomendasi Penanganan

  • Memperkuat koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait

  • Menambah personil tim di lapangan

  • Menyiapkan logistik dan peralatan tambahan

  • Mempercepat proses penetapan status darurat bencana

Banjir Besar Melanda Sekadau: Ribuan Warga Terdampak, Ini Kronologi dan Upaya Penanganannya

Tim yang Ditugaskan di Lapangan

  • BPBD

  • POLRI

  • TNI

  • Basarnas

  • Dinas DPKP

  • Kecamatan & Desa terdampak

Sumber data: Tim TRC BPBD Kab. Sekadau, kecamatan, polsek, dan desa terdampak

Rabu, 09 Juli 2025

Fakta Penting Seputar Banjir Mematikan di Texas dan Upaya Pencarian Korban yang Masih Berlangsung

Fakta Penting Seputar Banjir Mematikan di Texas dan Upaya Pencarian Korban yang Masih Berlangsung
Unit pencarian dan penyelamatan mendayung di sepanjang Sungai Guadalupe pada hari Senin di Hunt, Texas. Hujan deras menyebabkan banjir bandang yang parah di sepanjang Sungai Guadalupe di Texas bagian tengah. Foto oleh Brandon Bell/Getty Images

Texas, Amerika Serikat -- Lebih dari 100 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda wilayah tengah Texas, Amerika Serikat, akhir pekan lalu. Peristiwa tragis ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan besar, terutama di daerah Kerr County yang menjadi titik terparah.

Pemerintah setempat bersama tim federal masih terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban yang hingga kini belum ditemukan. Dalam kondisi yang sangat sulit, mereka menghadapi rintangan berupa puing-puing yang menumpuk, cuaca panas ekstrem, ular berbisa, dan hujan yang masih terus turun.

Berikut ini adalah empat hal penting yang perlu kamu ketahui tentang banjir mematikan di Texas dan bagaimana upaya penyelamatan terus dilakukan.

Korban Jiwa Terus Bertambah, dan Jumlahnya Diperkirakan Masih Akan Naik

Hingga Senin sore waktu setempat, jumlah korban jiwa di Kerr County telah mencapai 84 orang. Dari total tersebut, 56 di antaranya adalah orang dewasa, dan 28 adalah anak-anak. Angka ini kemungkinan besar masih akan bertambah seiring dengan proses pencarian yang masih terus berlangsung.

Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah Camp Mystic, sebuah perkemahan musim panas khusus perempuan yang berlokasi di pinggir Sungai Guadalupe, sekitar 30 kilometer dari kota Kerrville. Camp Mystic sendiri melaporkan bahwa mereka kehilangan 27 orang yang terdiri dari peserta dan pembina perkemahan. Bahkan, direktur kamp juga dilaporkan telah meninggal dunia.

Hingga Senin malam, masih ada 10 peserta dan 1 pembina yang belum ditemukan. Perkemahan ini diketahui sedang menampung sekitar 750 peserta saat banjir melanda.

Sungai Guadalupe Meluap Sangat Cepat, Menyapu Apa Saja di Sekitarnya

Banjir bandang ini dipicu oleh luapan ekstrem Sungai Guadalupe, yang naik lebih dari 8 meter hanya dalam waktu kurang dari satu jam pada Jumat dini hari. Air yang begitu deras langsung menghantam rumah-rumah di dataran rendah, kendaraan, pepohonan, dan bahkan menyapu sebagian besar fasilitas Camp Mystic.

Kondisi ini membuat banyak orang tidak punya cukup waktu untuk menyelamatkan diri. Pemerintah dan masyarakat setempat mempertanyakan mengapa peringatan dini tidak dilakukan lebih cepat, mengingat perubahan ketinggian air terjadi begitu drastis.

Upaya Pencarian Terkendala Banyak Halangan Alam

Proses pencarian korban tidak semudah yang dibayangkan. Tim penyelamat harus menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk tumpukan puing, cuaca panas ekstrem, ular berbisa, dan curah hujan yang belum mereda.

Badan Cuaca Nasional AS (National Weather Service) juga mengeluarkan peringatan banjir tambahan yang berlaku hingga Senin malam waktu setempat di bagian selatan Texas, termasuk Kerrville yang menjadi pusat bencana.

Gubernur Texas, Greg Abbott, menyampaikan bahwa pihaknya akan mencari setiap orang yang mungkin masih berada di dasar sungai, terutama anak-anak dari Camp Mystic dan warga lain yang kemungkinan besar belum tercatat sebagai korban hilang.

“Banyak dari mereka yang berkemah di dekat sungai, termasuk yang tinggal di RV (mobil rumah) dan tenda,” kata Abbott. “Ada orang-orang yang masih hilang namun belum masuk dalam daftar resmi karena identitas mereka belum diketahui.”

Pemerintah Federal Turun Tangan, Bantuan Darurat Disalurkan

Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump, telah menandatangani deklarasi bencana nasional pada hari Minggu sebagai bentuk dukungan untuk penanganan banjir mematikan ini. Dengan penandatanganan ini, bantuan federal resmi disalurkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.

Trump juga berencana untuk mengunjungi wilayah terdampak dalam waktu dekat guna meninjau langsung kerusakan dan bertemu dengan keluarga korban.

Sementara itu, Dalton Rice, Manajer Kota Kerrville, mengatakan bahwa salah satu kendala besar dalam pendataan korban hilang adalah maraknya laporan palsu dari prank caller dan penipu yang menghubungi hotline resmi untuk membuat laporan orang hilang palsu.

“Jumlah korban hilang yang sebenarnya kemungkinan besar lebih banyak dari yang kami miliki saat ini,” kata Rice. “Kami masih terus memverifikasi data karena banyak laporan yang ternyata tidak valid.”

Pemerintah daerah pun mengimbau warga untuk tidak nekat menerobos jalanan yang terendam dan segera melapor jika ada anggota keluarga atau kerabat yang belum diketahui keberadaannya setelah bencana banjir terjadi.

Upaya Pencarian dan Penyelamatan Masih Berlangsung: Lebih dari 850 Orang Berhasil Diselamatkan di Texas

Upaya Pencarian dan Penyelamatan Masih Berlangsung: Lebih dari 850 Orang Berhasil Diselamatkan di Texas
Puing-puing terlihat di Sungai Guadalupe di Kerrville, Texas, pada hari Minggu. Jorge Salgado/Anadolu via Getty Images

Hingga saat ini, upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan secara intensif di wilayah Texas setelah banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada akhir pekan lalu. Para pejabat setempat menyatakan bahwa lebih dari 850 orang telah berhasil diselamatkan sejak bencana terjadi.

Bencana banjir ini tidak hanya menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, tetapi juga memicu evakuasi massal dan pencarian korban yang masih terjebak di daerah terdampak. Tim penyelamat dari berbagai instansi baik lokal maupun nasional turun langsung ke lokasi untuk membantu operasi ini.

Lebih dari 400 Petugas Gabungan Terlibat dalam Operasi Penyelamatan

Menurut laporan resmi dari otoritas Kerr County, lebih dari 400 petugas tanggap darurat dari lebih dari 20 lembaga berbeda ikut ambil bagian dalam operasi ini. Mereka terdiri dari tim penyelamat lokal, negara bagian, hingga lembaga federal. Operasi ini mencakup berbagai metode penyelamatan darat, udara, dan air.

"Ini adalah respons penuh dari seluruh unsur penanganan bencana, baik di tingkat lokal, negara bagian, hingga nasional," ujar seorang pejabat di Kerrville. Ia menambahkan bahwa tim udara, tim air, anjing pelacak (K9), serta unit-unit khusus lainnya telah dikerahkan untuk menjangkau wilayah-wilayah sulit dan mencari para korban yang masih belum ditemukan.

Fase Pencarian Utama Masih Berlangsung

Manajer Kota Kerrville, Rice, menyampaikan pada Senin pagi bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih berada dalam tahap awal atau primary search phase. Ini berarti fokus utama tim adalah menyisir seluruh wilayah terdampak untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan.

Menurut Rice, operasi ini melibatkan sekitar 19 tim penyelamat gabungan dari tingkat lokal dan nasional. Wilayah pencarian membentang luas, dari daerah Hunt hingga ke Comal County — mencakup jarak lebih dari 96 kilometer. Medan yang sulit dan cuaca yang terus-menerus hujan menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

“Proses penyelamatan ini bergerak lambat karena banyak area yang sulit dijangkau, dan hujan membuat akses menjadi lebih rumit,” jelas Rice. Meskipun demikian, tim penyelamat tidak menyerah dan terus bekerja tanpa henti.

Mengapa Banjir Ini Begitu Parah?

Banjir bandang yang melanda wilayah Texas ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Tanah yang tidak mampu menyerap air dengan cepat menyebabkan aliran air deras dan merendam berbagai wilayah perumahan serta jalan utama.

Kerr County menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah, terutama karena kontur tanahnya yang berbukit-bukit dan berbatu, membuat aliran air sulit dikendalikan. Selain itu, banyak sungai dan anak sungai di wilayah ini meluap secara tiba-tiba akibat hujan ekstrem.

Peran Teknologi dan Koordinasi Tim Penyelamat

Dalam upaya penyelamatan ini, berbagai teknologi canggih juga dimanfaatkan, mulai dari drone pencari panas, GPS pelacak tim, hingga alat komunikasi darurat yang memungkinkan koordinasi lintas tim secara real-time.

Selain itu, masyarakat juga dilibatkan secara aktif melalui laporan situasi di lapangan. Banyak warga yang melaporkan keberadaan anggota keluarga atau tetangga yang hilang, yang kemudian menjadi data penting dalam proses pencarian.

Bantuan Kemanusiaan dan Dukungan Logistik

Sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Amerika, organisasi nirlaba, dan komunitas lokal turut memberikan bantuan logistik dan dukungan moral bagi korban banjir. Bantuan yang diberikan meliputi makanan, air bersih, pakaian, tempat pengungsian sementara, serta dukungan medis.

Donasi dalam berbagai bentuk juga mengalir dari seluruh penjuru Amerika Serikat, bahkan dari luar negeri. Jika dikonversi ke dalam mata uang rupiah, nilai bantuan yang terkumpul sudah mencapai miliaran rupiah menunjukkan solidaritas yang luar biasa dari masyarakat dunia.

Pesan kepada Warga: Tetap Waspada dan Ikuti Instruksi Resmi

Pemerintah setempat mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak nekat kembali ke rumah sebelum ada izin resmi dari otoritas berwenang. Banyak wilayah yang masih berbahaya, terutama yang terletak dekat sungai atau memiliki tanah yang belum stabil.

Bagi warga yang masih berada di lokasi yang belum terjangkau, disarankan untuk menyalakan alat komunikasi, menggunakan sinyal darurat, atau menunjukkan tanda-tanda bantuan dari lokasi aman agar tim penyelamat dapat mendeteksi keberadaan mereka lebih cepat.

Banjir Bandang Texas Picu Saling Tuduh Antara Pejabat Federal dan Lokal: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Banjir Bandang Texas Picu Saling Tuduh Antara Pejabat Federal dan Lokal: Siapa yang Bertanggung Jawab
Puing-puing menumpuk di pintu masuk Camp Mystic pada hari Senin di Hunt, Texas. Hujan deras menyebabkan banjir bandang parah di sepanjang Sungai Guadalupe di Texas bagian tengah, menyebabkan sedikitnya 85 orang dilaporkan tewas.Foto oleh Brandon Bell/Getty Images

Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Texas, Amerika Serikat, pada Jumat lalu memicu banyak pertanyaan publik tentang siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kurangnya kesiapsiagaan. Wilayah yang dijuluki “Flash Flood Alley” ini memang dikenal rawan banjir, namun bencana kali ini dianggap sebagai salah satu yang paling parah dalam 100 tahun terakhir. Kini, sorotan tertuju pada para pejabat lokal maupun federal apakah mereka sudah melakukan langkah yang tepat untuk mencegah jatuhnya korban?

Kapan Seharusnya Evakuasi Dilakukan?

Salah satu hal yang paling banyak dipertanyakan adalah keputusan soal kapan evakuasi seharusnya dilakukan, terutama terhadap perkemahan musim panas yang banyak diikuti anak-anak. Rice, salah satu pejabat setempat, mengatakan bahwa mengambil keputusan untuk evakuasi bukanlah perkara mudah.

“Kondisi bisa berubah dengan sangat cepat ketika badai datang. Kalau kita evakuasi terlalu telat, bisa jadi justru berbahaya karena anak-anak dibawa lewat jalan rendah yang rawan banjir,” ujar Rice.

Ia juga menambahkan bahwa pihak berwenang berusaha menghindari kepanikan yang tidak perlu. "Kami tidak ingin terus-terusan memberi alarm palsu," katanya. Namun tetap saja, publik merasa bahwa ada langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan lebih awal.

Komunikasi Jadi Sorotan

Pertanyaan lain yang muncul adalah seputar kualitas komunikasi saat darurat, termasuk apakah sinyal seluler dan radio cukup kuat untuk menyampaikan informasi darurat kepada warga. Dalam banyak kasus, informasi soal peringatan banjir baru muncul di media sosial aparat kepolisian Kerrville dan sheriff Kerr County setelah pukul 6 pagi, padahal peringatan banjir sudah mulai dikeluarkan jauh sebelumnya.

Siapa yang Tidak Memberi Peringatan?

Beberapa pejabat lokal di Texas menyalahkan National Weather Service (NWS) karena dianggap tidak memberi peringatan cukup awal dan cukup jelas soal potensi bahaya. Namun tuduhan itu langsung dibantah oleh pihak NWS.

Menurut kronologi yang dirilis oleh NPR (National Public Radio), Badan Manajemen Darurat Texas (Texas Division of Emergency Management) sudah mulai mengaktifkan sumber daya darurat sejak hari Rabu, dua hari sebelum banjir terjadi. Pada Kamis, badan tersebut juga mengunggah informasi penting di media sosial dan memperingatkan pejabat lokal tentang potensi banjir.

Secara terpisah, kantor NWS wilayah Austin/San Antonio mengeluarkan peringatan banjir pada beberapa wilayah pada hari Kamis, dan ditingkatkan menjadi peringatan darurat banjir pada Jumat dini hari. Bahkan, pada pukul 4:06 pagi, NWS menyebutkan bahwa sedang terjadi peristiwa “banjir bandang sangat berbahaya.”

Lantas, mengapa masyarakat baru tahu setelah pagi hari?

Prediksi Cuaca Itu Rumit

Para ahli cuaca mengatakan bahwa memprediksi cuaca ekstrem sangat sulit. Sistem cuaca yang kompleks bisa berubah arah atau intensitas dalam waktu singkat, sehingga menyampaikan informasi kepada masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri.

Selain itu, ada dugaan bahwa efisiensi kerja NWS menurun akibat pemangkasan tenaga kerja federal di masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Sekitar 600 pegawai NWS sempat diberhentikan awal tahun ini, meskipun sebagian dari mereka akhirnya dipekerjakan kembali setelah muncul kritik dari publik.

Namun, tuduhan ini juga segera ditepis oleh berbagai pejabat.

Respons dari Pemerintah dan Politikus

Mantan Presiden Donald Trump menanggapi tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa bencana ini adalah peristiwa langka yang sangat menyedihkan.

“Ini adalah bencana 100 tahun sekali, sangat mengerikan untuk disaksikan,” ujarnya pada Minggu.

Senator dari Texas, Ted Cruz, juga membela pemerintah federal dengan menyatakan bahwa tidak ada bukti bahwa pemangkasan tenaga kerja NWS berdampak pada kualitas peringatan bencana.

“Tidak ada bukti bahwa pengurangan staf berpengaruh terhadap kemampuan NWS untuk memberi peringatan,” kata Cruz saat berada di Kerrville bersama pejabat setempat.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga memberikan pernyataan tegas. Ia menyebut tuduhan kepada Presiden Trump sebagai "kebohongan keji" yang tidak membantu di masa krisis nasional.

“Menuduh Presiden Trump atas banjir ini adalah kebohongan jahat, tidak ada manfaatnya di saat duka nasional seperti ini,” tegas Leavitt.

Ia menambahkan bahwa kantor lokal NWS di Texas tetap beroperasi penuh dan dalam kondisi staf lengkap selama bencana berlangsung.

Trump Akan Kunjungi Texas Akhir Pekan Ini, Warga Dunia Ramai-Ramai Kirim Donasi untuk Korban Banjir

Trump Akan Kunjungi Texas Akhir Pekan Ini, Warga Dunia Ramai-Ramai Kirim Donasi untuk Korban Banjir
Gereja Baptis Hunt di Texas menawarkan air, makanan, dan pakaian gratis kepada siapa pun yang membutuhkan. Foto oleh Jim Vondruska/Getty Images

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencananya untuk mengunjungi wilayah Texas yang baru saja dilanda banjir besar. Dalam pernyataan kepada wartawan pada Minggu lalu, Trump mengatakan bahwa ia kemungkinan akan datang pada hari Jumat, untuk menunjukkan dukungan langsung kepada warga yang terdampak bencana.

"Saya seharusnya bisa datang hari ini, tapi kami hanya akan mengganggu aktivitas penyelamatan mereka," ujar Trump.

Banjir Parah di Texas: Warga Kehilangan Tempat Tinggal dan Akses Dasar

Bencana banjir yang melanda wilayah Kerr County, Texas, dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan kerusakan besar. Banyak warga kehilangan rumah, kendaraan, dan akses ke kebutuhan pokok seperti listrik dan air bersih.

Kawasan ini memang dikenal sebagai "Flash Flood Alley", atau jalur banjir kilat, karena sering kali mengalami banjir tiba-tiba akibat kondisi geografis dan cuaca ekstrem.

Lebih dari 850 orang berhasil diselamatkan sejauh ini, berkat kerja keras lebih dari 400 petugas tanggap darurat dari 20 lebih lembaga bantuan. Namun, para pejabat setempat mengatakan proses pemulihan akan memakan waktu lama.

Dukungan Mengalir dari Seluruh Dunia: Donasi dan Relawan Terus Berdatangan

Meski tengah dilanda kesulitan, semangat solidaritas masyarakat internasional tampak sangat kuat. Rep. Joaquin Castro dari Partai Demokrat yang mewakili Texas menyampaikan bahwa ia sangat tersentuh oleh dukungan luar biasa yang datang dari berbagai penjuru dunia.

“Sangat menyentuh melihat Kerr County mendapat begitu banyak dukungan dari seluruh dunia, baik melalui donasi dana maupun pendaftaran relawan,” kata Castro saat diwawancarai oleh Morning Edition pada hari Senin.

Ia menambahkan bahwa proses pemulihan akan panjang, dan komunitas lokal membutuhkan dukungan yang konsisten dalam beberapa bulan ke depan.

Bagaimana Masyarakat Bisa Membantu?

Jika Anda ingin membantu para korban banjir di Kerr County, Anda bisa menyalurkan donasi melalui berbagai organisasi kemanusiaan internasional yang sudah membuka akses bantuan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Donasi uang: Banyak organisasi menyediakan pilihan donasi online, dan beberapa menerima donasi mulai dari Rp50.000 saja.

  • Relawan virtual: Beberapa lembaga membuka peluang bagi orang-orang di luar negeri untuk membantu secara daring, seperti mengelola data, kampanye media sosial, atau penggalangan dana.

  • Donasi barang: Walau pengiriman barang dari luar negeri cukup kompleks, organisasi lokal lebih menyarankan donasi berupa uang tunai agar lebih efektif dan efisien.

Trump Diharapkan Bawa Perhatian Nasional ke Wilayah Terdampak

Kunjungan Trump ke Texas diperkirakan akan menarik perhatian besar dari media nasional dan internasional. Banyak yang berharap kehadirannya bisa mendorong lebih banyak bantuan, baik dari pemerintah maupun sektor swasta.

Beberapa analis juga menilai bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi Trump menjelang pemilu mendatang, karena ia mencoba menampilkan dirinya sebagai figur yang peduli terhadap masyarakat.

Namun terlepas dari motif politik, banyak warga yang menyambut baik rencana kunjungan ini karena dapat membawa spotlight penting ke wilayah yang saat ini sedang berjuang untuk bangkit.

Menurut data terakhir, kerugian ekonomi akibat banjir ini telah mencapai puluhan juta dolar, atau setara dengan ratusan miliar rupiah. Infrastruktur jalan, sekolah, fasilitas umum, dan rumah warga mengalami kerusakan parah.

Pemerintah daerah dan organisasi sosial memperkirakan bahwa proses pembangunan kembali bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.

Editor: Yakop | Reporter: Yakop

Selasa, 08 Juli 2025

Banjir Jakarta 8 Juli 2025: 67 RT Terendam, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Banjir Jakarta 8 Juli 2025: 67 RT Terendam, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Banjir Jakarta 8 Juli 2025: 67 RT Terendam, Ini Daftar Wilayah Terdampak. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA – Banjir kembali melanda wilayah DKI Jakarta pada Selasa dini hari, 8 Juli 2025. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga pukul 02.00 WIB, sebanyak 67 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta masih tergenang banjir.

Wilayah terdampak tersebar di beberapa kota administratif, yaitu Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi disertai luapan sungai dan rob di beberapa titik.

Berikut ini rangkuman data wilayah yang terdampak banjir hari ini.

1. Jakarta Selatan – 55 RT Tergenang

Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terbanyak yang terdampak banjir. Total ada 55 RT dengan ketinggian air mulai dari 25 cm hingga 130 cm.

  • Kelurahan Petogogan
    Jumlah RT terdampak: 40 RT
    Ketinggian: hingga 60 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut

  • Kelurahan Mampang Prapatan
    Jumlah RT terdampak: 7 RT
    Ketinggian: hingga 120 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut

  • Kelurahan Duren Tiga
    Jumlah RT terdampak: 4 RT
    Ketinggian: hingga 130 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang

  • Kelurahan Jati Padang
    Jumlah RT terdampak: 3 RT
    Ketinggian: hingga 90 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan PHB GG Saiman

  • Kelurahan Jagakarsa
    Jumlah RT terdampak: 1 RT
    Ketinggian: 25 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Lengong

2. Jakarta Barat – 9 RT Tergenang

Di Jakarta Barat, banjir tercatat terjadi di 9 RT, dengan penyebab utama adalah luapan kali akibat curah hujan ekstrem.

  • Kelurahan Kedaung Kali Angke
    Jumlah RT terdampak: 4 RT
    Ketinggian: hingga 70 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Cengkareng

  • Kelurahan Rawa Buaya
    Jumlah RT terdampak: 1 RT
    Ketinggian: 30 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Semanan

  • Kelurahan Semanan
    Jumlah RT terdampak: 1 RT
    Ketinggian: 30 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Semanan

  • Kelurahan Duri Kepa
    Jumlah RT terdampak: 2 RT
    Ketinggian: 40 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi

  • Kelurahan Joglo
    Jumlah RT terdampak: 1 RT
    Ketinggian: 30 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Gebyuran

3. Jakarta Timur – 1 RT Tergenang

Wilayah yang terdampak di Jakarta Timur lebih sedikit. Hanya 1 RT di Kelurahan Balekambang yang dilaporkan tergenang.

  • Kelurahan Balekambang
    Jumlah RT terdampak: 1 RT
    Ketinggian: 30 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi

4. Jakarta Utara – 2 RT Tergenang

Di Jakarta Utara, genangan air terjadi di 2 RT di Kelurahan Kapuk Muara. Banjir disebabkan oleh kombinasi hujan deras dan banjir rob.

  • Kelurahan Kapuk Muara
    Jumlah RT terdampak: 2 RT
    Ketinggian: 45 sampai 50 cm
    Penyebab: Curah hujan tinggi dan rob

5. Ruas Jalan Tergenang

Selain pemukiman warga, beberapa ruas jalan di Jakarta juga ikut tergenang air. Hal ini tentunya memengaruhi kelancaran lalu lintas dan aktivitas harian masyarakat.

Daftar ruas jalan yang tergenang:

  • Jl. Adi Karya, Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat
    Ketinggian: 30 cm

  • Jl. Perumahan Green Garden (MCD), Kelurahan Kedoya Utara, Jakarta Barat
    Ketinggian: 10 cm

  • Jl. Bojong Indah Raya, Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat
    Ketinggian: 30 cm

  • Jl. Taman Mangga, Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara
    Ketinggian: 10 cm

Warga diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalan-jalan tersebut dan mencari jalur alternatif jika memungkinkan.

Imbauan dari BPBD DKI Jakarta

BPBD DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, mengingat curah hujan masih cukup tinggi di beberapa wilayah. Warga diminta untuk:

  • Tidak keluar rumah jika tidak mendesak

  • Mengamankan barang-barang penting di tempat yang lebih tinggi

  • Selalu memantau informasi resmi dari BPBD DKI Jakarta

  • Segera melapor ke pihak berwenang jika terjadi genangan di lingkungan sekitar

Langkah Sederhana Menghadapi Banjir

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko dampak banjir:

  • Rutin membersihkan saluran air di sekitar rumah

  • Tidak membuang sampah ke selokan atau kali

  • Membuat sistem resapan air atau sumur biopori

  • Menyimpan dokumen penting dan barang elektronik di tempat tinggi

  • Menyiapkan tas siaga darurat yang berisi obat-obatan, makanan ringan, senter, dan dokumen

Banjir di DKI Jakarta pada 8 Juli 2025 menunjukkan bahwa tantangan terhadap sistem drainase dan pengelolaan air hujan masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Dengan 67 RT yang masih tergenang, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat, dibutuhkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah banjir secara berkelanjutan.

Tetap waspada, jaga keselamatan, dan ikuti informasi dari sumber resmi.

Rabu, 12 Maret 2025

Hujan Deras Tak Kunjung Reda, Polda Kalbar Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Sungai Ambawang

Hujan Deras Tak Kunjung Reda, Polda Kalbar Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Sungai Ambawang
Hujan Deras Tak Kunjung Reda, Polda Kalbar Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Sungai Ambawang.

Kubu Raya - Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Kubu Raya selama sepekan terakhir menyebabkan banjir di Kecamatan Sungai Ambawang, Kalimantan Barat. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam air, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Sebagai bentuk kepedulian kepada warga terdampak, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., bersama Ketua PD Bhayangkari Polda Kalimantan Barat, Ny. Nila Pipit Rismanto, bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial pada Selasa (11/3).

Sebanyak 450 paket nasi kotak didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga yang tergenang banjir. Untuk memastikan bantuan sampai dengan cepat dan tepat sasaran, personel gabungan dari Polda Kalbar, Polres Kubu Raya, serta Bhayangkari dikerahkan ke lokasi terdampak.

Kabid Humas Polda Kalbar, KBP Dr. Bayuseno, S.I.K., S.H., menyampaikan bahwa gerak cepat personel gabungan dalam penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana banjir.

"Tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Kami hadir untuk mendampingi warga terdampak banjir agar mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi ini," ujar Bayuseno.

Banjir di Kecamatan Sungai Ambawang terjadi akibat curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga. Polda Kalimantan Barat menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Aksi sosial yang dilakukan Polda Kalbar dan Bhayangkari mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Anisa, salah satu warga Dusun Lingga Timur, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.

"Terima kasih kepada Bapak Kapolda Kalbar dan Ketua PD Bhayangkari Polda Kalimantan Barat. Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah situasi sulit seperti sekarang," ujar Anisa.

Selain menyalurkan bantuan, personel Polda Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait jika membutuhkan bantuan lebih lanjut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika ada kondisi darurat. Polda Kalbar siap turun ke lapangan bersama instansi terkait agar penanganan banjir bisa lebih terkoordinasi. Sesuai prinsip kerja Kapolda Kalbar, yaitu Responsif, Partnership, dan Solutif, kami berharap genangan banjir segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal," tutup KBP Bayuseno.

Banjir Sepinggang Orang Dewasa Terjang Kecamatan Sungai Laur

Banjir Sepinggang Orang Dewasa Terjang Kecamatan Sungai Laur
Banjir Sepinggang Orang Dewasa Terjang Kecamatan Sungai Laur.
KETAPANG - Aktivitas warga di dusun Tanjung Rambut dan dusun Bengaras kecamatan Sungai Laur Ketapang terganggu akibat banjir yang sudah terjadi selama seminggu ini. 

Ketinggian air mencapai ukuran paha. Bahkan dibeberapa lokasi, ukuran air mencapai pinggang manusia dewasa. 

Puluhan rumah penduduk yang berada di tepian dekat dengan sungai tergenang air. Fasilitas sosial seperti surau, masjid, sekolah dan bangunan pemerintah semisal markas Koramil keadaannya juga sama. Kegiatan pelayanan pemerintah serta pekerjaan masyarakat terhalang. 

Banjir saat ini berdasarkan info warga terjadi merata di seluruh desa dalam wilayah kecamatan Sungai Laur. 

Warga setempat mengatakan, banjir saat ini sudah berlangsung selama seminggu dan merupakan banjir terlama sepanjang dirinya bertempat tinggal di dusun tersebut. 

Warga menyebutkan kalau penyebab banjir tahun ini karena turun hujan deras secara terus menerus, sehingga air dari sungai meluap ke perumahan warga.

"Tiap tahun kita selalu mendapati banjir namun biasanya dua tiga hari sudah surut, tapi banjir sekarang sudah seminggu belum surut," ujar Arda, warga dusun Tanjung Rambut, Selasa (11/03/25).

Akibat banjir saat ini, kegiatan pekerjaan masyarakat terhalang. Anak-anak sekolah  ada yang meliburkan diri, karena gedung sekolah juga terendam air. 

Beberapa orang penduduk desa yang memiliki sampan menggunakanya untuk melakukan kegiatan. Sedang warga yang tak punya sampan, terpaksa arungi air untuk melakukan sesuatu urusan. 

Arda berharap, pemerintah daerah dapat menyalurkan bantuan sementara untuk bertahan hidup dari kepungan air karena masyarakat tidak bisa mencari nafkah. 

"Apalagi sekarang ini, bulan puasa sehingga, lebaran, kami membutuhkan bantuan Pemda, bahan makanan lah. Kami endak bisa bekerja saat ini ,sejak banjir ini terjadi ditempat kami," kata warga tersebut. 

Sementara itu, petugas TNi terutama Babinsa dari Koramil kecamatan Sungai Laur memberikan himbauan dan melakukan pantauan pada sejumlah lokasi banjir. 

Reporter: Muzahidin.

Rabu, 05 Maret 2025

Hujan Deras Guyur Jabodetabek, Ratusan Rumah Terendam Banjir

Hujan Deras Guyur Jabodetabek, Ratusan Rumah Terendam Banjir
Warga berupaya mengungsi saat terjadi banjir besar di kawasan Jatinegara, Jakarta pada 4 Maret 2025. (Foto: Bagus Saragih/AFP)

JAKARTA - Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya, seperti Bogor dan Bekasi, diguyur hujan deras sejak Minggu (2/3) hingga Selasa (4/3) pagi. 

Akibatnya, beberapa sungai utama, termasuk Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan, meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. 

Ratusan rumah di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan terendam, dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai empat meter di beberapa lokasi.

Banjir Terparah di Jakarta

Banjir Terparah di Jakarta
Foto udara menunjukkan warga di rumah mereka yang terendam banjir di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, pada 4 Maret 2025. (Foto: AFP/BAY ISMOYO)

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Selasa (4/3), luapan terparah terjadi di sekitar Sungai Ciliwung. 

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan banjir di beberapa perumahan di Jakarta dan Bekasi hingga menenggelamkan rumah warga sampai ke atap.

“Kami dikelilingi air, tidak bisa ke mana-mana, belum ada bantuan datang,” ujar Hatim, warga Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Selasa (4/3). 

Menurutnya, air mulai naik menjelang subuh dan sekitar pukul 05.00 WIB sudah mencapai pinggang sebelum akhirnya merendam rumahnya sepenuhnya.

BPBD DKI Jakarta mencatat bahwa banjir berdampak pada 105 RT dan lima ruas jalan di ibu kota. 

Ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai 490 sentimeter di Kelurahan Gedong, Jakarta Timur.

Bekasi Juga Diterjang Banjir

Sementara itu, banjir juga merendam beberapa kawasan di Bekasi. 

Video yang diunggah oleh warganet menunjukkan sejumlah perumahan, seperti Villa Nusa Indah, terendam banjir hingga atap rumah. 

Puluhan mobil yang terparkir di Grand Galaxy City Bekasi juga terlihat terendam.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengutip BPBD Bekasi, sebanyak 140 unit rumah di Kota Bekasi tergenang air dengan ketinggian mencapai tiga meter. 

Setidaknya tujuh kecamatan terdampak banjir, di antaranya:

  • Bekasi Timur
  • Bekasi Utara
  • Bekasi Selatan
  • Medan Satria
  • Jatiasih
  • Pondok Gede
  • Rawalumbu

Hingga Selasa siang, beberapa wilayah di Bekasi masih tergenang, dan hujan kembali mengguyur kawasan Jakarta Selatan dan sekitarnya pada sore hari.

Tangerang Selatan Juga Terendam

Tak hanya Jakarta dan Bekasi, banjir juga melanda Tangerang Selatan, Banten. 

Laporan dari BNPB menyebutkan sebanyak 1.870 rumah terdampak akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (3/3) malam. 

Ketinggian air di beberapa titik bervariasi, tergantung kondisi geografis masing-masing wilayah.

Tanggapan dan Upaya Penanganan

Saat ini, BPBD DKI Jakarta dan BPBD Bekasi terus melakukan evakuasi warga terdampak. 

Sejumlah posko pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga yang rumahnya terendam. 

Tim SAR dan relawan juga telah dikerahkan untuk membantu warga yang masih terjebak banjir.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. 

Bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, disarankan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman jika air mulai naik.

Tanggapan dan Upaya Penanganan
Kendaraan terendam banjir di ruas jalan kawasan pertokoan Grand Galaxy, Bekasi, Jawa Barat, pada 4 Maret 2025. (Foto: Robby Bibir Fathan Qorib/AFP)

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Minggu hingga Selasa telah menyebabkan banjir di banyak titik, dengan Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan sebagai daerah yang paling terdampak. 

Luapan sungai seperti Ciliwung dan Pesanggrahan memperparah situasi, merendam ratusan rumah hingga mencapai atap. 

Hingga kini, proses evakuasi masih terus berlangsung, sementara warga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan.

Tetap pantau informasi terkini dari pihak berwenang dan tetap utamakan keselamatan! Jika ada warga yang membutuhkan bantuan, segera hubungi petugas terkait atau posko terdekat. 

Oleh: VOA Indonesia | Editor: Yakop

Rabu, 29 Januari 2025

Tim Medis PMI Landak Kerja Ekstra Tangani Banjir, Karolin : Kita Jemput Bola

Tim Medis PMI Landak Kerja Ekstra Tangani Banjir, Karolin : Kita Jemput Bola
Tim Medis PMI Landak Kerja Ekstra Tangani Banjir, Karolin : Kita Jemput Bola.
LANDAK – Hingga hari ini (Rabu-red) banjir masih merendam beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Landak, dampak dari tingginya curah hujan yang mengakibatkan meluapnya Sungai Landak.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan sejak hari pertama bencana banjir melanda tim medis PMI Kabupaten Landak terjun langsung jemput bola membantu masyarakat yang terdampak banjir.

"Tim Medis PMI Kabupaten Landak melakukan pemeriksaan kesehatan dengan mendatangi langsung masyarakat yang terdampak banjir atau jemput bola. Hal itu kita lakukan guna memastikan masyarakat kita tetap terjaga kesehatannya terutama ibu hamil dan balita," terang Karolin, di Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (29/01/25).

Tim medis PMI Landak, lanjut Karolin yang juga Bupati Landak terpilih periode 2025-2030 mengatakan bahwa PMI Kabupaten Landak sudah melaksanakan jemput bola pemeriksaan kesehatan korban banjir serta membantu evakuasi korban sejak tanggal 23 Januari 2025 hingga saat ini dan akan  disiagakan hingga pasca banjir.

"Hingga saat ini PMI Kabupaten terus berupaya membantu masyarakat terdampak banjir di wilayah Kecamatan Ngabang seperti di Dusun Tanjung, Desa Hilir Kantor dengan jumlah penanganan medis sebanyak 90 orang, serta beberapa waktu lalu juga melakukan penanganan medis di Dusun Pesayangan, Desa Raja," tukas Karolin.

Selain jemput bola, PMI Kabupaten Landak juga membuka posko kesehatan darurat pasca bencana banjir di titik-titik wilayah yang terdampak salah satunya posko kesehatan PMI di Desa Hilir Tengah yang berlokasi di Kantor Desa Hilir Tengah.

Ketua tim medis PMI Kabupaten Landak Fransiska Tri Santi menjelaskan bahwa penanganan medis dengan cara jemput bola merupakan instruksi langsung dari Ketua PMI Kabupaten Landak agar masyarakat mendapatkan penanganan medis secara cepat.

"Dari hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat rata-rata mereka mengalami permasalahan kesehatan yang tidak begitu berat, seperti sakit maag, diare, demam, dan ada beberapa masyarakat yang juga memerlukan vitamin karena daya tahan tubuh yang menurun," jelas Santi. (Dekky)

1.889 Paket Sembako Sudah Disalurkan PMI Landak Untuk Bencana Banjir

1.889 Paket Sembako Sudah Disalurkan PMI Landak Untuk Bencana Banjir
1.889 Paket Sembako Sudah Disalurkan PMI Landak Untuk Bencana Banjir.
LANDAK – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Landak terus melakukan tanggap darurat dalam penanganan banjir di Kabupaten Landak, baik dalam memberikan bantuan sembako maupun melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Ketua PMI Kabupaten Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa PMI Kabupaten Landak mengerahkan seluruh tim medis dan relawan PMI serta memberikan bantuan paket sembako.

"Kami dari PMI Kabupaten Landak turun langsung kelapangan membantu masyarakat yang terdampak banjir baik di Kecamatan Ngabang, maupun beberapa wilayah kecamatan yang terdampak. Ada daerah yang kita berikan bantuan, ada daerah yang kita berikan pengobatan gratis," ucap Karolin, selasa (28/01/25).

Karolin menjelaskan bahwa bantuan juga masih terus mengalir dari berbagai pihak, untuk membantu penanganan korban banjir di berbagai wilayah Kabupaten Landak yang terdampak banjir melalui PMI Kabupaten Landak.

Bantuan diantaranya diberikan oleh PT. Antam, Bank Indonesia, PMI Kalimantan Barat, Pertamina dan Hiswana Migas, Kadin Kabupaten Landak, Pengusaha, Organisasi Maupun Yayasan turut berpartisipasi memberikan bantu ke PMI.

Karolin mengapresiasi berbagai elemen yang cepat tanggap dan hadir, untuk mendonasikan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir. 

"Saya tentu sangat mengapresiasi berbagai pihak yang telah mempercayakan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir Landak melalui PMI Kabupaten Landak. Dan tentunya kehadiran dan gotong royong bersama ini merupakan langkah tanggap darurat membantu masyarakat yng terdampak banjir," terang Karolin.

1.889 Paket Sembako Sudah Disalurkan PMI Landak Untuk Bencana Banjir
1.889 Paket Sembako Sudah Disalurkan PMI Landak Untuk Bencana Banjir.
Bupati Landak terpilih periode 2025-2030 Karolin menyampaikan para petugas dan relawan PMI Landak terus bergerak untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak dan menyalurkan bantuan ke posko pengungsian.

Diantaranya dikirim ke Kecamatan Menjalin, Mempawah Hulu, Menyuke dan Kecamatan Ngabang, untuk di Kecamatan Ngabang di beberapa wilayah terdampak banjir sudah di salurkan bantuan.

Karolin berharap, kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak bisa terus terjaga dalam percepatan penanganan korban bencana alam. 

"Kolaborasi seperti ini yang tentu selalu kita harapkan, agar percepatan penanganan para korban bencana bisa dilakukan. Kita juga berharap banjir cepat surut dan warga bisa melakukan berbagai aktivitas seperti biasa," terang Karolin.

Untuk membantu masyarakat merupakan bantuan berasal dari PMI Kabupaten Landak berupa sembako, serta bantuan dari pihak lain seperti Beras, Mie Instan, Ikan Kaleng, Minyak Goreng, Lilin, Selimut, Baby Set, Makanan Bayi, Air Mineral serta Biskuit 

Bantuan yang sudah di salurkan sebanyak 1.889 paket sembako, serta 350 paket perlengkapan bayi.

Minggu, 26 Januari 2025

Pemprov Kalbar Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Kabupaten Landak

Pemprov Kalbar Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Kabupaten Landak
Pemprov Kalbar Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Kabupaten Landak.
LANDAK - Banjir yang melanda Desa Darit dan Desa Ansang Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak berlangsung sejak 21 Januari 2025 dengan ketinggian air mencapai 3-4 meter dan saat ini sudah mulai surut sekitar setengah meter di beberapa lokasi, khususnya di wilayah pasar darit yang mengakibatkan banyak rumah dan fasilitas umum terendam.

Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam hal ini Staf Ahli Gubernur Bidang sosial dan sumber daya manusia, Drs. Alexander Rombonang, MMA dengan didampingi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yakni Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan juga turun langsung untuk menyalurkan bantuan sekaligus meninjau kondisi banjir dengan menggunakan perahu karet di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak, Kamis (24/1/2025).

Seperti kita ketahui luapan air tidak hanya menggenangi beberapa wilayah di Kecamatan Menyuke, namun juga memutus akses transportasi sehingga aktivitas warga lumpuh. Menurut analisa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, banjir ini merupakan yang terbesar dalam 30 tahun terakhir yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi beberapa hari terakhir.

" Pada kesempatan tersebut, Alexander Rombonang mengatakan hari ini kami melakukan pemantauan bersama dari pemerintah provinsi, disini saya mewakili Pj Gubernur. Pj Bupati Landak juga ikut bersama kami dan dari provinsi ada juga Kepala Dinas Kesehatan, dan ada juga dari Dinas Sosial. Kami melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak banjir dan melihat kondisi terkini masyarakat yang rumahnya terendam”, ucapnya.

Menurutnya, meskipun posko pengungsian telah disiapkan dengan lengkap, masih banyak warga yang enggan meninggalkan rumah mereka. 

“Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan evakuasi dan memberikan bantuan logistik seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian untuk meringankan beban mereka. Saat ini, tujuh kecamatan telah terdampak banjir, namun kondisi air sudah mulai surut. Ke depannya, kita akan fokus pada penanganan pasca banjir dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam aksi solidaritas”, tuturnya. 

Sementara itu, Lina Adriani, salah satu warga yang terdampak, menceritakan kesedihannya karena rumahnya rusak parah akibat banjir dan tidak bisa ditempati. 

"Saya tidak bisa menyelamatkan apa-apa selain pakaian yang melekat di badan. Saya juga tidak menyangka kalau banjir setinggi ini.," ungkapnya.

Sebagai informasi, Masyarakat yang terkena banjir saat ini masih ada beberapa yang bertahan di lantai 2 rumah mereka atau membuat rumah panggung darurat, namun banyak juga masyarakat yang memilih untuk meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke rumah saudara maupun ke daerah yang tidak terkena banjir atau dataran yang lebih tinggi. 

Pemerintah daerah telah menyiapkan perahu untuk mengevakuasi warga yang saat ini belum mau dievakuasi yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. Selain itu, bantuan logistik seperti makanan, pakaian, dan air bersih juga terus disalurkan kepada warga terdampak. Upaya penanganan bencana ini menunjukkan solidaritas dan kepedulian pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi musibah banjir di Kabupaten Landak.

Adapun Bantuan yang disalurkan kepada korban banjir yang berasal dari beberapa perangkat daerah dan Bank Kalbar yang disalurkan langsung melalui Dinas sosial yakni makanan siap saji, selimut, tenda gulung, Kasur (matras), kids ware, makanan anak, family kit dan perlengkapaan sandang. Dari Badan Penanggulangaan Bencana Daerah diantaranya : mie instan, gula, minyak goreng, kopi dan genset.  

Pemprov Kalbar Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Kabupaten Landak
Pemprov Kalbar Berikan Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Kabupaten Landak.
Sedangkan bantuan yang langsung disalurkan melalui Dinas Kesehatan berupa paket pemberian makanan tambahan balita, paket pemberian makanan tambahan ibu hamil dan obat-obatan penanganan banjir. 

Tak hanya itu bantuan juga disalurkan langsung dari Bank Kalbar dengan  jenis bantuan yang disalurkan yaitu beras, mie goreng, gula, tepung terigu, susu bayi dan bubur bayi serelac.
(irf/ica)

PT. Antam Salurkan Bantuan untuk Bayi Terdampak Banjir di Landak

PT. Antam Salurkan Bantuan untuk Bayi Terdampak Banjir di Landak
PT. Antam Salurkan Bantuan untuk Bayi Terdampak Banjir di Landak.
Landak, Kalimantan Barat – PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Bauksit (UBPB) Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanggulangan bencana di Kabupaten Landak.

Perusahaan milik negara yang beroperasi di Sanggau, Landak, dan Mempawah ini melanjutkan aksi tanggap darurat melalui Tim Emergency Response Group (ERG) mereka, Minggu (26/1/2025).  

Dalam tahap kedua penyaluran bantuan, Tim ERG yang terdiri dari Adfianzah, Oktavianus Susanto, dan Nanang Tri Kurniawan, dengan dukungan Mardianus Mesias Amnifu, Herman, dan Vincensius dari tim keamanan, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Landak.

Mereka menyusuri wilayah terdampak banjir untuk mendistribusikan bantuan berupa 1.000 paket makanan bayi Sun, 1.000 set perlengkapan bayi My Baby, 1.000 selimut, serta 1 ton beras dan makanan siap saji.  

Mardianus Mesias, selaku koordinator lapangan, menjelaskan bahwa bantuan ini disalurkan melalui BPBD dan PMI Kabupaten Landak berdasarkan hasil pemetaan lokasi terdampak banjir.

"Kami berkoordinasi dengan BPBD dan PMI agar bantuan ini dapat tepat sasaran," ujar Herman, anggota Tim ERG.  

Sebelumnya, pada tahap pertama, PT. Antam telah menyalurkan bantuan di Kecamatan Mempawah Hulu melalui posko Polsek dan pemerintah kecamatan setempat.  

Edfianzah, Koordinator Lapangan Tim ERG Antam, menyatakan bahwa pihaknya terus memetakan lokasi terdampak banjir untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efektif. 

"Kami juga mengidentifikasi kemungkinan munculnya penyakit akibat banjir yang bisa menyerang masyarakat terdampak," jelas pria asal Sulawesi tersebut.  

PT. Antam Salurkan Bantuan untuk Bayi Terdampak Banjir di Landak
PT. Antam Salurkan Bantuan untuk Bayi Terdampak Banjir di Landak.
Dengan komitmen ini, PT. Antam berharap dapat meringankan beban masyarakat Landak yang terkena dampak banjir, khususnya para bayi dan anak-anak yang sangat membutuhkan perhatian ekstra. 

Perusahaan juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanggulangan bencana di wilayah operasionalnya. (PWI)