Berita BorneoTribun: Beasiswa hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Oktober 2025

Survei Celios: Masyarakat Lebih Pilih Beasiswa daripada Program Makan Bergizi Gratis

Survei Celios: Masyarakat Lebih Pilih Beasiswa daripada Program Makan Bergizi Gratis
Survei Celios: Masyarakat Lebih Pilih Beasiswa daripada Program Makan Bergizi Gratis. (Gambar ilustrasi)

JAKARTA - Hasil survei terbaru dari Center of Economic and Law Studies (Celios) mengungkapkan temuan menarik tentang preferensi masyarakat terhadap program bantuan pemerintah. Mayoritas responden menilai bahwa bantuan berupa beasiswa pendidikan jauh lebih dibutuhkan dibandingkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang dijalankan pemerintah.

Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Wahyudi Askar, menjelaskan bahwa survei ini melibatkan lima opsi bantuan yang ditawarkan kepada masyarakat. Kelima opsi tersebut meliputi cash transfer (bantuan tunai), beasiswa pendidikan, bantuan kesenangan anak, bantuan kebutuhan pendidikan, dan MBG. Dari hasil survei tersebut, program MBG justru menempati posisi terakhir dalam tingkat pilihan masyarakat.

Menurut Media, para orang tua lebih memilih bantuan tunai dan beasiswa karena dianggap lebih fleksibel dan berdampak langsung pada kebutuhan keluarga maupun pendidikan anak. Sementara itu, program MBG dianggap memiliki manfaat yang lebih kecil dan tidak selalu tepat sasaran.

Nilai Manfaat MBG Jauh Lebih Rendah

Media menambahkan, jika program MBG diganti dengan bantuan tunai atau cash transfer, penerima manfaat sebenarnya bisa mendapatkan nilai yang jauh lebih besar. Dalam simulasi Celios, masyarakat dapat memperoleh Rp50.000 per hari jika program MBG dialihkan ke bentuk bantuan tunai. Angka ini setara dengan lima kali lipat dari nilai manfaat MBG yang saat ini hanya sekitar Rp10.000 per porsi.

Ia juga menyoroti bahwa pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai memungkinkan masyarakat untuk menentukan sendiri prioritas kebutuhan mereka. Misalnya, sebagian orang tua bisa mengalokasikan dana tersebut untuk membeli kebutuhan pendidikan anak, transportasi ke sekolah, atau bahkan menambah gizi keluarga secara mandiri.

Potensi Dampak terhadap Anggaran Pendidikan

Namun, Celios juga mengingatkan adanya potensi trade-off atau pertukaran kebijakan yang bisa muncul akibat pelaksanaan program MBG. Menurut Media, sebagian dana yang digunakan untuk mendanai MBG ternyata bersumber dari pos anggaran pendidikan nasional.

Kondisi ini mulai menimbulkan efek domino terhadap lembaga pendidikan. Beberapa kampus di Indonesia diketahui telah mengurangi alokasi beasiswa bagi mahasiswa, bahkan dalam beberapa kasus, pengurangannya mencapai hingga 50 persen.

Media menilai hal ini cukup mengkhawatirkan karena beasiswa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong pemerataan akses pendidikan. Jika dana pendidikan dialihkan terlalu banyak ke program MBG, dikhawatirkan akan menurunkan kesempatan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Beasiswa Lebih Berdampak Langsung

Dalam konteks ekonomi dan sosial, beasiswa dinilai memberikan dampak jangka panjang yang lebih kuat. Dengan pendidikan yang lebih baik, penerima beasiswa memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup, memperoleh pekerjaan layak, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, manfaat program MBG cenderung bersifat jangka pendek dan belum tentu menyelesaikan masalah gizi secara berkelanjutan. Menurut beberapa pengamat, efektivitas MBG juga bergantung pada kualitas makanan yang diberikan serta pengawasan di lapangan.

Perlu Evaluasi Program Bantuan

Melihat hasil survei ini, Celios mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program bantuan sosial yang berjalan. Tujuannya agar kebijakan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak yang optimal.

Program beasiswa, bantuan pendidikan, dan bantuan tunai tetap menjadi prioritas utama masyarakat karena lebih mudah disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing keluarga.

Jika pemerintah ingin tetap melanjutkan program MBG, Media menyarankan agar alokasi anggaran tidak mengorbankan sektor pendidikan. Pemerintah perlu mencari sumber pendanaan tambahan atau skema kerja sama dengan pihak swasta agar program gizi tetap berjalan tanpa menekan anggaran beasiswa.

Survei Celios ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk meninjau ulang efektivitas program Makan Bergizi Gratis. Masyarakat kini berharap agar kebijakan bantuan sosial lebih diarahkan pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar dan mendukung masa depan pendidikan generasi muda Indonesia.

Minggu, 03 September 2023

Sekda Sanggau Buka Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru 2023

Sekda Sanggau Buka Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru 2023 (Doc. Diskominfo Sgu).
SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP., M.Si diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Ir. Kukuh Triyatmaka, MM menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2023 di Halaman Kampus Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Pontianak di Kabupaten Sanggau. Sabtu pagi (2/9/2023).

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau berpesan kepada 115 orang mahasiswa – mahasiswi baru agar memiliki rasa bangga menjadi bagian dari kampus ini dan bangga menjadi bagian dari Sanggau.

“Saya berharap kalian nantinya menjadi manusia yang berkarakter dan berkompeten sehingga menjadi modal kalian nantinya. Semoga dengan kemajuan PSDKU ini dapat mendorong peningkatan IPM di Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui visi misi Sanggau Pintar terus berupaya meningkatkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Sanggau.

“Kita setiap tahunnya memberikan beasiswa pada anak-anak yang berprestasi agar dapat melanjutkan studi di PSDKU Politeknik Negeri Kabupaten Sanggau” jelasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka juga berpesan agar para mahasiswa – mahasiswi dapat mengukir sejarah di Kabupaten Sanggau.

“Kampus ini berada di lokasi Sabang Merah yang sering dijelaskan oleh Bupati dan memiliki arti Sanggau Bangga Mengukir Sejarah, jadi ukirlah sejarah bagi diri kalian sendiri di dalam pendidikan, timba ilmu setinggi-tingginya dan jadilah manusia yang sukses,” ujarnya.

Di akhir sambutannya Ia berharap mahasiswa-mahasiswi baru ini tetap fokus dan semangat serta menyelesaikan semua mata perkuliahan dengan baik.

“Hari ini mahasiswa baru berjumlah 115 orang, saya berharap nanti angkatan kalian yang diwisudakan jumlahnya masih 115 orang,” tegasnya menutup sambutannya.

(Tim Liputan)

Jumat, 23 April 2021

WIMNUS Kembali Salurkan Beasiswa Periode K-4 Keberbagai Daerah Di Sumatera Utara


WIMNUS Sumut salurkan beasiswa

BorneoTribun Medan, Sumut WIMNUS Sumatera Utara kembali menyalurkan Beasiswa kuliah Periode ke 4 yang diterima oleh LKP AKPARNUS SUMUT, Kamis, 22 April 2021.

Dengan rasa syukur WIMNUS masih semangat mendistribusikan program Beasiswa ke berbagai daerah kabupaten Kota Sumatera Utara.

Direktur LKP AKPARNUS SUMUT Muhazir Siagian. SE. melalui sambutannya menyampaikan terima kasih karena LKP AKPARNUS masih tetap dipercaya sebagai Lembaga Pendidikan yang layak untuk disalurkannya beasiswa dari pihak WIMNUS.
"Terima kasih kepada Bapak Syafi’i Efendi selaku ketua umum WIMNUS Pusat ," Ucapnya.

Beliau juga menambahkan 
Karena beasiswa WIMNUS disalurkan di kampus-kampus tertentu di tiap Provinsi seperti STIKES Muhammadiyah Aceh, AKPARNUS Tangerang, STIE-IBMT Surabaya, ATI Tunas Bangsa Jakarta, Politehnik Negeri Jakarta, UHS Bandung, STIKES Aisyah Palembang, Pothenik Wilmar Bisnis Indonasia.

Sebelumnya acara Launcing Beasiswa Indonesia Recovery Pasca Pandemi dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2021 di Hotel Madani oleh WIMNUS yang juga dihadiri oleh Bapak Muhammad Nuh dari Anggota DPD RI asal Sumatera Utara dan dihadiri Ustad Shakira Jandi dari PUI SUMUT. (Eric)

Senin, 01 Februari 2021

Kominfo Buka Pendaftaran Program Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri Tahun 2021

sumber: akun instagram Kementerian Kominfo

BorneoTribun | Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali membuka Program Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri Tahun 2021.

Program ini merupakan salah satu wujud komitmen Kementerian Kominfo untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Program Beasiswa ini terbuka bagi aparatur pemerintah Pusat maupun Daerah termasuk TNI dan POLRI dan juga masyarakat umum dari instansi swasta.

Disebutkan dalam pengumuman yang dilansir pada laman kominfo.go.id, sebagai bentuk kebijakan di masa pandemi COVID-19, metode pembelajaran Program Beasiswa S2 Dalam Negeri akan mengikuti kebijakan pemerintah. Sedangkan pemberangkatan penerima beasiswa Program Beasiswa S2 Luar Negeri akan mempertimbangkan kondisi perkembangan pandemi, kebijakan pemerintah dan perguruan tinggi di negara tujuan studi serta metode pembelajaran yang akan digunakan.

Dalam hal kebijakan perguruan tinggi dan negara tujuan studi menggunakan metode pembelajaran distance learning atau memberlakukan pembelajaran daring, penerima beasiswa akan mengikuti proses pembelajaran di kota domisili masing-masing atau sesuai ketentuan yang diberlakukan.

A. PROGRAM BEASISWA S2 DALAM NEGERI

Persyaratan Umum:
1. Masa kerja minimum 2 tahun;
2. Belum memiliki gelar S2 dan tidak sedang mengikuti program pendidikan S2 dari lembaga lain;
3. Persyaratan lainnya mengikuti persyaratan masing-masing Perguruan Tinggi yang dipilih; dan
4. Pendaftar beasiswa hanya diperkenankan untuk mendaftar pada kelas regular.

Persyaratan Khusus untuk Pegawai Negeri Sipil:
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada instansi pemerintah Pusat dan Daerah, TNI/POLRI berstatus aktif;
2. Masa kerja minimum 2 tahun (terhitung sejak menjadi CPNS bagi pendaftar dari PNS);
3. Berusia maksimum 37 tahun pada saat mendaftarkan diri;
4. Bagi PNS di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), berusia maksimum 42 tahun pada saat mendaftarkan diri. Daftar daerah 3T mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020 – 2024 tanggal 27 April 2020 dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar tanggal 2 Maret 2017;
5. Mendapatkan izin dan rekomendasi dari pejabat berwenang (minimum pimpinan instansi setingkat Eselon II) di instansi yang bersangkutan untuk menjalani pendidikan;
6. Persyaratan standar IPK minimal 3,00 untuk bidang komunikasi dan Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan serta minimal 2,90 untuk bidang informatika;
7. Tidak ditujukan bagi PNS dengan jabatan fungsional pengajar pada instansi sektor pendidikan; dan
8. Persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk mengikuti Program Beasiswa S2 Ilmu Komunikasi adalah tugas dan fungsinya terkait dengan pelayanan informasi dan kehumasan pemerintah dan persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk mengikuti Program Beasiswa Informatika, adalah tugas dan fungsinya terkait dengan tata kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)/Keamanan Informasi serta persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk mengikuti Program Beasiswa S2 Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan adalah tugas dan fungsinya terkait dengan pembuatan kebijakan di instansi yang bersangkutan.

Persyaratan Khusus untuk Masyarakat Umum:
1. Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Usia maksimum pelamar 33 tahun pada saat mendaftarkan diri;
3. Latar belakang pekerjaan di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi dan pelaku startup lokal;
4. Masa kerja minimum 2 tahun;
5. Mendapatkan izin dari pimpinan yang berwenang untuk menjalani pendidikan;
6. Menyertakan surat keterangan anjuran atau surat rekomendasi dari pimpinan, dosen atau tokoh lain yang memiliki kredibilitas;
7. Persyaratan standar IPK minimal 3,00 untuk bidang komunikasi dan Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan serta minimal 2,90 untuk bidang informatika; dan
8. Persyaratan lainnya mengikuti persyaratan masing-masing Perguruan Tinggi yang dipilih.

PROGRAM BEASISWA S2 LUAR NEGERI
Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Komunikasi dan Informatika TA 2021 kembali dibuka bagi ASN/Anggota TNI/POLRI dan masyarakat umum yang berminat untuk melanjutkan studi Magister di bidang studi terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pelamar dapat mendaftar dengan 5 (lima) pilihan Negara tujuan studi, yaitu Tiongkok, India, Hungaria, Belanda, dan Jepang dengan daftar universitas sudah ditetapkan oleh Kementerian Kominfo.

Pendaftaran untuk program beasiswa S2 Luar Negeri dibuka dari tanggal 28 Januari 2021 dengan batas waktu pendaftaran:
1. 28 Februari 2021, untuk skema beasiswa Kominfo-StuNed dan beasiswa ke negara tujuan studi Tiongkok (Tsinghua University); dan
2. 19 Maret 2021, untuk beasiswa ke Negara tujuan studi lainnya.

Calon pendaftar diminta agar memperhatikan batas waktu pendaftaran ke Kementerian Kominfo serta perguruan tinggi yang dituju. Kunjungi laman kominfo.go.id untuk informasi selengkapnya. 

(YK/HUMAS KEMENTERIAN KOMINFO/UN)

Rabu, 04 November 2020

Inilah 4 Pesan Presiden Jokowi Untuk Penerima Beasiswa LPDP

Penerima Beasiswa LPDP
Presiden saat memberikan sambutan secara virtual di Studium Generale LPDP, Senin (2/11)

BorneoTribun | Jakarta - Presiden Joko Widodo mengajak para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan negara dengan tekun menempuh pendidikan, membangun jaringan, dan mempersiapkan masa depan baik untuk para generasi muda itu sendiri maupun untuk masa depan bangsa Indonesia.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Saudara-saudara para penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP. Ini kesempatan emas untuk belajar, untuk membangun jaringan, mempersiapkan masa depan Saudara-saudara dan masa depan Indonesia,” ujar Presiden dalam sambutan virtualnya di Studium Generale LPDP yang mengusung tema “Rekacipta Generasi Muda Menuju Indonesia Emas”, Senin (2/11).

Diungkapkan Presiden, para penerima beasiswa LPDP adalah generasi muda yang terpilih untuk belajar ke berbagai perguruan tinggi terbaik, di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu ia berpesan 4 (empat) hal kepada generasi muda Indonesia tersebut.

Pertama, pesan Presiden, agar para penerima beasiswa mempergunakan kesempatan ini untuk mengejar pengetahuan baru yang bermunculan. 

“Disrupsi terjadi di seluruh sendi kehidupan kita: otomatisasi, artificial intelligence, big data, dan lain-lain yang bukan hanya sebagai fenomena teknologi yang memengaruhi lanskap ekonomi tetapi juga memengaruhi lanskap sosial, politik, dan kebudayaan,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya, gunakan kesempatan ini untuk mengasah dan memperkuat karakter. “Mengasah talenta, memperkuat keterampilan, menjadi mahasiswa itu membuka kesempatan untuk mengasah kepemimpinan dan keterampilan manajerial Saudara-saudara yang sangat berguna kelak ketika Saudara-saudara lulus,” ujarnya.

Ketiga, gunakan kesempatan ini untuk memperkokoh rasa kebangsaan, kemanusiaan, dan ke-Indonesiaan. “Saya tahu, Saudara-saudara berasal dari berbagai pelosok Indonesia yang berbeda suku, berbeda agama, tetapi Saudara-saudara semua bersaudara, sebangsa dan se-Tanah Air, Indonesia,” tegasnya.

Terakhir, Presiden berpesan agar para penerima beasiswa berperan menjadi duta Indonesia, representasi wajah Indonesia di masyarakat internasional. 

“Bagi Saudara-saudara yang kuliah di luar negeri, tunjukkan bahwa Indonesia itu damai dan bersatu, penuh toleransi, dan selalu Bhinneka Tunggal Ika. Promosikan Indonesia di masyarakat internasional untuk berwisata ke Indonesia, untuk berinvestasi di Indonesia, yang membawa kebaikan bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga mendoakan sekaligus memberi semangat agar para penerima beasiswa tersebut dapat mengikuti pendidikan dengan sebaik-baiknya dan mampu menyelesaikannya dengan tepat waktu. 

“Semangat terus untuk terus belajar. Jaga kesehatan. Secepatnya selesaikan studi Saudara-saudara sebaik-baiknya. Mari kita bangun Indonesia bersama-sama,” pungkasnya. 

(YK/SB: BPMI/UN)

Simak sambutan lengkap Presiden RI dibawah ini:

Studium Generale 2020 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Republik Indonesia (LPDP RI) – Rekacipta Generasi Muda Menuju Indonesia Emas (secara virtual), 2 November 2020, dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat


Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Saudara-saudara para penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP. Saudara-saudara generasi muda yang terpilih untuk belajar ke berbagai perguruan tinggi terbaik, di dalam maupun di luar negeri. Ini kesempatan emas untuk belajar, untuk membangun jaringan, mempersiapkan masa depan Saudara-saudara dan masa depan Indonesia.

Saya ingin berpesan, yang pertama, gunakan kesempatan ini untuk mengejar pengetahuan baru yang bermunculan. Disrupsi terjadi di seluruh sendi kehidupan kita: otomatisasi, artificial intelligence, big data, dan lain-lain, yang bukan hanya sebagai fenomena teknologi yang memengaruhi lanskap ekonomi tetapi juga memengaruhi lanskap sosial, politik, dan kebudayaan.

Yang kedua, gunakan kesempatan ini untuk mengasah dan memperkuat karakter. Mengasah talenta, memperkuat keterampilan, menjadi mahasiswa itu membuka kesempatan untuk mengasah kepemimpinan dan keterampilan manajerial Saudara-saudara yang sangat berguna kelak ketika Saudara-saudara lulus.

Yang ketiga, gunakan kesempatan ini untuk memperkokoh rasa kebangsaan, kemanusiaan, dan ke-Indonesiaan. Saya tahu, Saudara-saudara berasal dari berbagai pelosok Indonesia yang berbeda suku, berbeda agama, tetapi Saudara-saudara semua bersaudara, sebangsa dan se-Tanah Air, Indonesia.

Terakhir, Saudara-saudara adalah duta Indonesia. Saudara-saudara adalah wajah Indonesia di masyarakat internasional. Bagi Saudara-saudara yang kuliah di luar negeri, tunjukkan bahwa Indonesia itu damai dan bersatu, penuh toleransi, dan selalu Bhinneka Tunggal Ika. Promosikan Indonesia di masyarakat internasional untuk berwisata ke Indonesia, untuk berinvestasi di Indonesia, yang membawa kebaikan bagi masa depan Indonesia.

Semangat terus untuk terus belajar. Jaga kesehatan. Secepatnya selesaikan studi Saudara-saudara sebaik-baiknya. Mari kita bangun Indonesia bersama-sama.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 21 September 2020

Bantuan Beasiswa Untuk Mahasiswa Bantaeng, Cair Pertengahan Oktober


BORNEOTRIBUN I BANTAENG, SULSEL - Menanggapi Aksi unjuk rasa dari Pemuda mahasiswa bersatu (PMB) yang berunjuk rasa depan Kantor Bupati Bantaeng jalan Andi Mannappiang dengan tuntutan pencairan bantuan beasiswa untuk mahasiswa Bantaeng yang terdampak pandemi, Senin ( 21/9/20).

PLT Kabag Hukum Pemda Bantaeng, Muh. Aswar SH mengatakan bahwa Peraturan bupati (PERBUP) Bantaeng Nomor : 29 Tahun 2020 Tentang Pemberian bantuan bagi pemuda berprestasi telah ditetapkan oleh Bupati Bantaeng tertanggal 3 Agustus 2020.

" Insya Allah di pertengahan bulan Oktober 2020 akan dilakukan penjaringan kepada mahasiswa Bantaeng dimasa pandemi Covid-19 yang berprestasi dimasing-masing perguruan tinggi Negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS)," Ujarnya.

Begitu juga denga Kepala seksi (Kasi) Pemberdayaan pemuda Dinas pemuda dan olahraga Kabupaten Bantaeng, Ridha Ma'bud S.Sos,.M.Si mengatakan bahwa syarat-syarat untuk mendapatkan bantuan beasiswa salah satunya adalah memiliki Kartu mahasiswa dan memiliki transkip nilai.

" Saat ini, Juknisnya dalam tahap perampungan ," Tandasnya.

Penulis : Irwan
Editor    : Hermanto